Your browser does not support JavaScript!
 01 Mar 2019    08:00 WIB
Nutrisi Buah Ara Baik Untuk Diabetes
Kandungan Nutrisi di Dalam Buah AraSetiap 100 gram buah ara mengandung 250 kalori. Buah ara terutama mengandung karbohidrat, kalsium, dan serat. Selain itu, buah ara juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, zat besi, magnesium, kalium, fosfor, dan berbagai antioksidan.1.  Mencegah KankerBuah ara mengandung banyak antioksidan, yaitu katekin, rutin, dan asam klorogenik yang dapat menghambat metabolisme sel-sel karsinogenik. Antioksidan ini juga melindungi sel-sel tubuh yang sehat dari efek berbahaya radikal bebas. Banyaknya serat yang terdapat di dalam buah ara telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara dan kanker usus besar secara signifikan.2.  Menutrisi KulitBuah ara mengandung banyak vitamin C dan vitamin B yang dapat membantu menutrisi dan meremajakan kulit. Buah ara juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi kulit dari oksidasi radikal bebas. Kandungan zat antiinflamasi (anti radang) di dalam buah ara dapat mengurangi pembentukan jerawat dan bisul. Asam lemak omega 3 yang terdapat di dalamnya juga dapat digunakan sebagai pelembaba kulit.3.  Menurunkan Kadar KolesterolMengkonsumsi buah ara dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner. Buah ara juga mengandung banyak pektin (serat larut air) yang dapat membantu menyerap dan mengeluarkan kolesterol dari dalam tubuh tanpa mempengaruhi tubuh anda. Mengkonsumsi daun buah ara juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida.4.  Baik Bagi Penderita DiabetesDaun buah ara ternyata bermanfaat bagi penderita diabetes dengan cara menurunkan kebutuhan insulin yang diperlukan untuk menstabilkan kadar gula darah. Selain itu, kalium di dalam daun buah ara juga dapat membantu mengendalikan kada gula darah dan membantu mencegah terjadinya peningkatan kadar gula darah.5.  Manfaat LainnyaBerbagai manfaat lain dari buah ara bagi kesehatan anda adalah:•  Membantu mencegah terjadinya degenerasi makula akibat penuaan (karotenoid)•  Menurunkan resiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan membantu memperbaiki mood (kalium)•  Teh daun buah ara baik dikonsumsi oleh penderita bronkitis dan asma untuk membantu meredakan gejala serta membantu mengatasi nyeri tenggorokan•  Membantu perkembangan dan menguatkan tulang (kalsium)•  Membantu memperbaiki tulang yang rusak atau retak (fosfor)•  Membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit (serat)Sumber: foodtofitness
 11 Feb 2019    10:00 WIB
Hubungan Antara Hepatitis C dan Diabetes
Hepatitis C merupakan infeksi virus hepatitis C pada hati yang menyebabkan hati membengkak akibat peradangan pada sel-sel hati. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati.Virus hepatitis C dapat ditularkan melalui darah. Tidak ada vaksin yang dapat mencegah terjadinya infeksi virus hepatitis C ini. Hati merupakan organ yang berfungsi untuk membantu pencernaan makanan, tempat penyimpanan cadangan makanan (gula/glukosa), mencegah terjadinya infeksi, dan membuang berbagai zat beracun dari dalam tubuh.Hubungan Hepatitis C dan DiabetesSelain mengganggu fungsi hati, hepatitis C ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi akibat hepatitis C kronik (penyakit telah terjadi dalam waktu yang lama). Hal ini terjadi akibat gangguan salah satu fungsi hati yaitu gangguan penyimpanan glukosa, di mana hati tidak mampu menyimpan kelebihan glukosa di dalam darah sehingga kadar gula darah meningkat (hiperglikemia). Sebaliknya, diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya hepatitis C. Hal ini terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam waktu lama menyebabkan hati harus bekerja lebih keras hingga akhirnya meradang. Menurut the American Diabetes Association(ADA), sekitar 80% penderita diabetes mengalami penumpukkan glukosa yang berlebihan pada hati yang menyebabkan hati lebih sulit melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi virus hepatitis C.Terapi Insulin dan Hepatitis CInsulin merupakan salah satu obat diabetes yang banyak digunakan, terutama bila kadar gula darah anda tidak dapat dikendalikan dengan pemberian obat anti diabetika oral. Akan tetapi, bila anda juga menderita hepatitis C, maka penggunaan insulin mungkin harus kembali dipertimbangkan. Insulin dapat menyebabkan perubahan metabolisme hati dan menurunkan kemampuan hati untuk melawan berbagai infeksi. KomplikasiMenderita diabetes dan hepatitis C dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi lain, seperti sirosis hati (menyebabkan peningkatan kadar insulin yang dapat mempengaruhi pengobatan diabetes) dan gagal hati yang dapat berakibat fatal. Anda mungkin membutuhkan tindakan transplantasi hati untuk mengatasi kedua komplikasi berbahaya ini. Walaupun tidak semua penderita hepatitis C akan mengalami diabetes dan sebaliknya, akan tetapi mereka tetap memiliki resiko yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penderita dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin sehingga dapat mendeteksi gangguan lain sedini mungkin dan memperoleh pengobatan secepatnya. Sumber: healthline
 10 Feb 2019    11:00 WIB
Gaya Hidup Menyebabkan Asam Urat dan Diabetes
Perubahan gaya hidup membuat semakin meningkatnya penderita berat badan berlebih dan obesitas. Hal ini juga menyebabkan peningkatan angka kejadian penyakit diabetes dan gout. Gout merupakan suatu radang sendi yang disebabkan oleh berlebihannya kadar asam urat di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya nyeri hebat mendadak, pembengkakan dan kemerahan pada sendi. Artritis gout paling sering mengenai sendi ibu jari kaki, akan tetapi juga dapat mengenai sendi kaki, pergelangan kaki, lutut, sendi tangan, dan pergelangan tangan. Diabetes merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah, yang dapat disebabkan oleh makan terlalu banyak dan kurang banyak bergerak. Gout dan diabetes tipe 2 seringkali terjadi secara bersamaan pada orang dengan kondisi fisik tertentu, terutama pada penderita obesitas. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu anda mengurangi resiko terjadinya gout dan diabetes.   Turunkan Berat Badan Untuk mencegah gout, diabetes tipe 2, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, menjaga berat badan anda merupakan salah satu hal yang penting. Selain itu, menjaga lingkar perut anda juga sangat penting, terutama bila BMI (body mass index) anda berada di antara 25-34.9. Lingkar perut yang dianjurkan pada wanita adalah 89 cm dan 101 cm pada pria.   Olahraga Teratur Berolahraga secara teratur dapat membantu mengendalikan berat badan anda dan dapat menurunkan tekanan darah anda. Kedua hal ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat anda dan dengan demikian dapat menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, berolahraga juga memperbaiki kadar gula pada penderita intoleransi glukosa yang beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Seorang ahli menganjurkan agar anda melakukan olahraga sedang selama 30 menit selama setidaknya 5 hari dalam seminggu. Jika anda sedang mengalami serangan gout atau mengalami kerusakan sendi akibat masalah berat badan, maka jenis dan lama olahraga yang boleh anda lakukan pun menjadi terbatas. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai olahraga apa yang boleh anda lakukan dan berapa lama sebelum anda mulai berolahraga.   Berhenti Mengkonsumsi Alkohol Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 2-4 gelas minuman beralkohol setiap minggunya meningkatkan resiko terjadinya gout sebanyak 25%. Resiko terkena gout bahkan meningkat sebanyak 200% pada orang yang mengkonsumsi bir sebanyak 2 gelas setiap harinya. Bir dan minuman beralkohol lainnya diduga dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Akan tetapi, tidak demikian dengan wine. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan tidak terkendali (binge) juga merupakan salah satu faktor resiko utama gout. Selain menurunkan resiko gout, mengurangi 2 gelas bir setiap harinya juga dapat menurunkan berat badan lebih cepat dan dengan demikian juga dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Hindari Minuman Manis Sebuah penelitian menemukan bahwa minuman yang dimaniskan dengan gula atau mengandung fruktosa cukup tinggi, seperti pada minuman soda, dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Bahkan jus jeruk pun dapat meningkatkan resiko terjadinya gout. Menghindari konsumsi minuman manis juga merupakan salah satu cara yang baik untuk mengurangi jumlah kalori dalam diet anda, menurunkan berat badan anda, dan memperbaiki kadar gula darah anda (bila anda menderita diabetes).   Diet Gout Diet gout merupakan diet yang bertujuan untuk mengendalikan produksi asam urat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin. Makanan tinggi purin menyebabkan peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh. Beberapa makanan tinggi purin adalah hati atau jeroan lainnya, ikan teri, lobster, udang, kerang, ikan haring, ikan mackerel, sapi, babi, dan domba. Bukan berarti anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi berbagai makanan di atas, anda hanya perlu untuk membatasinya menjadi 1 porsi setiap harinya.   Susu dan Produk Susu Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi susu skim atau susu rendah lemak atau memakan produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan resiko terjadinya gout. Selain itu, mengkonsumsi produk susu rendah lemak juga dapat membantu menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.   Sumber: webmd
 16 Dec 2018    08:00 WIB
Kayu Manis dan Diabetes
Kayu Manis dan DiabetesTerdapat 2 jenis kayu manis, yaitu kayu manis Ceylon dan kayu manis cassia. Kayu manis cassia merupakan jenis kayu manis yang sering digunakan untuk memasak dan merupakan jenis kayu manis yang digunakan untuk meneliti adanya hubungan antara kayu manis dengan diabetes. Pada diabetes tipe 2, hormon insulin tidak dapat bekerja dengan maksimal dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan resistensi insulin. Pada sebuah penelitian lainnya, peserta diminta untuk mengkonsumsi 1-6 gram kayu manis selama 40 hari, di mana 1 gram kayu manis ini setara dengan setengah sendok teh kayu manis. Para peneliti kemudian menemukan bahwa kayu manis ini dapat menurunkan kadar kolesterol para peserta hingga sekitar 18% dan menurunkan kadar gula darah hingga 24%. Akan tetapi, ada pula penelitian di mana kayu manis tidak menunjukkan kedua manfaat tersebut.Bolehkah Penderita Diabetes Mengkonsumsi Kayu Manis?Tampaknya kayu manis aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, akan tetapi penderita kerusakan hati sebaiknya berhati-hati karena kayu manis dalam jumlah besar dapat meningkatkan berbagai gangguan hati.Apakah Kayu Manis Dapat Berinteraksi Dengan Obat?Karena kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah, maka berhati-hatilah saat anda menggunakannya dengan suplemen atau obat yang juga berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, terutama saat anda berencana untuk berolahraga. Beberapa suplemen yang dapat berinteraksi dengan kayu manis adalah:•    Asam alfa lipoik•    Kromium•    Bawang putih•    Ginseng Siberia Berhati-hatilah saat anda mengkonsumsi kayu manis bersamaan dengan obat-obatan yang juga mempengaruhi hati karena dapat meningkatkan resiko gangguan hati. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi kayu manis, terutama bila anda juga mengkonsumsi obat-obatan tertentu.Sumber: webmd
 05 Dec 2018    11:00 WIB
Apakah Labu Bermanfaat Untuk Diabetes?
Diabetes merupakan penyakit yang sangat kompleks, dan diabetes sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, banyak masalah kesehatan yang akan terjadi. Oleh karena itu jenis makanan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes sangatlah penting. Makanan yang malalui proses haruslah dihindari sebisa mungkin. Perbanyak konsumsi makanan alami. Jenis makanan seperti brokoli, salmon, sarden adalah beberapa jenis makanan yang harus dimasukkan pada menu diet penderita diabetes. Jadi apakah labu baik untuk penderita diabetes? Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh penderita diabetes. Kabar baiknya adalah labu yang merupakan keluarga cucurbitaceae adalah salah satu jenis makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Makanan lain yang termasuk dalam keluarga cucurbitaceae adalah mentimun dan melon. Ada banyak sekali cara pengolahan labu, bisa dengan steam, panggang, rebus dan bakar. Labu juga sangat disukai dalam bentuk mashed. Selain itu labu juga bisa disajikan dalam bentuk sup, pie dan puree. Labu kaya akan vitamin A dan C, potasium, asam folat dan protein. Selain itu labu juga kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh. Berikut adalah manfaat labu untuk penderita diabetes. Kaya akan vitamin C Vitamin C sangat dibutuhkan untuk mengontrol diabetes melitus, dengan cara menstimulasi keluarnya insulin pada pasien diabetes. Vitamin C merupakan sumber yang baik untuk menstimulasi pengeluaran insulin tubuh dan ketika dikonsumsi secara oral akan sangat membantu mengontrol diabetes.  Zat besi dan lemak tidak jenuh Biji labu sangat kaya akan zat besi dan lemak tidak jenuh yang sangat baik untuk jantung. Inilah alasan mengapa labu sangat baik untuk diabetes. Anda bisa mengkonsumsi biji labu sebagai taburan salad atau sebagai kudapan yang renyah.  Antioksidan Ketika produksi insulin menurun didalam tubuh, hal ini juga bisa mempengaruhi kadar karbohidrat, lemak, protein dan metabolisme. Banyak studi yang membuktikan jika stress oksidatif dapat menyebabkan gangguan metabolik. Karena labu mengandung antioksidan yang tinggi maka labu sangat baik untuk melawan stress oksidatif yang dapat menimbulkan masalah pada penderita diabetes. Asam folat Disfungsi endotelial tang sering terjadi pada penderita diabetes akan menurunkan kadar nitrit oksida didalam tubuh. Asam folat dapat membalikkan proses ini dan memungkinkan asam nitrit didalam endotelial berfungsi dengan baik.   Sumber: boldsky
 14 Nov 2018    08:00 WIB
9 Tips Untuk Hidup Sehat Walaupun Menderita Diabetes
Mengapa Anda Perlu Mengendalikan Kadar Gula Darah Anda? Diabetes merupakan penyakit kronik yang mempengaruhi proses produksi insulin di dalam tubuh dan bagaimana respon tubuh terhadap insulin tersebut. Insulin merupakan suatu zat kimia yang membuat gula dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh Anda dan menyediakan energi bagi proses metabolisme sel. Jika sel-sel tubuh Anda menjadi resisten terhadap insulin atau jika tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup banyak insulin, maka keadaan ini akan menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan fisik dan mental Anda. Jika keadaan ini terus berlangsung tanpa pengobatan, maka kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya penyakit arteri perifer, kerusakan pada saraf di kaki, penurunan fungsi penglihatan, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh Anda walaupun telah terdiagnosa menderita diabetes.   1.      Ketahui Gejala Hiperglikemia Hiperglikemia merupakan suatu keadaan di mana kadar gula darah di dalam tubuh meningkat melebihi batas normal. Gejala hiperglikemia sebenarnya berbeda-beda di antara orang yang satu dengan yang lainnya dan bahkan dapat berbeda antara serangan hiperglikemia yang satu dengan serangan hiperglikemia lainnya. Walaupun demikian, terdapat beberapa gejala hiperglikemia yang cukup sering ditemukan pada hampir semua orang yang pernah mengalaminya. Beberapa gejala tersebut adalah: Merasa lebih lapar atau lebih haus daripada biasanya Lebih sering buang air kecil daripada biasanya Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil Merasa sangat lelah atau mengantuk atau tidak bertenaga Tidak dapat melihat dengan jelas atau melihat suatu lingkaran putih saat melihat cahaya Sangat penting bagi seorang penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darahnya karena kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf di dalam tubuh Anda. Selain itu, gangguan sirkulasi darah juga dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi, gangguan jantung, stroke, kebutaan, amputasi kaki, gangguan ginjal, dan gangguan fungsi seksual.   2.      Batasi Konsumsi Minuman Beralkohol Minuman beralkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk memproduksi gula darah. Oleh karena itu, mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi sangat rendah (hipoglikemia) yang dapat membahayakan jiwa Anda.   3.      Turunkan Berat Badan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin, yang membuat kadar gula darah sulit dikendalikan. Selain itu, memiliki berat badan berlebih juga dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan meningkatkan resiko terjadinya gangguan ginjal atau stroke. Menurunkan berat badan dapat membantu Anda mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengetahui program diet mana yang paling tepat bagi Anda.   4.      Siapkan Cemilan Sehat Untuk berjaga-jaga, dianjurkan agar seorang penderita diabetes selalu membawa cemilan sehat untuk mengatasi hipoglikemia, bila terjadi. Pilihlah berbagai jenis makanan yang mengandung 15 gram karbohidrat di setiap porsinya, yaitu gandum, buah, dan sayuran.   5.      Makanan Bebas Gula Bukan Berarti Bebas Karbohidrat dan Kalori Walaupun berbagai jenis makanan bebas gula harus mengandung kurang dari 0.5 gram gula di setiap porsinya, akan tetapi hal ini bukan berarti makanan tersebut bebas dari karbohidrat dan kalori.   6.      Berolahraga Secara Teratur Tahukah Anda bahwa berjalan kaki merupakan salah satu jenis olahraga dan yang cukup bagus pula? Berjalan kaki merupakan olahraga yang aman bagi otot dan persendian Anda dan jarang sekali menyebabkan terjadinya hipoglikemia. Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih sensitif terhadap insulin, membantu menurunkan berat badan, dan membantu mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Beberapa jenis olahraga lain yang juga dapat menjadi pilihan bagi seorang penderita diabetes adalah berenang, bersepeda, jogging, yoga, dan angkat beban. Akan tetapi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mulai berolahraga.   7.      Perhatikan Kesehatan Kaki Anda Untuk menjaga kesehatan dan aktivitas harian Anda, maka sangat penting bagi Anda untuk merawat kaki Anda. Kaki Anda sangat rentan terhadap kerusakan saraf akibat diabetes yang Anda alami dan gangguan sirkulasi yang terjadi akibat diabetes. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah mengalami luka yang sulit sembuh dan bahkan terinfeksi. Luka yang tidak kunjung sembuh dan malah semakin dalam, akan dapat membuat Anda kehilangan kaki Anda (amputasi). Hal ini tentu saja akan sangat membatasi aktivitas fisik Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga kesehatan kaki Anda dengan menggunakan sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki Anda dan gunakanlah kaos kaki atau stoking untuk mengurangi gesekan antara kaki Anda dengan sepatu. Selain itu, pastikan Anda juga selalu memeriksa keadaan kaki Anda setiap malam untuk mengecek ada tidaknya luka lecet atau iritasi kulit lainnya.   8.      Periksa Kesehatan Mata Anda Secara Teratur Diabetes merupakan penyebab utama kebutaan di Amerika. Akan tetapi, sebenarnya beberapa jenis gangguan mata dapat diobati bila diketahui lebih dini. Salah satu gangguan mata yang paling berat adalah retinopati, sebuah penyakit yang disebabkan oleh perdarahan di bagian belakang mata yang dapat menyebabkan pandangan menjadi kabur dan menimbulkan luka parut permanen pada retina. Selain itu, seorang penderita diabetes juga lebih rentan terhadap katarak dan penglihatan ganda. Oleh karena itu, periksalah kesehatan mata Anda setiap tahun sekali untuk mendeteksi sedini mungkin berbagai gangguan mata yang terjadi.   9.      Perhatikan Kadar Gula Darah Anda Saat Hamil Bila Anda menderita diabetes dan hamil, maka Anda dan bayi Anda pun memiliki resiko kesehatan  yang besar. Bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita diabetes memilikii resiko yang lebih tinggi untuk mengalami kelainan bawaan dan lahir mati. Akan tetapi, banyak gangguan yang dapat Anda hindari bila Anda mengendalikan kadar gula darah Anda (mendekati nilai normal) sebelum dan selama kehamilan berlangsung. Kadar gula darah ini sangat perlu diperhatikan pada 3 bulan pertama kehamilan (12 minggu pertama) karena pada saat inilah organ-organ bayi sedang dibentuk. Selain itu, menjaga kadar gula darah Anda tetap mendekati batas normal juga dapat menurunkan resiko bayi Anda terlahir dengan sangat besar dan membuat proses persalinan menjadi lebih mudah.   Sumber: sheknows
 27 Oct 2018    11:00 WIB
Sudahkah Sobat Mengenali Jenis-Jenis Diabetes ?
Halo Sahabat, tahukah kalian apa itu Diabetes, yuk kita pelajari. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang dikenal dengan sebutan umum yaitu penyakit kencing manis atau penyakit peningkatan gula darah yang disebabkan oleh gangguan pada kinerja insulin. Sedang insulin (hormon polipeptida) adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh Pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia, untuk mengatur metabolisme karbohidrat dalam tubuh secara teratur. Jadi ketika seseorang terserang diabetes mellitus, ia tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Pada dasarnya semua jenis diabetes mellitus memiliki kesamaan. Biasanya, tubuh anda memecah gula dan karbohidrat yang anda makan menjadi gula khusus yang disebut glukosa. Glukosa mengisi sel-sel dalam tubuh anda. Tetapi sel membutuhkan insulin, hormon, dalam aliran darah anda untuk mengambil glukosa dan menggunakannya untuk energi. Sedangkan diabetes mellitus, membuat tubuh anda tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya, bisa juga  kombinasi keduanya. Karena sel-sel tidak dapat mengambil glukosa, sel-sel itu menumpuk di dalam darah anda. Sehingga Kadar glukosa darah menjadi tinggi dan dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, atau sistem saraf anda. Itu sebabnya jika diabetes tidak ditangani pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf terutama saraf kaki. Sekarang mari kita selidiki lebih dalam jenis-jenis Diabetes: Pertama Diabetes tipe 1 atau disebut juga diabetes yang bergantung pada insulin (IDDM) insulin dependent diabetes mellitus .Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur, namun mayoritas pasien diabetes tipe satu adalah anak-anak   . Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun. Ini disebabkan oleh tubuh yang menyerang pankreasnya sendiri dengan antibodi. Seseorang yang terkena diabetes tipe 1, pankreasnya rusak dan tidak dapat menghasilkan insulin. Jenis diabetes ini mungkin disebabkan oleh predisposisi genetic (faktor keturunan). Penderita diabetes tipe 1, mengalami beberapa kerusakan pada pembuluh darah kecil seperti di mata yang disebut (retinopati diabetik), saraf (neuropati diabetes), dan ginjal (nefropati diabetik). Bahkan yang lebih serius adalah peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Perawatan untuk diabetes tipe 1 melibatkan pengambilan insulin, yang perlu disuntikkan melalui kulit ke dalam jaringan lemak di bawah. Metode menyuntikkan insulin meliputi beberapa hal, yaitu : 1.Suntikan 2.Pena insulin yang menggunakan kartrid yang diisi sebelumnya dan jarum halus 3.Jet injector yang menggunakan udara bertekanan tinggi untuk mengirim semprotan insulin melalui kulit 4.Pompa insulin yang mengeluarkan insulin melalui selang fleksibel ke kateter di bawah kulit perut Memiliki diabetes tipe 1 memang membutuhkan perubahan gaya hidup yang signifikan seperti, Sering menguji kadar gula darah Anda secara efektif, terutama saat banyak makan atau saat setelah suntikan insulin, maka itu perlu memilih makanan dengan cermat dan tepat serta diimbangi dengan olah raga yang rutin. Penderita diabetes tipe 1 dapat menjalani kehidupan yang panjang dan aktif jika mereka memonitor glukosa mereka dengan hati-hati, menjalani gaya hidup yang sehat, dan mematuhi rencana perawatan. Kedua, Diabetes tipe 2, ini adalah bentuk diabetes yang paling umum, terhitung 95% kasus diabetes terdapat pada orang dewasa. Biasanya ini terdapat pada orang-orang yang kelebihan berat badan, karena kegemukan bisa menyebabkan resistensi pada insulin. Pada diabetes tipe 2, pankreas harus bekerja sangat keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Walau pada akhirnya, tetap saja insulin yang dihasilkan tidak cukup untuk menjaga kadar gula dalam tubuh tetap normal. Hal ini terutama terjadi di bagian lemak, hati, dan sel-sel otot Diabetes tipe 2 sering merupakan bentuk diabetes yang lebih ringan daripada tipe 1. Namun demikian, diabetes tipe 2 masih dapat menyebabkan penyakit komplikasi, terutama menyerang pembuluh darah terkecil di tubuh yang menyebabkan gagal ginjal, rusak saraf, dan mata, juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sayangnya tidak ada obat untuk diabetes. Tetapi Diabetes tipe 2 dapat dikontrol dengan menjaga berat badan tetap normal, olahraga rutin, menjaga pola makan yang sehat, dan mengkonsumsi obat diabetes secara teratur. Yang terakhir adalah Diabetes Melitus Gestational (DMG), yaitu diabetes yang hanya terjadi pada masa kehamilan. Ini sering didiagnosis pada kehamilan tengah atau akhir. Karena kadar gula darah yang tinggi pada ibu disirkulasikan melalui plasenta ke bayi, diabetes gestasional harus dikontrol untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam janin. Diabetes Gestational biasanya sembuh sendiri setelah kehamilan, kecuali jika si ibu memang ada riwayat Diabetes tipe 1 atau tipe 2. Memiliki diabetes gestasional menempatkan ibu pada risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari, maupun menimbulkan risiko terhadap perkembangan janin dan risiko kesehatan bayi yang baru lahir di kemudian hari. Resiko pada bayi adalah mengalami kenaikan berat badan abnormal sebelum kelahiran, organ pernapasan pun bermasalah saat lahir, mengalami penyakit kuning, bahkan cacat ataupun meninggal. Risiko untuk ibu termasuk membutuhkan operasi caesar karena bayi terlalu besar, serta kerusakan pada jantung, ginjal, saraf, dan mata. Disarankan Menjalani perawatan rutin semasa kehamilan dan konsultasi dengan dokter kesehatan Anda memang diperlukan namun juga perlu diseimbangkan dengan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan rendah kalori, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Selain itu, Anda pun dianjurkan untuk mengonsumsi camilan yang bernutrisi dan memiliki nilai gizi yang cukup untuk ibu hamil, perhatikan juga porsi saat Anda makan. Olah raga ringan seperti senam hamil, jalan kaki, naik sepeda, ataupun berenang dan mengontrol kenaikan berat badan semasa kehamilan. Dan tahukan anda berdasarkan Data International Diabetes Federation (IDF) , jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.  Dan Menurut data pada tahun 2015 dari Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang. Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik dari peringkat 7 menjadi peringkat ke 4 teratas, di tahun 2016 pun Indonesia masih berada di urutan ke 4 negara pengidap diabetes tertinggi di dunia setelah India, China, dan Amerika Serikat. Organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organisation) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia akan terus melonjak, dari semula 8,4juta orang di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3juta orang di tahun 2030. Secara garis besar itulah penjelasan tentang 3 jenis penyakit kronis diabetes mellitus, semoga masyarakat Indonesia makin menyadari betapa bahayanya penyakit Diabetes yang hari demi hari makin bertambah jumlah penderitanya dan mulai menjalani pola hidup sehat dari sekarang.   Sumber : www.webmd.com
 14 Sep 2018    11:00 WIB
Penyakit Kulit Yang Paling Sering Menyerang Diabetes Tipe 2
Pasien dengan diabetes mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena masalah kulit, atau dari komplikasi kulit yang tidak diketahui lebih awal, lebih sering disebabkan oleh penurunan sensasi pada kulit. Kebanyakan kondisi kulit dapat dicegah dan diobati dengan baik jika ditemukan pada tahap awal. Tetapi jika masalah kulit tersebut tidak mendapat perhatian yang baik, sebuah kelainan kulit minor pada penderita diabetes dapat berubah menjadi kondisi yang berat dan membawa komplikasi yang serius. Kondisi kulit yang terkait dengan diabetes: Skleroderma diabetikum Kondisi ini menyebabkan penebalan pada kulit di bagian leher dan punggung atas. Kondisi ini sangat jarang terjadi pada diabetes tipe 2. Pengobatan memerlukan kadar gula darah yang stabil. Losion dan pelembab terkadang dapat membantu melembutkan kulit Diabetik dermopati Disebut juga shinspot, kondisi ini berkembang sebagai akibat dari perubahan suplai aliran darah ke kulit. Dermopati terlihat seperti lesi berbentuk melingkar atau oval yang mengkilat, biasanya muncul di permukaan kulit yang tipis misalnya di bagian bawah kaki. Lesi tidak terasa sakit walaupun terkadang dapat menimbulkan rasa gatal maupun sensasi terbakar. Biasanya tidak dibutuhkan terapi khusus. Diabetik bulosa Pada kasus yang jarang terjadi, pengidap diabetes sering mengalami lesi berbentuk bulosa. Lesi bulosa ini dapat terjadi di daerah jari, tangan, kaki dan lengan atas. Lesi bulosa ini biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri dan dapat sembuh sendiri. Lesi bulosa ini sering terjadi pada penderita diabetes berat dan juga diabetes neuropati. Dengan mengontrol kadar gula darah tetap normal maka akan terhindar dari penyakit kulit ini. Disemineted granuloma anulare Kondisi ini menyebabkan lesi kulit berbentuk cincin yang berbatas tegas di daerah kulit sekitar jari dan telinga. Lesi kulit ini juga dapat muncul di dada dan abdomen. Ruam bisa berwarna merah, merah kecoklatan atau sewarna dengan kulit. Biasanya tidak memerlukan terapi, tetapi terkadang diperlukan steroid topikal untuk pengobatannya misalnya seperti hidrokortison. Infeksi bakteri Infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus bisa menjadi masalah yang serius pada diabetes. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan inflamasi mulai dari kelenjar rambut. Infeksi ini sering terjadi di kelenjar di bulu mata dan infeksi kuku. Kebanyakan bakteri memerlukan pengobatan antibiotik, baik dalam bentuk pil maupun krim Infeksi jamur Infeksi jamur pada penderita diabetes sering disebabkan oleh kandida albikans. Wanita lebih mudah terkena infeksijamur ini, terutama didaerah vagina. Daerah lain yang sering diserang oleh jamur adalah di sudut bibir yang dikenal dengan istilah "angular cheilitis", yang akan terasa seperti sensasi terpotong di sudut bibir. Jamur juga sering muncul di kaki dan jari, juga di kuku (onikomikosis). Infeksi jamur yang berpotensi berbahaya disebabkan oleh Mucormycosis. Infeksi ini biasanya dimulai di lubang hidung dan dapat menyebar sampai ke mata dan otak.   Sumber: webmd
 01 Sep 2018    11:00 WIB
Efek Samping Suntik Insulin Bagi Penderita Diabetes
Saat ini penyakit diabetes masih sangat sulit disembuhkan. Penyakit diabetes melibatkan peningkatan kadar gula darah dan penurunan produksi dari insulin. Banyak pasien diabetes baik diabetes tipe 1 maupun 2 melakukan suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darah didalam tubuh tetap stabil. Pasien diabetes memerlukan suntikan insulin karena produksi insulin yang terus menerus menurun. Oleh karena itu pasien diabetes memerlukan suntikan insulin untuk menstabilkan kadar gula darah dan tetap sehat. Tetapi terkadang suntikan insulin bisa juga memberikan efek, walaupun jarang terjadi. Berikut adalah beberapa efek dari pasien diabetes. Efek samping suntikan insulin: Penurunan kadar gula darah. Saat Anda mulai menyuntik insulin, maka kadar gula darah Anda akan langsung turun. Penurunan kadar gula darah dapat menimbulkan gejala berkeringat, mual atau nafas yang cepat. Jika kadar gula darah menurun dengan drastis maka bisa menyebabkan pasien pingsan Iritasi kulit atau inflamasi yang disebabkan oleh jarum suntik. Pada pasien yang harus meyuntikkan insulin sebagai pengobatan rutin maka tindakan ini bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Ketika kadar gula darah menurun, maka metabolisme juga ikut menurun. Hal ini juga bisa menyebabkan perubahan metabolik pada otak yang bisa menimbulkan gejala kejang. Kondisi ini memang jarang terjadi tetapi memerlukan penanganan dokter segera. Pusing yang disebabkan oleh penurunan kadar gula darah. Otak akan bekerja lebih lambat dan hal ini bisa menimbulkan racun ke tubuh Anda. Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) merupakan efek samping utama saat melakukan suntikan insulin. Terlalu banyak kadar insulin di dalam tubuh juga bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Hal ini bisa menyebabkan kepala pusing, rasa melayang, kelemahan dan denyut jantung meningkat. Pada kasus yang ekstrim, suntikan insulin justru bisa menyebabkan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah). Kondisi tersebut bisa menimbulkan gejala rasa haus berlebihan, sering berkemih dan lemas Untuk beberapa pasien diabetes, suntikan insulin bisa menyebabkan alergi pada kulit dan menimbulkan gejala pembengkakan dan rasa gatal. Efek samping yang sangat jarang terjadi dari penyuntikan insulin adalah muntah, kemerahan di kulit pada daerah sekitar tempat penyuntikan, denyut jantung yang tidak stabil, penurunan konsentrasi. Kontrollah kadar gula darah Anda sealami mungkin dengan membatasi konsumsi makanan yang manis. Pemanis buatan sendiri sebenarnya bisa menimbulkan bahaya. Pastikan Anda menyuntikkan insulin 30 menit sebelum Anda makan. Anda bisa menyuntikkan insulin pada lengan, paha atau perut. Konsultasikan dengan dokter Anda bagaimana cara penyuntikan insulin dengan baik dan benar, juga bagaimana penanganan jika timbul efek samping dari pemberian insulin.  Baca juga: Tips Berolahraga Untuk Membantu Mengatasi Nyeri Saraf Akibat Diabetes Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 22 Jul 2018    13:00 WIB
Kualitas Tidur Dan Makan Bisa Menyebabkan Diabetes
Kata diabetes mungkin sudah tidak asing bagi kita. Orang juga mengenalnya sebagai penyakit gula. Lebih mencengangkan dan membuat kita miris adalah sekita 10 juta penduduk Indonesia mengidap ini sehingga kita menempati peringkat 7 dengan pasien terbanyak di dunia. Diabetes tidak mengenal usia dan status mau muda, tua, kaya ataupun miskin bisa mengalamai diabetes. Sobat sehat tentu tidak mau mengalami hal ini bukan? Nah kita artikel kali ini, kita akan membahas penelitian baru yang berkenaan pola hidup kita terutama kurang tidur, nyemil dan resiko terkena diabetes. Guys, nyemil sesekali tentu tidak mengapa. Namun ketika nyemil menjadi kebiasaan kita terutama di malam hari pada waktu jam tidur maka resiko yang kita hadapi adalah obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Keinginan kita untuk nyemil terutama nyemil junk food erat kaitannya dengan pola tidur kita yang buruk Dalam suatu pertemuan tahunan the Associated Professional Sleep Societies yang disebut SLEEP 2018 yang diadakan di Baltimore, menyajikan hasil penemuan mereka tentang hal ini. Salah satu peneliti dari  University of Arizona di Tucson meneliti 3.105 orang dewasa dari 23 wilayah metropolitan di seluruh Amerika Serikat terkait dengan kebiasaan ngemil di malam hari, kualitas tidur, dan masalah kesehatan yang didiagnosis. Sekitar 60 persen responden mengaku ngemil larut malam secara teratur, sementara dua pertiga dari mereka mengatakan bahwa sulit tidur membuat mereka ingin nyemil camilan yang tidak sehat. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa kurang tidur bisa menjadi predicator atau faktor ke depan yang membuat orang ngidam atau ingin nyemil camilan yang tidak sehat yang pada akhirnya meningkatkan resiko seorang terkena diabetes. Guys, tidur sangat erat kaitannya dengan metabolisme tubuh kita. Kalau tidur kita tidak sehat atau mengalami gangguan maka metabolisme tubuh kita juga akan mengalami ganguan. Di Amerika sendiri dilaporkan sekitar 50 hingga 70 juta penduduknya mengalami gangguan tidur menurut the American Sleep Association. Sebab itu kita perlu memandang serius perkara ini. Sobat sehat tentu ingin tetap sehat dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik lagi bukan?  Maka kita perlu memperhatikan kualitas tidur kita. Tidur malam yang nyenyak membantu kebiasaan makan atau diet kita yang sehat dan juga menjaga metabolisme tubuh kita. Jadi sobat sehat semua, jangan begadang kalau tidak perlu. Jika sobat mengalami masalah sulit tidur dan tidak tahu penyebabnya, ada baiknya sobat datang ke dokter atau rumah sakit yang berkompeten untuk mengatasi sleep disorder yang dialami sobat sehat. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com, sains.kompas.com