Your browser does not support JavaScript!
 09 Dec 2018    18:00 WIB
Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 2)
Sekarang kita bahas tentang Migrain. Apa itu migrain? Migrain adalah sakit kepala sebelah. Dimana kepala mengalami denyutan, rasa sakitnya bisa meningkat dari sedang hingga parah, dan rasa sakitnya bisa bertahan dari 2 hingga 72 jam. Migrain juga diyakini penyebabnya karena faktor lingkungan dan genetik. Gejala umum yang terkait dengan sakit kepala migrain meliputi: Mual. Sakit di bagian belakang pada salah satu mata atau telinga. Sakit di bagian pelipis. Kepekaan atau sensitif terhadap cahaya atau suara. Penglihatan menjadi gelap. Muntah. Sakit kepala migrain biasanya dibagi menjadi dua kategori: migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. (Aura adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala neurologis migrain, gangguan visual yang paling umum). Aura mengacu pada sensasi yang dialami seseorang sebelum mereka mengalami migrain. Orang yang mengalami 'migrain dengan aura' akan memiliki banyak atau semua gejala 'migrain tanpa aura' dan gejala neurologis tambahan yang berkembang selama periode 5 hingga 20 menit dan bertahan kurang dari satu jam. Gangguan visual dapat meliputi: Titik buta pada penglihatan. Seperti melihat bintik-bintik berwarna. Penglihatan menjadi berkilau. Fokus penglihatan terganggu. Tidak dapat melihat alur garis dengan benar (zig zag). Mengalami kebutaan sementara. Gejala aura lainnya dapat termasuk: Mati rasa atau kesemutan. Kelemahan di satu sisi tubuh. Pusing. Perasaan berputar (vertigo). Merasa kurang waspada secara mental atau sulit berpikir. Melihat lampu berkedip atau garis yang tidak biasa. Merasa kesemutan atau mati rasa di wajah atau tangan. Memiliki penciuman, rasa, atau sentuhan yang tidak biasa. Pembicaraan dan pendengaran juga dapat terpengaruh dan sebagian orang mengalami masalah ingatan, perasaan takut dan kebingungan ada juga yang mengalami pingsan. Beberapa penderita migrain dapat mengalami gejalanya terlebih dahulu, selama satu atau dua hari sebelum positif mendapatkan migrain. Hal ini diikenal sebagai fase "prodrome", tanda-tanda halus ini dapat meliputi: Sembelit. Depresi. Sering menguap. Sifat lekas marah. Leher kaku. Mengidam makanan yang tidak biasa. Beberapa pemicu migrain: Kecemasan emosional. Kontrasepsi. Alkohol. Perubahan hormonal. Mati haid. Pengobatan atau perawatan apa yang harus dilakukan: Untuk Mengobati sakit kepala. Kita bisa mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter. Seperti: Acetaminophen. Aspirin. Ibuprofen. Teknik relaksasi. Karena kebanyakan sakit kepala disebabkan oleh stres, kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mengurangi stres, yaitu dengan : Terapi panas, seperti kompres hangat atau mandi hangat Pijat. Meditasi. Peregangan leher (Stretching). Latihan relaksasi (Tai chi, Yoga). Untuk mengobati migrain. Pencegahan seringkali merupakan pengobatan terbaik untuk sakit kepala migrain. Maka itu yang perlu kita lakukan adalah : Membuat perubahan pada pola makan kita, seperti menghilangkan makanan dan zat yang diketahui sebagai pemicu sakit kepala, seperti alkohol dan kafein. Minum obat resep, seperti antidepresan, obat penurun tekanan darah, obat antiepilepsi, atau Peptida CGRP (calcitonin gene-related peptide). mengambil langkah untuk mengurangi stres Obat-obatan, seperti: obat anti-mual, seperti promethazine (Phenergan), chlorpromazine (Thorazine), atau prochlorperazine (Compazine). Penghilang rasa sakit ringan sampai sedang, seperti acetaminophen, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin, naproxen sodium, atau ibuprofen. Triptans, seperti almotriptan (Axert), rizatriptan (Maxalt), atau sumatriptan (Alsuma, Imitrex, dan Zecuity). Tetapi obat migrain tidak boleh dikonsumsi berlebihan, karena jika seseorang mengkonsumsi obat sakit kepala migrain lebih dari 10 hari dalam sebulan, ini bisa menyebabkan efek yang dikenal sebagai sakit kepala rebound. Ini malah memperburuk keadaan kita. Ada baiknya sebelum membeli atau mengkonsumsi jenis obat-obatan di atas, kita konsultasikan dulu dengan dokter. Sumber : www.healthline.com
 09 Dec 2018    16:00 WIB
Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 1)
Sakit kepala timbul, duh bikin bt, susah buka mata, rasa penat dan mual. Apalagi jika terserang sakit kepala sebelah, kepala serasa memikul barang berat dan mata bagian dalam terasa ditusuk-tusuk, tapi apa perbedaannya yah, antara migrain dan sakit kepala, kok terdengar sama saja. Ketika ada tekanan atau rasa sakit di kepala kita, sulit untuk mengetahui apakah kita mengalami sakit kepala atau migrain. Namun perlu diketahui ini adalah dua hal yang berbeda. Karena ketika kita mengetahui perbedaannya, kita bisa mencari solusi yang tepat dalam mengobati dan mengalami pemulihan yang lebih cepat melalui perawatan yang lebih baik. Kedepannya dapat membantu kita mencegah kedua serangan ini dan tahu bagaimana mengatasinya. Sekarang mari kita bahas perbedaannya. Mulai dari sakit kepala. Apa itu sakit kepala? Sakit kepala adalah nyeri yang tidak menyenangkan di kepala kita, yang dapat menyebabkan tekanan dan rasa sakit. Rasa sakitnya bisa berkisar dari ringan hingga berat, dan biasanya terjadi di kedua sisi kepala kita. Beberapa area spesifik di mana sakit kepala dapat terjadi, termasuk di daerah dahi, pelipis, dan belakang leher. Sakit kepala bisa berlangsung dari 30 menit hingga seminggu. Menurut Mayo Clinic, jenis sakit kepala yang paling umum adalah sakit kepala tegang atau Tension Type Headache (TTH). Pemicu untuk jenis sakit kepala ini termasuk stres, ketegangan otot, dan kecemasan. Sakit kepala tegang bukan satu-satunya jenis sakit kepala, ada jenis sakit kepala lainnya, seperti: Sakit kepala cluster adalah sakit kepala yang jauh lebih sering menyerang pria dibandingkan pada wanita. Sakit kepala ini dimulai pada usia lebih lanjut, dengan usia rata-rata yakni 25 tahun. Penyakit ini tidak menurun. Namun sangat parah, satu sisi, tidak berdenyut, konstan dengan durasi mulai dari beberapa menit hingga kurang dari 2 jam. Tidak seperti sakit kepala migrain, sakit kepala cluster selalu satu sisi, dan biasanya kambuh pada sisi yang sama.   Sakit kepala cluster sering terjadi pada malam hari, membangunkan kita ketika tidur, dan serangannya berulang setiap hari pada waktu tertentu, dalam jangka waktu mingguan hingga bulanan. Setelah itu akan ada jeda dimana pasien mungkin bebas dari sakit kepala cluster selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Karakteristik sakit kepala cluster diawali dengan sensasi terbakar sepanjang aspek lateral hidung atau mengalami tekanan di belakang mata.    Sakit kepala sinus. Sakit kepala sinus terjadi bersamaan dengan gejala infeksi sinus seperti demam, hidung tersumbat, batuk, dan mengalami tekanan pada wajah. Sakit kepala Chiari. Sakit kepala Chiari disebabkan oleh cacat lahir yang dikenal sebagai malformasi Chiari, yang menyebabkan tulang tengkorak mendorong bagian otak, sering menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala. Sakit kepala Thunderclap. Sakit kepala "thunderclap" adalah sakit kepala yang sangat parah yang dapat berkembang dalam 60 detik atau kurang. Ini bisa menjadi gejala perdarahan subarachnoid, kondisi medis serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Sakit kepala ini mungkin juga disebabkan oleh aneurisma, stroke, atau cedera lainnya. Sakit kepala akibat cedera kepala. Setiap trauma kepala yang menyebabkan sakit kepala membutuhkan perhatian medis yang cepat. Sakit kepala akibat segala jenis benturan ke kepala dapat diindikasikan sebagai gegar otak. Gegar otak merupakan risiko yang berbahaya, yang biasanya membuat kita sakit kepala terus-menerus dan makin memburuk. Peristiwa karena jatuh, tabrakan atau kecelakaan lainnya yang mengenai kepala dapat menyebabkan pendarahan yang berpotensi mengancam jiwa. Baca juga : Perbedaan Migrain dengan Sakit Kepala (Part 2)
 01 Aug 2018    11:00 WIB
Hubungan Nyeri Kepala, Migrain, dan Mual
Migrain merupakan jenis nyeri kepala yang paling sering menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain migrain, terdapat berbagai gangguan kesehatan lainnya yang juga menimbulkan rasa nyeri kepala dan mual atau muntah, seperti flu, meningitis (radang selaput otak), dan nyeri kepala cluster.   Flu Virus yang sering menyebabkan terjadinya flu juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala dan mual. Nyeri kepala dan rasa mual yang anda alami dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Berbeda dengan migrain, flu dapat disertai dengan berbagai gejala infeksi virus lainnya, seperti hidung meler, diare, menggigil, nyeri otot, dan demam.   Meningitis Nyeri kepala hebat yang disertai dengan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan adanya rasa mual tampak seperti suatu serangan migrain klasik. Akan tetapi, bila gejala di atas juga disertai dengan kekakuan pada leher, baik dengan atau tanpa demam, maka anda mungkin mengalami meningitis. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Nyeri Kepala Cluster Rasa mual seringkali merupakan pembeda antara serangan migrain dengan nyeri kepala biasa. Akan tetapi, nyeri kepala cluster juga dapat menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain itu, nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara berulang, sangat menyiksa, terjadi pada salah satu sisi kepala, dan seringkali membuat mata berair serta nyeri.   Migrain dan Mual Hubungan antara terjadinya migrain dan timbulnya rasa mual di saat yang bersamaan masih tidak diketahui dengan jelas. Akan tetapi, banyak ahli beranggapan bahwa serangan migrain terjadi akibat saraf-saraf tertentu di otak mengirimkan suatu sinyal pada pembuluh darah otak untuk melebar. Selain itu, perubahan kadar estrogen juga diduga dapat menyebabkan timbulnya serangan migrain. Hal ini mungkin merupakan penyebab mengapa migrain lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penurunan kadar serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan otak melebar dan menyebabkan terjadinya serangan migrain. Orang yang memiliki kadar serotonin yang rendah biasanya lebih sering mengalami serangan migrain, mual, dan mabuk saat berkendara.   Siapa yang Sering Mengalami Mual dan Migrain? Wanita dan orang yang sering mengalami mabuk saat berkendara lebih sering mengalami serangan migrain dan merasa mual. Sekitar 5-20% populasi mengalami mabuk saat berkendara dan sekitar 50% penderita migrain mengalami mabuk saat berkendara.   Jenis Migrain dan Hubungannya Dengan Rasa Mual Beberapa jenis migrain lebih sering menyebabkan timbulnya rasa mual atau bahkan muntah. Migrain Dengan atau Tanpa Aura (Suatu Penglihatan atau Efek Visual yang Terjadi Sebelum Serangan) Migrain tanpa aura lebih sering terjadi dan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, vertigo, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, dan mual. Orang yang mengalami migrain dengan aura biasanya mengalami suatu tanda peringatan (aura) sekitar 20 menit sampai 1 jam sebelum nyeri kepala dimulai. Tanda peringatan ini dapat berupa gangguan penglihatan dan rasa pusing. Migrain Perut Sebagian besar migraine menyebabkan timbulnya nyeri kepala, akan tetapi pada kasus yang jarang, anak-anak dapat mengalami serangan migrain yang menyebabkan nyeri perut. Saat hal ini terjadi, anak dapat merasa mual atau bahkan muntah serta hilangnya nafsu makan. Anak yang mengalami serangan migrain perut biasanya akan kembali mengalami serangan ini saat dewasa nanti. Vertigo Paroksismal Benign Migrain jenis ini paling sering dialami oleh balita. Saat migrain terjadi, balita akan tampak kehilangan keseimbangan dan tidak dapat kembali berjalan. Hal ini dapat membuat anda muntah. Serangan ini biasanya akan mereda setelah beberapa menit atau beberapa jam kemudian.   Pilihan Terapi Bagi Migrain dan Mual Perubahan Gaya Hidup Stress merupakan pemicu tersering dari timbulnya migrain, termasuk migrain yang disertai oleh rasa mual. Mengurangi dan mengatasi stress dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Berhenti merokok dan menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migraine seperti coklat dan alkohol dapat membantu mengurangi terjadinya serangan migrain yang disertai dengan rasa mual. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan pada penderita migrain adalah obat untuk mencegah terjadinya migrain, obat untuk menghentikan migrain saat serangan berlangsung, dan obat untuk meredakan berbagai gejala migrain. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat apapun untuk mengatasi serangan migrain yang anda alami. Terapi Lainnya Akupuntur telah terbukti dapat mengurangi terjadinya migrain dan mengurangi rasa mual.   Sumber: webmd  
 19 Jun 2018    13:00 WIB
Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Atau Migrain?
Pernahkah anda merasa bingung mengenai penyebab nyeri kepala yang sering anda alami? Apakah karena sinus yang meradang (sinusitis) atau migrain? Tidak perlu khawatir sebab terdapat beberapa perbedaan antara nyeri kepala akibat sinusitis dengan nyeri kepala akibat migrain.   Perbedaan Gejala Beberapa gejala yang dapat ditemukan baik pada nyeri kepala akibat sinusitis maupun pada nyeri kepala akibat migrain, yaitu: Nyeri di kepala, terutama di dahi Mata berair atau terasa gatal Nyeri kepala bila kepala digerakkan Selain beberapa gejala di atas, nyeri kepala akibat migrain biasanya juga disertai dengan: Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap suara atau cahaya Nyeri kepala berdenyut berat pada salah satu sisi kepala Migrain biasanya merupakan penyebab timbulnya nyeri kepala berat dan sering. Penderita nyeri kepala akibat sinusitis biasanya tidak mengeluhkan nyeri kepala terlebih dulu, mereka biasanya merasa tidak enak badan dan kemudian baru merasa nyeri kepala. Nyeri kepala akibat sinusitis biasanya disebabkan oleh infeksi dan peradangan pada saluran pernapasan di hidung. Infeksi dan peradangan ini menyebabkan terjadinya suatu penyumbatan yang menimbulkan rasa nyeri dan rasa tertekan pada dahi dan pipi.   Perbedaan Pengobatan Nyeri Kepala Akibat Sinusitis Pada nyeri kepala akibat sinusitis, pengobatan dimulai dengan pemberian dekongestan, obat anti nyeri, dan irigasi sinus untuk mengurangi tekanan dan sumbatan pada sinus serta membantu drainase sinus. Antibiotika atau steroid yang disemprotkan langsung ke hidung sering digunakan  sebagai pengobatan lini kedua untuk mengobati sumber infeksi atau penyakit kronik lainnya. Nyeri kepala akibat sinusitis yang disebabkan oleh suatu infeksi dapat segera menghilang setelah pengobatan dilakukan. Nyeri Kepala Akibat Migrain Pengobatan migrain tidak hanya bertujuan untuk menghentikan serangan migrain yang sedang terjadi, tetapi juga bertujuan untuk mencegah dan mengurangi frekuensi, keparahan, dan lamanya serangan migrain. Triptan merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengurangi serangan migrain. Obat lainnya yang juga dapat digunakan untuk mengatasi serangan migrain adalah obat anti epilepsi, obat anti depresi, dan obat anti depresi. Selain itu, suntikan botox juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya migrain kronik. Terapi hormon dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi wanita yang mengalami serangan migrain saat menstruasi. Perubahan gaya hidup juga dapat memberikan pengaruh baik bagi migrain. Berolahraga secara teratur dan terapi relaksasi yang merupakan terapi untuk mengurangi stress dapat mencegah kekambuhan dan mengurangi keparahan serangan migrain yang terjadi. Menghindari berbagai pemicu terjadinya serangan migrain juga merupakan salah satu langkah pencegahan migrain yang sangat penting. Jika anda mencoba mengatasi nyeri kepala yang anda alami dengan mengkonsumsi obat anti nyeri, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala ulangan, terutama bila nyeri kepala yang anda alami disebabkan oleh migrain. Perlu diingat bahwa apabila anda menderita nyeri kepala berat yang disertai dengan mata berair dan hidung tersumbat atau hidung meler, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bahwa nyeri kepala yang anda alami pasti disebabkan oleh sinusitis. Setiap nyeri di kepala, terutama nyeri pada dahi, dapat menyebabkan mata berair dan gatal, hidung meler atau tersumbat.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anda bila: Nyeri kepala yang anda alami mulai mengganggu aktivitas anda sehari-hari Nyeri kepala tidak berkurang dengan pemberian obat nyeri kepala yang dijual bebas Nyeri kepala semakin memburuk Nyeri kepala disertai dengan gangguan neurologis, seperti gangguan penglihatan atau kelemahan otot Nyeri kepala disertai dengan demam atau kekakuan pada leher Bila anda sering mengalami nyeri kepala berulang, maka dokter akan menganggapnya sebagai migrain hingga terbukti bukan.   Sumber: webmd
 07 Feb 2018    16:00 WIB
Migrain Menyerang? Bahan Ini Jadi Jawaban Yang Dapat Membantu Mengatasinya...
Rasa sakit akibat migrain dikatakan sebagai perasaan yang mengganggu, rasa nyeri yang sangat kuat, menyebar ke setiap bagian kepala Anda, membuat Anda merasa mual dan juga menyebabkan terganggunya pencernaan. Untuk membantu mengatasi masalah nyeri kepala akibat migrain maka Anda bisa mencoba beberapa cara mudah dengan beberapa bahan alami dan beberapa tindakan penting.   Berikut Cara Mengatasi Migrain: Jus Anggur Ya, ini memberikan kelegaan dari migrain! Campurkan anggur segar dengan air untuk menyiapkan minuman anti migrain Anda sendiri. Minumlah dua kali sehari untuk menghilangkan rasa sakit. Jahe Jahe yang membantu meringankan stres dan rasa sakit dari bagian tubuh lainnya juga akan membantu penderita migrain. Jus jahe dikombinasikan dengan lemon atau jahe dalam secangkir teh atau bahkan pasta bubuk jahe akan  membantu Anda menyingkirkan migrain. Kayu Manis Sebagai bumbu ajaib, kayu manis tidak hanya akan memberi rasa pada makanan Anda, tetapi juga membuktikan sebagai obat rumah yang efektif untuk menyembuhkan migrain. Pasta bubuk kayu manis dicampurkan dengan air, bila dioleskan selama 30 menit dan kemudian bersihkan dengan air hangat, yang akan membuat berkurangnya rasa nyeri. Sedikit Kafein Kafein dalam jumlah banyak bisa memcu sakit kepala namun bila dalam jumlah yang sedikit maka akan membantu mengatasi masalah migrain. Tapi ini tidak terjadi pada orang yang sensitif terhadap kafein. Dalam hal ini, Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit bahkan jika pada awalnya tidak ada rasa sakit.   Selain menggunakan bahan diatas maka cobalah untuk menghindari terlalu banyak cahaya. Anda juga bisa melakukan pijat. Pijat merupakan cara termudah untuk menghilangkan rasa sakit migraine. Peregangan leher, pangkal kulit kepala dan pijatan lembut akan meningkatkan sirkulasi darah yang akan membantu Anda lebih rileks dan menghilangkan rasa sakit.   Sederhana dan mudah untuk dilakukan bukan, Anda bisa mencobanya bila mengalami migrain. Apabila belum ada perbaikan maka Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter secara langsung.   Baca juga: Berbagai Kondisi Kesehatan yang Berhubungan Dengan Migrain   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: doctorndtv
 06 Jan 2018    16:00 WIB
Makanan yang Dapat Memicu Terjadinya Serangan Migrain
Jika Anda pernah mengalami serangan migrain, Anda tentunya akan berusaha untuk tidak mengalaminya kembali. Migrain dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri kepala berdenyut yang cukup berat pada salah satu sisi kepala Anda. Selain itu, serangan migrain seringkali juga diikuti oleh gejala lainnya seperti mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.   Salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan migrain adalah dengan menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya serangan. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang. Selain itu, makanan yang sebelumnya pernah memicu terjadinya serangan migrain pada Anda, mungkin tidak akan menimbulkan efek yang sama sekarang ini. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang.    1.      Daging dan Susu Berbagai jenis daging, daging unggas, ikan, dan berbagai produk susu diduga dapat memicu terjadinya serangan migraine. Berbagai jenis daging olahan seperti daging kalengan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari hot dog, saus bolognaise, sosis, peperoni, dan salami. Beberapa jenis produk susu yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah krim asam dan berbagai jenis keju seperti keju cheddar, keju Swiss, keju mozzarella, dan keju provolone.    2.      Buah dan Sayuran Buah dan sayuran memang penting bagi kesehatan Anda, akan tetapi bila Anda menderita migrain, Anda mungkin harus waspada terhadap beberapa jenis buah dan sayuran. Beberapa jenis buah yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kismis, pepaya, plum, pisang, alpukat, dan buah ara. Pisang yang terlalu matang dan alpukat merupakan 2 jenis buah yang paling sering memicu terjadinya serangan migraine. Beberapa jenis sayuran yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kacang, bawang Bombay, dan bawang putih mentah. Beberapa jenis kacang yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah lima, navy, garbanzo, pinto, dan pole.    3.      Roti Tertentu Sebagian besar jenis roti yang banyak dijual di pasaran tidak memicu terjadinya serangan migrain, akan tetapi sisa adonan roti, roti beragi yang baru saja matang, dan kue yang mengandung kopi mungkin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Selain itu, berbagai jenis biskuit atau roti yang mengandung keju juga dapat memicu terjadinya migrain, termasuk pizza.     4.      Minuman Tertentu Berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung coklat juga dapat memicu terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari konsumsi minuman coklat panas dan susu coklat. Kafein juga merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan migrain, bahkan dalam jumlah sedikit. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari atau membatasi konsumsi kopi dan teh berkafein. Hindari juga beberapa jenis minuman beralkohol, terutama bir, anggur merah, dan sherry.    5.      Makanan Manis Jika Anda merupakan salah satu penggemar makanan manis, maka mengurangi makanan manis mungkin merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Akan tetapi, bila Anda ingin mencegah terjadinya serangan migrain, maka Anda mungkin harus menghindari beberapa jenis makanan penutup, terutama yang mengandung coklat dan kacang. Hindari juga konsumsi berbagai jenis roti yang mengandung ragi.   Sumber: healthline
 31 Dec 2017    16:00 WIB
Penyebab dan Pemicu Migrain
Penyebab pasti dari migrain memang belum dapat dimengerti sepenuhnya saat ini. Teori yang dipakai saat ini adalah migrain dan gejalanya disebabkan karena masalah pembuluh darah di otak. Penelitian terbaru yang dilakukan juga menunjukkan saat pembuluh darah mengecil maka akan menyebabkan nyeri, dan ini menjadi penyebab migrain.   Rantai peristiwa perubahan fisik dan kimia di dalam dan sekitar otak yang mengarah ke sakit kepala migrain masih belum jelas. Yang saat ini diketahui adalah ada sesuatu mengaktifkan rangkaian reaksi biokimia yang dapat memicu respon inflamasi dari syaraf trigeminal, yang merupakan jalur sensasi nyeri utama di wajah dan kepala. Respon ini kemudian menyebar ke syaraf-syaraf di selaput otak sehingga menyebabkan munculnya rasa nyeri dan migrain.   Penelitian yang dilakukan untuk mengerti detail dari proses tersebut masih terus dilakukan, tetapi beberapa penyebab dibawah ini diperkirakan menjadi faktor penyebab migrain. Mereka adalah:•  Penurunan kadar serotoninSerotonin merupakan suatu neurotransmiter yang mengontrol mood, tidur, dan nafsu makan. Serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit•  Kekuranagn magnesium yang merupakan mineral penting untuk fungsi otak•  Adanya neuropeptida, yaitu molekul yang menyerupai protein kecil yang dpaat merangsang terjadinya inflamasi dan mengaktifkan reseptor nyeri.•  Abnormalitas transport ion kalsium •  Pelepasan nitrit oksida yang merupakan tanda dari pelebaran pembuluh darah.•  Fluktuasi hormon, terutama estrogen pada wanita•  Inflamasi pada nervus maxilaris, yaitu cabang dari nervus trigeminal yang ada di tulang pipi dan bekerja untuk mengontrol sensasi mulut dan hidung   Berikut adalah faktor pemicu migrain:•  Perubahan stress emosional•  Makanan tertentu seperti coklat, alkohol, kacang, MSG, keju, kafein dan aspartam (pemanis buatan)•  Kelaparan dan dehidrasi•  Perubahan cuaca•  Perubahan pola tidur•  Cahaya yang terlalu terang•  Suara yang terlalu keras•  Bau-bau yang menyengat•  Aktifitas fisik yang intens Sumber: healthline
 11 Oct 2017    18:00 WIB
Apa Hubungan Antara Keju Dengan Migrain?
Pada beberapa orang penderita, makanan dan minuman tertentu atau zat yang terdapat di dalam makanan tersebut dapat memicu terjadinya migrain. Salah satu zat yang telah dikenal dapat memicu terjadinya migrain adalah tiramin. Tiramin merupakan suatu zat yang secara alami terdapat di dalam berbagai jenis makanan, terutama pada makanan yang telah diawetkan dan makanan yang telah difermentasikan. Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin adalah keju, ikan asap, daging olahan, dan beberapa jenis bir. Selain berbagai contoh makanan di atas, makanan tinggi protein lainnya juga dapat mengandung tiramin bila makanan tersebut telah disimpan dalam waktu lama dan dalam tempat yang tidak terlalu dingin. Karena tiramin merupakan suatu monoamine, maka dibutuhkan enzim monoamine oksidase (MAO) untuk memetabolisme tiramin. Akan tetapi, saat Anda mengkonsumsi obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim ini (penghambat MAO), maka tiramin pun tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh dan akan masuk ke dalam aliran darah. Keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nyeri kepala. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010, para peneliti bertanya pada sekitar 200 orang penderita migrain mengenai apa saja yang dapat memicu terjadinya serangan migrain. Para peneliti kemudian menemukan bahwa sekitar 18% penderita mengatakan bahwa makanan dapat memicu terjadinya serangan migrain dan beberapa jenis makanan yang paling sering memicu terjaidnya serangan migrain adalah keju dan sosis. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun yang sama dan mengamati sekitar 126 orang penderita migrain dengan aura menemukan bahwa keju dapat memicu terjadinya serangan migraine pada beberapa orang. Hingga saat ini, para peneliti masih mencari tahu bagaimana sebenarnya tiramin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Salah satu mekanisme yang mungkin adalah karena tiramin dapat memicu pelepasan norepinefrin dari sel-sel saraf di dalam otak. Tingginya kadar tiramin di dalam darah dan tingginya kadar zat kimia di dalam otak inilah yang dapat memicu terjadinya berbagai perubahan di dalam otak dan menyebabkan nyeri kepala. Beberapa jenis makanan yang memiliki kadar tiramin yang tinggi adalah: Hati ayam yang telah diawetkan Keju lama Bir Daging yang telah diawetkan atau dikeringkan Anggur merah (wine) Kimchi Saus soy Kecap ikan atau berbagai jenis kecap yang mengandung ikan atau udang Sup miso Ekstrak ragi Perlu diingat bahwa nyeri kepala mungkin tidak akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah Anda mengkonsumsi makanan yang memicunya. Oleh karena itu, catatlah juga berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi 1-2 hari yang lalu untuk membantu Anda mencari tahu makanan apa sebenarnya yang telah memicu terjadinya serangan migrain.   Sumber: webmd
 10 Sep 2017    11:00 WIB
Apa Itu Migrain Pada Mata (Migrain Okular)?
Migrain pada mata atau bahasa medisnya dikenal dengan migrain okular menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan yang dapat berlangsung selama kurang dari 1 jam, bersamaan dengan nyeri kepala. Keadaan ini jarang ditemukan. Dokter harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan kesehatan lainnya yang menyebabkan anda mengalami kebutaan sementara ini sebelum yakin bahwa anda menderita migrain okular.   Penyebab Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti terjadinya migrain okular. Akan tetapi, migrain okular diduga berhubungan dengan: Adanya spasme di dalam pembuluh darah retina Adanya perubahan yang menyebar hingga sel-sel saraf di dalam retina Penderita migrain okular memiliki resiko mengalami kebutaan pada salah satu mata yang lebih tinggi daripada penderita jenis migrain lainnya.   Gejala Gejala migrain okular yang dapat ditemukan adalah: Gangguan penglihatan yang mengenai salah satu mata. Gangguan penglihatan ini dapat berupa melihat kilatan cahaya, adanya bintik buta pada lapang pandang anda, dan kebutaan. Kebutaan dapat merupakan komplikasi dari migrain okular Nyeri kepala yang berlangsung selama 4-72 jam. Nyeri kepala yang terjadi biasanya hanya mengenai satu sisi kepala, nyeri dapat bersifat sedang atau berat, berdenyut, memburuk saat anda melakukan aktivitas Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara Gejala yang penting adalah bahwa hilangnya penglihatan hanya terjadi pada satu mata. Kilatan cahaya atau bintik buta pada lapang pandang pun hanya terjadi pada salah satu mata.   Apakah Saya Menderita Migrain Okular? Untuk membantu dokter menegakkan diagnosa, dokter akan menanyakan berbagai gejala yang anda alami dan melakukan pemeriksaan pada mata anda. Dokter harus terlebih dahulu menyingkirkan berbagai kelainan lain sebelum menegakkan diagnosa migrain okular. Berbagai kelainan tersebut berupa: Amaurosis fugax yaitu kebutaan sementara akibat kurangnya aliran darah di dalam mata. Hal ini dapat disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah arteri mata Spasme pada pembuluh darah arteri yang memperdarahi retina Arteritis sel Giant yang menyebabkan terjadinya peradangan pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan serta kebutaan Berbagai gangguan pembuluh darah lainnya yang berhubungan dengan penyakit autoimun Penyalahgunaan obat Berbagai gangguan kesehatan yang menyebabkan kelainan pembekuan darah, seperti sickle cell disease dan polisitemia   Pengobatan Para ahli masih belum yakin mengenai apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya migrain okular. Beberapa pengobatan yang dapat dokter anda lakukan adalah: Pemberian aspirin Pemberian obat anti depresi atau anti epilepsi Pemberian obat golongan beta blocker Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan apapun.   Sumber: webmd
 20 Jul 2017    12:00 WIB
Migrain dan Kehidupan Percintaan
Seperti berbagai penyakit kronik lainnya, migrain dapat mengganggu kedekatan dan keintiman anda dengan pasangan anda. Migrain kronik dapat menyebabkan seorang pria enggan berhubungan  seks selama beberapa waktu. Mengetahui apa pemicu terjadinya migrain anda dan menghindarinya dapat membantu menjaga hubungan anda dan pasangan tetap intim dan mesra. Berbagai jenis makanan, bau-bauan tertentu, perubahan tekanan, kekurangan tidur, dan menstruasi (pada wanita) merupakan berbagai pemicu migrain. Selain itu, mengkonsumsi obat-obatan untuk mencegah atau mengurangi serangan migrain, konseling, dan gaya hidup sehat dengan berolahraga secara teratur juga dapat membantu anda.   Migrain dan Hormon Sebagian besar penderita migrain adalah wanita dan sekitar setengahnya mengalami serangan migrain saat menstruasi, yaitu saat kadar hormon estrogen dan progesteron menurun. Selain menstruasi, kehamilan juga dapat meningkatkan frekuensi terjadinya migrain atau migrain yang terjadi semakin berat, terutama pada wanita yang mengalami aura sebelum serangan. Akan tetapi, pada beberapa wanita, serangan migrain justru berkurang saat kehamilan atau serangan migrain justru terjadi pertama kali saat kehamilan. Usia paruh baya merupakan usia yang paling rentan terhadap serangan migrain, baik pria maupun wanita. Pada banyak wanita, serangan migrain berkurang setelah memasuki menopause.   Migrain, Gairah Seksual, dan Orgasme Berdasarkan sebuah penelitian, penderita migrain, baik pria maupun wanita ternyata lebih sering memikirkan seks daripada pria dan wanita yang tidak menderita migrain.  Akan tetapi, pada sebuah penelitian lainnya ditemukan bahwa penderita migraine memiliki gairah seksual yang lebih rendah dan lebih sering mengalami nyeri saat berhubungan seksual. Sementara itu, beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa migrain dapat mereda dengan orgasme. Akan tetapi, orgasme pun kadang-kadang merupakan pemicu terjadinya nyeri kepala, bahkan pada orang yang tidak menderita migrain.   Migrain dan Kehidupan Percintaan Anda Bila anda atau pasangan anda menderita migrain, maka diperlukan toleransi dan kesabaran lebih untuk menghadapinya. Terutama saat serangan migrain terjadi, beberapa orang menjadi lebih sensitif terhadap suara, cahaya, dan sentuhan yang dapat membuat hubungan anda dan pasangan anda menjadi semakin jauh. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang baik antara anda dan pasangan anda yang membuat pasangan anda tetap merasa dicintai dan bukannya didorong menjauh. Berbagai terapi untuk mengatasi stress dan konseling mungkin berguna bagi anda dan pasangan anda. Menjaga komunikasi dan lebih mengerti pasangan anda juga dapat membantu. Anda mungkin dapat menemani pasangan anda saat ia berobat ke dokter. Mendiskusikan apa yang anda alami dapat membantu pasangan anda lebih mengerti keadaan anda dan belajar untuk menerimanya. Baca juga: Mau perut sixpack?  Sumber: webmd