Your browser does not support JavaScript!
 13 Mar 2016    12:00 WIB
Apa Efek Samping dari Vaksin Meningitis?
Vaksin meningococcal merupakan vaksin yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya meningitis. Akan tetapi, bukan berarti Anda sepenuhnya terbebas dari meningitis setelah menerima vaksin ini.  Vaksin ini juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi meningitis atau timbulnya gejala berat dari meningitis bila penerima vaksin mengalami meningitis. Seperti halnya obat, vaksin dapat menyebabkan terjadinya beberapa efek samping, mulai dari yang ringan hingga berat (sangat jarang). Efek samping ini biasanya merupakan suatu reaksi alergi yang bervariasi dari ringan hingga berat. Resiko terjadinya kematian atau reaksi alergi berat yang membahayakan jiwa setelah pemberian vaksin meningococcal sangat jarang terjadi. Pingsan dan kedutan dapat terjadi setelah pemberian vaksin. Kedua efek samping ini paling sering terjadi pada anak remaja.   Efek Samping Ringan Sekitar setengah penerima vaksin meningococcal mengalami efek samping ringan berupa rasa nyeri atau kulit kemerahan pada daerah bekas suntikan. Efek samping ini biasanya akan mereda dalam waktu 1 atau 2 hari. Sebagian kecil orang yang menerima vaksin meningococcal juga dapat mengalami demam.   Efek Samping Berat Efek samping berat yang dapat terjadi setelah menerima vaksin meningococcal adalah suatu reaksi alergi berat yang dapat membahayakan jiwa. Efek samping ini dapat terjadi dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah pemberian vaksin. Reaksi alergi berat ini amat sangat jarang terjadi. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: cdc
 20 May 2014    08:00 WIB
Penyebab, Gejala dan Pengobatan Meningitis Karena Infeksi Bakteri
Apa itu meningitis bakterialis?Meningitis Bakterialis adalah peradangan pada meningen (selaput otak) yang disebabkan oleh bakteri.Meningitis paling sering menyerang anak-anak yang berusia 1 bulan - 2 tahun. Meningitis lebih jarang terjadi pada orang dewasa, kecuali mereka yang memiliki faktor risiko khusus. Wabah meningitis meningokokus bisa terjadi dalam suatu lingkungan, misalnya perkemahan militer, asrama mahasiswa atau sekumpulan orang yang berhubungan dekat. Apa penyebab dari meningitis bakterialis?Bakteri yang menjadi penyebab dari lebih 80% kasus meningitis adalah:•  Neisseria meningitidis •  Hemophilus influenzae •  Streptococcus pneumoniae. Ketiga jenis bakteri tersebut, dalam keadaan normal terdapat di lingkungan sekitar dan bahkan bisa hidup di dalam hidung dan sistem pernafasan manusia tanpa menyebabkan keluhan. Kadang ketiga organisme tersebut bisa menginfeksi otak tanpa alasan tertentu. Pada kasus lainnya, infeksi terjadi setelah cedera kepala atau akibat kelainan sistem kekebalan tubuh. Apa gejala dari meningitis bakterialis?Gejala-gejala awal meningitis yang bisa terjadi adalah demam, sakit kepala, kaku kuduk, sakit tenggorokan dan muntah (seringkali terjadi setelah adanya gangguan saluran nafas). Kaku kuduk bukan hanya terasa sakit, tetapi penderita tidak dapat atau merasa nyeri ketika dagunya ditekuk/disentuhkan ke dadanya. Penderita dewasa menjadi sakit berat dalam waktu 24 jam, sedangkan anak-anak lebih cepat. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa bisa menjadi mudah marah, linglung dan sangat mengantuk. Bisa berkembang menjadi stupor, koma dan akhirnya meninggal. Infeksi menyebabkan pembengkakan jaringan otak dan menghambat aliran darah, sehingga timbul gejala-gejala stroke (termasuk kelumpuhan). Beberapa penderita mengalami kejang.Pada kasus yang jarang, bayi dengan meningitis mengalami terbentuknya kantong nanah (abses) pada otak. Dengan semakin bertambah besarnya abses, maka tekanan ke otak meningkat, sehingga kepala bayi bisa membesar, ubun-ubun menonjol, dan bayi menjadi muntah. Pada anak-anak yang berusia hingga 2 tahun, meningitis biasanya menyebabkan demam, gangguan makan, muntah, rewel, kejang dan menangis dengan nada tinggi (high pitch cry). Kulit diatas ubun-ubun menjadi tegang dan bisa menonjol. Aliran cairan di sekeliling otak bisa mengalami penyumbatan, menyebabkan pelebaran tengkorak (keadaan yang disebut hidrosefalus). Bayi yang berusia dibawah 1 tahun tidak mengalami kaku kuduk. Apa pengobatan untuk meningitis bakterialis?Segera diberikan antibiotik intravena dan kortikosteroid intravena untuk menekan peradangan. Antibiotik yang bisa diberikan antara lain :•  Golongan Penisilin : Ampicillin, Penicillin-G, Oxacillin, Ticarcillin•  Golongan Sefalosporin : Cefotaxime, Ceftazidime, Ceftriaxone•  Golongan Aminoglikosida : Amikacin, Gentamicin, Tobramycin•  Golongan Beta-laktam : Meropenem•  Golongan lain : Vancomycin, Chloramphenicol, Trimethoprim Sulfamethoxazole, Doxycycline, Ciprofloxacin, ClindamycinCairan diberikan untuk menggantikan cairan yang hilang karena demam, berkeringat, muntah dan nafsu makan yang buruk. Apa tindakan pencegahan untuk meningitis bakterialis?Ada vaksin yang bisa membantu mencegah terjadinya meningitis yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis. Vaksin ini terutama digunakan jika terjadi wabah, pada populasi yang terancam wabah, dan pada orang-orang yang mengalami paparan bakteri berulang.Ingin mengetahui lebih dalam mengenai meningitis? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit