Your browser does not support JavaScript!
 09 Aug 2017    08:00 WIB
Sebelum Terlambat! Sadarilah Bila Mengalami Gejala Ini Bisa Jadi Penanda Seseorang Mengalami Kanker Otak
Gejala kanker otak bergantung pada beberapa faktor, termasuk tipe tumor, ukuran, lokasi dan luasnya, serta usia, riwayat kesehatan dan banyak lagi. Gejalanya mungkin halus atau berkembang secara bertahap. Gejala kanker otak dipengaruhi oleh bagian mana dari otak yang terlibat dan sistem fungsional yang dimilikinya (misalnya, motor, sensorik, bahasa, dll.). Misalnya, bisa timbul masalah penglihatan akibat tumor di dekat saraf optik. Tumor di bagian depan otak bisa mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi dan berpikir. Tumor yang terletak di daerah yang mengendalikan fungsi motorik dapat menyebabkan kelemahan, mati rasa atau kesulitan berbicara. Setiap tumor yang berukuran besar bisa menimbulkan banyak gejala karena tekanan yang diciptakan oleh massa. Berikut Adalah Gejala Kanker Otak Yang Perlu Anda Ketahui: Sakit Kepala Sakit kepala bisa berkaitan dengan banyak penyebab. Perubahan frekuensi dan intensitas sakit kepala yang nyata dapat mengindikasikan adanya tumor otak. Perubahan Penglihatan Tumor pada atau di dekat saraf optik bisa menyebabkan penglihatan kabur atau penglihatan ganda. Jenis tumor otak lainnya dapat menyebabkan pergerakan mata abnormal atau perubahan penglihatan, tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Kehilangan Keterampilan Motorik Tumor otak dapat mempengaruhi area otak tertentu yang bertanggung jawab atas fungsi motorik, seperti keseimbangan, koordinasi atau gerakan. Kelemahan otot wajah bisa terjadi akibat tumor di dalam saraf kranial. Mual dan / atau Muntah Gejala ini, terutama di pagi hari dan tidak terkait dengan kondisi lain, dapat mengindikasikan adanya tumor otak. Kejang Timbulnya kejang atau kejang baru bisa jadi akibat pembentukan tumor di otak. Kesulitan Bicara Beberapa tumor otak dapat menyebabkan kesulitan bicara. Masalah Kognitif Tumor otak dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan menyebabkan gangguan ingatan, konsentrasi yang buruk, kebingungan, kesulitan memikirkan dengan jelas, atau memproses informasi, dan kesulitan bahasa. Mati rasa Beberapa tumor otak menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh atau sindrom paraneoplastik lainnya, seperti neuropati perifer (mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki). Ada juga beberapa tanda kanker otak yang lebih halus yang dapat mempengaruhi tubuh Anda: Perubahan kepribadian: Otak bertanggung jawab atas banyak fungsi. Terkadang tumor di bagian depan otak bisa menyebabkan perubahan bertahap dalam perilaku, kepribadian dan pemikiran. Gangguan hormon: Kelenjar pituitari, yang terletak di dasar otak, sangat penting untuk produksi dan pengaturan hormon. Tumor di daerah ini dapat mempengaruhi hormon, mengakibatkan gejala mirip dengan kelainan endokrin tertentu. Diatas adalah gejala yang bisa terjadi karena kanker otak, sebelum terlambat segera periksakan diri Anda bila Anda merasa mengalami gejala tersebut. Baca juga: Tak Ada Wanita Yang Luput Dari Kanker Ini... Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: cancercenter
 08 Aug 2017    11:00 WIB
Lebih Tahu Soal Kanker Otak! Ini Penjelasan, Gejala Dan Faktor Risikonya
Kanker otak adalah pertumbuhan sel berlebih di otak Anda yang membentuk massa yang disebut tumor. Kanker otak bersifat ganas dan cenderung tumbuh sangat cepat. Mereka mengganggu cara kerja tubuh Anda, dan ini bisa mengancam jiwa. Namun, kanker otak sangat jarang terjadi. Menurut perkiraan dari American Cancer Society, orang yang memiliki kanker otak kurang dari satu persen yang dapat mengalami hal ini sepanjang hidup mereka. Apa Saja Gejala Kanker Otak? Gejala kanker otak bergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Gejala kanker otak yang umum meliputi: Sakit kepala yang biasanya lebih parah di pagi hari Mual Muntah Kurangnya koordinasi Kurangnya keseimbangan Kesulitan berjalan Penyimpangan memori Kesulitan berpikir Masalah bicara Masalah penglihatan Perubahan kepribadian Gerakan mata abnormal Otot menyentak Otot berkedut Sering Pingsan Mudah Mengantuk Mati rasa atau kesemutan di lengan atau tungkai Kejang Banyak gejala kanker otak juga disebabkan oleh kondisi lain yang kurang serius. Tidak perlu panik jika Anda mengalami gejala ini, tapi sebaiknya Anda ke dokter untuk memeriksa gejala Anda, untuk berjaga-jaga. Apa Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Otak? Penyebab pasti kanker otak tidak diketahui. Namun, faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker otak termasuk paparan radiasi pengion dosis tinggi dan riwayat kanker otak keluarga.   Kanker di bagian lain tubuh Anda juga merupakan faktor risiko. Kanker yang bisa menyebar, atau bermetastasis, ke otak meliputi: Kanker paru-paru Kanker payudara Kanker ginjal Kanker kandung kemih Melanoma, yang merupakan sejenis kanker kulit Faktor lain yang mungkin terkait dengan pengembangan kanker otak meliputi: Bertambah usia Merokok jangka panjang Paparan pestisida, herbisida, dan pupuk Bekerja dengan unsur-unsur yang bisa menyebabkan kanker, seperti timbal, plastik, karet, minyak bumi, dan beberapa tekstil Memiliki infeksi virus Epstein-Barr, atau mononucleosis Bagaimana Cara Mendiagnosa Kanker Otak? Untuk mengetahuinya maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti: Pemeriksaan neurologis untuk menentukan apakah tumor mempengaruhi otak Anda Tes pencitraan, seperti CT, MRI, dan pemindaian positron emission tomography (PET), untuk menemukan tumor Pungsi lumbal, yang merupakan prosedur yang mengumpulkan sampel kecil cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang Anda, untuk memeriksa sel kanker. Biopsi otak, yang merupakan prosedur operasi di mana sejumlah kecil tumor dikeluarkan untuk pengujian diagnostik dan untuk menentukan apakah tumor Anda ganas. Bagaimana Cara Mengurangi Resiko Kanker Otak? Tidak ada cara untuk mencegah kanker otak, tapi Anda bisa mengurangi risiko untuk terkena seperti: Hindari paparan pestisida dan insektisida Hindari paparan bahan kimia karsinogenik Hindari merokok Hindari terpapar radiasi yang tidak perlu Baca juga: Tanda Kanker Prostat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: cancercenter
 07 Aug 2017    08:00 WIB
Jangan Biarkan Kanker Otak Menjangkiti Anda, Lawan Dengan 5 Cara Ini Dan Hidup Lebih Sehat
Kanker, saat mendengar hal ini maka akan membuat banyak orang merasa takut apabila mengalami hal ini. Meski penyebab kanker tidak jelas, namun ada beberapa faktor risiko seperti polusi, makanan yang tidak sehat, factor keturunan dan beberapa hal lain dapat menyebabkan kanker akan terjadi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana cara mencegah terjadinya kanker otak. Kanker otak adalah  pertumbuhan sel berlebih di otak Anda yang membentuk massa yang disebut tumor. Kanker ini berkembang dengan cepat, bisa mengganggu fungsi tubuh dan mengancam jiwa. Untuk Membantu Anda Menurunkan Risiko, Ini Hal Yang Dapat Anda Lakukan: 1.      Tidur Tidur dengan baik dapat membantu kelangsungan hidup dan kesehatan otak Anda. Jalur detoksifikasi yang dikenal sebagai sistem glymphatic menghilangkan limbah beracun yang terakumulasi secara alami di siang hari. Sistem ini sangat aktif di malam hari dan memberi mitokondria di otak kesempatan untuk menyiram racun dengan menggunakan cairan serebrospinal. Kurang tidur menghambat proses alami sistem glymphatic yang mempengaruhi fungsi kognitif. Terutama yang penting bagi pasien yang telah menjalani kemoterapi, tidur memungkinkan sel memperbaiki kerusakan dan mengembalikan jaringan. Kurang tidur bisa lebih meningkatkan gejala yang terkait dengan fenomena yang dikenal dengan chemo brain. Obat-obatan dari radiasi dan kemoterapi telah terbukti dapat mengubah fungsi kognitif pasien yang menyajikan gejala umum yang ditandai sebagai kabut otak. Efek dari kemo otak berbeda pada setiap pasien dan bervariasi dalam durasi dan tingkat keparahannya. Kejadian ini kemungkinan merupakan konsekuensi dari senyawa beracun yang menghancurkan jalur saraf dan sel otak yang sehat. 2.      Terapi Oksigen Hiperbarik Menerima terapi oksigen hiperbarik/ Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) yang dimulai pada usia muda dapat mengurangi risiko kanker otak. HBOT juga dapat memperbaiki fungsi kognitif pada survivor tumor otak. Studi yang meneliti efek HBOT menemukan bahwa sirkulasi oksigen yang membaik merangsang kemampuan penyembuhan jaringan saraf. Sukses dengan HBOT secara langsung berhubungan dengan usia otak. HBOT dapat menyebabkan sel progenitor berdiferensiasi menjadi sel baru. Sel progenitor mirip dengan sel induk dan dapat menyebabkan peningkatan kemampuan kognitif dan motorik pasien. Ruang oksigen hiperbarik dapat membantu membalikkan kerusakan yang dilakukan oleh pengobatan obat kanker dengan membentuk pembuluh darah baru, merekonstruksi kerusakan saraf, dan menstabilkan glukosa darah. 3.      Konsumsi Fitonutrisi Melawan Kanker Menggonsumsi makanan yang kaya nutrisi melawan kanker sangat penting untuk mencegah dan mengobati tumor otak. Pengobatan kanker yang dilakukan pada merusak sel tubuh sehingga Anda harus menjaga kesehatan tubuh dengan melengkapi kebutuhan antioksidan. Antioksidan untuk membatasi kerusakan sel, mengurangi peradangan otak, dan mematikan sinyal komunikasi tumor otak. Secara khusus, sayuran berdaun hijau gelap, kunyit, jahe, oregano, basil, thyme, dan teh hijau semuanya memiliki sifat melawan kanker yang kuat. 4.      Pembatasan Kalori Pembatasan diet, termasuk puasa, adalah pendekatan terapeutik dengan sifat anti-karsinogenik serupa dengan diet ketogenik. Pembatasan kalori mengurangi peradangan, mencegah penyebaran kanker, menghambat sel kanker berkembang biak, dan juga memproduksi keton untuk memicu neuron bekerja. 5.      Berhati-hatilah terhadap Perangkat Mobile Medan elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel dikategorikan sebagai karsinogen manusia oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) International Agency for Research on Cancer (IARC). Radiofrekuensi berasal dari perangkat dan baterai yang telah ditemukan dalam satu studi mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup pasien tumor otak. Menghindari ponsel di zaman modern sekarang ini hampir tidak mungkin, namun ada beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi paparan radiasi Anda: Lebih sering mengirim pesan Gunakan speakerphone Tunda memberi anak Anda ponsel Bicara hanya bila sinyal penerimaannya kuat Matikan perangkat nirkabel bila memungkinkan dan jangan pernah tidur dengan perangkat di kamar tidur, dan terutama di dekat kepala Anda Baca juga: Daging Olahan Penyebab Kanker Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: thetruthaboutcancer
 28 Jan 2016    15:00 WIB
Alat Kontrasepsi Ini Sebabkan Kanker Otak, Masa Sih???
Anda mungkin sudah mendengar berbagai isu mengenai hubungan antara penggunaan pil KB dengan terjadinya beberapa jenis kanker seperti kanker indung telur, kanker rahim, dan kanker payudara. Sekarang ini, sebuah penelitian baru menemukan adanya hubungan antara penggunaan pil KB dengan terjadinya kanker otak. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati terjadinya sejenis kanker otak, glioma, yang terjadi pada wanita muda di Denmark. Setelah mendata semua wanita Denmark yang berusia antara 15-49 tahun yang menderita glioma di antara tahun 2000-2009, para peneliti kemudian menganalisa berapa banyak dari merka yang juga mengkonsumsi pil KB, termasuk jenis pil KB yang digunakan (apakah yang mengandung estrogen dan progestin atau yang hanya mengandung progestin saja) dan berapa lama mereka telah menggunakannya. Setelah itu, para peneliti membandingkan data mereka dengan kelompok kontrol yang terdiri dari para wanita dengan rentang usia sama tetapi tidak menderita glioma. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan resiko terjadinya glioma yaitu hingga 50% pada wanita yang mengkonsumsi berbagai jenis pil KB, tidak peduli berapa lama mereka telah mengkonsumsi pil KB tersebut. Hal lain yang lebih menakutkan adalah bahwa resiko terjadinya glioma akan meningkat hingga 2 kali lipat pada wanita yang mengkonsumsi pil KB yang hanya mengandung progestin selama setidaknya 5 tahun. Melalui hasil penelitian di atas, para peneliti pun menyimpulkan bahwa penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya glioma. Akan tetapi, bukan berarti pil KB pasti akan meningkatkan resiko terjadinya kanker otak pada wanita. Hal ini dikarenakan para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah ada hal lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya kanker. Intinya adalah penelitian ini hanya menemukan adanya suatu hubungan antara penggunaan pil KB dengan peningkatan resiko terjadinya kanker otak (glioma), tetapi bukanlah suatu hubungan sebab akibat. Para peneliti menduga banyaknya penemuan kasus kanker otak pada wanita yang menggunakan pil KB adalah karena mereka lebih sering memeriksakan dirinya ke dokter sehingga penyakitnya pun dapat terdeteksi sedini mungkin. Selain itu, para peneliti menduga bahwa indeks massa tubuh atau berat badan wanita juga turut berperan karena pil KB yang hanya mengandung progestin lebih banyak diberikan pada wanita dengan berat badan berlebih karena biasanya dapat membantu mengurangi efek samping yang ditimbulkan seperti terbentuknya bekuan darah.   Baca juga: Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Aneh di Zaman Dahulu   Perlu diingat juga bahwa glioma merupakan jenis kanker otak yang sangat langka. Jadi, bila dipertimbangkan keuntungan dari penggunaan pil KB tetap lebih besar dari resiko (kanker otak) yang mungkin terjadi. Intinya adalah jangan terburu-buru membuang pil KB Anda karena hasil penelitian di atas. Hal ini dikarenakan para peneliti masih belum menemukan bukti yang kuat bahwa pil KB benar-benar dapat meningkatkan resiko terjadinya glioma.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag