Your browser does not support JavaScript!
 10 Feb 2018    16:00 WIB
Hubungan Indeks Glikemik Dengan Diabetes
Apa Itu Indeks Glikemik?Indeks glikemik merupakan suatu ukuran bagi makanan yang mengandung karbohidrat untuk menentukan efek karbohidrat tersebut pada kadar gula darah anda. Semakin rendah indeks glikemik suatu makanan, maka semakin kecil pula efeknya pada kadar gula darah anda (tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang besar) dan sebaliknya. Dengan menentukan indeks glikemik anda tidak perlu lagi menghitung jumlah karbohidrat di dalam makanan tertentu. Indeks glikemik dapat menunjukkan apa dampak sebenarnya dari makanan tersebut terhadap kadar gula darah anda. Nilai indeks glikemik suatu makanan dipengaruhi oleh struktur suatu makanan, jenis zat tepung di dalamnya (amilosa atau amilopektin), dan bagaimana proses pengolahannya. Semakin banyak proses pengolahan suatu makanan, maka semakin tinggilah nilai indeks glikemiknya dan sebaliknya. Pembagian Pengukuran Indeks Glikemik Indeks Glikemik Sangat RendahIndeks glikemik disebut sangat rendah bila suatu makanan tidak memiliki efek sama sekali terhadap kadar gula darah anda (indeks glikemik 0) dan hanya mengandung kurang dari 5 gram karbohidrat sederhana atau bila suatu makanan memiliki indeks glikemik kurang dari 20 dan mengandung kurang dari 7 gram karbohidrat sederhana. Indeks Glikemik RendahIndeks glikemik disebut rendah bila suatu makanan memiliki indeks glikemik kurang dari atau sama dengan 55 atau bila kadar karbohidrat sederhana di dalam makanan tersebut lebih dari 5 gram tetapi kurang dari atau sama dengan 12 gram. Indeks Glikemik SedangIndeks glikemik disebut sedang bila suatu makanan memiliki indeks glikemik antara 56-69. Indeks Glikemik TinggiIndeks glikemik disebut tinggi bila suatu makanan memiliki indeks glikemik lebih dari atau sama dengan 70. Jumlah karbohidrat sederhana suatu makanan adalah hasil pengurangan jumlah karbohidrat total dengan jumlah serat di dalam suatu makanan. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh, yang berpengaruh cukup besar terhadap kadar gula darah anda. Nilai indeks glikemik suatu makanan ditentukan dengan cara mengukur kadar gula darah anda 2 jam setelah mengkonsumsi suatu makanan, yang kemudian akan dibandingkan dengan kadar gula darah 2 jam setelah mengkonsumsi roti putih atau gula pasir. Mengapa Indeks Glikemik Penting?Mengkonsumi diet dengan nilai indeks glikemik yang rendah telah terbukti berhubungan dengan penurunan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes tipe 2, sindrom metabolik (suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar kolesterol total, tekanan darah, kadar gula darah, dan penumpukkan lemak perut yang terjadi secara bersamaan), stroke, depresi, penyakit ginjal kronik, batu empedu, kelainan saraf bawaan, mioma, kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker pankreas. Anda dapat memperoleh berbagai manfaat di atas dengan terus mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan indeks glikemik yang sangat rendah atau rendah. Sumber: whfoods
 08 Jan 2018    11:00 WIB
Komplikasi Diabetes: Pengobatan Nyeri Saraf Diabetikum
Nyeri saraf yang disebabkan oleh diabetes atau yang juga dikenal dengan nama neuropati perifer diabetikum dapat bersifat berat, konstan, dan sulit diobati. Gejala awalnya dapat berupa rasa kesemutan, yang kemudian akan diikuti oleh mati rasa dan nyeri. Untuk mengatasinya, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.   Kendalikan Kadar Gula Darah Anda Hal penting pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi semua komplikasi diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah Anda. Pastikan kadar gula darah Anda selalu dalam batas normal atau mendekati normal dengan mengkonsumsi obat anti diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan.   Konsumsi Obat Anti Nyeri Untuk mengatasi nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri. Jenis obat anti nyeri yang digunakan biasanya tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Bila rasa nyeri tidak terlalu berat, Anda biasanya dapat mengkonsumsi: Obat golongan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen Asetaminofen Capsaicin yang biasa ditemukan dalam bentuk koyo Lidokain krim atau gel. Lidokain merupakan obat bius yang dapat membuat area yang terasa nyeri menjadi mati rasa   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Bila rasa nyeri cukup berat atau Anda tidak tahan dengan efek samping obat anti nyeri di atas, maka dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi nyeri, seperti: Obat antidepresan Obat anti kejang Obat golongan opioid Akan tetapi, ketiga jenis obat di atas memerlukan resep dokter.   Pengobatan Lainnya Selain berbagai obat di atas, ada beberapa pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, seperti: Tindakan pembedahan untuk menghancurkan saraf atau mengeluarkan saraf yang terjepit Memasang implan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri Stimulasi listrik pada saraf   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 05 Jan 2018    08:00 WIB
Tips Berolahraga Untuk Para Penderita Diabetes
Karena olahraga memiliki manfaat yang sangat baik bagi seorang penderita diabetes, maka sangat dianjurkan agar para penderita diabetes rajin berolahraga. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para penderita diabetes sebelum mereka mulai berolahraga seperti di bawah ini.   Ketahui Berapa Banyak Olahraga yang Anda Perlukan Berolahragalah selama 30 menit setiap hari, 5 hari setiap minggunya. Beberapa pilihan olahraga yang dapat Anda lakukan adalah berenang, berdansa, atau memanjat gunung. Intinya adalah pilihlah olahraga yang membuat jantung Anda berdenyut lebih cepat tetapi tidak membuat Anda mencapai batas. Mulailah secara perlahan, misalnya dengan berjalan kaki selama 15 menit 2 kali sehari, kemudian setelah Anda terbiasa, Anda dapat menambahkan lama dan kesulitan olahraga Anda.   Selalu Lindungi Kaki Anda Karena penderita diabetes biasanya mengalami mati rasa pada kakinya, maka sangat penting untuk selalu melindungi kaki Anda selama berolahraga. Hal ini dikarenakan luka pada penderita diabetes biasanya lebih sulit sembuh dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi berbahaya seperti gangrene. Selalu gunakan kaus kaki dan sepatu olahraga setiap kali Anda berolahraga untuk mengurangi resiko terjadinya luka pada kaki, terutama bila Anda mengalami kerusakan saraf atau gangguan sirkulasi. Pastikan ukuran sepatu Anda sesuai dan membuat jari-jari kaki dapat bergerak bebas. Selain itu, selalu periksa kaki Anda setiap hari, bahkan bila Anda tidak berolahraga pada hari itu.   Baca juga: 9 Tips Untuk Hidup Sehat Walaupun Menderita Diabetes   Perhatikan Kadar Gula Darah Anda Olahraga dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda secara langsung dan di sepanjang hari. Jika Anda mengkonsumsi obat anti diabetes atau insulin yang dapat menurunkan kadar gula darah, periksalah kadar gula darah Anda 30 menit sebelum mulai berolahraga, kemudian setiap 30 menit selama Anda berolahraga untuk memastikan kadar gula darah Anda tetap stabil. Pada hari olahraga Anda, jangan menyuntikkan insulin pada tangan dan kaki Anda, suntiklah di bagian tubuh lain. Selain itu, jangan berolahraga saat insulin berada pada efek maksimumnya. Bertanyalah pada dokter Anda kapan insulin mencapai efek maksimumnya karena dapat berbeda-beda tergantung pada dosis obat Anda. Anda diperbolehkan untuk olahraga bila kadar gula darah Anda berada antara 100-250 mg/dl sebelum berolahraga. Bila kadar gula darah Anda kurang dari 100 mg/dl, segera mengemil makanan yang mengandung karbohidrat seperti buah atau biskuit. Bila kadar gula darah Anda mencapai 250 mg/dl atau lebih, periksalah kadar keton pada air kemih. Jika kadar keton tinggi, maka berolahraga bukanlah pilihan yang tepat karena akan membuat Anda merasa tidak enak badan. Bila kadar gula darah Anda mencapai 300 mg/dl, tundalah olahraga hingga kadar gula darah Anda turun. Segera berhenti berolahraga jika Anda: Merasa gemetar, cemas, lemah, atau bingung Berkeringat lebih banyak daripada biasanya Merasa berdebar-debar Mengalami sakit kepala Berbagai gejala di atas dapat merupakan tanda bahwa kadar gula darah Anda menurun atau rendah, yang dapat terjadi selama atau beberapa jam setelah berolahraga.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 15 Nov 2017    18:30 WIB
Lakukan Hal Ini Untuk Turunkan Resiko Diabetes Anda
Walaupun terasa sangat enak; cokelat, biskuit, kue, dan berbagai makanan manis lainnya tidak akan berpengaruh baik pada tubuh Anda. Berbagai makanan manis ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk diabetes. Diabetes merupakan penyakit kronik yang masih belum dapat disembuhkan. Akan tetapi, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah. Selain menurunkan berat badan, perubahan gaya hidup juga dapat membantu. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membantu menurunkan resiko dan mencegah terjadinya diabetes.   Berolahraga Secara Teratur Tetap aktif merupakan salah satu cara terbaik untuk tetap sehat dan dapat mencegah terjadinya diabetes. Menurut sebuah penelitian, orang yang berolahraga selama 150 menit setiap minggunya memiliki resiko diabetes 26% lebih rendah dibandingkan orang yang tidak berolahraga. Dan bagi mereka yang dapat berolahraga selama 300 menit setiap minggunya, resiko diabetes mereka akan menurun 36%. Berjalan kaki merupakan salah satu jenis olahraga yang baik.   Kontrol Porsi Makan Anda Cara lain untuk mencegah terjadinya diabetes adalah dengan menurunkan berat badan Anda atau dengan kata lain Anda harus berdiet. Kunci utama untuk berdiet adalah dengan mengendalikan porsi makan Anda.   Konsumsi Banyak Serat Dengan mengurangi porsi makan berarti Anda membutuhkan hal lain untuk membuat Anda tetap kenyang. Salah satunya adalah dengan meningkatkan konsumsi serat Anda. Meningkatkan konsumsi serat dapat membantu menurunkan berat badan, menurunkan resiko gangguan jantung, dan memperbaiki kadar gula darah Anda. Dengan demikian, Anda pun akan memiliki resiko diabetes yang lebih rendah.   Baca juga: Penyebab dan Gejala Diabetes   Pilih Lemak yang Tepat Kunci sukses lainnya untuk membuat Anda tetap merasa kenyang adalah dengan tetap mengkonsumsi lemak. Akan tetapi, pilihlah lemak yang baik seperti lemak tidak jenuh yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes. Konsumsilah berbagai lemak nabati seperti alpukat, minyak zaitun, dan kacang serta kurangilah konsumsi lemak hewani.   Batasi Konsumsi Gula Tahukah Anda bahwa sebenarnya makan gula tidak akan secara langsung menyebabkan terjadinya diabetes? Yang benar adalah makan terlalu banyak gula akan menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan, yang akan membuat Anda memiliki berat badan berlebih dan obesitas, yang akan meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2. Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi satu gelas atau lebih minuman manis dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes hingga 26%.   Atasi Stress Selain dapat membuat pusing pikiran Anda, stress kronik juga dapat mengganggu kesehatan tubuh Anda. Mengalami stress dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetess. Olahraga dan meditasi biasanya dapat membantu mengatasi stress. Anda juga dapat melakukan berbagai kegiatan yang Anda sukai untuk mengatasi stress.   Tidur yang Cukup Setiap Hari Anda tentunya sudah mengetahui dampak buruk dari kurang tidur bagi kesehatan Anda, akan tetapi tahukah Anda bahwa kurang tidur juga dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes? Hal ini diperkuat oleh hasil dari berbagai penelitian, walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 14 Nov 2017    18:30 WIB
Apa Itu Diabetes Gestasional ?
Diabetes gestasional merupakan suatu keadaan di mana wanita mengalami peningkatan kadar gula darah seperti penderita diabetes, akan tetapi hanya selama kehamilan. Gula darah biasanya kembali normal setelah persalinan.   Apa Efeknya Pada Bayi Anda ? Tingginya kadar gula darah di dalam darah ibu menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh bayi. Kelebihan gula pada tubuh bayi ini akan disimpan sebagai lemak dan menyebabkan bayi anda lebih besar daripada bayi lainnya. Lebih besarnya bayi anda dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi pada bayi anda. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah: Cedera pada bayi saat proses persalinan karena ukurannya yang lebih besar Rendahnya kadar gula darah dan berbagai mineral saat lahir Jaundice (kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan) Kelahiran prematur Gangguan pernapasan sementara Perlu diingat bahwa tidak semua bayi berukuran besar mengalami berbagai komplikasi di atas. Bayi dari ibu yang menderita diabetes gestasional memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes atau obesitas pada suatu saat dalam kehidupannya.   Apa Efeknya Pada Anda ? Diabetes gestasional dapat meningkatkan terjadinya berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah: Keguguran Tekanan darah tinggi atau preeklampsia Kelahiran prematur Selain itu, anda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk persalinan melalui proses pembedahan Caesar karena ukuran bayi anda yang lebih besar daripada jalan lahirnya. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak dapat melahirkan melalui proses persalinan normal. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai resiko dan keuntungan persalinan normal dan Caesar. Setelah persalinan, anda juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2. Gaya hidup sehat dapat membantu mencegah terjadinya diabetes dan obesitas pada anda dan anak anda nantinya.  
 14 Nov 2017    16:30 WIB
Terapi dan Pencegahan Hipoglikemia Pada Diabetes
Hipoglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula di dalam rendah. Hipoglikemia biasanya baru menunjukkan gejala bila kadar gula di bawah 70 mg/dL. Hipoglikemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, terutama oleh obat anti diabetes dan pola makan penderita diabetes. Untuk menentukan diagnosa diabetes dan hipoglikemia, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan bila memungkinkan kadar gula darah puasa. Selain itu, periksalah juga kadar gula darah anda secara teratur bila anda menderita diabetes dan mengalami gejala mirip hipoglikemia. Hindari mengkonsumsi karbohidarat sederhana, terutama bila kadar gula darah anda sering turun setiap kali anda mengkonsumi makanan kaya karbohidrat sederahan. Cobalah untuk makan lebih sering dengan porsi kecil. Hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah anda tetap stabil sepanjang hari. Bila anda sering mengalami serangan hipoglikemia di pagi hari saat bangun tidur, makanlah cemilan sebelum anda tidur. Selain itu, konsultasikan kembali mengenai dosis obat anti diabetes atau insulin yang anda gunakan dengan dokter anda bila anda terus mengalami serangan hipoglikemia.   Apa yang Dapat Saya Lakukan Saat Mengalami Serangan Hipoglikemia ? Beberapa hal yang dapat anda lakukan saat mengalami serangan hipoglikemia adalah: Memakan permen Minum minuman manis atau jus buah atau susu Memakan satu sendok makan madu (letakkan di bawah lidah anda agar lebih cepat terserap) Memakan satu sendok makan gula Periksalah kembali kadar gula darah anda 15 menit setelah mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Bila gejala tidak membaik dan kadar gula darah anda masih di bawah 70 mg/dL, konsumsilah kembali makanan atau minuman manis tersebut sampai kadar gula darah anda normal kembali. Catatlah kapan dan aktivitas apa yang anda lakukan yang kemudian membuat anda mengalami serangan hipoglikemia. Hal ini dapat membantu dokter dalam menentukan dosis obat anti diabetes anda. Segera hubungi dokter anda bila gejala tidak membaik atau bila serangan hipoglikemia terus berulang dalam 1 minggu. Bila anda mengalami gejala hipoglikemia saat sedang menyetir, segera hentikan kendaraan anda dan konsumsilah makanan yang mengandung gula atau manis. Tunggulah selama 15 menit dan ulangi lagi bila gejala tidak membaik. Sebelum kembali menyetir, makanlah makanan yang mengandung protein dan karbohidrat seperti biskuit kacang atau keju. Selalu siapkan permen, biskuit, atau sumber gula dan protein lainnya di dalam mobil anda.   Pencegahan Hipoglikemia Pada Penderita Diabetes Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: Makan secara teratur pada waktu yang telah ditentukan Makan minimal 3 kali sehari dengan cemilan di antara waktu makan Buatlah jadwal makan di mana rentang waktu di antara waktu makan tidak lebih dari 4 atau 5 jam Berolahragalah selama 30 menit sampai 1 jam setelah makan Periksalah dosis obat yang akan anda konsumsi Selalu sediakan permen atau biskuit atau sumber karbohidrat lainnya Periksalah kadar gula darah anda secara teratur   Jika anda sering mengalami gejala hipoglikemia atau mengalaminya beberapa kali dalam 1 minggu dengan aktivitas biasa, segera hubungi dokter anda .  
 14 Nov 2017    12:30 WIB
6 Mitos yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes
Diabetes adalah kondisi kesehatan dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah cukup untuk mengabsorpsi glukosa dari makanan yang dikonsumsi. Ada dua tipe diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin sama sekali dan diabetes tipe 2 terjadi ketika produksi insulin tidak mencukupi kebutuhan. Saat ini jumlah penderita diabetes semakin meningkat di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama dari kematian. Jumlah orang yang meninggal karena disebabkan oleh diabetes lebih banyak dibandingkan angka kematian yang disebabkan HIV dan serangan jantung jika digabungkan. Walaupun sudah banyak orang menderita diabetes, masih banyak mitos yang beredar mengenai penyakit ini.   Berikut adalah beberapa mitos yang beredar mengenai diabetes: 1.  Diabetes bukanlah penyakit yang seriusBanyak orang salah karena percaya bahwa diabetes bukanlah penyakit yang serius. Hal ini menyebabkan orang-orang tersebut tidak peduli untuk mengontrol kadar gula darahnya. Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung dan bagian tubuh yang lainnya. Diabetes merupakan penyakit yang kronik yang membutuhkan pemeriksaan yang teratur. 2.  Diabetes dapat mengakhiri hidup AndaBanyak orang yang terlalu takut jika berbicara mengenai diabetes dan berpikir jika diabetes dapat menyebabkan kematian. Dengan obat-obatan yang baik, alat pemeriksaan gula darah yang mudah digunakan, dan juga tersedia alat suntik insulin yang mudah digunakan jika memang diperlukan, dengan alat-alat tersebut diabetes akan dengan mudah dikendalikan. 3.  Berat badan berlebih menjadi penyebab utama diabetesHal ini tidak selalu benar. Walaupun obesitas dapat menyebabkan diabetes tetapi tidak semua orang obesitas menderita diabetes. Diabetes lebih bersifat diturunkan. Berat badan berkurang atau berlebih tidak menentukan apakah orang tersebut akan menderita diabetes atau tidak dikemudian hari, bahkan banyak orang kurus menderita diabetes. 4.  Diet yang tidak baik dapat menyebabkan diabetesDiet tinggi gula memang dapat meningkatkan resiko terkena diabetes, tetapi jika Anda memang tidak memiliki faktor penyebab lain dari penyakit diabetes maka diet sendiri tidak dapat menyebabkan diabetes. 5.  Untuk semua penderita diabetes, jika Anda tidak memperbaiki kadar gula darah maka akan membutuhkan terapi insulinTidak semua penderita diabetes membutuhkan suntikan insulin. Perlu tidaknya insulin bergantung pada penyakit yang dederita. Diabetes tipe2 dapat dengan mudah dikontrol dengan obat-obatan, diet dan olahraga. 6.  Saat Anda menderita diabetes maka Anda tidak dapat melakukan olahraga Hal ini sangat tidak benar. Sebaliknya saat Anda menderita diabetes Anda justru memerlukan banyak olahraga. Saat kadar gula darah dan insulin tidak seimbang, tubuh Anda akan lemah dan bisa menyebabkan pingsan dan hal ini sering membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat melakukan olahraga. Sumber: magforwomen
 14 Nov 2017    11:30 WIB
Apa Saja Gejala Diabetes Pada Anak?
Anak yang memiliki kadar gula darah tinggi mungkin mengalami diabetes, yang membuatnya memerlukan penanganan secepatnya untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi. Di bawah ini terdapat beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan tingginya kadar gula darah pada seorang anak.   Sering Haus Bila kadar gula di dalam darah tinggi, maka ginjal akan berusaha untuk mengeluarkan kelebihan gula tersebut dari dalam tubuh dalam bentuk air kemih. Akan tetapi, untuk memproduksi cukup banyak air kemih untuk mengeluarkan kelebihan gula tersebut, ginjal harus menarik cairan dari berbagai jaringan tubuh. Hal ini membuat anak menjadi lebih sering buang air kecil, yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi dan anak sering merasa haus.   Sering Lapar Karena tubuh tidak dapat mencerna makanan yang telah dikonsumsi dengan baik, maka anak-anak yang memiliki kadar gula darah yang tinggi juga sering merasa lapar. Rasa lapar merupakan suatu reaksi tubuh untuk memberitahu Anda bahwa tubuh Anda memerlukan kalori untuk bekerja.  Kadar gula darah tinggi tetapi tetap merasa lapar, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan kelebihan gula tersebut lebih banyak dikeluarkan melalui air kemih daripada digunakan untuk sumber energi tubuh.   Penurunan Berat Badan Karena tubuh tidak mampu menggunakan gula yang berada di dalam darah dan tidak dapat menyimpan kelebihan gula dalam bentuk cadangan makanan, maka tubuh akan menggunakan cadangan makanannya, yaitu lemak sebagai sumber tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas, yang membuat anak mengalami penurunan berat badan.   Menderita Infeksi Jamur Bila anak Anda sering atau berulang kali mengalami infeksi jamur pada kemaluan (keputihan), maka hal ini juga dapat merupakan penanda tingginya kadar gula darah pada anak, termasuk pada bayi.  Hal ini dikarenakan jamur memerlukan gula sebagai makanannya, yang membuat pertumbuhan jamur menjadi tidak terkendali pada seseorang yang memiliki kadar gula darah tinggi, termasuk pada anak-anak.   Adanya Gula dan Keton Pada Air Kemih Ditemukannya gula dan keton pada air kemih pada saat dokter melakukan pemeriksaan air kemih juga merupakan penanda tingginya kadar gula darah di dalam tubuh seorang anak.  Adanya gula di dalam air kemih menunjukkan bahwa ginjal berusaha untuk mengeluarkan kelebihan gula di dalam darah melalui air kemih. Sedangkan ditemukannya keton di dalam air kemih merupakan penanda tubuh menggunakan lemak untuk menjalankan fungsinya. Keton merupakan suatu produk sampingan dari proses pencernaan lemak menjadi energi.   Sumber: ehow
 14 Nov 2017    08:30 WIB
Cara Alami Kendalikan Diabetes
Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah meningkat sangat tinggi. Pengobatan reguler dari diabetes mencakup pengobatan insulin untuk mengatur kadar gula darah. Sebenarnya ada cara alami untuk mengobati diabetes dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Artikel berikut ini akan membahas bahan alami apa saja yang dapat digunakan untuk mengendalikan diabetes.   Teh hijauKandungan antioksidan didalam teh hijau dapat menurunkan kadar glukosa didalam darah, mengatur kadar kolesterol dan juga memperkuat imunitas tubuh. Selain itu teh hijau juga diperkaya oleh potasium, vitamin C, fluorine, vitamin B dan elemen yodium yang dapat membantu memerangi diabetes.   BawangMengkonsumsi bawang mentah dapat membantu pankreas memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula darah didalam tuuh. Perasan air bawang juga efektif untuk mengendalikan diabetes tipe 1. Anda dapat menghancurkan bawang kemudian menyaring dan mengambil airnya saja atau Anda dapat mengirisnya dan masukkan irisan bawang tersebut pada segelas air. Konsumsilah campuran tersebut setiap hari.   Cuka apelPara ahli menyarankan untuk menurunkan kadar gula darah sampai 50% dengan mengkonsumsi dua sendok teh cuka apel sebelum makan. Cuka apel mempunyai manfaat yang luar biasa untuk mempertahankan kadar gula darah tubuh tetap stabil bahkan sehabis makan.   FanugreekRasa pahit dari benih fanugreek dapat memerangi penyebab dari diabetes. Anda dapat mengkonsumsi bubuk fanigreek setiap pagi atau Anda bisa merendam benih fanugreek didalam air, biarkan semalaman dan minumlah airnya keesokan paginya. Sumber: healthmeup
 17 Sep 2017    12:00 WIB
Sering Buang Air Kecil? Hati-Hati Diabetes Insipidus
Apa diabetes insipidus itu?Diabetes Insipidus adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih (poliuri). Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Hormon ini dibuat di hipotalamus, kemudian disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior.Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). Apa penyebab dari diabetes insipidus?Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:•  Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik •  Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah •  Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan •  Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak) •  Tumor •  Sarkoidosis atau tuberkulosis •  Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak •  Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis•  Histiositosis X (penyakit Hand-Schuller-Christian) Apa saja gejala dari diabetes insipidus?Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia. Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan. Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan. Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah dan syok. Penderita akan terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari. Apakah pengobatan untuk diabetes insipidus?Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.Vasopresin atau desmopresin asetat (modifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Namun penggunaan obat ini harus hati-hati dan mengikuti petunjuk dokter, karena jika terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri. Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti Chlorpropamide, Carbamazepine, Klofibrat dan berbagai diuretik (Tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak dapat meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. SUmber: heltwell