Your browser does not support JavaScript!
 07 Feb 2018    16:00 WIB
Migrain Menyerang? Bahan Ini Jadi Jawaban Yang Dapat Membantu Mengatasinya...
Rasa sakit akibat migrain dikatakan sebagai perasaan yang mengganggu, rasa nyeri yang sangat kuat, menyebar ke setiap bagian kepala Anda, membuat Anda merasa mual dan juga menyebabkan terganggunya pencernaan. Untuk membantu mengatasi masalah nyeri kepala akibat migrain maka Anda bisa mencoba beberapa cara mudah dengan beberapa bahan alami dan beberapa tindakan penting.   Berikut Cara Mengatasi Migrain: Jus Anggur Ya, ini memberikan kelegaan dari migrain! Campurkan anggur segar dengan air untuk menyiapkan minuman anti migrain Anda sendiri. Minumlah dua kali sehari untuk menghilangkan rasa sakit. Jahe Jahe yang membantu meringankan stres dan rasa sakit dari bagian tubuh lainnya juga akan membantu penderita migrain. Jus jahe dikombinasikan dengan lemon atau jahe dalam secangkir teh atau bahkan pasta bubuk jahe akan  membantu Anda menyingkirkan migrain. Kayu Manis Sebagai bumbu ajaib, kayu manis tidak hanya akan memberi rasa pada makanan Anda, tetapi juga membuktikan sebagai obat rumah yang efektif untuk menyembuhkan migrain. Pasta bubuk kayu manis dicampurkan dengan air, bila dioleskan selama 30 menit dan kemudian bersihkan dengan air hangat, yang akan membuat berkurangnya rasa nyeri. Sedikit Kafein Kafein dalam jumlah banyak bisa memcu sakit kepala namun bila dalam jumlah yang sedikit maka akan membantu mengatasi masalah migrain. Tapi ini tidak terjadi pada orang yang sensitif terhadap kafein. Dalam hal ini, Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit bahkan jika pada awalnya tidak ada rasa sakit.   Selain menggunakan bahan diatas maka cobalah untuk menghindari terlalu banyak cahaya. Anda juga bisa melakukan pijat. Pijat merupakan cara termudah untuk menghilangkan rasa sakit migraine. Peregangan leher, pangkal kulit kepala dan pijatan lembut akan meningkatkan sirkulasi darah yang akan membantu Anda lebih rileks dan menghilangkan rasa sakit.   Sederhana dan mudah untuk dilakukan bukan, Anda bisa mencobanya bila mengalami migrain. Apabila belum ada perbaikan maka Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter secara langsung.   Baca juga: Berbagai Kondisi Kesehatan yang Berhubungan Dengan Migrain   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: doctorndtv
 06 Jan 2018    16:00 WIB
Makanan yang Dapat Memicu Terjadinya Serangan Migrain
Jika Anda pernah mengalami serangan migrain, Anda tentunya akan berusaha untuk tidak mengalaminya kembali. Migrain dapat menyebabkan Anda mengalami nyeri kepala berdenyut yang cukup berat pada salah satu sisi kepala Anda. Selain itu, serangan migrain seringkali juga diikuti oleh gejala lainnya seperti mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.   Salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan migrain adalah dengan menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya serangan. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang. Selain itu, makanan yang sebelumnya pernah memicu terjadinya serangan migrain pada Anda, mungkin tidak akan menimbulkan efek yang sama sekarang ini. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya serangan migrain pada beberapa orang.    1.      Daging dan Susu Berbagai jenis daging, daging unggas, ikan, dan berbagai produk susu diduga dapat memicu terjadinya serangan migraine. Berbagai jenis daging olahan seperti daging kalengan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari hot dog, saus bolognaise, sosis, peperoni, dan salami. Beberapa jenis produk susu yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah krim asam dan berbagai jenis keju seperti keju cheddar, keju Swiss, keju mozzarella, dan keju provolone.    2.      Buah dan Sayuran Buah dan sayuran memang penting bagi kesehatan Anda, akan tetapi bila Anda menderita migrain, Anda mungkin harus waspada terhadap beberapa jenis buah dan sayuran. Beberapa jenis buah yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kismis, pepaya, plum, pisang, alpukat, dan buah ara. Pisang yang terlalu matang dan alpukat merupakan 2 jenis buah yang paling sering memicu terjadinya serangan migraine. Beberapa jenis sayuran yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah kacang, bawang Bombay, dan bawang putih mentah. Beberapa jenis kacang yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah lima, navy, garbanzo, pinto, dan pole.    3.      Roti Tertentu Sebagian besar jenis roti yang banyak dijual di pasaran tidak memicu terjadinya serangan migrain, akan tetapi sisa adonan roti, roti beragi yang baru saja matang, dan kue yang mengandung kopi mungkin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Selain itu, berbagai jenis biskuit atau roti yang mengandung keju juga dapat memicu terjadinya migrain, termasuk pizza.     4.      Minuman Tertentu Berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung coklat juga dapat memicu terjadinya serangan migrain. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari konsumsi minuman coklat panas dan susu coklat. Kafein juga merupakan salah satu pemicu terjadinya serangan migrain, bahkan dalam jumlah sedikit. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari atau membatasi konsumsi kopi dan teh berkafein. Hindari juga beberapa jenis minuman beralkohol, terutama bir, anggur merah, dan sherry.    5.      Makanan Manis Jika Anda merupakan salah satu penggemar makanan manis, maka mengurangi makanan manis mungkin merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Akan tetapi, bila Anda ingin mencegah terjadinya serangan migrain, maka Anda mungkin harus menghindari beberapa jenis makanan penutup, terutama yang mengandung coklat dan kacang. Hindari juga konsumsi berbagai jenis roti yang mengandung ragi.   Sumber: healthline
 31 Dec 2017    16:00 WIB
Penyebab dan Pemicu Migrain
Penyebab pasti dari migrain memang belum dapat dimengerti sepenuhnya saat ini. Teori yang dipakai saat ini adalah migrain dan gejalanya disebabkan karena masalah pembuluh darah di otak. Penelitian terbaru yang dilakukan juga menunjukkan saat pembuluh darah mengecil maka akan menyebabkan nyeri, dan ini menjadi penyebab migrain.   Rantai peristiwa perubahan fisik dan kimia di dalam dan sekitar otak yang mengarah ke sakit kepala migrain masih belum jelas. Yang saat ini diketahui adalah ada sesuatu mengaktifkan rangkaian reaksi biokimia yang dapat memicu respon inflamasi dari syaraf trigeminal, yang merupakan jalur sensasi nyeri utama di wajah dan kepala. Respon ini kemudian menyebar ke syaraf-syaraf di selaput otak sehingga menyebabkan munculnya rasa nyeri dan migrain.   Penelitian yang dilakukan untuk mengerti detail dari proses tersebut masih terus dilakukan, tetapi beberapa penyebab dibawah ini diperkirakan menjadi faktor penyebab migrain. Mereka adalah:•  Penurunan kadar serotoninSerotonin merupakan suatu neurotransmiter yang mengontrol mood, tidur, dan nafsu makan. Serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit•  Kekuranagn magnesium yang merupakan mineral penting untuk fungsi otak•  Adanya neuropeptida, yaitu molekul yang menyerupai protein kecil yang dpaat merangsang terjadinya inflamasi dan mengaktifkan reseptor nyeri.•  Abnormalitas transport ion kalsium •  Pelepasan nitrit oksida yang merupakan tanda dari pelebaran pembuluh darah.•  Fluktuasi hormon, terutama estrogen pada wanita•  Inflamasi pada nervus maxilaris, yaitu cabang dari nervus trigeminal yang ada di tulang pipi dan bekerja untuk mengontrol sensasi mulut dan hidung   Berikut adalah faktor pemicu migrain:•  Perubahan stress emosional•  Makanan tertentu seperti coklat, alkohol, kacang, MSG, keju, kafein dan aspartam (pemanis buatan)•  Kelaparan dan dehidrasi•  Perubahan cuaca•  Perubahan pola tidur•  Cahaya yang terlalu terang•  Suara yang terlalu keras•  Bau-bau yang menyengat•  Aktifitas fisik yang intens Sumber: healthline
 11 Oct 2017    18:00 WIB
Apa Hubungan Antara Keju Dengan Migrain?
Pada beberapa orang penderita, makanan dan minuman tertentu atau zat yang terdapat di dalam makanan tersebut dapat memicu terjadinya migrain. Salah satu zat yang telah dikenal dapat memicu terjadinya migrain adalah tiramin. Tiramin merupakan suatu zat yang secara alami terdapat di dalam berbagai jenis makanan, terutama pada makanan yang telah diawetkan dan makanan yang telah difermentasikan. Beberapa jenis makanan yang mengandung tiramin adalah keju, ikan asap, daging olahan, dan beberapa jenis bir. Selain berbagai contoh makanan di atas, makanan tinggi protein lainnya juga dapat mengandung tiramin bila makanan tersebut telah disimpan dalam waktu lama dan dalam tempat yang tidak terlalu dingin. Karena tiramin merupakan suatu monoamine, maka dibutuhkan enzim monoamine oksidase (MAO) untuk memetabolisme tiramin. Akan tetapi, saat Anda mengkonsumsi obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim ini (penghambat MAO), maka tiramin pun tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh dan akan masuk ke dalam aliran darah. Keadaan ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nyeri kepala. Pada sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010, para peneliti bertanya pada sekitar 200 orang penderita migrain mengenai apa saja yang dapat memicu terjadinya serangan migrain. Para peneliti kemudian menemukan bahwa sekitar 18% penderita mengatakan bahwa makanan dapat memicu terjadinya serangan migrain dan beberapa jenis makanan yang paling sering memicu terjaidnya serangan migrain adalah keju dan sosis. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun yang sama dan mengamati sekitar 126 orang penderita migrain dengan aura menemukan bahwa keju dapat memicu terjadinya serangan migraine pada beberapa orang. Hingga saat ini, para peneliti masih mencari tahu bagaimana sebenarnya tiramin dapat memicu terjadinya serangan migrain. Salah satu mekanisme yang mungkin adalah karena tiramin dapat memicu pelepasan norepinefrin dari sel-sel saraf di dalam otak. Tingginya kadar tiramin di dalam darah dan tingginya kadar zat kimia di dalam otak inilah yang dapat memicu terjadinya berbagai perubahan di dalam otak dan menyebabkan nyeri kepala. Beberapa jenis makanan yang memiliki kadar tiramin yang tinggi adalah: Hati ayam yang telah diawetkan Keju lama Bir Daging yang telah diawetkan atau dikeringkan Anggur merah (wine) Kimchi Saus soy Kecap ikan atau berbagai jenis kecap yang mengandung ikan atau udang Sup miso Ekstrak ragi Perlu diingat bahwa nyeri kepala mungkin tidak akan terjadi dalam waktu 24 jam setelah Anda mengkonsumsi makanan yang memicunya. Oleh karena itu, catatlah juga berbagai jenis makanan yang Anda konsumsi 1-2 hari yang lalu untuk membantu Anda mencari tahu makanan apa sebenarnya yang telah memicu terjadinya serangan migrain.   Sumber: webmd
 10 Sep 2017    11:00 WIB
Apa Itu Migrain Pada Mata (Migrain Okular)?
Migrain pada mata atau bahasa medisnya dikenal dengan migrain okular menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan yang dapat berlangsung selama kurang dari 1 jam, bersamaan dengan nyeri kepala. Keadaan ini jarang ditemukan. Dokter harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan kesehatan lainnya yang menyebabkan anda mengalami kebutaan sementara ini sebelum yakin bahwa anda menderita migrain okular.   Penyebab Para ahli masih tidak mengetahui apa penyebab pasti terjadinya migrain okular. Akan tetapi, migrain okular diduga berhubungan dengan: Adanya spasme di dalam pembuluh darah retina Adanya perubahan yang menyebar hingga sel-sel saraf di dalam retina Penderita migrain okular memiliki resiko mengalami kebutaan pada salah satu mata yang lebih tinggi daripada penderita jenis migrain lainnya.   Gejala Gejala migrain okular yang dapat ditemukan adalah: Gangguan penglihatan yang mengenai salah satu mata. Gangguan penglihatan ini dapat berupa melihat kilatan cahaya, adanya bintik buta pada lapang pandang anda, dan kebutaan. Kebutaan dapat merupakan komplikasi dari migrain okular Nyeri kepala yang berlangsung selama 4-72 jam. Nyeri kepala yang terjadi biasanya hanya mengenai satu sisi kepala, nyeri dapat bersifat sedang atau berat, berdenyut, memburuk saat anda melakukan aktivitas Mual Muntah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya atau suara Gejala yang penting adalah bahwa hilangnya penglihatan hanya terjadi pada satu mata. Kilatan cahaya atau bintik buta pada lapang pandang pun hanya terjadi pada salah satu mata.   Apakah Saya Menderita Migrain Okular? Untuk membantu dokter menegakkan diagnosa, dokter akan menanyakan berbagai gejala yang anda alami dan melakukan pemeriksaan pada mata anda. Dokter harus terlebih dahulu menyingkirkan berbagai kelainan lain sebelum menegakkan diagnosa migrain okular. Berbagai kelainan tersebut berupa: Amaurosis fugax yaitu kebutaan sementara akibat kurangnya aliran darah di dalam mata. Hal ini dapat disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah arteri mata Spasme pada pembuluh darah arteri yang memperdarahi retina Arteritis sel Giant yang menyebabkan terjadinya peradangan pada pembuluh darah dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan serta kebutaan Berbagai gangguan pembuluh darah lainnya yang berhubungan dengan penyakit autoimun Penyalahgunaan obat Berbagai gangguan kesehatan yang menyebabkan kelainan pembekuan darah, seperti sickle cell disease dan polisitemia   Pengobatan Para ahli masih belum yakin mengenai apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya migrain okular. Beberapa pengobatan yang dapat dokter anda lakukan adalah: Pemberian aspirin Pemberian obat anti depresi atau anti epilepsi Pemberian obat golongan beta blocker Dianjurkan agar anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan apapun.   Sumber: webmd
 23 Jul 2017    18:00 WIB
Hubungan Nyeri Kepala, Migrain, dan Mual
Migrain merupakan jenis nyeri kepala yang paling sering menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain migrain, terdapat berbagai gangguan kesehatan lainnya yang juga menimbulkan rasa nyeri kepala dan mual atau muntah, seperti flu, meningitis (radang selaput otak), dan nyeri kepala cluster.   Flu Virus yang sering menyebabkan terjadinya flu juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala dan mual. Nyeri kepala dan rasa mual yang anda alami dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Berbeda dengan migrain, flu dapat disertai dengan berbagai gejala infeksi virus lainnya, seperti hidung meler, diare, menggigil, nyeri otot, dan demam.   Meningitis Nyeri kepala hebat yang disertai dengan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan adanya rasa mual tampak seperti suatu serangan migrain klasik. Akan tetapi, bila gejala di atas juga disertai dengan kekakuan pada leher, baik dengan atau tanpa demam, maka anda mungkin mengalami meningitis. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Nyeri Kepala Cluster Rasa mual seringkali merupakan pembeda antara serangan migrain dengan nyeri kepala biasa. Akan tetapi, nyeri kepala cluster juga dapat menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain itu, nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara berulang, sangat menyiksa, terjadi pada salah satu sisi kepala, dan seringkali membuat mata berair serta nyeri.   Migrain dan Mual Hubungan antara terjadinya migrain dan timbulnya rasa mual di saat yang bersamaan masih tidak diketahui dengan jelas. Akan tetapi, banyak ahli beranggapan bahwa serangan migrain terjadi akibat saraf-saraf tertentu di otak mengirimkan suatu sinyal pada pembuluh darah otak untuk melebar. Selain itu, perubahan kadar estrogen juga diduga dapat menyebabkan timbulnya serangan migrain. Hal ini mungkin merupakan penyebab mengapa migrain lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penurunan kadar serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan otak melebar dan menyebabkan terjadinya serangan migrain. Orang yang memiliki kadar serotonin yang rendah biasanya lebih sering mengalami serangan migrain, mual, dan mabuk saat berkendara.   Siapa yang Sering Mengalami Mual dan Migrain? Wanita dan orang yang sering mengalami mabuk saat berkendara lebih sering mengalami serangan migrain dan merasa mual. Sekitar 5-20% populasi mengalami mabuk saat berkendara dan sekitar 50% penderita migrain mengalami mabuk saat berkendara.   Jenis Migrain dan Hubungannya Dengan Rasa Mual Beberapa jenis migrain lebih sering menyebabkan timbulnya rasa mual atau bahkan muntah. Migrain Dengan atau Tanpa Aura (Suatu Penglihatan atau Efek Visual yang Terjadi Sebelum Serangan) Migrain tanpa aura lebih sering terjadi dan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, vertigo, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, dan mual. Orang yang mengalami migrain dengan aura biasanya mengalami suatu tanda peringatan (aura) sekitar 20 menit sampai 1 jam sebelum nyeri kepala dimulai. Tanda peringatan ini dapat berupa gangguan penglihatan dan rasa pusing. Migrain Perut Sebagian besar migraine menyebabkan timbulnya nyeri kepala, akan tetapi pada kasus yang jarang, anak-anak dapat mengalami serangan migrain yang menyebabkan nyeri perut. Saat hal ini terjadi, anak dapat merasa mual atau bahkan muntah serta hilangnya nafsu makan. Anak yang mengalami serangan migrain perut biasanya akan kembali mengalami serangan ini saat dewasa nanti. Vertigo Paroksismal Benign Migrain jenis ini paling sering dialami oleh balita. Saat migrain terjadi, balita akan tampak kehilangan keseimbangan dan tidak dapat kembali berjalan. Hal ini dapat membuat anda muntah. Serangan ini biasanya akan mereda setelah beberapa menit atau beberapa jam kemudian.   Pilihan Terapi Bagi Migrain dan Mual Perubahan Gaya Hidup Stress merupakan pemicu tersering dari timbulnya migrain, termasuk migrain yang disertai oleh rasa mual. Mengurangi dan mengatasi stress dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Berhenti merokok dan menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migraine seperti coklat dan alkohol dapat membantu mengurangi terjadinya serangan migrain yang disertai dengan rasa mual. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan pada penderita migrain adalah obat untuk mencegah terjadinya migrain, obat untuk menghentikan migrain saat serangan berlangsung, dan obat untuk meredakan berbagai gejala migrain. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat apapun untuk mengatasi serangan migrain yang anda alami. Terapi Lainnya Akupuntur telah terbukti dapat mengurangi terjadinya migrain dan mengurangi rasa mual.   Sumber: webmd  
 20 Jul 2017    12:00 WIB
Migrain dan Kehidupan Percintaan
Seperti berbagai penyakit kronik lainnya, migrain dapat mengganggu kedekatan dan keintiman anda dengan pasangan anda. Migrain kronik dapat menyebabkan seorang pria enggan berhubungan  seks selama beberapa waktu. Mengetahui apa pemicu terjadinya migrain anda dan menghindarinya dapat membantu menjaga hubungan anda dan pasangan tetap intim dan mesra. Berbagai jenis makanan, bau-bauan tertentu, perubahan tekanan, kekurangan tidur, dan menstruasi (pada wanita) merupakan berbagai pemicu migrain. Selain itu, mengkonsumsi obat-obatan untuk mencegah atau mengurangi serangan migrain, konseling, dan gaya hidup sehat dengan berolahraga secara teratur juga dapat membantu anda.   Migrain dan Hormon Sebagian besar penderita migrain adalah wanita dan sekitar setengahnya mengalami serangan migrain saat menstruasi, yaitu saat kadar hormon estrogen dan progesteron menurun. Selain menstruasi, kehamilan juga dapat meningkatkan frekuensi terjadinya migrain atau migrain yang terjadi semakin berat, terutama pada wanita yang mengalami aura sebelum serangan. Akan tetapi, pada beberapa wanita, serangan migrain justru berkurang saat kehamilan atau serangan migrain justru terjadi pertama kali saat kehamilan. Usia paruh baya merupakan usia yang paling rentan terhadap serangan migrain, baik pria maupun wanita. Pada banyak wanita, serangan migrain berkurang setelah memasuki menopause.   Migrain, Gairah Seksual, dan Orgasme Berdasarkan sebuah penelitian, penderita migrain, baik pria maupun wanita ternyata lebih sering memikirkan seks daripada pria dan wanita yang tidak menderita migrain.  Akan tetapi, pada sebuah penelitian lainnya ditemukan bahwa penderita migraine memiliki gairah seksual yang lebih rendah dan lebih sering mengalami nyeri saat berhubungan seksual. Sementara itu, beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa migrain dapat mereda dengan orgasme. Akan tetapi, orgasme pun kadang-kadang merupakan pemicu terjadinya nyeri kepala, bahkan pada orang yang tidak menderita migrain.   Migrain dan Kehidupan Percintaan Anda Bila anda atau pasangan anda menderita migrain, maka diperlukan toleransi dan kesabaran lebih untuk menghadapinya. Terutama saat serangan migrain terjadi, beberapa orang menjadi lebih sensitif terhadap suara, cahaya, dan sentuhan yang dapat membuat hubungan anda dan pasangan anda menjadi semakin jauh. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang baik antara anda dan pasangan anda yang membuat pasangan anda tetap merasa dicintai dan bukannya didorong menjauh. Berbagai terapi untuk mengatasi stress dan konseling mungkin berguna bagi anda dan pasangan anda. Menjaga komunikasi dan lebih mengerti pasangan anda juga dapat membantu. Anda mungkin dapat menemani pasangan anda saat ia berobat ke dokter. Mendiskusikan apa yang anda alami dapat membantu pasangan anda lebih mengerti keadaan anda dan belajar untuk menerimanya. Baca juga: Mau perut sixpack?  Sumber: webmd  
 13 Jun 2017    08:00 WIB
Bakteri Di Mulut Bisa Bikin Migrain?
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam journal mSystmes, membuat penemuan mengejutkan. Yaitu mereka menemukan bahwa migrain bisa dicetuskan karena peningkatan jumlah populasi bakteri dalam mulut Seorang yang mengalami migrain akan merasakan rasa nyeri dan dirasakan sangat menganggu, Penyebab pasti dari migrain sebenarnya masih belum jelas. Beberapa percaya bahwa adanya interaksi antara batang otak dengan saraf trigeminal. Selain itu neurotransmitter tertentu, seperti serotonin khususnya, juga berperan dalam perubahan ini. Meskipun mekanisme yang tepat terlibat dalam migrain tidak diketahui, sejumlah pemicu telah diidentifikasi, termasuk perubahan hormon, aktivitas fisik, cuaca, dan stres. Makanan tertentu juga dapat memicu serangan, seperti cokelat, daging olahan, sayuran berdaun hijau, dan anggur. Satu hal yang diketahui bahwa makanan ini memiliki kesamaan yaitu kadar nitrat yang tinggi. Nitrat, nitrit, nitrat oksida, dan migrain Sekelompok peneliti dari Pusat Microbiome Inovasi di University of California-San Diego memutuskan untuk menyelidiki fakta ini secara lebih rinci, dalam upaya untuk memahami apakah nitrat memainkan peran penting dalam mencetuskan migrain. Tim ini dipimpin oleh penulis pertama Antonio Gonzalez dan analis programmer Rob Knight. Dijelaskan "Kami berpikir bahwa mungkin ada hubungan antara apa yang orang makan, microbiomes mereka, dengan migrain." Nitrat, ditemukan dalam makanan yang disebutkan di atas, akan dirubah menjadi nitrit oleh bakteri di dalam mulut, ini adalah proses yang normal. Setelah nitrit masuk ke dalam tubuh, dalam kondisi tertentu, maka diubah menjadi menjadi oksida nitrat. Oksida nitrat dikenal untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Untuk alasan ini, beberapa pasien jantung diberikan obat nitrat untuk mengobati gagal jantung kongestif dan nyeri dada. Dari pasien ini, sekitar 4 dr 5 melaporkan sakit kepala parah sebagai efek samping dari mengkonsumsi obat ini. Gonzalez dan timnya melihat hubungan potensial dan memutuskan untuk menyelidiki lebih rinci. Tim mengambil data dari American Gut Project, sumber proyek ilmu pengetahuan warga terbesar di negara ini." Dari database ini, Gonzalez dan rekan Embriette Hyde, Ph.D., keduanya membantu mengelola database di Knight Lab, melihat secara rinci pada sampel oral dan tinja. Microbiome dan migrain Dalam temuan mereka ditemukan bakteri pada 172 sampel oral dan 1.996 sampel tinja dari peserta yang sehat. Setiap peserta dalam proyek telah menyelesaikan kuesioner pada awal penelitian; satu pertanyaan dipastikan apakah mereka menderita migrain. Ketika bakteri dari orang-orang yang mengalami migrain dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami migrain, ada sedikit perbedaan dalam jenis spesies yang ada. Namun yang penting, ada perbedaan dari  beberapa spesies. Tim menggunakan teknologi yang disebut PICRUSt untuk memeriksa gen yang ada dalam masing-masing sampel bakteri. PICRUSt singkatan dari " phylogenetic investigation of communities by reconstruction of unobserved states" dan diucapkan "pie crust." Ini adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membantu para peneliti memahami fungsi gen yang diambil dari sampel. Dalam sampel tinja kelompok migrain ini, ada sejumlah kecil, tetapi secara signifikan cukup besar gen coding untuk nitrat, nitrit, dan enzim yang berhubungan dengan oksida nitrat. Ketika perbandingan yang sama dibuat pada bakteri mulut, ditemukan perbedaan yang lebih besar. Embriette Hyde, manajer proyek untuk American Gut Project Penemuan baru ini menandai langkah penting menuju pemahaman peran mikroba dalam etiologi migrain. Apakah mereka adalah penyebab atau efek, maka hal ini adalah sepotong teka-teki. Berikutnya, Gonzalez dan Hyde ingin memperluas jaring mereka; mereka berencana untuk membagi migrain menjadi subkelompok, seperti orang-orang yang mengalami migrain dengan aura dan mereka yang memiliki migrain tanpa aura, untuk menyelidiki apakah bagaimana pola distribusi bakteri. Baca juga: Berbagai Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Saat Sakit Migrain Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: medicalnewstoday
 09 May 2017    18:00 WIB
Berbagai Kondisi Kesehatan yang Berhubungan Dengan Migrain
Jika Anda merupakan salah satu dari penderita migrain, maka Anda mungkin sudah tahu bagaimana menderitanya serangan migrain itu. Akan tetapi, tidak hanya terasa sangat tidak mengenakkan, serangan migran ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit lain seperti di bawah ini.   Gangguan Depresi dan Gangguan Cemas Hubungan antara migrain dan gangguan psikologis adalah hubungan timbal balik, di mana migrain dapat menjadi penyebab sekaligus akibat. Artinya seorang penderita gangguan jiwa dapat lebih sering mengalami serangan migrain. Akan tetapi, bila seorang penderita sering mengalami serangan migrain, maka kualitas hidupnya pun akan menjadi lebih rendah dan hal ini dapat memicu terjadinya depresi dan gangguan cemas karena terlalu mengkhawatirkan serangan migrain yang sering Anda alami. Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang pernah mengalami serangan migrain memiliki resiko 36% lebih tinggi untuk mengalami gangguan depresi. Kabar baiknya adalah ada beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi dan cemas juga dapat membantu mengatasi migrain.   Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah Sekitar sepertiga penderita migrain mengalami aura sebelum mengalami sakit kepala. Beberapa penelitian menemukan bahwa mengalami migrain yang disertai dengan aura dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah seperti serangan jantung dan stroke. Hingga saat ini para ahli masih belum yakin mengapa menderita migrain dengan aura dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung atau stroke, akan tetapi mereka menduga hal ini berhubungan dengan zat-zat kimia pro-radang yang dihasilkan saat seseorang mengalami serangan migrain. Zat kimia pro-radang ini dapat merusak pembuluh darah, yang akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, yang akan berujung pada terjadinya stroke atau serangan jantung. Apakah mengatasi serangan migrain dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah? Para ahli masih tidak mengetahui hal ini secara pasti. Oleh karena itu, dianjurkan agar penderita migrain dengan aura juga memperhatikan berbagai faktor resiko stroke dan serangan jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah, dan kadar gula darah. Dianjurkan untuk menurunkan berat badan (bila perlu) dan berhenti merokok jika Anda merokok.   Obesitas Beberapa penelitian menemukan bahwa penderita migrain biasanya juga memiliki berat badan berlebih. Serangan migrain juga dapat menjadi lebih sering dan lebih berat seiring dengan semakin bertambahnya berat badan penderita. Hal ini mungkin berhubungan dengan proses peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Baik migrain dan obesitas dapat memicu terjadinya proses peradangan di dalam tubuh.   Epilepsi Karena migrain dan epilepsi sama-sama disebabkan oleh adanya stimulasi pada otak, maka seorang penderita migrain memiliki resiko 2x lebih tinggi untuk menderita epilepsi dan juga sebaliknya.   Alergi Jika Anda menderita rhinitis alergi, maka resiko Anda untuk mengalami migrain juga akan meningkat. Hal ini dikarenakan saraf trigeminal yang ikut berperan dalam terjadinya migrain juga mempersarafi mukosa hidung.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
 28 Nov 2016    15:00 WIB
Tips Mengatasi Migrain di Saat Memasuki Masa Menopause
Nyeri kepala dapat mengenai lebih dari 90% wanita yang memasuki masa menopause, di mana beberapa orang wanita di antaranya akan mulai mengalami serangan migrain untuk pertama kalinya. Penyebab utama terjadinya nyeri kepala dan migrain ini adalah kadar hormon estrogen yang berubah-ubah di dalam tubuh. Menurunnya kadar estrogen di dalam tubuh dapat memicu perubahan zat kimia di dalam otak, yang akan menyebabkan terjadinya migrain. Sementara itu, bagi para wanita yang memang sudah menderita migrain, maka keluhan mereka dapat bertambah buruk (walaupun sekitar 15% di antaranya justru mengalami perbaikan gejala) dan sejumlah wanita lainnya mengatakan bahwa serangan migrain mereka akan terus terjadi secara teratur bertahun-tahun setelah menopause. Hal ini mungkin dikarenakan walaupun menstruasi Anda sudah berhenti, tetapi ovarium atau indung telur Anda tetap bekerja dan menghasilkan hormon, yang mungkin akan bertahan selama 2-4 tahun setelah menstruasi terakhir Anda. Terapi paling efektif untuk mengatasi nyeri kepala pada wanita yang mulai memasuki masa menopause adalah dengan mengkonsumsi 900-1.000 mg aspirin. Jangan mengkonsumsi obat anti nyeri yang mengandung kodein, karena obat ini justru dapat memicu terjadinya migrain dan mual. Jika aspirin tidak dapat mengatasi nyeri kepala dan migrain Anda, maka pilihan lain adalah obat triptan. Obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah otak yang melebar dan menstabilkan perubahan zat kimia di dalam otak. Cara lainnya yang dapat membantu mengatasi serangan nyeri kepala dan migrain adalah dengan menempelkan kompres hangat atau dingin pada bagian belakang leher atau pada bagian kepala yang terasa paling nyeri selama sejangka waktu dan tidur siang. Para ahli menemukan bahwa tidur siang, yang singkat sekalipun dapat membantu obat-obatan bekerja dengan lebih efektif. Walaupun perubahan kadar hormonal agak sulit dikendalikan, akan tetapi frekuensi terjadinya serangan dapat dikurangi dengan makan lebih sering dengan porsi kecil, hindari cemilan manis dan minuman beralkohol, serta tidur yang cukup seminggu atau 10 hari sebelum waktu menstruasi Anda. Jika Anda juga mengalami gejala menopause lainnya seperti hot flushes atau keringat berlebih, maka terapi sulih hormon dapat membantu mengatasi migrain, tetapi jangan mengkonsumsi bentuk tablet, karena hal ini justru dapat membuat kadar hormon di dalam tubuh Anda semakin berfluktuasi. Pilihlah gel estrogen yang dioleskan pada kulit atau koyo estrogen yang tidak akan menyebabkan perubahan kadar hormonal yang terlalu fluktuatif.  Baca juga: Apa Sebenarnya Dampak Menopause Pada Tubuh Anda??? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: dailymail