Your browser does not support JavaScript!
 07 Jun 2020    11:00 WIB
Efek Infeksi Herpes Pada Kemaluan Saat Hamil
Wanita hamil yang menderita infeksi herpes pada kemaluan (herpes genital) harus berhati-hati agar tidak menularkan virus herpes ini pada bayinya. Ibu dapat menularkan virus herpes pada bayinya saat melahirkan. Akan tetapi, bila seorang wanita mengalami infeksi herpes sebelum hamil atau pada awal masa kehamilan, maka kemungkinan bayinya terinfeksi oleh virus herpes sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.Sebelum melahirkan, seorang wanita hamil yang pernah atau sedang menderita herpes genital harus melalui berbagai pemeriksaan untuk memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekambuhan herpes. Bila terdapat tanda-tanda kekambuhan herpes mendekati waktu persalinan atau bila wanita tersebut baru menderita herpes genital pada akhir masa kehamilan (6 minggu sebelum persalinan), maka persalinan mungkin harus dilakukan melalui tindakan caesar. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan ibu tidak memiliki cukup waktu untuk membentuk antibodi terhadap virus, sehingga resiko penularan terhadap bayi pun tinggi (sekitar 40%). Wanita yang pernah mengalami infeksi herpes sebelumnya memiliki antibodi terhadap virus, yang dapat melindungi bayinya dari infeksi virus tersebut. Segera beritahu dokter atau bidan anda bila anda sedang hamil dan menduga diri anda terinfeksi oleh virus herpes baru-baru ini.Tips Mencegah Terinfeksi Herpes Saat HamilWanita yang tidak pernah menderita herpes genital sebaiknya berhati-hati saat berhubungan seksual selama trimester terakhir kehamilan. Sebaiknya hindari hubungan seksual para trimester terakhir kehamilan anda, kecuali bila anda yakin pasangan anda bebas dari virus herpes.Jika pasangan anda memiliki luka pada mulutnya (herpes oral), maka jangan melakukan seks oral selama anda hamil.Beberapa dokter menyarankan agar dilakukan pemeriksaan infeksi herpes pada semua wanita hamil, terutama bila pasangan mereka menderita herpes. Berkonsultasilah pada dokter anda mengenai apakah anda dan pasangan anda memerlukan pemeriksaan ini.Pengobatan Herpes Genital Selama KehamilanBerkonsultasilah dengan dokter anda mengenai obat apa yang boleh dan tidak boleh anda konsumsi untuk mengatasi infeksi herpes ini. Diskusikanlah dengan dokter anda manfaat dan resiko pengobatan herpes yang ada pada anda dan bayi anda untuk menemukan pengobatan terbaik bagi anda dan bayi anda.Infeksi herpes pada bayi yang baru lahir dapat sangat berat. Oleh karena itu, jangan mengijinkan orang yang memiliki luka pada mulutnya mencium bayi anda. Jika anda memiliki luka pada mulut anda, maka jangan cium bayi anda dan cucilah tangan anda dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh bayi anda.Sumber: webmd
 15 Dec 2019    08:00 WIB
Bagaimana Perjalanan Infeksi Virus Herpes Simpleks?
Tahukah Anda bahwa stress ternyata juga dapat memicu terjadinya herpes simpleks pada daerah bibir? Di bawah ini Anda dapat melihat bagaimana perjalanan virus herpes simpleks mulai dari pertama kali masuk ke dalam tubuh hingga timbulnya gejala.   1.      Virus Masuk ke Dalam Tubuh Infeksi herpes simpleks tidak disebabkan oleh infeksi virus flu, tetapi oleh virus herpes simpleks tipe 1. Anda dapat tertular penyakit ini saat Anda berciuman dengan seorang penderita. Hal ini dikarenakan membran mukosa pada bibir Anda merupakan tempat masuk kuman.   2.      Virus Masuk ke Dalam Sel Setelah masuk ke dalam tubuh melalui sel-sel kulit , maka DNA virus akan memperbanyak dirinya di dalam inti sel, sehingga virus dapat menyebar ke dalam lebih banyak sel-sel tubuh. Pada akhirnya, infeksi virus ini pun akan mencapai ujung saraf Anda dan masuk ke dasar saraf trigeminal.   3.      Antibodi Terbentuk dan Menyerang Virus Dalam fase ini, tubuh Anda pun telah mengetahui bahwa telah terdapat virus di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan sel-sel tubuh yang terinfeksi virus akan mengirimkan sinyal pada kelenjar getah bening terdekat, yang memicu pergerakan sel-sel darah putih (limfosit) sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap virus. Akan tetapi, pada saat ini limfosit Anda hanya mampu menampung virus dan tidak menghancurkannya.   4.      Stress Membuat Daya Tahan Tubuh Melemah Di saat Anda merasa stress, maka kadar hormon kortisol akan meningkat, yang dapat melemahkan kekuatan sistem kekebalan tubuh Anda.   5.      Gejala Tampak Pada Bibir Setelah sang virus mengetahui bahwa limfosit tidak lagi banyak, maka ia pun akan mencoba "kabur" dan akan melanjutkan perjalanannya di dalam sel-sel saraf dan menyerang sel-sel kulit Anda. Pada saat inilah Anda telah dapat merasakan berbagai gejala infeksi virus herpes simpleks pada bagian bibir dan dibutuhkan waktu sekitar 10-14 hari bagi sistem kekebalan tubuh Anda untuk menghentikan virus.     Sumber: menshealth
 13 Jul 2019    11:00 WIB
Tanda dan Gejala Herpes Type 1 (HSV)
Hai sahabat!, tahukah kalian bahwa berdasarkan penelitian di Indonesia ini, hampir 50 persen wanita di Indonesia memiliki virus herpes di dalam tubuhnya, baik yang menyadari bahwa ada virus herpes di dalam tubuhnya maupun yang tanpa gejala sama sekali. Herpes adalah virus yang ditularkan secara seksual yang terutama menginfeksi mulut dan alat kelamin. Ini ditransmisikan oleh cairan tubuh - penetrasi tidak diperlukan untuk transmisi, cukup oral-oral atau oral-genital. Ada 2 jenis herpes menular seksual: herpes tipe 1 dan herpes tipe 2. Kedua jenis ini menyebabkan luka dingin yang menyakitkan. Dulu dokter dan peneliti menganggap herpes 1 terutama menginfeksi mulut dan herpes 2 terutama menginfeksi alat kelamin, tetapi kita tahu sekarang bahwa itu hanya bukan kasusnya. Lima puluh persen dari kasus baru herpes genital sebenarnya adalah herpes tipe 1. Lebih dari 90% populasi adalah positif untuk herpes 1 dan sekitar 16% positif untuk herpes 2, tetapi banyak orang tidak tahu mereka positif, karena kebanyakan orang dengan herpes tidak memiliki wabah. HSV-1 adalah infeksi yang sangat menular, yang umum dan endemis di seluruh dunia. Sebagian besar infeksi HSV-1 diperoleh selama masa kanak-kanak, dan infeksi itu seumur hidup. Sebagian besar infeksi HSV-1 adalah herpes oral (infeksi di dalam atau sekitar mulut, kadang-kadang disebut herol orolabial, oral-labial atau oral-facial), tetapi sebagian infeksi HSV-1 adalah herpes genital (infeksi pada genital atau area anal). Pada 2012, diperkirakan 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun, atau 67% dari populasi, memiliki infeksi HSV-1. Diperkirakan prevalensi infeksi tertinggi di Afrika (87%). Sehubungan dengan infeksi HSV-1 genital, 140 juta orang berusia 15-49 tahun diperkirakan memiliki infeksi HSV-1 genital di seluruh dunia pada tahun 2012, tetapi prevalensi bervariasi secara signifikan berdasarkan wilayah. Sebagian besar infeksi HSV-1 genital diperkirakan terjadi di Amerika, Eropa dan Pasifik Barat, di mana HSV-1 terus diperoleh hingga dewasa. Di wilayah lain, misalnya di Afrika, sebagian besar infeksi HSV-1 didapat pada masa kanak-kanak, sebelum usia debut seksual. Tanda dan gejala: Infeksi herpes oral sebagian besar tidak menunjukkan gejala, dan sebagian besar orang dengan infeksi HSV-1 tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Gejala herpes oral termasuk lepuh yang menyakitkan atau luka terbuka yang disebut bisul di dalam atau di sekitar mulut. Luka pada bibir biasanya disebut sebagai "luka dingin." Orang yang terinfeksi sering mengalami sensasi kesemutan, gatal, atau terbakar di sekitar mulutnya, sebelum munculnya luka. Setelah infeksi awal, lepuh atau bisul dapat kambuh secara berkala. Frekuensi kekambuhan bervariasi dari orang ke orang. Herpes genital yang disebabkan oleh HSV-1 dapat asimptomatik atau dapat memiliki gejala ringan yang tidak dikenali. Ketika gejalanya benar-benar terjadi, herpes genital ditandai dengan 1 atau lebih lepuh atau ulkus pada genital atau anal. Setelah episode herpes genital awal, yang mungkin parah, gejalanya mungkin kambuh, tetapi herpes genital yang disebabkan oleh HSV-1 seringkali tidak sering kambuh. HSV-1 terutama ditularkan melalui kontak oral ke oral untuk menyebabkan infeksi herpes oral, melalui kontak dengan virus HSV-1 pada luka, saliva, dan permukaan di dalam atau sekitar mulut. Namun, HSV-1 juga dapat ditularkan ke area genital melalui kontak oral-genital untuk menyebabkan herpes genital. HSV-1 dapat ditularkan dari permukaan oral atau kulit yang tampak normal dan ketika tidak ada gejala. Namun, risiko penularan terbesar adalah ketika ada luka aktif. Individu yang sudah memiliki infeksi herpes oral HSV-1 tidak mungkin terinfeksi HSV-1 selanjutnya di area genital. Dalam keadaan langka, infeksi HSV-1 dapat ditularkan dari ibu dengan infeksi HSV-1 genital kepada bayinya selama persalinan. Saat ini tidak ada obat untuk virus herpes simplex. Namun, dapat dikelola dengan antivirus yang diresepkan. Seperti obat: Acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir adalah tiga antivirus yang paling umum digunakan untuk membantu mengelola HSV-1. Dari ketiganya, asiklovir paling diresepkan untuk HSV-1. Ketiganya membantu dengan memperpendek siklus hidup virus untuk mempercepat waktu penyembuhan untuk gejala sakit dingin. Asiklovir dapat dipakai secara oral atau dioleskan, tetapi rute oral jauh lebih efektif. Asiklovir harus diresepkan oleh dokter. Metode pencegahan yang lebih efektif terhadap infeksi HSV, adalah vaksin. Jadi teman-teman sekalian, bagi kita yang mengalami penyakit HSV, artikel di atas pasti sangat membantu kalian, dan kalau ada tanda mencurigakan di kulit atau mengalami gejala-gejala di atas, jangan ragu atau menunda untuk segera pergi ke Dokter kulit. Salam sehat…!!!   Sumber : www.mymed.com, www.webmd.com, www.plannedparenthood.org, www.health.com, drjengunter.wordpress.com
 13 Nov 2018    11:00 WIB
Ini Dia Perbedaan Antara Jerawat dan Herpes
BentukJerawat biasanya terlihat seperti bisul yang tampak seperti suatu benjolan yang berisi nanah. Sementara itu, herpes tampak seperti suatu benjolan yang berisi cairan jernih (seperti lepuhan). Jerawat biasanya tidak tumbuh berkelompok, sementara herpes biasanya tumbuh berkelompok. LokasiCara lain untuk membedakan jerawat dan herpes adalah lokasi tempat mereka biasa timbul. Jerawat dapat timbul pada daerah wajah, leher, dan bahkan punggung. Akan tetapi, herpes biasanya timbul di dekat daerah mulut, mata, hidung, dan kemaluan dengan bentuk yang menyerupai jerawat.Pada fase awal herpes, kulit anda dapat terasa seperti terbakar, kesemutan atau merasa geli, dan gatal. Daerah kulit yang terkena pun dapat menjadi pecah-pecah. Jerawat jarang menimbulkan rasa nyeri dan gatal bila tidak disentuh. Berkonsultasilah dengan dokter kulit anda bila anda tidak dapat membedakan keduanya.PenyebabJerawat seringkali terjadi akibat adanya minyak yang terjebak di bawah kulit anda. Minyak yang terjebak ini kemudian akan bersatu dan membentuk suatu benjolan atau lepuhan. Jerawat akan membuat kulit berwarna kemerahan dengan bintik putih pada bagian tengah atau atasnya. Herpes dapat terjadi pada daerah mulut (herpes oral) maupun pada daerah kemaluan (herpes genital) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual (termasuk seks oral yang dapat menyebabkan terjadinya herpes oral). Keduanya disebabkan oleh infeksi virus herpes. PengobatanUntuk mengatasi jerawat, bersihkanlah wajah anda secara teratur untuk mengangkat kotoran dan minyak yang merupakan penyebab jerawat. Jangan memencet jerawat anda karena dapat menyebabkan infeksi berat. Jangan menggunakan riasan bila anda sedang berjerawat. Riasan anda dapat mengiritasi kulit anda dan membuat jerawat anda membengkak semakin besar. Jika anda memiliki jerawat pada daerah punggung, maka jangan menggunakan pakaian ketat. Jangan menyentuh wajah anda dengan tangan yang kotor (cucilah tangan anda terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah anda). Untuk mengatasi herpes, anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter anda mungkin akan memberikan anda sabun cuci wajah khusus, salep, dan obat-obatan oral (diminum melalui mulut). Herpes lebih sulit diobati daripada jerawat. Jerawat dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan bila anda mencuci wajah anda secara teratur, akan tetapi herpes membutuhkan pertolongan medis (penggunaan obat-obatan).Sumber: differencebetween
 18 Nov 2017    16:00 WIB
Pemicu Kambuhnya Infeksi Herpes Pada Kemaluan
1.  Hubungan SeksualBeberapa penderita menemukan bahwa gesekan saat berhubungan seksual dapat mengiritasi kulit di daerah kemaluan dan menyebabkan terjadinya kekambuhan infeksi herpes.Gunakanlah pelumas berbahan dasar air untuk membantu mengurangi iritasi pada kulit. Jangan menggunakan pelumas atau kondom yang mengandung spermisida nonoksinol-9. Nonoksinol-9 dapat mengiritasi lapisan mukosa pada vagina.Hindari juga penggunaan pelumas berbahan dasar minyak karena dapat melemahkan lateks sehingga kondom lebih mudah bocor.Walaupun gesekan saat berhubungan seksual dapat memicu timbulnya gejala (kekambuhan), akan tetapi hal ini mungkin tidak akan menyebabkan terjadinya kekambuhan setiap kali anda berhubungan seksual.   2.  Udara Dingin dan Sinar MatahariUdara dingin dan sinar matahari merupakan pemicu terjadinya kekambuhan herpes oral (infeksi herpes pada mulut), walaupun belum ada bukti bahwa kedua hal ini juga dapat memicu terjadinya kekambuhan herpes genital (infeksi herpes pada kemaluan). Hindarilah paparan langsung terhadap udara dingin maupun sinar matahari untuk mencegah terjadinya kekambuhan.   3.  Perubahan HormonalBerbagai perubahan hormonal, seperti saat menstruasi dapat menyebabkan kekambuhan herpes genital. Para ahli masih tidak mengetahui mengapa perubahan hormonal ini dapat memicu kekambuhan.   4.  Tindakan PembedahanBerbagai trauma pada tubuh, seperti saat anda melakukan tindakan pembedahan, dapat membuat gejala infeksi herpes kembali muncul (kambuh).   5.  Sistem Kekebalan Tubuh yang LemahMemiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat infeksi herpes lebih sering kambuh, misalnya penderita HIV lebih sering mengalami kekambuhan infeksi herpes daripada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik.   6.  StressRasa stress dapat membuat infeksi herpes lebih sering kambuh, bahkan rasa khawatir akan infeksi herpes yang anda alami juga dapat memicu kekambuhan. Walaupun stress berat dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan, adanya rasa stress ringan dalam kehidupan anda sehari-hari tampaknya tidak memicu terjadinya kekambuhan.   7.  Pemicu LainnyaMerokok dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan diduga juga dapat memicu terjadinya kekambuhan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Sumber: webmd
 05 Nov 2017    11:00 WIB
7 Cara Menurunkan Resiko Tertular Herpes Pada Kemaluan
Herpes pada kemaluan (herpes genital) merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui vagina maupun anus. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah tertular infeksi herpes ini.   1.  Gunakanlah Kondom Setiap Kali Berhubungan Seksual Menggunakan kondom setiap kali anda berhubungan seksual tidak hanya dapat mencegah penularan herpes tetapi juga berbagai penyakit menular seksual lainny seperti klamidia, gonorea, sifilis, dan bahkan HIV   2.  Tanya Pasangan Anda Sebagian besar penderita herpes genital tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi, oleh karena itu tanyakan pada pasangan anda apakah mereka pernah mengalami infeksi penyakit menular seksual lainnya. Orang yang pernah terinfeksi oleh penyakit menular seksual lain cenderung lebih mudah terinfeksi oleh herpes genital ini. Selain itu, orang yang memiliki banyak pasangan seksual lebih mudah tertular oleh virus herpes ini.   3.  Jangan Berganti-ganti Pasangan Seksual Semakin sedikit pasangan seksual yang anda miliki, maka semakin rendah pula resiko anda tertular virus herpes.   4.  Jangan Berhubungan Seksual Dengan Penderita Jangan berhubungan seksual dengan penderita saat terdapat gejala infeksi herpes (saat penyakit terjadi atau kambuh). Selain itu, bila anda melihat adanya luka pada kemaluan pasangan anda, jangan berhubungan seks dengannya hingga anda yakin bahwa itu bukan disebabkan oleh infeksi penyakit menular seksual.Jangan melakukan seks oral dengan seseorang yang memiliki luka di daerah mulutnya atau orang yang anda ketahui sedang menderita infeksi herpes pada mulutnya karena anda dapat tertular.   5.  Minta Pasangan Anda Memeriksakan Diri Jika anda menduga pasangan anda memiliki resiko tinggi menderita herpes genital, mintalah ia untuk melakukan pemeriksaan sebelum berhubungan seksual. Anda pun dapat ikut melakukan pemeriksaan ini.   6.  Jangan Berhubungan Seksual Saat Mabuk Mengkonsumsi alkohol dan berbagai obat-obatan terlarang dapat menurunkan kemampuan anda menilai ataupun menolak sesuatu sehingga seringkali membuat anda tidak memikirkan akibat tindakan anda (berhubungan seks tanpa kondom).   7.  Jangan Berhubungan Seksual Sebelum Menikah Pencegahan terbaik dari infeksi penyakit menular seksual adalah jangan berhubungan seksual hingga anda menikah dengan pasangan yang juga tidak menderita penyakit menular seksual.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 13 Feb 2017    12:00 WIB
Obat Antivirus Bantu Atasi Infeksi Herpes Pada Kemaluan
Berbagai Pilihan PengobatanPenggunaan obat antivirus dapat membantu orang yang sering mengalami kekambuhan menjadi bebas dari gejala lebih lama (lebih jarang kambuh). Obat antivirus ini juga dapat mengurangi keparahan dan lama berlangsungnya suatu gejala saat kambuh. Penggunaan obat antivirus tidak dapat menyembuhkan penyakit, akan tetapi dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.Terdapat 3 macam obat yang sering digunakan untuk mengobati herpes pada kemaluan (herpes genital), yaitu acyclovir, famciclovir, dan valaciclovir. Semua obat ini tersedia dalam bentuk pil, keculi acyclovir yang juga tersedia dalam bentuk suntik, yang hanya digunakan pada kasus berat.Obat (salep) yang digunakan secara topikal (dioleskan secara langsung pada bagian kulit yang terkena) hanya memberikan sedikit manfaat dan biasanya jarang digunakan.Kapan Pengobatan Dimulai? Terapi Pertama (Awal)Jika anda memiliki luka pada kemaluan saat anda pertama kali didiagnosa menderita herpes, dokter anda biasanya akan memberikan obat antivirus selama 5 hari untuk membantu mengurangi gejala dan mencegah gejala semakin memburuk. Bila setelah 5 hari, luka anda masih belum sembuh, maka dokter akan melanjutkan pemberian obat antivirus selama beberapa hari lagi. Terapi IntermitenDokter anda akan memberikan obat antivirus pada anda sebagai persediaan obat anda, seandainya anda mengalami kekambuhan. Anda dapat mulai mengkonsumsi obat antivirus ini bila terjadi kekambuhan (timbul luka pada kemaluan) atau saat anda merasa bahwa anda akan kambuh. Luka pada kemaluan ini sebenarnya dapat sembuh dan menghilang dengan sendirinya, akan tetapi mengkonsumsi obat antivirus dapat membuat gejala menjadi tidak terlalu berat dan lebih cepat menghilang. Terapi SupresiTerapi supresi biasanya dilakukan bila anda sering mengalami kekambuhan (lebih dari 6 kali dalam 1 tahun), sehingga anda harus mengkonsumsi obat antivirus setiap harinya. Sebuah penelitian menemukan bahwa terapi supresi dapat mengurangi kekambuhan atau malah tidak pernah kambuh sama sekali.Pemberian terapi supresi dilakukan berdasarkan pada seberapa sering kekambuhan terjadi dan apakah cukup berat sehingga dapat mengganggu kehidupan anda sehari-hari.Mengkonsumsi obat antivirus setiap hari juga dapat menurunkan resiko penularan virus pada pasangan anda. Obat antivirus mengurangi kemampuan virus untuk membelah diri dan bertambah banyak pada permukaan kulit.Efek SampingEfek samping obat antivirus biasanya ringan dan para ahli percaya bahwa obat ini aman digunakan dalam jangka waktu lama.Penderita herpes yang melakukan terapi supresi harus melakukan pemeriksaan rutin setidaknya satu kali setahun untuk menentukan apakah pengobatan masih perlu dilanjutkan atau tidak. Kekambuhan Saat Mengkonsumsi Obat AntivirusSebuah penelitian menemukan bahwa virus penyebab herpes genital dapat aktif kembali walaupun penderita tersebut telah mengkonsumsi obat antivirus dosis tinggi. Sumber: webmd
 25 Nov 2016    12:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Herpes Genitalis
Sekarang ini sudah ada obat-obatan yang dapat mengobati infeksi herpes dan mencegah berulangnya infeksi. Akan tetapi, tidak ada obat yang dapat membunuh virus yang sudah ada di dalam tubuh. Jadi, sebenarnya penyakit herpes tidak dapat disembuhkan. Berdasarkan berbagai penelitian, ada 3 jenis obat antivirus yang dapat membantu mengobat infeksi herpes genitalis. Obat antivirus yang dimaksud adalah acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir. Acyclovir merupakan pengobatan lini pertama bagi infeksi virus, termasuk herpes. Acyclovir bekerja dengan membatasi pembelahan diri virus dan penyebaran virus ke sel-sel tubuh lain. Akan tetapi, obat ini tidak dapat mencegah kehancuran sel yang telah terinfeksi oleh virus. Valacyclovir akan dimetabolisme di dalam hati dan usus menjadi acyclovir, sehingga dapat digunakan untuk menurunkan dosis acyclovir. Famciclovir juga bekerja dengan cara menghambat pembelahan diri virus herpes.   Infeksi Pertama atau Kekambuhan Salah satu hal yang mempengaruhi pengobatan apa yang paling sesuai bagi seorang penderita herpes adalah apakah ia pernah mengalami infeksi herpes sebelumnya atau tidak. Infeksi herpes genitalis yang pertama biasanya akan menimbulkan gejala yang paling berat dan seringkali membuat penderitanya merasa tidak enak badan. Infeksi berulang biasanya tidak terlalu menyakitkan dan tidak berlangsung lama. Pengobatan biasanya diberikan secara oral. Regimen pengobatan yang mungkin digunakan untuk mengatasi infeksi herpes pertama pada orang dengan daya tahan tubuh yang normal adalah: Acyclovir 400 mg 3 kali sehari selama 7-10 hari Acyclovir 200 mg 5 kali sehari selama 7-10 hari Famciclovir 250 mg 3 kali sehari selama 7-10 hari Valacyclovir 1 g 2 kali sehari selama 7-10 hari   Sering Mengalami Kekambuhan Orang yang mengalami lebih dari 6 kali kekambuhan setiap tahunnya dan memiliki daya tahan tubuh normal mungkin harus mulai melakukan terapi supresif. Pada terapi supresif ini, penderita harus mengkonsumsi obat setiap hari untuk mengurangi frekuensi kekambuhan. Seiring dengan berlalunya waktu, frekuensi kekambuhan biasanya akan menurun. Penghentian pengobatan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apa saja resiko dan manfaat penghentian obat harian tersebut. Bila Anda tetap memilih untuk mengkonsumsi obat hanya pada saat terjadinya kekambuhan, maka obat harus mulai dikonsumsi pada hari pertama munculnya gejala. Hal ini berarti bahwa Anda harus selalu menyediakan obat antivirus di rumah. Pengobatan biasanya diberikan secara oral. Regimen pengobatan yang biasa diberikan adalah: Acyclovir 400 mg 3 kali sehari selama 5 hari Acyclovir 800 mg 3 kali sehari selama 2 hari Acyclovir 800 mg 2 kali sehari selama 5 hari Famciclovir 125 mg 2 kali sehari selama 5 hari Famciclovir 1000 mg 2 kali sehari selama 1 hari Valacyclovir 500 mg 2 kali sehari selama 3 hari Valacyclovir 1000 mg 1 kali sehari selama 5 hari Regimen terapi supresif yang juga diberikan secara oral adalah: Acyclovir 400 mg 2 kali sehari Famciclovir 250 mg 2 kali sehari Valacyclovir 500 mg 1 kali sehari Valacyclovir 1000 mg 1 kali sehari   Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual   Bila Pasangan Menderita Herpes Bila pasangan Anda menderita herpes sedangkan Anda tidak, maka pasangan Anda mungkin harus menjalani terapi supresif berupa valacyclovir 500 mg sekali sehari untuk mencegah terjadinya penularan. Selain itu, dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim dan jangan berhubungan intim saat terjadi kekambuhan.   Pada Orang Dengan Daya Tahan Tubuh Lemah Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS, leukemia, baru saja menjalani operasi transplantasi, dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi herpes berat. Virus herpes simpleks yang terdapat di dalam tubuh orang-orang ini biasanya resisten terhadap pengobatan antivirus zaman dulu atau lebih sulit diobati. Oleh karena itu, mungkin diperlukan pengobatan lain selain obat antivirus.   Pada Wanita Hamil Wanita yang mengalami infeksi herpes pada saat hamil trimester tiga atau saat melahirkan memiliki resiko yang tinggi untuk menularkan virus herpes simpleks pada bayinya. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda mengenai obat apa yang aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: verywell
 06 Feb 2015    09:00 WIB
Bagaimana Mengobati Herpes Saat Kambuh?
Seperti halnya serangan herpes pertama, pemberian obat antivirus dapat membantu mengatasi gejala dan mengurangi rasa nyeri. Untuk mengatasi rasa gatal Anda dapat mengompres hangat daerah kulit yang terkena atau menggunakan bedak atau losion anti gatal. Jika Anda mengalami nyeri hebat, maka dokter Anda dapat memberikan obat anti depresan atau obat anti kejang untuk membantu mengatasi nyeri. Pengobatan herpes termasuk obat antivirus akan bekerja paling baik saat Anda memulainya sesegera mungkin. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menghubungi dokter Anda bila Anda mengalami berbagai gejala yang Anda duga sebagai herpes. Memperoleh pengobatan secepatnya dapat membantu proses penyembuhan berlangsung lebih cepat dan dapat membantu mencegah terjadinya berbagai komplikasi, seperti gangguan penglihatan bahkan kebutaan bila gejala herpes terjadi di bagian wajah. Selain itu, pengobatan sedini mungkin juga dapat membantu mencegah atau mengatasi nyeri hebat. Jika Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan tidak pernah menerima vaksin, maka pengobatan sedini mungkin merupakan pertahanan terbaik terhadap herpes. Kadangkala, gejala herpes dapat menyerupai dengan gejala infeksi herpes simpleks, yang merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Walaupun lebih sering terjadi di sekitar mulut atau kemaluan, infeksi herpes simpleks juga dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Karena keduanya memiliki cara pengobatan yang berbeda, maka akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan jenis virus sebelum memulai pengobatan.   Sumber: webmd