Your browser does not support JavaScript!
 06 Sep 2019    16:00 WIB
Penghambat Kehamilan Bernama Endometriosis
Keluhan nyeri panggul yang timbul menjelang haid, mencapai puncaknya saat haid dan berhenti setelah haid dan tidak sembuh dengan beragam pengobatan harus diwaspadai sebagai kemungkinan terjadinya endometriosis.  Endometriosis merupakan gangguan system reproduksi wanita. Dimana jaringan endometrium yang seharusnya terdapat pada rahim, tumbuh ditempat lain. Pertumbuhan ini sering terjadi di saluran telur (tuba fallopii), indung telur (ovarium) atau jaringan yang terdapat di panggul maupun dalam rongga perut. Meskipun tidak terdapat di dalam rahim, namun jaringan endometrium ini memiliki karakteristik yang sama dengan jaringan endometrium yang terdapat di dalam rahim yakni mengalami perubahan siklik (mengikuti siklus haid).  Pada saat menstruasi, jaringan ini menebal, meluruh, dan mengalami perdarahan setiap bulan. Karena tidak memiliki saluran pembuangan, darah yang meluruh ini akan terperangkap, dan jaringan yang berada di sekitarnya akan mengalami radang menimbulkan bercak endometriosis. Proses selanjutnya dapat terjadi kista dan membentuk jaringan ikat karena adanya perlengketan dan bekas bercak endometriosis. Permasalahan ini cukup serius, karena endometriosis dapat mengakibatkan terjadinya kemandulan.   Gejala Tidak semua wanita yang mengalami endometriosis akan mengalami gejala. Pada beberapa kasus, kelainan endometriosis ditemukan pada saat melakukan terapi lain, misalnya saat melakukan operasi penutupan saluran telur (untuk keluarga berencana). Gejala yang dapat terjadi diantaranya : Gejala utama adalah nyeri yang timbul saat menjelang dan selama haid. Keluhan ini kadang disertai dengan nyeri punggung dan nyeri abdomen. Rasa nyeri yang muncul tidak berhubungan langsung dengan luasnya bercak endometriosis. Kadang wanita dengan bercak endometriosis luas keluhan nyerinya tidak sehebat penderita endometriosis yang sedang. Tempat dirasakan nyeri biasanya berhubungan dengan lokasi bercak endometriosis. Misalnya nyeri pada saat berhubungan seksual berhubngan dengan bercak endometriosis di vagina, atau nyeri saat buang air besar berhubungan dengan bercak endometriosis di usus, dsb sehingga terkadang menyerupai gejala penyakit lain, seperti gangguan pada saluran cerna, irritable bowel syndrome (IBS). Perdarahan berlebihan, mungkin saja terjadi perdarahan berlebihan pada saat menstruasi (menorrhagia), atau di luar menstruasi (menometorragia). Pada pasien infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya, harus ditegakkan apakah menderita endometriosis atau tidak. Gejala endometriosis biasanya hilang setelah menopause, atau pada saat hamil. Setelah hamil, biasanya gejala ini muncul kembali sesuai dengan waktu menstruasi.   Penyebab Penyebab pasti kelainan ini masih belum diketahui jelas, disebutkan bahwa darah menstruasi yang mengandung sel endometrium, mengalami aliran melalui saluran telur (tuba fallopii), masuk ke rongga abdomen mengalami implantasi dan tumbuh di tempat tersebut. Teori lainnya mengatakan disebabkan karena faktor hormon dan system pertahanan tubuh (imunitas) serta peranan faktor lingkungan terutama zat yang ada dalam polusi seperti dioksin.   Faktor risiko Tidak semua wanita memiliki risiko mengalami penyakit ini. Bagi mereka yang termasuk berisiko sebaiknya waspada dan senantiasa rutin memeriksakan diri ke dokter, terutama jika mengalami keluhan. Faktor risiko yang dialami antara lain adalah : Tidak pernah melahirkan anak Memiliki ibu yang menderita endometriosis Memiliki siklus menstruasi yang kurang dari 28 hari dan perdarahan yang dialami lebih dari tujuh hari. Adanya kelainan bawaan pada rahim, leher rahim, maupun vagina yang dapat memperlambat bahkan menghambat aliran darah menstruasi. Adanya infeksi pada organ yang terdapat dalam rongga panggul Komplikasi kelainan ini terutama adalah terjadinya infertilitas (mandul). Diperkirakan sekitar sepertiga hingga separuh penderita endometriosis kesulitan hamil. Hal ini disebabkan gangguan transportasi telur dari indung telur ke rahim. Serta adanya perlengketan dan proses peradangan mengganggu proses pembuahan oleh sperma. Semakin lama penyakit ini diderita, semakin sulit untuk hamil. Meskipun demikian, kehamilan masih mungkin terjadi, hanya saja mungkin memerlukan waktu dan pengobatan yang memadai. Dokter biasanya menganjurkan agar penderita endometrosis  yang baru menikah untuk tidak menunda kehamilan. Berbagai keluhan yang terjadi sebaiknya dicatat, tidak hanya nyeri pinggang, namun juga nyeri yang terjadi di tempat lain (karena berhubungan dengan lokasi bercak endometriosis). Pencatatan ini perlu bagi dokter untuk menentukan diagnosis dan kemungkinan komplikasi yang terjadi Diagnosis Pemeriksaan yang dilakukan untuk menemukan ada tidaknya endometriosis adalah : pemeriksaan pelvis dan pemeriksaan ultrasonografi. Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada panggul termasuk kista ataunya adanya perlengketan pada rahim (uterus). Namun pemeriksaan utama untuk memastikan endometriosis dengan tindakan laparaskopi diagnostik. Dimana laparaskopi merupakan tindakan bedah minimal invasif dengan pembiusan untuk melihat lokasi, luas serta menentukan stadium endometriosis dan juga dapat untuk terapi.   Pengobatan Pengobatan endometriosis banyak pilihannya namun belum ada yang dapat secara pasti menyembuhkan. Biasanya  dilakukan pengobatan untuk mengatasi nyeri, dengan pemberian anti nyeri oral. Dan bila rasa nyeri sudah tidak dapat diatasi sebaiknya penderita berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang lebih adekuat.  Selain itu dapat dilakukan pemberian pengobatan hormonal untuk menghentikan ovulasi (pengeluaran sel telur) sehingga mengurangi gejala nyeri yang terjadi dan dapat meminimalkan bercak endometriosis yang ada. Jenis hormon yang diberikan diantaranya adalah analog gonadotropin releasing hormone (Gn-RH), danazol, dan obat hormon lainnya.  Untuk mengatasi masalah kesuburan pada endometriosis ringan sedang dapat dilakukan pengobatan pemicu (merangsang) ovulasi,  misalnya dengan pemberian clomiphene atau gonadotropins dan melakukan hubungan pada saat subur dalam siklus menstruasi. Jika dengan pengobatan tersebut tidak di dapatkan hal yang memuaskan, maka tindakan pembedahan dapat menjadi satu pilihan.    Tindakan pembedahan Tindakan ini pembedahan untuk pengobatan endometriosis dapat berupa tindakan pembedahan konvensional dan laparoskopi. Terapi ini bertujuan untuk menghilangkan pertumbuhan sel endometrium dengan membakar bercak endometriosis serta membebaskan perlengketan pada rongga rahim serta melakukan patensi tuba. Untuk penderita endometriosis berat agar didapatkan angka kehamilan yang tinggi dianjurkan untuk melakukan laparaskopi serta pemberian Gn-RH analog selama 3 sampai 6 bulan baru dilakukan pemicu ovulasi. Jika semua metode pengobatan tidak mendapatkan hasil, cara lain yang masih tersedia adalah bayi tabung atau pembuahan di luar rahim.  Pada kasus endometriosis berat dengan keluhan nyeri yang amat sangat, mungkin saja diperlukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) dan kedua indung telur. Tindakan ini memang cukup efektif dalam mengatasi endometrosis, namun merupakan pilihan terakhir jika terapi lain tidak dapat mengatasi gejala, dan dilakukan pada wanita yang sudah punya anak dan tidak lagi berencana memiliki keturunan.  Masalah psikologis juga perlu mendapatkan perhatian. Nyeri yang muncul akan sangat mengganggu, membuat penderita tidak bisa bekerja atau melakukan aktivitas lainnya dengan optimal. Nyeri yang berulang dapat membuat penderita depresi, sehingga diperlukan kesiapan mental bagi penderita untuk menghadapi masalah ini. Dan pada kasus-kasus yang berat dapat dilakukan hipnoterapi maupun konsultasi dengan psikiater. (dr. Ichnandy A. Rachman, SpOG.)
 06 Apr 2019    11:00 WIB
Mengapa Seorang Wanita Bisa Mengalami Endometriosis ?
Hai sahabat kita kembali lagi, di dunia Dokter.ID, salam sehat untuk semua sahabat setia. Hari ini kita akan membahas seputar kaum hawa, dengan penyakit yang bernama Endometriosis. Kalau kalian tahu penulis sekaligus aktris Lena Dunham yang telah berjuang melawan penyakit endometriosis sejak 10 tahun terakhir. Ia mengatakan, pada saat dirinya masih remaja, ia telah menderita periode menstruasi yang tidak teratur, sehingga menyebabkan sakit perut dan kelelahan yang berlebih. Ia semakin terpuruk saat didiagnosis mengidap penyakit endometriosis. Jadi apa sih sebenarnya Endometriosis? Endometriosis, ("endo") adalah masalah kesehatan umum pada wanita. Namanya diambil dari kata endometrium, jaringan yang biasanya melapisi rahim. Endometriosis terjadi ketika jaringan ini tumbuh di luar rahim kita dan di area lain di tubuh kita yang bukan tempatnya. Para peneliti berpikir bahwa setidaknya 11% wanita, atau lebih dari 6 ½ juta wanita di Amerika Serikat, menderita endometriosis. Endometriosis dapat terjadi pada gadis atau wanita yang memiliki periode menstruasi, tetapi lebih sering terjadi pada wanita berusia 30-an dan 40-an. Kita mungkin lebih mungkin terkena endometriosis jika kita: Tidak pernah punya anak. Menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari. Siklus menstruasi pendek (27 hari atau kurang). Anggota keluarga (ibu, bibi, saudara perempuan) dengan endometriosis. Masalah kesehatan yang menghalangi aliran normal darah menstruasi dari tubuh kita selama menstruasi. Paling sering, endometriosis ditemukan pada: Ovarium. Saluran tuba. Jaringan yang menahan rahim di tempatnya. Permukaan luar Rahim. Situs lain untuk pertumbuhan dapat termasuk vagina, leher rahim, vulva, usus, kandung kemih, atau dubur. Jarang, endometriosis muncul di bagian lain dari tubuh, seperti paru-paru, otak, dan kulit. Gejala endometriosis dapat meliputi: Kram menstruasi yang sangat menyakitkan. Rasa sakitnya mungkin bertambah buruk dari waktu ke waktu. Nyeri kronis (jangka panjang) di punggung bawah dan panggul. Nyeri selama atau setelah berhubungan seks. Ini biasanya digambarkan sebagai nyeri "dalam" dan berbeda dari nyeri yang dirasakan di pintu masuk vagina ketika penetrasi dimulai. Nyeri usus. Pergerakan buang air besar atau nyeri saat buang air kecil selama periode menstruasi. Dalam kasus yang jarang terjadi, kita juga dapat menemukan darah di feses atau urin kita. Pendarahan atau bercak di antara periode menstruasi. Ini bisa disebabkan oleh sesuatu selain endometriosis. Jika itu sering terjadi, kita harus mengunjungi dokter kita. Infertilitas, atau tidak bisa hamil. Masalah perut (pencernaan). Ini termasuk diare, sembelit, kembung, atau mual, terutama selama periode menstruasi. Pertumbuhan endometriosis bersifat jinak (bukan kanker). Tetapi mereka masih bisa menyebabkan masalah. Pertumbuhannya juga dapat terus berkembang dan menyebabkan masalah, seperti: Memblokir tuba falopi kita ketika pertumbuhan menutupi atau tumbuh ke dalam ovarium kita. Darah yang terperangkap di indung telur dapat membentuk kista. Radang (bengkak). Membentuk jaringan parut dan adhesi (jenis jaringan yang dapat mengikat organ kita bersama-sama). Jaringan parut ini dapat menyebabkan nyeri panggul dan menyulitkan kita untuk hamil. Masalah di usus dan kandung kemih kita. Kita tidak dapat mencegah endometriosis. Tetapi kita dapat mengurangi peluang mengembangkannya dengan menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh kita. Estrogen membantu mengentalkan lapisan rahim kita selama siklus menstruasi kita. Untuk menjaga kadar estrogen yang lebih rendah di tubuh kita, kita dapat: Bicaralah dengan dokter kita tentang metode pengendalian kelahiran hormonal, seperti pil, patch atau cincin dengan dosis estrogen yang lebih rendah. Berolah raga secara teratur (lebih dari 4 jam seminggu). Ini juga akan membantu kita menjaga persentase lemak tubuh yang rendah. Olahraga teratur dan jumlah lemak tubuh yang lebih rendah membantu mengurangi jumlah estrogen yang beredar di seluruh tubuh. Hindari alkohol dalam jumlah besar. Alkohol meningkatkan kadar estrogen. Tidak lebih dari satu minuman per hari dianjurkan bagi wanita yang memilih untuk minum alkohol. Hindari minuman dalam jumlah besar dengan kafein. Studi menunjukkan bahwa minum lebih dari satu minuman berkafein sehari, terutama soda dan teh hijau, dapat meningkatkan kadar estrogen. Jika kita memiliki gejala endometriosis, ada beberapa cara untuk didiagnosa: Ujian panggul. Selama pemeriksaan panggul, dokter akan merasakan adanya kista besar atau bekas luka di belakang rahim kita. Area endometriosis yang lebih kecil lebih sulit untuk dirasakan. Tes pencitraan (tes skrining). Dokter kita mungkin melakukan USG untuk memeriksa kista ovarium dari endometriosis. Magnetic resonance imaging (MRI) adalah tes pencitraan umum lainnya yang dapat membuat gambar bagian dalam tubuh kita. Obat. Pengendalian kelahiran hormonal untuk membantu mengurangi nyeri panggul selama periode kita. Atau Agonis-agonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH) untuk memblokir siklus menstruasi dan menurunkan jumlah estrogen yang dihasilkan oleh tubuh kita. Agonis GnRH juga dapat membantu nyeri panggul. Laparoskopi. Tidak ada obat untuk endometriosis, tetapi perawatan tersedia untuk gejala dan masalah yang ditimbulkannya. Namun biasanya dokter akan memberikan pilihan, berupa obat atau operasi. So para ladies, jika ada keluhan atau tanda-tanda Endometriosis segera pergi ke dokter yah. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : health.sunnybrook.ca, www.medicalnewstoday.com, www.webmd.com, www.healthline.com, kumparan.com. 
 31 Jan 2019    11:00 WIB
Endometriosis, Si Penyebab Nyeri Haid!
Endometriosis merupakan penyakit kornik. Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rahim. Endometriosis dapat tumbuh pada indung telur, saluran telur, dinding luar rahim, usus, atau berbagai organ lain di dalam perut. Pada kasus yang jarang, endometriosis juga dapat menyebar hingga ke luar perut. Saat seorang wanita yang menderita endometriosis mengalami menstruasi, maka endometriosis juga akan mengalami pertumbuhan, kehancuran, dan perdarahan seperti halnya dinding rahim saat menstruasi. Keadaan inilah yang membuat penderita merasakan nyeri perut beberapa hari sebelum waktu menstruasi dan nyeri ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat menstruasi selesai. Akan tetapi, bila endometriosis tumbuh di area tubuh yang sensitif, maka hal ini dapat menyebabkan nyeri konstan atau nyeri saat melakukan beberapa aktivitas seperti saat berhubungan intim, berolahraga, atau pergerakan usus. Beberapa orang wanita yang menderita endometriosis dapat tidak mengalami gejala apapun. Sementara sejumlah wanita lainnya mungkin akan mengalami gejala ringan hingga berat atau bahkan mengalami kemandulan. Sayangnya, tidak ada hal yang dapat dilakukan untuk memprediksi apakah endometriosis akan semakin memburuk, membaik, atau tetap sama hingga seorang wanita memasuki masa menopause.   Gejala Endometriosis Sejumlah wanita yang menderita endometriosis dapat tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, sejumlah wanita lainnya mungkin dapat mengalami gejala ringan hingga berat. Gejala endometriosis yang biasa ditemukan adalah: Nyeri yang dapat berupa nyeri panggul, kram perut hebat saat menstruasi, nyeri pinggang 1-2 hari sebelum menstruasi dimulai (atau lebih cepat), nyeri saat berhubungan intim, nyeri di daerah anus, dan nyeri perut saat ada pergerakan usus Gangguan kesuburan Perdarahan abnormal, seperti adanya darah di dalam air kemih atau tinja, perdarahan per vaginam di sebelum masa menstruasi dimulai, dan perdarahan per vaginam paska hubungan intim Berbagai gejala ini paling sering memburuk tepat sebelum dan selama masa menstruasi berlangsung. Gejala biasanya akan membaik saat masa menstruasi selesai. Akan tetapi, sejumlah wanita, khususnya para remaja, dapat mengalami nyeri di sepanjang waktu. Ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan gejala yang sama dengan endometriosis. Gangguan kesehatan lain tersebut adalah menstruasi yang memang nyeri, adenomiosis, dan mioma uteri.   Gangguan Kesuburan Sekitar 20-40% wanita yang mengalami gangguan kesuburan atau kemandulan menderita endometriosis. Hingga kini para ahli masih tidak mengetahui secara pasti mengapa endometriosis dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Para ahli menduga hal ini mungkin disebabkan oleh 2 hal, yaitu: Dapat terbentuk jaringan parut pada daerah tempat endometriosis tumbuh dan perubahan bentuk atau fungsi indung telur, saluran telur, atau rahim Endometriosis dapat mengubah susunan zat kimia dan hormon di dalam cairan yang mengelilingi organ di dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan siklus menstruasi atau mencegah terjadinya kehamilan   Gangguan Indung Telur Komplikasi yang paling sering ditemukan pada endometriosis adalah terbentuknya kista pada indung telur. Kista berisi darah ini biasanya disebut dengan kista endometrial. Ukuran kista ini dapat bervariasi mulai dari 1 mm hingga lebih dari 8 cm. gejala kista indung telur ini biasanya sama dengan gejala endometriosis. Selain itu, resiko terjadinya kanker indung telur sedikit lebih tinggi pada wanita yang menderita endometriosis. Kanker indung telur jenid ini paling sering ditemukan pada wanita yang berusia lebih dari 60 tahun.   Baca juga: 5 Penyebab Paling Umum Nyeri Panggul Pada Wanita Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd