Your browser does not support JavaScript!
 08 Nov 2017    15:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Kanker Paru dan Bronkitis
Dengan semakin banyaknya polusi udara dan perokok, maka kasus kanker paru pun semakin meningkat. Selain kanker paru, para perokok kronik juga beresiko untuk menderita bronkitis.   Kanker Paru Kanker paru merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan berlebihan dari jaringan paru yang tidak dapat dikendalikan dan tidak terkoordinasi. Kanker dapat terjadi pada bagian paru manapun.  Secara perlahan, sel-sel kanker ini akan mengambil berbagai nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel sehat paru untuk menjalankan fungsinya dengan baik, yang menyebabkan timbulnya gejala kanker. Penyebab pasti dari kanker paru masih tidak diketahui, akan tetapi iritasi berulang pada sel-sel paru karena berbagai kebiasaan tidak sehat seperti merokok, menghisap narkotika, menghirup gas beracun saat bekerja, dan lain sebagainya merupakan berbagai faktor resiko terjadinya kanker paru.   Bronkitis Bronkitis merupakan suatu inflamasi (radang) saluran napas paru. Berbagai penyebab bronkitis adalah merokok, menghirup uap beracun, polusi udara, infeksi bakteri atau virus atau jamur, dan kekurangan enzim (sangat jarang).   Perbedaan Gejala Batuk merupakan gejala yang dapat terjadi baik pada kanker paru maupun pada bronkitis. Selain itu, beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada kanker paru adalah penurunan berat badan, tidak nafsu makan, badan terasa lemah. Beberapa gejala spesifik kanker paru adalah batuk yang terjadi dalam waktu lama (kronik atau lebih dari 2 minggu) yang terus memburuk baik dengan maupun tanpa dahak, adanya darah pada dahak, nyeri dada, sesak napas baik saat beristirahat maupun beraktivitas, dan adanya benjolan pada kerongkongan yang membuat penderita sulit menelan makanan. Gejala bronkitis dapat berupa batuk hebat yang seringkali disertai dengan dahak, demam, kesulitan bernapas saat berbicara atau tertawa, dan nyeri tenggorokan. Kadang penderita dapat merasa nyeri dada saat batuk.   Perbedaan Pengobatan Kanker paru diobati dengan pengangkatan sel-sel kanker melalui tindakan pembedahan, kemoterapi, dan radiasi. Sementara itu, bronkitis diatasi dengan pemberian obat anti inflamasi, antibiotika, ekspektroan, dan penekan batuk. Berhenti merokok merupakan salah satu hal yang dapat membantu proses penyembuhan.   Baca juga: Penyakit Paru Akibat Gangguan Jalan Napas   Sumber: differencebetween
 05 Sep 2017    08:00 WIB
9 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai
Kanker paru mungkin tidak akan menimbulkan gejala apapun pada stadium awal. Sekitar 40% penderita kanker paru baru mengetahui bahwa mereka menderita kanker paru setelah penyakit mencapai stadium lanjut. Di bawah ini terdapat beberapa gejala kanker paru yang perlu diwaspadai.   1.      Batuk yang Tidak Kunjung Sembuh Batuk yang disebabkan oleh flu atau infeksi saluran pernapasan biasanya akan sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Akan tetapi, bila batuk Anda tidak juga sembuh, maka hal ini dapat merupakan gejala kanker paru. Oleh karena itu, segera hubungi dokter Anda bila batuk Anda tidak kunjung sembuh.   2.      Perubahan Pola Batuk Perhatikanlah ada tidaknya perubahan pada batuk Anda, terutama bila Anda merupakan seorang perokok. Jika Anda merasa bahwa batuk Anda menjadi lebih sering atau membuat suara Anda menjadi serak atau batuk disertai dengan darah atau lebih banyak lendir daripada biasanya; maka sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat.   3.      Sesak Napas Sesak napas atau mudah kehabisan napas juga dapat merupakan salah satu gejala kanker paru. Gejala ini biasanya timbul bila kanker telah menghalangi atau membuat saluran pernapasan menjadi lebih sempit atau karena adanya cairan di dalam dada akibat tumor. Jika Anda mengalami sesak napas atau mudah kehabisan napas setelah melakukan suatu aktivitas fisik yang biasanya dengan mudah dapat Anda lakukan, maka segera periksakan diri ke dokter.   4.      Nyeri Dada Kanker paru dapat menyebabkan nyeri di daerah dada, bahu, atau punggung. Rasa nyeri ini juga mungkin tidak berhubungan dengan batuk. Nyeri dada ini mungkin diakibatkan oleh pembesaran kelenjar getah bening atau metastasis (penyebaran) sel kanker ke dinding dada, pleura (lapisan pembungkus paru), atau tulang rusuk.   5.      Mengi Saat saluran pernapasan tersumbat atau meradang, maka akan terdengar suara mengi atau seperti suara tiupan peluit saat Anda bernapas. Selain kanker paru, mengi dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain yang dapat diobati.   6.      Suara Berubah Menjadi Serak Jika Anda merasa suara Anda berubah atau jika orang lain mengatakan bahwa suara Anda terdengar lebih dalam, kasar, atau serak; maka segera hubungi dokter Anda, terutama bila perubahan suara ini telah berlangsung selama lebih dari 2 minggu. Suara penderita kanker paru dapat menjadi serak karena tumor telah mengenai saraf yang mengatur laring atau pita suara.   7.      Penurunan Berat Badan Tanpa Penyebab yang Jelas Bila Anda mengalami penurunan berat badan hingga 5 kg atau lebih tanpa penyebab yang jelas, maka hal ini dapat merupakan gejala dari kanker paru atau kanker lainnya. Penurunan berat badan dapat terjadi karena sel-sel kanker menggunakan energi di dalam tubuh atau akibat perubahan dari cara tubuh menggunakan energi yang diperolehnya melalui makanan.   8.      Nyeri Tulang Kanker paru yang telah menyebar hingga ke tulang dapat menyebabkan timbulnya nyeri di daerah punggung atau daerah tubuh lainnya. Nyeri ini biasanya akan semakin memburuk di malam hari saat Anda sedang tidur terlentang. Selain itu, kanker paru juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri bahu, nyeri lengan, atau nyeri leher walaupun lebih jarang.   9.      Nyeri Kepala Nyeri kepala dapat merupakan pertanda bahwa kanker paru telah mencapai otak atau karena tumor telah menekan pembuluh darah besar yaitu vena kava superior.   Untuk membantu mendeteksi adanya sel kanker paru sedini mungkin, maka dianjurkan agar setiap orang yang beresiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen dada atau CT scan dada. Orang-orang yang termasuk memiliki resiko tinggi menderita kanker paru adalah: Merokok 30 bungkus  atau lebih setiap tahunnya Berusia 55-79 tahun Telah merokok selama 15 tahun terakhir   Sumber: healthline
 01 Aug 2017    18:00 WIB
Kanker Paru dan Pencegahannya
Apa Itu Kanker Paru ? Kanker paru biasanya terjadi setelah paparan jangka panjang pada berbagai zat kimia yang dapat menyebabkan kanker. Merokok atau paparan asbes dapat merusak sel-sel paru dan menyebabkan mutasi genetik. Kerusakan pada sel selama bertahun-tahun dapat menyebabkan sel kehilangan kendali dan kemudian bertumbuh, bertambah banyak, dan terdapat di berbagai organ lainnya. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan gangguan fungsi tubuh.   Faktor Resiko Kanker Paru Jika anda tidak pernah merokok, maka anda memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker paru. Jika anda merupakan perokok, terutama pada perokok berat, maka anda memiliki resiko menderita kanker paru 30 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Sekitar 90% penderita kanker paru memiliki riwayat merokok. Selain itu, berapa lama dan seberapa banyak rokok yang telah anda konsumsi juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker paru. Berbagai faktor resiko kanker paru lainnya adalah: Paparan terhadap gas radon yang merupakan suatu gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang ditransmisikan oleh tanah dan batu Paparan terhadap asbes, terutama pada buruh yang bekerja pada pabrik asbes Memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru Perokok pasif   Kelompok Resiko Tinggi Anda dianggap beresiko tinggi menderita kanker paru bila: Berusia 55-74 tahun dengan riwayat merokok sebanyak 30 bungkus atau lebih setiap tahunnya atau telah berhenti merokok selama 15 tahun Berusia 50 tahun atau lebih dengan riwayat merokok sebanyak 20 bungkus atau lebih setiap tahunnya dan memiliki satu faktor resiko lainnya seperti radiasi dada   Pengobatan Kanker Paru Bila kanker ditemukan pada stadium dini, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian paru yang terkena. Selain tindakan pembedahan ini, kanker paru dapat ditangani dengan kemoterapi dan radiasi. Hanya sekitar 15% dari penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup, oleh karena itu deteksi dini dan menghindari berbagai faktor resiko merupakan langkah pencegahan kanker paru yang terbaik.   Pencegahan Kanker Paru Berhenti Merokok Jika anda merupakan perokok, segeralah berhenti merokok. Berdasarkan penelitian, setiap orang yang berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun dapat menurunkan resiko kematian sampai selama 15 tahun daripada orang terus merokok. Bila anda merupakan perokok, hindari mengkonsumsi suplemen yang mengandung beta karoten karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada perokok. Jika anda tidak merokok, maka hindarilah asap rokok. Hindari Paparan Radon Baik perokok atau bukan, hindarilah paparan terhadap radon. Radon dapat terbentuk pada rumah-rumah, terutama pada rumah yang sering terpapar oleh cuaca dingin. Olahraga dan Diet Sehat Berolahraga dan diet kaya sayur serta buah-buahan merupakan salah satu perubahan gaya hidup sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan anda, bahkan juga dapat membuat anda terhindar dari berbagai jenis kanker, diabetes, dan penyakit jantung.   Sumber: webmd  
 09 Jan 2017    08:00 WIB
Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Kanker Paru
Kanker paru merupakan salah satu kanker yang paling sering menyebabkan terjadinya kematian, baik pada pria maupun wanita. Dengan semakin meningkatnya jumlah perokok, maka kasus kanker paru pun semakin meningkat. Bagaimana merokok dapat menyebabkan terjadinya kanker paru? Rokok tidak hanya mengandung berbagai jenis zat kimia penyebab kanker, tetapi juga mengandung berbagai zat yang dapat melumpuhkan sistem pertahanan alami di dalam paru-paru. Asap rokok akan membuat cillia (rambut halus di dalam saluran pernapasan) berhenti bekerja (membuang racun, bakteri, dan virus dari dalam saluran pernapasan). Hal ini tentu saja akan membuat berbagai jenis zat kimia penyebab kanker menumpuk di dalam paru-paru Anda.   Apa Saja Gejala Kanker Paru? Kanker paru biasanya tidak menimbulkan gejala apapun pada tahap awal. Akan tetapi, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit, maka berbagai gejala pun akan mulai bermunculan. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah: ·         Batuk yang tidak kunjung sembuh ·         Nyeri dada, terutama saat menarik napas dalam ·         Mengi atau sesak napas ·         Batuk berdahak yang disertai dengan darah ·         Fatigue (merasa amat sangat lelah)   Bagaimana Cara Mendeteksi Kanker Paru Sedini Mungkin? Sebuah pemeriksaan scan bernama spiral CT dapat mendeteksi adanya sel kanker pada paru di stadium awal, pada beberapa orang, akan tetapi hingga saat ini para ahli masih tidak dapat memastikan seberapa dini penemuan ini, apakah cukup untuk menyelamatkan nyawa penderita. Di Amerika, para ahli menyarankan agar seseorang yang berusia antara 55-80 tahun yang telah merokok selama 30 "pack year", baik yang masih merokok hingga saat ini atau yang sudah berhenti dalam waktu 15 tahun terakhir untuk melakukan pemeriksaan paru secara rutin setiap tahunnya. Pack year merupakan hasil perkalian antara banyaknya bungkus rokok yang dikonsumsi setiap harinya dengan berapa tahun seseorang telah merokok. Pemeriksaan screening tidak perlu lagi dilakukan bila seseorang telah berhenti merokok selama 15 tahun. Pada sebagian besar kasus, dokter tidak akan mencurigai adanya kanker paru hingga munculnya gejala, misalnya batuk kronik atau mengi. Pada saat itu, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan foto rontgen dada atau pemeriksaan dahak. Jika kedua hal ini menunjukkan bahwa Anda kemungkinan menderita kanker, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan biopsi untuk memastikan diagnosa.   Berbagai Jenis Kanker Paru Kanker paru terbagi menjadi 2 jenis, yaitu small cell lung cancer dan non small cell lung cancer. Small cell lung cancer merupakan jenis kanker yang lebih agresif, artinya sel kanker akan lebih cepat menyebar ke berbagai bagian tubuh walaupun masih berada dalam tahap awal. Kanker jenis ini sangat berhubungan dengan rokok dan jarang ditemukan pada orang yang tidak merokok. Non small cell lung cancer merupakan jenis kanker yang berkembang dengan lebih lambat dan lebih sering ditemukan. Sekitar 85% kasus kanker paru merupakan jenis non small cell lung cancer.   Pembagian Stadium Kanker Paru Stadium pada kanker menggambarkan seberapa jauh sel kanker telah menyebar di dalam tubuh penderita. Small cell lung cancer dibagi menjadi 2 stadium, yaitu limited dan ekstensif. Limited berarti sel kanker hanya ditemukan pada salah satu paru dan mungkin pada kelenjar getah bening terdekat. Sementara ekstensif berarti sel kanker telah menyebar ke jaringan paru lain atau bahkan keluar dari jaringan paru. Non small cell lung cancer terbagi menjadi 4 stadium, tergantung pada seberapa jauh sel kanker telah menyebar.   Baca juga: 9 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai   Pilihan Pengobatan Kanker Paru Pengobatan Kanker Paru Tahap Awal Saat non small cell lung cancer ditemukan sebelum sel kanker menyebar ke jaringan paru lainnya, kadangkala tindakan pembedahan dapat membantu. Dokter bedah akan mengangkat jaringan paru yang mengandung sel kanker atau bila perlu seluruh paru. Beberapa penderita kemudian masih harus menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa. Akan tetapi, bila sel kanker telah menyebar, maka tindakan pembedahan biasanya tidak dapat membantu. Pengobatan Kanker Paru Tahap Lanjut Bila sel kanker telah menyebar terlalu jauh untuk dapat disembuhkan, maka pengobatan biasanya bertujuan untuk memperpanjang usia penderita dan membuat penderita memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Terapi radiasi dan kemoterapi biasanya bertujuan untuk mengecilkan tumor dan membantu mengendalikan gejala, misalnya nyeri otot atau saluran napas yang tersumbat. Kemoterapi biasanya merupakan pengobatan utama untuk small cell lung cancer. Terapi Sesuai Target Terapi sesuai target atau targeted therapy merupakan bentuk pengobatan kanker yang lebih baru, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kemoterapi atau bila terapi lainnya tidak berhasil. Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang berfungsi untuk memberi makan sel kanker. Terapi ini dapat membantu penderita kanker paru stadium lanjut hidup lebih lama. Targeted therapy lainnya bekerja dengan cara menginterupsi pembelahan sel-sel kanker paru.   Kanker Paru dan Perokok Pasif Walaupun merokok masih merupakan penyebab utama dari terjadinya kanker paru, akan tetapi merokok bukanlah satu-satunya faktor resiko. Menjadi seorang perokok pasif yang menghisap asap rokok yang dihembuskan oleh perokok juga dapat meningkatkan resiko kanker paru. Orang yang menikah dengan seorang perokok memiliki resiko kanker paru 20-30% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menikah dengan seseorang yang bukan perokok.   Kanker Paru dan Pekerjaan Beberapa jenis pekerjaan dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, baik pada perokok maupun pada orang yang tidak merokok. Orang yang pekerjaannya berhubungan dengan uranium, arsenik, dan berbagai zat kimia lain harus membatasi paparan mereka. Selain itu, asbes juga merupakan salah satu penyebab kanker paru yang cukup terkenal.   Kanker Paru dan Polusi Udara Walaupun polusi udara tidak menyebabkan kanker paru sebanyak rokok, akan tetapi polusi udara tetap dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada seseorang. Para ahli menduga polusi yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik, dan pembangkit listrik dapat mempengaruhi paru seperti halnya perokok pasif.   Faktor Resiko Kanker Paru Lainnya Beberapa hal lain yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada seseorang adalah memiliki anggota keluarga yang menderita kanker paru dan mengkonsumsi air yang mengandung banyak arsenik. Selain itu, kanker paru juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor resiko kanker paru, termasuk pada orang yang tidak pernah merokok. Para ahli masih tidak mengetahui penyebab pastinya, akan tetapi kanker paru yang ditemukan pada orang yang tidak merokok lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Salah satu jenis kanker paru lainnya, adenokarsinoma juga lebih banyak ditemukan pada orang yang tidak merokok dibandingkan pada perokok.   Bagaimana Mencegah Terjadinya Kanker Paru? Kanker paru mungkin merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia, akan tetapi juga merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah. Cara mencegah terjadinya kanker paru adalah jangan merokok! Bila Anda telah merokok, berhentilah. Berhenti merokok selama 10 tahun dapat menurunkan resiko kanker paru hingga 30-50%.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.     Sumber: webmd Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Kanker Paru
 24 Aug 2016    15:00 WIB
Hindari 4 Hal Ini Untuk Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru
Kanker adalah salah satu penyakit yang saat ini menjadi momok dalam masyarakat. Pola kehidupan yang semakin buruk, polusi yang semakin meningkat, terlalu sering mengkonsumsi makanan junk food dapat meningkatkan risiko terjaidnya kanker. Salah satu penyakit kanker yang sekarang ini mengalami jumlah peningkatan adalah kanker paru-paru Untuk Anda yang ingin menghindari risiko kanker paru-paru maka sebaiknya Anda hindari beberapa hal berikut ini: Merokok Seperti yang kita ketahui rokok mengandung banyak bahan berbahaya yang dapat memicu sel kanker berkembang dengan pesat. Perokok pasif Jangan pernah merasa meski Anda bukan seorang perokok maka Anda aman dari risiko kanker paru-paru. Seorang perokok pasif juga mempunyai risiko yang sama besarnya dengan perokok aktif. Paparan asbes Untuk para pekerja yang sering terpapar asbes. Hal ini juga bisa meningkatkan terjadinya risiko kanker paru-paru. Paparan mesin diesel Mereka yang bekerja sebagai sopir angkutan umum, yang sering berada di daerah lalu lintas sarat asap mesin diesel, atau bekerja sebagai pengontrol lalu lintas di jalan-jalan dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru. Oleh karena itu gunakan selalu masker yang sudah disiapkan oleh perusahaan untuk membantu menjaga kondisi paru-paru Anda. Baca juga: Makanan Sehat Untuk Paru-paru Yang Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: palingaktual
 05 Aug 2016    12:00 WIB
Mitos dan Fakta Mengenai Kanker Paru
1.  Mitos: Bila Anda Telah Lama Merokok, Maka Kerusakan Telah TerjadiFakta: Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Berhenti merokok hampir selalu memberikan manfaat bagi kesehatan anda seperti perbaikan sirkulasi dan fungsi paru anda. Selain itu, berhenti merokok juga dapat menurunkan resiko terjadinya kanker paru. 10 tahun setelah berhenti merokok, mantan perokok dapat menurunkan resiko kanker paru hingga setengahnya.2.  Mitos: Menghisap Ganja Tidak Meningkatkan Resiko Kanker ParuFakta: Menghisap ganja dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru. Selain itu, sebagian besar orang yang menghisap ganja juga merokok. Menghisap ganja membuat anda lebih banyak terpapar oleh tar dan berbagai zat karsinogenik lainnya.3.  Mitos: Suplemen Antioksidan Mencegah Terjadinya KankerFakta: Mengkonsumsi suplemen beta karoten dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada perokok. Oleh karena itu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen apapun.4.  Mitos: Merokok Melalui Pipa Cangklong dan Menghisap Cerutu Tidak Menyebabkan Kanker ParuFakta: Merokok melalui pipa cangklong dan menghisap cerutu tidak hanya meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, tetapi juga kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker kerongkongan. Menghisap cerutu juga meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit jantung dan paru-paru. Cerutu bahkan lebih beracun daripada rokok biasa.5.  Mitos: Merokok Merupakan Satu-satunya Penyebab Kanker ParuFakta: Selain merokok, menghirup gas radiaktif (radon) juga dapat menyebabkan terjadinya kanker paru. Gas ini berasal dari batu dan tanah, dan dapat masuk ke dalam rumah dan berbagai bangunan. 6.  Mitos: Bila Telah Menderita Kanker, Berhenti Merokok Pun Tidak BergunaFakta: Meneruskan kebiasaan merokok anda setelah didiagnosa menderita kanker dapat menurunkan efektivitas obat anti kanker yang anda konsumsi dan dapat membuat efek samping obat semakin buruk. Perokok yang melalui suatu tindakan pembedahan, memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama daripada orang yang tidak merokok. Selain itu, orang yang merokok selama menerima terapi radiasi untuk mengatasi kanker laring lebih sulit memperoleh suara normalnya kembali. Kadangkala, berhenti merokok dapat mencegah terjadinya kanker lainnya.7.  Mitos: Olahraga Tidak Mempengaruhi Resiko Terjadinya Kanker ParuFakta: Berolahraga secara teratur dapat menurunkan resiko kanker paru hingga 20%. Selain itu, berolahraga juga dapat meningkatkan fungsi paru dan mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit berbahaya lainnya seperti penyakit jantung dan stroke.8.  Mitos: Polusi Udara Merupakan Penyebab Utama Terjadinya Kanker ParuFakta: Polusi udara hanya menyebabkan sekitar 5% kasus kanker paru. Merokok merupakan penyebab utama dari terjadinya kanker paru.Sumber: medicinenet
 04 Mar 2016    18:00 WIB
Cegah Kanker Paru Dengan Makanan Berikut Ini…
Walaupun belum dipastikan, akan tetapi terdapat bukti kuat yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu maka resiko terjadinya kanker paru pun dapat menurun dengan cukup signifikan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat mencegah terjadinya kanker paru.   Sayuran Cruciferous Beberapa komponen yang terdapat di dalam berbagai jenis sayuran cruciferous seperti kembang kol, brokoli, dan selada air telah terbukti dapat menghambat perkembangan kanker paru, baik pada manusia maupun pada hewan.   Sari Buah Delima Beberapa penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan menemukan bahwa sari buah delima dapat menghambat perkembangan kanker paru.   Kunyit Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kunyit dapat menghambat pertumbuhan dan menginduksi terjadinya apoptosis (bunuh diri) sel-sel kanker paru.   Apel Orang yang mengkonsumsi banyak apel memiliki resiko yang lebih rendah terhadap kanker paru, yaitu hingga 50% lebih rendah. Hal ini dikarenakan apel mengandung banyak flavonoid, quercetin, dan naringin.   Jeruk Bali Seperti apel, jeruk bali juga mengandung banyak quercetin dan naringin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak jeruk bali memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker paru.   Bawang Bombay Bawang Bombay merupakan makanan yang mengandung banyak quercetin dan naringin. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi banyak bawang Bombay memiliki resiko kanker paru yang lebih rendah, yaitu hingga 50% lebih rendah.   Baca juga: 9 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthdiaries
 15 Jul 2014    13:00 WIB
Mengapa Kanker Paru Banyak Mengenai Orang Dewasa Muda dan Sehat?
Ternyata tidak hanya seorang perokok berat atau orang yang sudah berusia lanjut yang dapat mengalami kanker paru. Orang dewasa muda dan sehat serta tidak pernah merokok juga dapat terkena kanker paru.  Gejala kanker paru yang dialami oleh mereka (dewasa muda dan sehat tanpa faktor resiko) biasanya berbeda dengan gejala kanker paru yang dialami oleh seorang perokok kronik. Para ahli masih belum menemukan apa yang menyebabkan terjadinya kanker paru pada orang dewasa muda dan sehat, yang tidak pernah merokok.  Para ahli menduga hal ini mungkin berhubungan dengan perubahan genetika tertentu. Perubahan genetika yang paling sering ditemukan adalah pada EGRF (epidermal growth factor receptor), yang ditemukan pada sekitar 10-15% penderita kanker paru. Selain EGRF, para ahli juga menemukan adanya mutasi pada ALK, ROS1, BRAF, HER2, MET, RET. Hanya sekitar 15% penderita kanker paru yang dapat hidup lebih dari 5 tahun. Sebagian disebabkan karena penyakit ini sulit dideteksi pada stadium dini sehingga cenderung terlambat diketahui, terutama pada orang dewasa muda yang tidak pernah merokok. Para peneliti menemukan bahwa kanker paru tampaknya lebih sering terjadi pada seorang wanita muda yang tidak merokok dibandingkan dengan pria. Saat ini para ahli masih melakukan penelitian untuk mengetahui apa kesamaan yang dimiliki oleh orang dewasa muda yang terkena kanker paru dan mengapa mereka terkena kanker paru.  Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan kanker paru. Obat-obatan yang ada saat ini biasanya hanya dapat memperpanjang usia penderita, dari beberapa bulan hingga 5 tahun.   Sumber: sfgate
 21 Jun 2014    16:00 WIB
Pembagian Stadium Kanker Paru-Paru
Tingkatan dari kanker paru-paru atau stadium paru-paru bergantung dari seberapa luas kanker telah menyebar di seluruh tubuh. Tingkatan kanker meliputi evaluasi baik dari ukuran tumor dan ada tidaknya metastase ke kelenjar getah bening atau ke organ lainnya. Tingkatan dari kanker ini sangat penting untuk menentukan prediksi tumor tersebut, misalnya saja tumor dengan tingkatan yang lebih tinggi mempunyai prognosis kesembuhan yang lebih rendah dibandingkan tumor dengan tingkatan yang lebih rendah. Seorang dokter akan melakukan beberapa tes yang akurat untuk menentukan tingkat kanker, termasuk tes darah, x-ray, CT scan dan PET scan. Hasil tes abnormal dari tes darah kimia menunjukkan adanya tanda metastase dari tulang dan hati. Prosedur radiologi akan mendokumentasikan ukuran dari tumor, begitu juga jika tumor sudah menyebar ke organ lain. Non-small cell lung cancers (NSCLC) digolongkan menjadi tingkatan I sampai IV sesuai dengan tingkat keparahannya. Stadium I, kanker masih berada di paru-paru Stadium II dan III, kanker berada di paru-paru dan kemungkinan menyebar ke kelenjar getah bening Stadium IV kanker telah menyebar ke luar paru-paru sampai ke organ tubuh lain Sedangkan Small cell lung cancers (SCLC) membagi tingkatan kanker paru-paru menjadi 2 bagian: Limited stage atau stadium terbatas mengacu pada sel kanker yang masih berada didaerah asalnya yaitu paru-paru dan kelenjar getah bening Extensice stage atau stadium lanjut, sel kanker telah menyebar keluar dari paru-paru ke bagian organ lain.   Sumber: webmd