Your browser does not support JavaScript!
 08 Sep 2014    08:00 WIB
7 Cara Membantu Seorang Penderita Depresi
Sekarang ini, depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang paling berat yang dapat menghancurkan kehidupan banyak orang. Banyak dokter mengatakan bahwa gangguan depresi merupakan suatu keadaan yang dapat diatasi.  Akan tetapi, seorang penderita gangguan ini mungkin memiliki pendapat yang berbeda. Sebagian besar penderita merasa bahwa tidak ada satu hal pun yang dapat membantu mereka mengatasi berbagai perasaan negatif dan kelemahan fisik yang mereka hadapi. Dukungan dan perhatian orang-orang terdekat merupakan salah satu obat yang sangat manjur bagi para penderita depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu seseorang yang sedang merasa depresi.   Motivasi Mereka Untuk Tetap Hidup Tunjukkan dan buktikan pada mereka bahwa masih terdapat banyak hal baik dan indah yang menjadi alasannya untuk tetap hidup. Depresi dapat membuat seseorang menjadi tidak tertarik untuk melakukan apapun dan mengalami kelelahan mental. Mereka dapat kehilangan keinginan untuk hidup dan maju.  Memang bukan suatu hal yang mudah memotivasi seorang penderita depresi untuk kembali merasa percaya diri dan melanjutkan hidup, akan tetapi Anda harus menggunakan berbagai cara untuk menunjukkan padanya bahwa masih banyak alasan bagi mereka untuk tetap hidup. Jangan meminta mereka untuk berpikir lebih positif dan mensyukuri segala sesuatu yang mereka miliki karena hal ini mungkin tidak berguna. Buatlah mereka menyadari bahwa mereka penting bagi Anda dan bahwa Anda sangat menghargai mereka.   Bantu Mereka Menemukan Kekuatan Untuk Melawan Depresi Manusia merupakan makhluk hidup yang kuat bila mereka mampu menggunakan berbagai sumber daya alam dan energi yang mereka miliki dengan cara yang tepat. Orang-orang yang menderita depresi biasanya merupakan orang yang menggunakan energi mereka pada berbagai hal negatif.  Untuk membantu seorang penderita depresi, maka Anda pun harus memiliki pemahaman yang benar mengenai apa itu depresi dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu orang tersebut mengatasi depresinya.    Selalu Ada Untuk Mereka Salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan untuk membantu seorang penderita depresi adalah dengan selalu ada bagi mereka apapun yang terjadi. Jika Anda tidak tinggal serumah dengannya, maka pastikan Anda tetap melibatkannya dalam berbagai aktivitas harian Anda. Dengan demikian, ia tidak akan merasa kesepian dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar perduli terhadapnya.  Melakukan berbagai aktivitas yang dapat membuatnya merasa senang dan bahagia akan sangat membantu seorang penderita depresi. Jangan biarkan mereka terus mengurung diri dalam kesendirian dan berkubang dalam berbagai pikiran negatifnya.   Bujuk Mereka Untuk Pergi ke Dokter Depresi merupakan suatu gangguan kesehatan yang serius sehingga pengobatannya pun memerlukan pengawasan seorang ahli seperti seorang psikologis atau psikiater. Pengobatan depresi tergantung pada derajat depresi yang dialami oleh masing-masing penderita. Pastikan Anda memberitahunya bahwa dokter dapat membantu mengurangi penderitaan mereka.   Jangan Menyerah Jangan menyerah, karena tidak ada yang tidak mungkin bila Anda memang telah bertekad. Jika ada sesuatu hal yang merintangi Anda, maka carilah jalan lainnya untuk mencapai tujuan Anda. Menyembuhkan gangguan mental memang jauh lebih sulit daripada menyembuhkan gangguan fisik, akan tetapi bila Anda benar-benar mencintai seseorang, maka tidak ada rintangan yang tidak dapat Anda lewati untuk membantunya sembuh dari gangguan depresi ini.   Jangan Mengkritiknya Berhati-hatilah akan apa yang Anda ucapkan di dekat seorang penderita depresi karena kata-kata yang salah dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental penderita tersebut. Selain itu, kata-kata yang salah justru dapat memperburuk gejala depresi yang dialaminya. Perhatikanlah setiap kata yang Anda ucapkan karena penderita depresi sangat rentan dan sensitif terhadap apa yang orang lain katakan. Hindarilah kata-kata yang mengkritik dan menghakiminya karena hal ini justru dapat membuat mereka semakin mengisolasi diri.    Jangan Terlalu Keras Pada Diri Anda Sendiri Jika Anda ingin membantu seorang penderita depresi, maka Anda pun sebaiknya tidak terlalu keras pada diri Anda sendiri dan pastikan Anda tetap ceria dan semangat. Anda harus menunjukkan rasa cinta dan dukungan Anda terhadap penderita. Jangan menyalahkan diri Anda sendiri. Rasa cinta dapat menyembuhkan luka hati dan membantu seseorang terhindar dari berbagai gangguan fisik dan mental.     Sumber: womanitely
 27 Aug 2014    08:00 WIB
5 Kebiasaan Penyebab Terjadinya Depresi
Pada beberapa orang, depresi merupakan penyakit yang dapat sangat melumpuhkan. Depresi dapat membuat Anda kehilangan tenaga, konsentrasi, dan bahkan rasa bahagia. Orang yang menderita depresi tidak dapat merasa bahagia dalam apapun yang dilakukannya. Pada beberapa kasus berat, penderita bahkan tidak lagi ingin hidup. Oleh karena itu, depresi merupakan suatu gangguan kesehatan yang memerlukan pengobatan segera. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya depresi, beberapa mungkin disebabkan oleh gangguan fisik, sementara yang lainnya mungkin disebabkan oleh gangguan psikologis. Di bawah ini terdapat beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan terjadinya depresi. 1. Kurang Olahraga Walaupun mungkin terdengar aneh, akan tetapi olahraga memang sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Kurang olahraga atau kurang aktif secara fisik dapat menyebabkan Anda mengalami depresi. Berada terlalu lama di dalam rumah tanpa melakukan aktivitas apapun dapat membuat Anda menjadi malas atau makan secara berlebihan. Bila hal ini terus berlangsung, maka resiko Anda mengalami depresi pun akan semakin besar. Hal ini dikarenakan tidak hanya kerajinan Anda yang berkurang, tetapi juga rasa percaya diri Anda. Saat berolahraga, otak Anda akan menghasilkan dua zat kimia yang dapat membuat Anda merasa lebih bahagia, yaitu serotonin dan dopamin. Berolahraga selama 40 menit setiap harinya dapat membantu otak Anda memproduksi lebih banyak lagi zat kimia tersebut dan membuat Anda tetap aktif dan bahagia. 2. Diet Tidak Sehat Mengkonsumsi diet sehat ternyata tidak hanya berdampak positif bagi tubuh Anda, tetapi juga bagi pikiran Anda. Makanan yang mengandung asam lemak omega 3 merupakan makanan yang baik bagi otak. Hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat membentuk asam lemak ini di dalam tubuh sehingga nutrisi ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan otak. Makanan merupakan salah satu sumber asam lemak omega 3 yang sangat penting. Saat Anda tidak mengkonsumsi cukup asam lemak omega 3 melalui makanan, maka hal ini membuat otak Anda lebih rentan terhadap depresi. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak asam lemak omega 3 adalah ikan dan makanan laut lainnya. Selain makanan, Anda juga dapat memenuhi kebutuhan asam lemak omega 3 Anda melalui suplemen. 3. Kurang Tidur dan Stress Jika Anda terus-menerus mengalami kurang tidur, maka Anda pun menjadi lebih rentan terhadap depresi. Para ahli dan dokter menganjurkan agar setiap orang sebaiknya tidur selama 7-8 jam setiap malamnya. Bila Anda mengalami kesulitan tidur, buatlah suatu jadwal rutin, yaitu berbagai kegiatan yang selalu Anda lakukan sehingga tubuh Anda pun mengetahui bahwa sudah saatnya tidur. Kurang tidur dapat membuat Anda menjadi mudah marah dan menjadi sangat paranoid. Kedua hal ini merupakan awal terjadinya gangguan depresi. Selain dapat memicu terjadinya depresi, kurang tidur juga dapat mengganggu pekerjaan Anda dan meningkatkan kadar stress, yang dapat memperburuk gejala depresi dan sulit tidur yang memang sudah Anda alami. Semakin stress seseorang, maka dirinya pun akan semakin sulit tidur dan membuatnya kurang tidur. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka ia dapat merasa frustasi dan tersiksa, yang dapat memicu terjadinya depresi. 4. Isolasi Diri Mengisolasi diri juga merupakan salah satu pemicu terjadinya depresi. Jika Anda menghindari teman atau keluarga Anda karena alasan apapun, maka Anda pun membuat diri Anda menjadi lebih rentan terhadap depresi. Berinteraksi dengan orang lain sebenarnya dapat memicu produksi berbagai zat kimia di dalam otak, yang dapat membantu menurunkan kadar stress Anda. Apapun situasi yang Anda alami, berinteraksi dengan orang lain dan menceritakan masalah Anda pada orang yang dapat Anda percayai merupakan hal yang penting dan salah satu cara menghindari terjadinya gangguan depresi. 5. Berpikir Negatif Berpikiran negatif merupakan salah satu penyebab utama terjadinya depresi. Bila Anda terus berkubang di dalam pikiran negatif Anda, maka Anda pun akan menjadi lebih rentan terhadap depresi. Tidak semua hal di dunia ini dapat Anda kendalikan. Oleh karena itu, belajarlah untuk mensyukuri segala sesuatu yang Anda miliki saat ini dan berhentilah memikirkan berbagai kegagalan atau kesalahan yang Anda lakukan di masa lalu. Sumber: lifespan
 08 Aug 2014    10:00 WIB
Benarkah Alkohol Dapat Sebabkan Terjadinya Depresi?
Selain kecanduan minuman beralkohol, ada masalah lainnya yang sering dialami oleh para peminum alkohol, yaitu depresi. Seringkali para peminum alkohol ini mengawali kebiasaannya karena merasa depresi, yang akhirnya berujung pada kecanduan minuman beralkohol. Akan tetapi, bukan berarti berhenti mengkonsumsi alkohol dapat langsung membuat Anda terbebas dari resiko depresi. Sebagian besar pecandu minuman beralkohol mengalami gejala depresi setelah mereka berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.  Pada beberapa kasus, hal ini mungkin disebabkan oleh adanya emosi terpendam yang baru timbul ke permukaan saat tidak lagi berada di bawah pengaruh minuman keras. Pada kasus ini, penderita seringkali merasa depresi secara mendadak.  Selain itu, pecandu minuman beralkohol juga harus berhadapan dengan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitasnya dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan penderita kehilangan pekerjaan, pasangan, dan gangguan kesehatan. Menyadari banyaknya masalah yang mereka alami dapat membuat mereka merasa tertekan dan berujung pada depresi. Pada kasus lainnya, pecandu minuman beralkohol ini memang telah mengalami gejala depresi, akan tetapi berbagai gejala depresi ini tertutupi oleh berbagai gejala kecanduan minuman beralkohol. Berbagai gejala depresi ini kemudian baru terlihat lebih jelas setelah penderita tidak lagi mengkonsumsi minuman beralkohol.  Oleh karena itu, diperlukan penanganan segera baik terhadap kecanduan minuman beralkohol maupun terhadap depresi. Penanganan yang baik terhadap kedua gangguan ini dapat membantu mencegah terjadinya kekambuhan.   Sumber: alcoholrehab
 30 Jun 2014    13:00 WIB
Benarkah Ketamin Dapat Membantu Mengatasi Depresi Berat?
Menurut para peneliti di Inggris, ketamin, obat yang sering digunakan untuk “berpesta” mungkin dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala depresi berat. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati reaksi obat ketamin ini pada 28 orang yang menderita gangguan depresi. Para peneliti kemudian menemukan bahwa ketamin dapat membantu mengatasi gejala depresi dengan cepat pada beberapa orang dan membuat beberapa  orang penderita mengalami perbaikan gejala hanya dalam waktu beberapa minggu saja. Walaupun demikian, para ahli tidak menyarankan agar para penderita depresi mengkonsumsi obat ini secara teratur dan dalam jangka waktu lama. Karena selain berbagai efek samping yang mungkin timbul, pemberian ketamin dalam waktu singkat telah dapat sangat membantu penderita depresi berat yang sebelumnya memiliki keinginan untuk bunuh diri. Walaupun banyak di antara penderita yang kembali kambuh dalam waktu 1-2 hari setelah pemberian ketamin, akan tetapi sekitar sepertiga dari penderita merasakan manfaat pemberian ketamin selama setidaknya 3 minggu dan sekitar 15% penderita tidak mengalami kekambuhan selama lebih dari 2 bulan. Para peneliti saat ini masih perlu melakukan penelitian klinis untuk mengetahui berapa dosis ketamin yang tepat dan apakah ada obat lain yang dapat digunakan untuk memperpanjang efek positif dari ketamin bagi para penderita depresi berat ini. Ketamin merupakan obat yang sering digunakan dalam dunia kedokteran sebagai obat anestesi (obat bius) dan sebagai pereda nyeri. Akan tetapi, obat ini juga banyak disalahgunakan sebagai obat terlarang. Perbedaan antara ketamin yang digunakan sebagai obat bius dan sebagai obat “pesta” adalah pada dosisnya. Dosis penyalahgunaan ketamin adalah sekitar beberapa gram setiap harinya yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan saluran kemih dan gangguan fungsi otak. Sedangkan, dosis yang digunakan pada penelitian ini adalah tidak lebih dari 80 mg setiap minggunya. Ketamin sering digunakan untuk mengatasi gejala depresi berat bila penderita tidak memberikan respon apapun terhadap pengobatan anti depresi lainnya.  Pada penelitian ini, para peneliti memberikan pengobatan ketamin pada sekitar 28 penderita depresi berat yang tidak merespon terhadap pengobatan anti depresi lainnya. Para penderita ini kemudian mendapatkan perawatan selama 3 minggu, di mana mereka menerima 3-6 infus ketamin, yang masing-masing berlangsung selama 40 menit.  Para peneliti kemudian melakukan pemeriksaan daya ingat pada para penderita beberapa hari setelah pengobatan. Penderita juga diminta untuk memberikan laporan keadaan mood mereka melalui email atau pesan singkat.  Hasilnya adalah 3 hari setelah pemberian infus ketamin, terjadi penurunan gejala depresi pada sekitar 29% penderita. Para penderita merasa bahwa mereka akhirnya dapat berpikir lebih jernih untuk pertama kali dalam beberapa tahun belakangan.    Sumber: foxnews
 27 Jun 2014    10:00 WIB
9 Cara Mengatasi Gejala Depresi
Saat Anda merasa depresi, tampaknya tidak ada hal yang dapat membuat Anda merasa lebih baik. Akan tetapi, sebenarnya terdapat beberapa hal yang dapat membuat Anda merasa lebih baik jika Anda mau mencobanya. Anda juga dapat mengatasi berbagai gejala depresi dengan menggunakan obat-obatan maupun terapi perilaku kognitif. Terapi ini memfokuskan pengobatannya pada perubahan perilaku dan bagaimana cara-cara mengatasi depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi depresi yang Anda alami.   Lupakanlah Masa Lalu Anda harus menyadari dan mengakui bahwa Anda tidak dapat mengubah masa lalu. Mengingat berbagai hal tidak menyenangkan di masa lalu hanya akan membuat diri Anda menderita dan tidak bahagia. Lupakanlah masa lalu Anda dan fokuskan perhatian Anda pada masa depan Anda. Cobalah untuk memfokuskan perhatian Anda pada masa kini dan masa depan Anda. Jangan terlalu keras pada diri Anda sendiri dan belajarlah dari kesalahan Anda utnuk menjadi lebih dewasa dan percaya diri.   Jangan Membesar-besarkan Masalah Berhentilah berpikir mengenai berbagai hal tidak menyenangkan atau buruk dalam kehidupan Anda. Ingatlah bahwa selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah, walaupun Anda mungkin merasa tidak ada jalan keluar bagi masalah Anda. Hal ini dikarenakan Anda tidak merasa puas dengan jalan keluar yang ada. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Berpikirlah dengan lebih realistis dan temukan jalan keluar bagi masalah Anda.   Jangan Terlalu Banyak Menganalisis Berbagai Hal Jika Anda seringkali merenungkan atau memikirkan berbagai permasalahan Anda, maka Anda akan sulit melawan depresi. Memfokuskan perhatian Anda hanya pada masalah yang ada hanya akan membuat Anda terus merasa depresi. Buanglah jauh-jauh kebiasaan buruk Anda yang satu ini untuk membantu Anda keluar dari depresi Anda.   Fokus Pada Hal-hal Positif Mulailah melakukan berbagai hal-hal kecil yang dapat membuat Anda merasa bahagia. Tulislah berbagai hal positif yang Anda hadapi setiap harinya. Hal ini akan membantu Anda merasa lebih berharga dan dapat memperbaiki mood Anda.   Paksakan Sebuah Senyuman Walaupun terdengar aneh, memaksakan sebuah senyuman dapat membantu melepaskan zat kimia di dalam otak Anda yang dapat membuat Anda merasa lebih baik dan meredakan berbagai gejala depresi.    Lakukan Rutinitas Harian Anda Walaupun sulit menjalankan rutinitas harian, akan tetapi hari yang sibuk dapat membantu meredakan gejala depresi Anda. Bangunlah lebih pagi, makanlah 4-5 kali setiap harinya, dan jangan tidur siang. Hal ini akan membuat Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.  Penderita depresi biasanya mengalami penurunan atau peningkatan berat badan yang tidak biasanya. Rutinitas Anda dapat membantu Anda melawan insomnia yang Anda alami.   Buanglah Semua Pikiran Negatif Penderita depresi seringkali melihat segala sesuatunya dalam hitam atau putih, yang dapat membuat mereka merasa lebih buruk. Pola berpikir yang negatif dapat mencegah Anda melakukan berbagai hal yang dapat membuat Anda merasa bahagia.   Jangan Mengisolasi Diri Saat Anda merasa depresi, Anda merasa tidak ingin bertemu dengan siapapun. Akan tetapi, hal ini justru tidak dapat membantu mengatasi rasa depresi Anda. Jangan merasa takut untuk menceritakan permasalahan Anda dan apa yang Anda rasakan pada keluarga atau pasangan atau teman Anda. Mereka mungkin dapat membantu Anda mengatasi atau mencegah terjadinya depresi.   Jangan Terus Menyalahkan Diri Anda Sendiri Jangan terus menyalahkan diri Anda sendiri atau orang lain saat sesuatu hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda. Jangan habiskan waktu Anda dengan memikirkan berbagai hal yang tidak perlu dan buruk, yang justru dapat menurunkan rasa percaya diri Anda.   Sumber: womanitely
 25 Jun 2014    09:00 WIB
7 Hal yang Dapat Memperburuk Gejala Depresi
Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering dialami oleh banyak orang. Gejala utama depresi adalah rasa tidak berdaya, putus asa, dan rasa sia-sia. Terdapat banyak hal yang dapat memperburuk gejala depresi atau bahkan memicu timbulnya gejala depresi. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan dan memicu timbulnya gejala depresi.    •    Kurang TidurKurang tidur dan depresi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Terlalu banyak tidur dan terlalu sedikit tidur dapat memperburuk gejala depresi. Penderita insomnia memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita depresi dibandingkan dengan orang yang memiliki waktu tidur yang cukup.     •    StressStress merupakan reaksi alami tubuh untuk membuat Anda tetap terjaga, termotivasi, dan siap untuk bereaksi terhadap bahaya. Akan tetapi, stress kronik dapat menyebabkan terjadinya depresi berat. Berbagai emosi positif seperti akan menikah atau memulai suatu pekerjaan baru juga dapat membuat seseorang merasa stress dan menyebabkan terjadinya gangguan depresi. Stress yang telah berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan kadar hormon stress, yaitu hormon kortisol dan menurunkan kadar hormon bahagia, hormon serotonin. Perubahan kadar hormon ini dapat menyebabkan atau memperburuk gejala depresi.    •    MakananMakanan ternyata juga dapat memicu terjadinya depresi. Mengkonsumsi terlalu banyak kafein, alkohol, dan gula halus dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi atau memperburuk gejala depresi. Fluorida juga dapat menyebabkan terjadinya depresi, sembelit, dan retensi cairan.    •    Daya IngatBanyak orang seringkali mengingat berbagai pengalaman traumatis dan bagaimana perasaan mereka saat itu. Dan saat mereka kembali mengalami situasi yang sama, maka mereka pun mengalami rasa yang sama. Bila hal ini terus berlangsung, maka hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda, baik secara fisik maupun mental.    •    Pikiran NegatifOrang lain pun dapat memicu timbulnya gejala depresi pada seseorang. Jadi, saat Anda merasa depresi, akan lebih baik bila Anda dikelilingi oleh orang yang berpikiran positif. Jika memungkinkan, jauhilah diri Anda dari orang-orang yang membuat Anda merasa depresi dan menderita.    •    LingkunganApakah Anda seringkali membandingkan diri Anda dengan orang lain? Betapa suksesnya teman Anda bila dibandingkan dengan Anda? Hal ini dapat membuat Anda merasa stress, sedih, atau bahkan tidak berdaya. Anda mulai merasa betapa bahagianya hidup teman Anda tersebut dan betapa menyedihkannya hidup Anda. Pikiran ini dapat membuat Anda merasa sedih dan tidak bahagia.    •    Media SosialBerbagai penelitian menduga bahwa media sosial seperti televisi atau situs online dapat menyebabkan terjadinya depresi, menimbulkan rasa iri hati, isolasi sosial, dan menimbulkan rasa rendah diri. Selain itu, acara televisi yang buruk juga dapat memicu terjadinya depresi. Lakukanlah berbagai kegiatan atau hobi yang Anda sukai dan jauhkan diri Anda dari televisi bila hal ini berdampak buruk bagi Anda.Sumber: womanitelyTags: depresi
 26 Apr 2014    13:30 WIB
Menggunakan Obat Anti Depresi Saat Hamil, Amankah?
Penggunaan obat anti depresi biasanya tidak dianjurkan pada wanita hamil, terutama bila kehamilan baru memasuki trimester pertama (0-12 minggu). Hal ini disebabkan oleh berbagai resiko yang mungkin terjadi pada ibu dan janin, walaupun belum ada bukti pasti mengenai hal ini. Berbagai resiko yang mungkin terjadi bila anda mengkonsumsi obat anti depresi saat hamil adalah:•  Keguguran•  Kelainan jantung bawaan pada bayi•  Terjadinya hipertensi pulmonal yang dapat membuat bayi kesulitan bernapas Bila ibu hamil mengalami gangguan kesehatan jiwa tertentu atau mengalami depresi, maka dokter akan memeriksa apakah manfaat penggunaan obat anti depresi ini lebih besar daripada berbagai resiko yang mungkin terjadi sebelum memutuskan apakah anda tetap harus mengkonsumsi obat anti depresi atau tidak. Menurut NHS, jika seorang wanita mengkonsumsi obat anti depresi untuk mengatasi gejala depresi ringan dan kemudian menjadi hamil atau berencana untuk hamil, maka penggunaan obat harus dihentikan secara bertahap. Wanita ini kemudian harus diawasi untuk melihat efek dari penghentian obat anti depresi dan apa efek berbagai pengobatan alternatif yang dilakukan seperti olahraga, terapi perilaku dan kognitif, dan konseling. Jika ternyata, anda tetap harus mengkonsumsi obat anti depresi selama kehamilan berlangsung, maka dokter biasanya akan menyarankan penggunaan obat anti depresi golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) seperti fluoxetine, citalopram, atau sertraline. Fluoxetine merupakan obat golongan SSRI yang memiliki resiko berbahaya terendah terhadap kehamilan. Wanita yang membutuhkan terapi psikologis seperti konseling, harus mendapatkan terapi konseling ini dalam waktu 1 bulan setelah diagnosa ditegakkan. Setelah melahirkan, para wanita penderita depresi harus tetap melanjutkan pengobatannya (konsumsi obat anti depresi). Sebagian besar obat anti depresi dapat ditemukan pada ASI dengan kadar yang bervariasi, akan tetapi apa efek obat ini terhadap bayi belum diketahui dengan pasti.Sumber: webmd
 10 Apr 2014    14:30 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Depresi Paska Melahirkan
PengobatanPengobatan depresi paska melahirkan berbeda-beda tergantung pada jenis dan keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa langkah pengobatan meliputi penggunaan obat anti depresan dan melakukan psikoterapi, baik individual maupun kelompok.Anda tetap dapat menyusui bayi anda walaupun sedang mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti cemas, ataupun obat anti psikosis. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai dosis dan jenis obat yang dapat anda gunakan.Kapan Hubungi Dokter?Segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Gejala berlangsung selama lebih dari 2 minggu•  Penderita tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari•  Penderita tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan sehari-hari•  Memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri atau bayinya•  Penderita merasa sangat cemas, takut, dan panik hampir di sepanjang waktuPencegahanBeberapa hal yang dapat membantu anda mencegah atau mengatasi terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Cari pertolongan, baik dari anggota keluarga, petugas medis, maupun pasangan anda•  Tetapkan suatu ekspektasi yang realistis bagi diri anda dan bayi anda•  Berolahragalah•  Ketahuilah bahwa hari-hari anda tidak akan selalu indah dan baik. Siapkan diri anda untuk menghadapi hari-hari yang buruk juga•  Lakukan diet sehat dan seimbang, batasi konsumsi alkohol dan kafein•  Jaga keintiman dan hubungan dengan pasangan anda•  Jaga komunikasi dengan keluarga dan teman anda, jangan mengisolasi diri anda•  Batasi jumlah pengunjung saat anda baru pulang dari rumah sakit setelah melahirkan•  Tidur atau beristirahatlah juga saat bayi anda tidurSumber: webmd
 29 Mar 2014    10:00 WIB
Berbagai Pengobatan Depresi
Walaupun anda mungkin merasa putus asa dan tidak berdaya saat menderita depresi, ketahuilah bahwa depresi merupakan suatu kondisi yang dapat diobati. Lebih dari 80% penderita depresi mengalami perbaikan gejala setelah menggunakan obat-obatan, melakukan konseling, atau kombinasi keduanya. Bahkan bila kedua terapi ini gagal, masih terdapat berbagai pilihan terapi lainnya untuk membantu mengatasi gejala depresi yang anda alami.KonselingBerbagai penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis terapi konseling dapat membantu mengatasi depresi ringan hingga sedang. Terapi perilaku dan kognitif bertujuan untuk mengubah pikiran dan perilaku yang menyebabkan terjadinya depresi.Terapi interpersonal bertujuan untuk mencari tahu bagaiman hubungan anda dan pasangan mempengaruhi mood anda. Sementara itu, psikoterapi psikodinamik dapat membantu penderita mengetahui bahwa perilaku dan mood mereka disebabkan oleha adanya masalah yang belum diselesaikan dan perasaan tertentu yang tidak disadari. Beberapa penderita memerlukan waktu beberapa bulan untuk mengatasi depresinya, sementara penderita yang lain membutuhkan waktu yang lebih lama.Obat-obatanObat anti depresan mempengaruhi kadar berbagai neurotransmiter di dalam otak, termasuk serotonin dan norepinefrin. Obat anti depresan baru mulai menunjukkan efeknya setelah digunakan selama beberapa minggu.Diperlukan kunjungan ke dokter selama beberapa kali untuk menemukan dosis dan jenis obat yang tepat bagi anda. Kombinasi terapi konseling dan obat-obatan sangat efektif untuk mengatasi depresi.OlahragaPara ahli menduga bahwa olahraga merupakan salah satu senjata ampuh untuk melawan depresi ringan hingga sedang. Berbagai aktivitas fisik yang anda lakukan merangsang pelepasan endorfin, yang dapat membantu memperbaiki mood anda.Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat membuat anda merasa lebih percaya diri, tidur lebih nyenyak, mengurangi rasa stress, dan membuat anda lebih bertenaga. Berbagai jenis olahraga seperti berenang atau bahkan mengurus rumah tangga dapat membantu. Pilihlah olahraga yang anda sukai dan lakukanlah selama 20-30 menit setiap harinya.Memelihara Binatang Memelihara seekor anjing atau kucing atau burung mungkin tidak dapat menggantikan obat dan konseling yang anda gunakan untuk mengatasi depresi anda. Akan tetapi, hewan peliharaan anda ini dapat membantu mengatasi gejala depresi ringan hingga sedang pada banyak orang.Hewan peliharaan anda dapat membuat anda merasa dicintai tanpa syarat, menghilangkan rasa kesepian, dan memberikan tujuan hidup baru pada penderita depresi. Berbagai penelitian yang dilakukan pada orang yang memelihara hewan menemukan bahwa mereka lebih jarang mengalami gangguan tidur dan memiliki kesehatan yang lebih baik.Dukungan dari Orang LainRasa kesepian dan depresi memiliki suatu hubungan yang tidak dapat disangkal. Oleh karena itu, menjalin hubungan dan mendapat dukungan dari orang lain dapat membantu mengurangi rasa kesepian anda dan memotivasi anda untuk berobat. Kunjungilah teman atau keluarga anda lebih sering atau bergabunglah dengan berbagai kegiatan sosial yang membuat anda lebih banyak berinteraksi dengan orang lain.Stimulasi Saraf VagusStimulasi saraf vagus dapat membantu penderita depresi yang tidak membaik setelah mengkonsumsi obat-obatan. Stimulasi saraf vagus ini bekerja seperti sebuah alat pacu bagi otak anda. Alat ini dapat mengirimkan impuls listrik ke otak melalui saraf vagus di leher. Impuls listrik diduga dapat mengurangi gejala depresi dengan cara mempengaruhi area pengatur mood di dalam otak. Alat ini biasanya dimasukkan ke dalam tubuh anda melalui tindakan pembedahan.Terapi Elektrokonvulsi (ECT)Pilihan lainnya bagi penderita depresi yang resisten terhadap obat atau penderita dengan gejala melankolis berat adalah terapi elektrokonvulsi. Pengobatan ini menggunakan suatu aliran listrik untuk menciptakan kejang yang terkendali (penderita biasanya berada dalam keadaan tidak sadar saat prosedur ini dilakukan). Tindakan ini dapat membantu sekitar 80-90% penderita yang melakukan tindakan ini.Sumber: webmd