Your browser does not support JavaScript!
 20 Mar 2017    08:00 WIB
Masih Bisakah Penderita Intoleransi Laktosa Minum Susu?
Intoleransi laktosa terjadi akibat seseorang kekurangan enzim laktase, yang biasanya ditemukan di dalam usus halus. Hal ini akan mengakibatkan orang tersebut tidak dapat mencerna laktosa (gula di dalam susu) dengan baik. Saat laktosa yang tidak tercerna dengan baik ini masuk ke dalam usus besar, maka laktosa akan berinteraksi dengan bakteri usus yang akan menyebabkan timbulnya beberapa gejala intoleransi laktosa seperti perut kembung, kram perut, mual, dan diare. Berbagai gejala ini biasanya akan mulai dirasakan sekitar 30 menit hingga 2 jam setelah penderita intoleransi laktosa mengkonsumsi susu atau produk susu (termasuk susu bubuk, es krim, dan susu kental manis). Berbagai gejala tersebut biasanya akan menghilang saat makanan yang mengandung banyak laktosa telah dikeluarkan dari dalam tubuh.   Bisakah Seseorang yang Tadinya Dapat Mencerna Susu Menjadi Mengalami Intoleransi Laktosa? Terjadinya intoleransi laktosa dapat disebabkan oleh faktor genetika atau dapat pula terjadi karena usia, cedera usus, atau gangguan saluran pencernaan. Jika usus halus memproduksi lebih sedikit laktase setelah sakit, tindakan pembedahan, atau cedera; maka intoleransi laktosa dapat terjadi selama beberapa hari hingga beberapa minggu, dan biasanya dapat sembuh (reversible). Pada anak-anak, dapat terjadi defisiensi (kekurangan) laktase yang bersifat sementara karena infeksi virus atau bakteri. Pada kasus yang jarang, beberapa orang bayi memang dilahirkan dengan intoleransi laktosa karena benar-benar tidaknya adanya aktivitas dari enzim laktase. Bayi-bayi ini memerlukan susu bebas laktosa dan mereka biasanya juga tidak dapat mencerna laktosa yang terdapat pada ASI ibunya.   Bagaimana Diagnosa Intoleransi Laktosa Ditegakkan? Sebuah pemeriksaan sederhana dapat membantu Anda mengetahui apakah benar Anda menderita intoleransi laktosa, yaitu dengan menghentikan konsumsi susu dan produknya, kemudian melihat apakah gejala gangguan pencernaan yang Anda alami berkurang atau tidak. Bila gejala gangguan pencernaan berkurang setelah Anda tidak lagi mengkonsumsi susu atau produknya, maka kemungkinan besar Anda memang menderita intoleransi laktosa. Selain pemeriksaan sederhana di atas, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosa apakah seseorang menderita intoleransi laktosa atau tidak. Pemeriksaan khusus tersebut adalah pemeriksaan darah dan pemeriksaan napas hidrogen.   Pengobatan Intoleransi Laktosa Tidak ada pengobatan yang dapat memperbaiki kemampuan tubuh untuk memproses laktosa, akan tetapi gejala gangguan pencernaan dapat diatasi dengan membatasi atau menghindari konsumsi makanan yang mengandung laktosa.   Apakah Seorang Penderita Intoleransi Laktosa Sama Sekali Tidak Boleh Mengkonsumsi Susu? Susu atau produknya tetap dapat Anda konsumsi tergantung pada tingkat keparahan intoleransi laktosa yang Anda derita. Sebagian besar penderita intoleransi laktosa masihd aapt mentoleransi sejumlah susu dan produk susu lainnya, selama mereka tidak mengkonsumsi keduanya secara berlebihan.   Baca juga: Menderita Intoleransi Laktosa Dapat Turunkan Resiko Terjadinya Kanker, Benarkah?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 15 Dec 2014    14:00 WIB
Menderita Intoleransi Laktosa Dapat Turunkan Resiko Terjadinya Kanker, Benarkah?
  Sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang menderita intoleransi laktosa mungkin memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker tertentu. Para peneliti menduga hal ini mungkin berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi oleh para penderita. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari hampir 23.000 orang di Swedia yang menderita intoleransi laktosa dan anggota keluarnya. Seorang penderita intoleransi laktosa mengalami kesulitan untuk mencerna laktosa, sejenis gula yang dapat ditemukan pada susu dan produk olahan susu. Hal ini dikarenakan penderita memiliki kadar enzim laktase yang rendah atau justru tidak ada sama sekali, yang mana diperlukan untuk mencerna laktosa. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami kesulitan mencerna laktosa di dalam susu dan produk olahan susu (penderita intoleransi laktosa) memiliki resiko yang lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker paru, kanker payudara, dan kanker indung telur bila dibandingkan dengan orang lainnya yang tidak menderita intoleransi laktosa. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa saudara dan orang tua para penderita intoleransi laktosa memiliki resiko kanker yang sama dengan orang-orang lain yang tidak menderita intoleransi laktosa. Berdasarkan hasil temuan ini, maka para peneliti pun menduga bahwa penurunan resiko terjadinya kanker pada seorang penderita intoleransi laktosa mungkin berhubungan dengan makanan yang mereka konsumsi. Penderita intoleransi laktosa seringkali hanya mengkonsumsi sangat sedikit susu dan berbagai produk olahan susu. Akan tetapi, hal ini bukan berarti susu merupakan salah satu faktor resiko terjadinya kanker. Beberapa hal yang mungkin dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker pada seorang penderita intoleransi laktosa adalah lebih rendahnya jumlah kalori harian yang dikonsumsi karena jumlah susu yang dikonsumsi juga lebih sedikit atau karena adanya suatu zat pelindung pada berbagai jenis minuman berbahan sayuran (misalnya susu kedelai) yang digunakan sebagai pengganti susu sapi.     Sumber: webmd