Your browser does not support JavaScript!
Gangguan hasrat seksual sering kali bisa dialami oleh wanita. Banyak faktor fisiologis yang dapat meredam api libido ini. Menopause atau kondisi medis yang kronis dapat menyebabkan perubahan fisik yang dapat mempengaruhi gairah seks wanita atau mengakibatkan ketidaknyamanan atau penurunan kenikmatan saat berhubungan seks. Gangguan libido ini didefinisikan sebagai kurangnya minat dalam melakukan aktivitas seksual yang menyebabkan wanita mengalami stres. Perlu Anda ketahui selain kondisi fisik maka ada beberapa hal yang dapat menggangu libido, salah satunya adalah obat yang dikonsumsi. Obat-obat tertentu dapat mengganggu keseimbangan hormon dan transmisi pembawa pesan kimiawi di otak, menyebabkan masalah dengan libido dan kemampuan wanita untuk mencapai orgasme. Apabila Anda merasa mengalami hal ini ataupun ingin tahu obat apa yang menyebabkan gangguan libido agar Anda mampu mencegahnya. Berikut adalah obat yang dapat menganggu libido: 1.      Antidepresan Obat yang digunakan untuk mengobati gejala depresi dan kecemasan adalah obat yang paling umum yang dapat menyebabkan gangguan hasrat seksual dan jenis-jenis disfungsi seksual. Sebagai contoh, beberapa antidepresan yang umum digunakan yang dapat menurunkan hasrat seksual termasuk fluoxetine, paroxetine dan sertraline. Obat SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) ini, yang berarti mereka bekerja dengan membuat "merasa-baik", dimana hormon serotonin tersedia lebih banyak di otak, sehingga meningkatkan suasana hati. Masalahnya: Serotonin memiliki efek positif pada suasana hati tetapi dapat memiliki efek negatif pada libido dan orgasme. 2.      Pil KB Sebanyak 30-40% wanita konsumsi pil KB , seperti Loestrin tablet dapat mengalami gangguan hasrat seksual, dimana pil KB menurunkan hormon testosteron, yang dapat menurunkan libido. 3.      Antihipertensi Beberapa obat yang biasa diresepkan untuk tekanan darah tinggi seperti diuretik seperti furosemide dan beta blockers seperti metoprolol dapat menyebabkan gangguan hasrat seksual Obat ini dapat meredam libido dan menyebabkan kesulitan mencapai orgasme. 4.      Obat kemoterapi, anti-kanker Obat yang digunakan untuk mengobati kanker juga terkait dengan kurangnya minat seksual dan gangguan hasrat seksual. Misalnya, tamoxifen, obat kanker payudara, dapat menurunkan kadar estrogen, yang dapat menurunkan libido. Siklofosfamid, obat kemoterapi, dapat menyebabkan kekeringan vagina, mengurangi libido, dan kesulitan mencapai orgasme. 5.      Obat jerawat Spironolakton adalah obat yang biasanya diresepkan untuk mengobati jerawat. Obat ini juga merupakan diuretik yang dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah atau gagal jantung. Namun memiliki efek negatif pada libido dan menyebabkan gangguan hasrat seksual. Semua obat diatas dapat mengganggu libido seorang wanita, sehingga bila Anda mulai merasakan keluhan ada baiknya Anda bertanya kepada dokter apakah memungkinkan untuk mengganti obat tersebut. Sumber: everydayhealth