Your browser does not support JavaScript!
 13 Mar 2018    08:00 WIB
5 Cara Mudah Untuk Mengatasi Depresi Paska Melahirkan
Depresi paska melahirkan berbeda dengan baby blues. Depresi paska melahirkan adalah perasaan sangat sedih dan berhubungan dengan gangguan psikologi setelah melahirkan. Banyak wanita mengalami baby blues setelah melahirkan. Baby blues adalah perasaan sedih, tidak karuan, cemas, atau kewalahan setelah melahirkan. Penderita dapat menangis, kehilangan nafsu makan, atau sulit tidur. Gangguan ini seringkali hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari atau seminggu. Gejala-gejala yang ada tidak berat dan tidak membutuhkan terapi. Gejala-gejala depresi paska melahirkan terjadi lebih lama dan lebih berat. Penderita juga dapat merasa putus asa, tidak berguna, dan kehilangan rasa ketertarikan dengan bayinya. Dalam bentuk yang berat, penderita bahkan dapat memiliki pikiran untuk melukai diri sendiri atau bayinya. Pengobatan perlu segera diberikan untuk mengatasinya. Jika keadaan Anda tidak terlalu berat, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu memperbaiki kondisi kesehatan jiwa Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu mengatasi gejala depresi ringan.   Tetap Konsumsi Diet Sehat Saat ini Anda mungkin tidak merasa nafsu makan, akan tetapi cobalah untuk tetap makan walaupun sedikit. Makanlah sedikit-sedikit tetapi sering. Pilihlah berbagai jenis makanan yang memang dapat membantu memperbaiki mood seperti nasi, pisang, dan roti untuk memperoleh energi instan. Mengkonsumsi cokelat juga dapat membantu mengatasi stress dan dapat membuat Anda merasa lebih baik.   Olahraga Teratur Walaupun terdengar tidak berhubungan, akan tetapi olahraga sebenarnya dapat sangat mempengaruhi keadaan emosional Anda. Berjalan santai, stretching, atau bermain dengan bayi Anda dapat membantu memperbaiki mood Anda dengan cepat.   Baca juga: Apa Saja Gejala dan Resiko Terjadinya Depresi Paska Melahirkan?   Mengobrol Dengan Teman Curhat pada teman atau keluarga juga dapat membantu membuat Anda merasa lebih baik. Oleh karena itu, jangan ragu untuk curhat pada orang terdekat yang dapat dipercaya.   Istirahat yang Cukup Kurang tidur telah diketahui dapat membuat mood seseorang menjadi buruk dan mudah marah. Selain itu, badan juga dapat terasa sangat lemas. Oleh karena itu, usahakanlah untuk tidur dengan cukup setiap harinya, bila perlu Anda boleh tidur di siang hari.   Berpikir Positif Anda baru saja memiliki seorang bayi! Oleh karena itu, nikmatilah waktu menakjubkan ini dan temukanlah kesenangan dari semua kelelahan yang Anda rasakan saat merawat bayi Anda yang baru lahir. Terus berpikir positif dan ingatlah bahwa setiap masalah yang ada pasti akan segera berlalu. Namun, bila Anda terus merasa depresi dan mulai mengganggu hubungan Anda dengan pasangan dan orang lain, segera cari pertolongan medis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 19 Jun 2017    18:00 WIB
Selamatkan Ibu Yang Baru Melahirkan Dari Depresi Paska Melahirkan! Lawan Dengan 10 Cara Ini
Berdasarkan data dari National Institute of Mental Health, depresi paska melahirkan bisa terjadi sampai 15% pada wanita yang melahirkan. Hal ini bisa terjadi menjelang atau paska persalinan. Biasanya terjadi seminggu atau sebulan setelah melahirkan.Keluhan yang sering muncul adalah merasa kewalahan, kecemasan yang parah, sering menangis, mudah marah, sedih, lelah, merasa tidak berguna, gangguan pola tidur dan makan, sulit berkonsentrasi dan rasa tidak tertarik pada bayi yang baru dilahirkan. Selain itu menyebabkan masalah fisik seperti sakit kepala, nyeri dada atau sesak napas.Depresi yang berlangsung lama tidak baik untuk kesehatan ibu dan bayi, oleh karena itu dalam kondisi ini maka orang dekat dari sang ibu harus segera mengajak ibu untuk berkonsultasi dengan dokter.Berikut cara melawan dan mencegah depresi paska melahirkan: 1.      Vitamin DVitamin D merupakan nutrisi yang penting untuk kesehatan mental seseorang. Vitamin ini membantu produksi serotonin, hormon otak yang berhubungan dengan perbaikan mood dan kebahagiaan. Kadar serotonin yang kuat akan membantu mencegah dan mengatasi depresi paska melahirkan.Biasanya saat kehamilan, kadar vitamin D dalam tubuh akan berkurang karena diserap janin. Untuk mendapatkan vitamin D yang cukup adalah dengan terpapar sinar matahari pagi selama 15-20 menit sehari. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan, kuning telur produk susu dan produk gandum.2.      Makanan kaya asam lemak omega-3Asam lemak omega-3 merupakan nutrisi yang penting yang mempengaruhi fungsi sel. Asam lemak ini merupakan kunci komponen membran sel yang akan menjaga kadar serotonin. Serotonin penting dalam membawa pesan ke sel-sel otak untuk mempertahankan suasana hati yang positif.Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan oleh Behavioral Brain Research menunjukkan bahwa minyak ikan, yang kaya omega-3, memberikan efek menguntungkan pada depresi paska melahirkan dan menurunkan biomarker yang berhubungan dengan depresi, seperti kortikosteron dan sitokin pro-inflamasi sitokinUntuk menjaga kadar asam lemak omega-3 maka Anda bisa mengonsumsi flaxseed, ikan salmon, kacang walnut dan telur yang mengandung asam lemak omega-3. Selain itu Anda juga bisa konsumsi suplemen asam lemak omega-3.3.      MenyusuiSeorang ibu yang mengalami depresi paska melahirkan memerlukan sentuhan emosional yang kuat dengan bayi yang baru lahir, begitu juga dengan bayinya yang membutuhkan ibunya. Hubungan emosional ini akan melepas endorfin yang akan membuat seorang ibu merasa lebih bahagia dan merasa lebih percaya diri sebagai seorang ibu.Untuk memperkuat hubungan emosional, menyusui adalah pilihan terbaik. Namun ibu yang mengalami depresi paska melahirkan biasanya akan kurang tertarik untuk menyusui. Oleh karena itu diperlukan perhatian dari suami atau anggota keluarga lain untuk membuat ibu mengerti bahwa menyusui adalah hal yang sangat penting.4.      Konsultasi dengan profesionalSeorang ahli dalam masalah kesehatan mental seperti psikolog, psikiater, penasihat yang aktif dalam kegiatan melawan depresi paska melahirkan akan membantu untuk menangani perasaan ibu yang mengalami depresi paska melahirkan.Cara ini akan membantu para ibu baru untuk menuangkan semua perasaan takutnya. Melalui terapi ini maka seorang ibu baru akan menerima tanggung jawab menjadi seorang ibu.5.      Pijatan yang menenangkanPijatan merupakan salah satu cara untuk menenangkan tubuh. Pijatan akan memperbaiki kondisi tubuh yang sedang kelelahan. Selain itu membantu mengatasi pemikiran negatif dan mengatasi stres.Pijatan paska melahirkan akan membantu regulasi hormon, mengurangi pembengkakan, tidur yang lebih baik dan menyusui menjadi lebih baik. Namun ada baiknya pijatan ini dilakukan terapis yang memiliki sertfikat dalam memberikan pijatan paska melahirkan.6.      AkupunkturCara lain untuk menangani depresi paska melahirkan adalah dengan melakukan akupunktur. Dalam terapi ini jarum tipis dimasukkan pada titik-titik tertentu yang penting dalam tubuh.Yang akan  membantu menjaga keseimbangan dari berbagai hormon dalam tubuh.Selain itu juga bisa memberikan dorongan energi untuk ibu, mengisi energi terkuras saat melahirkan. Juga, membantu mengatasi rasa sakit dan meningkatkan fungsi tiroid.7.      Tidur dan istirahat yang tepatTidur sangat penting untuk para ibu baru.  Namun tidur delapan jam penuh mungkin tampak mustahil ketika Anda sedang berhadapan dengan bayi yang baru lahir, tapi kurang tidur dapat membuat depresi parah.Kurang tidur menyebabkan perubahan signifikan neurotransmitter otak, yang merupakan salah satu penyebab depresi.Selama kehamilan dan setelah melahirkan, penting untuk mengejar ketinggalan tidur yang hilang dengan tidur siang. Jika memungkinkan, seorang ibu baru harus membawa bayi keluar untuk berjalan-jalan setiap pagi untuk meningkatkan ritme sirkadian ibu dan anak. Anda juga dapat meminta pasangan Anda untuk membantu pekerjaan malam hari.8.      OlahragaOlahraga sama efektifnya dengan obat untuk mengatasi depresi. Oleh karena itu, setelah melahirkan, semakin cepat Anda bangkit kembali dan bergerak semakin baik.Tidak perlu melakukan olahraga yang berat. Cukup 30 menit berjalan kaki setiap hari akan memberi efek yang berarti. Anda juga dapat melakukannya sambil mengajak bayi Anda jalan-jalan menggunakan kereta dorong. Latihan yoga juga sangat membantu dalam mendapatkan bentuk tubuh yang ideal kembali.9.      Terapi cahaya terang (bright light therapy)Dalam terapi ini, mata pasien akan terpapar dengan cahaya terang namun aman. Cahaya ini akan mengatasi masalah gangguan irama sirkardian. Selain itu berefek pada neurotransmitter di otak seperti serotonin, noradrenalin and dopamin, yang penting untuk mengatasi depresi.10.  MeditasiDengan meditasi akan membantu mengontrol emosi, yang akan membuat Anda merasa lebih damai dan mengurangi risiko mengalami depresi paska melahirkan.Cara diatas dapat dilakukan untuk mencegah atau mengatasi depresi paska melahirkan. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran suami untuk membantu mengatasi depresi paska melahirkan dan memberi dukungan penuh kepada sang istri.Baca juga: Cara Membangun Kembali Hubungan Dengan KeluargaIngin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: top10homeremedies
 05 Dec 2014    13:00 WIB
Kapan Seorang Pria Juga Mengalami Depresi Paska Melahirkan?
Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa tidak hanya wanita yang dapat mengalami depresi paska melahirkan, tetapi pria pun juga dapat mengalaminya. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa 1 di antara 10 orang pria juga mengalami depresi paska melahirkan tidak lama sebelum atau setelah bayinya lahir. Persentase ini hanya sedikit lebih rendah dibandingkan pada wanita. Penelitian ini juga menemukan bahwa pria muda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi pada tahun pertamanya menjadi seorang ayah. Walaupun telah terdapat beberapa bukti bahwa pria juga mengalami depresi paska melahirkan, akan tetapi para ahli hanya memiliki sedikit informasi mengenai hal ini karena gejala depresi paska melahirkan pada pria ini baru diketahui pada beberapa tahun belakangan. Para peneliti masih tidak mengetahui apakah benar terdapat hubungan antara kelahiran seorang anak dengan terjadinya depresi pada sang ayah. Akan tetapi, kurangnya waktu tidur, perubahan dinamikan keluarga, dan tanggung jawab yang lebih besar memang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada seorang pria. Di bawah ini terdapat beberapa gejala depresi paska melahirkan pada seorang pria yang patut diwaspadai untuk menjaga kesehatan sang ayah dan bayinya (seseorang yang mengalami depresi tidak terlalu memperhatikan keselamatan bayinya), yaitu: Kurang tidur dan nafsu makan berkurang Merasa tidak terlalu bertenaga Tidak lagi terlalu menikmati berbagai kegiatan sehari-hari yang biasanya Anda sukai Perubahan mood Untuk mencegah terjadinya depresi paska melahirkan, mengatur jadwal tidur misalnya dengan tidur siang atau tidur bergantian dengan pasangan Anda dapat membantu. Selain itu, membicarakan apa yang Anda rasakan dan harapkan dengan pasangan Anda juga dapat membantu.     Sumber: webmd
 10 Apr 2014    14:30 WIB
Pengobatan dan Pencegahan Terjadinya Depresi Paska Melahirkan
PengobatanPengobatan depresi paska melahirkan berbeda-beda tergantung pada jenis dan keparahan gejala yang dialami oleh penderita. Beberapa langkah pengobatan meliputi penggunaan obat anti depresan dan melakukan psikoterapi, baik individual maupun kelompok.Anda tetap dapat menyusui bayi anda walaupun sedang mengkonsumsi obat anti depresi, obat anti cemas, ataupun obat anti psikosis. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai dosis dan jenis obat yang dapat anda gunakan.Kapan Hubungi Dokter?Segera hubungi dokter bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:•  Gejala berlangsung selama lebih dari 2 minggu•  Penderita tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari•  Penderita tidak dapat mengatasi berbagai kesulitan sehari-hari•  Memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri atau bayinya•  Penderita merasa sangat cemas, takut, dan panik hampir di sepanjang waktuPencegahanBeberapa hal yang dapat membantu anda mencegah atau mengatasi terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Cari pertolongan, baik dari anggota keluarga, petugas medis, maupun pasangan anda•  Tetapkan suatu ekspektasi yang realistis bagi diri anda dan bayi anda•  Berolahragalah•  Ketahuilah bahwa hari-hari anda tidak akan selalu indah dan baik. Siapkan diri anda untuk menghadapi hari-hari yang buruk juga•  Lakukan diet sehat dan seimbang, batasi konsumsi alkohol dan kafein•  Jaga keintiman dan hubungan dengan pasangan anda•  Jaga komunikasi dengan keluarga dan teman anda, jangan mengisolasi diri anda•  Batasi jumlah pengunjung saat anda baru pulang dari rumah sakit setelah melahirkan•  Tidur atau beristirahatlah juga saat bayi anda tidurSumber: webmd
 09 Apr 2014    13:00 WIB
Kenali Tanda Depresi Paska Melahirkan Sejak Dini
Depresi paska melahirkan merupakan depresi yang terjadi pada beberapa wanita beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan. Gejala terjadinya depresi paska melahirkan ini dapat berupa mood yang buruk, adanya perasaan tidak mampu mengatasi berbagai kesulitan hidup, dan adanya gangguan tidur. Beberapa wanita dapat mengalami depresi paska melahirkan dan bahkan tidak menyadarinya. Sekitar 1 dari 7 wanita mengalami berbagai gejala depresi dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan. Walaupun perubahan mood (baby blues) sering terjadi setelah melahirkan, akan tetapi depresi paska melahirkan memiliki gejala yang lebih berat daripada baby blues.Siapa yang Beresiko Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Sebagian besar ibu baru mengalami baby blues setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 10 wanita yang mengalami baby blues ini akan mengalami gejala yang lebih berat dan lebih lama setelah melahirkan. Sekitar 1 dari 1.000 wanita yang mengalami depresi paska melahirkan dapat mengalami gejala yang lebih berat lagi yang disebut dengan psikosis paska melahirkan (psikosis postpartum).Faktor ResikoBeberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi paska melahirkan adalah:•  Pernah mengalami depresi selama kehamilan•  Usia ibu saat hamil. Semakin muda usia ibu, maka semakin besar resiko terjadinya depresi paska melahirkan•  Adanya campuran antara perasaan bahagia dan sedih saat hamil•  Jumlah anak. Semakin banyak jumlah anak yang anda miliki, maka semakin tinggi resiko terjadinya depresi paska melahirkan pada kehamilan berikutnya•  Pernah mengalami gangguan depresi atau gangguan disforik premenstrual (sindrom premenstrual yang berat) sebelum hamil•  Kurangnya dukungan keluarga atau teman atau lingkungan saat hamil•  Tinggal atau hidup sendiri•  Adanya permasalahan dalam pernikahanGejalaGejala depresi paska melahirkan mirip dengan apa yang biasanya terjadi setelah kelahiran seorang anak. Berbagai hal yang sering dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan adalah:•  Kurang tidur•  Perubahan nafsu makan•  Merasa sangat lelah•  Penurunan gairah seksual•  Mood sering berubah-ubah Bila berbagai hal di atas disertai dengan gejala gangguan depresi, maka wanita tersebut diduga mengalami depresi paska melahirkan. Gejala gangguan depresi yang dapat ditemukan adalah:•  Mood depresi (merasa sedih terus-menerus atau merasa bersalah)•  Tidak merasa senang saat melakukan berbagai hal yang sebelumnya disukai atau dapat memberikan kebahagiaan sebelumnya•  Merasa tidak berharga•  Merasa putus asa dan tidak berdaya•  Adanya pemikiran tentang kematian atau keinginan untuk bunuh diriGangguan Cemas dan Depresi Paska MelahirkanBila anda memiliki gangguan cemas seperti gangguan obsesif kompulsif sebelum hamil, maka gangguan ini mungkin akan memburuk atau justru timbul beberapa saat setelah melahirkan. Obsesi yang terjadi biasanya berhubungan dengan kekhawatiran tentang keselamatan atau kesehatan bayinya. Gangguan panik juga dapat terjadi beberapa saat setelah melahirkan. Baik gangguan obsesif kompulsif maupun gangguan panik dapat terjadi bersamaan dengan gangguan depresi paska melahirkan.Apakah Saya Mengalami Depresi Paska Melahirkan?Untuk menegakkan diagnosa depresi paska melahirkan, dokter biasanya akan menanyakan dan mengamati berbagai gejala yang anda alami. Dokter juga mungkin akan melakukan berbagai pemeriksaan lain untuk menyingkirkan berbagai kemungkinan lain yang menyebabkan timbulnya berbagai gejala yang anda alami.Sumber: webmd