Your browser does not support JavaScript!
 08 Nov 2017    15:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Kanker Paru dan Bronkitis
Dengan semakin banyaknya polusi udara dan perokok, maka kasus kanker paru pun semakin meningkat. Selain kanker paru, para perokok kronik juga beresiko untuk menderita bronkitis.   Kanker Paru Kanker paru merupakan suatu keadaan di mana terjadi pertumbuhan berlebihan dari jaringan paru yang tidak dapat dikendalikan dan tidak terkoordinasi. Kanker dapat terjadi pada bagian paru manapun.  Secara perlahan, sel-sel kanker ini akan mengambil berbagai nutrisi yang diperlukan oleh sel-sel sehat paru untuk menjalankan fungsinya dengan baik, yang menyebabkan timbulnya gejala kanker. Penyebab pasti dari kanker paru masih tidak diketahui, akan tetapi iritasi berulang pada sel-sel paru karena berbagai kebiasaan tidak sehat seperti merokok, menghisap narkotika, menghirup gas beracun saat bekerja, dan lain sebagainya merupakan berbagai faktor resiko terjadinya kanker paru.   Bronkitis Bronkitis merupakan suatu inflamasi (radang) saluran napas paru. Berbagai penyebab bronkitis adalah merokok, menghirup uap beracun, polusi udara, infeksi bakteri atau virus atau jamur, dan kekurangan enzim (sangat jarang).   Perbedaan Gejala Batuk merupakan gejala yang dapat terjadi baik pada kanker paru maupun pada bronkitis. Selain itu, beberapa gejala lain yang dapat ditemukan pada kanker paru adalah penurunan berat badan, tidak nafsu makan, badan terasa lemah. Beberapa gejala spesifik kanker paru adalah batuk yang terjadi dalam waktu lama (kronik atau lebih dari 2 minggu) yang terus memburuk baik dengan maupun tanpa dahak, adanya darah pada dahak, nyeri dada, sesak napas baik saat beristirahat maupun beraktivitas, dan adanya benjolan pada kerongkongan yang membuat penderita sulit menelan makanan. Gejala bronkitis dapat berupa batuk hebat yang seringkali disertai dengan dahak, demam, kesulitan bernapas saat berbicara atau tertawa, dan nyeri tenggorokan. Kadang penderita dapat merasa nyeri dada saat batuk.   Perbedaan Pengobatan Kanker paru diobati dengan pengangkatan sel-sel kanker melalui tindakan pembedahan, kemoterapi, dan radiasi. Sementara itu, bronkitis diatasi dengan pemberian obat anti inflamasi, antibiotika, ekspektroan, dan penekan batuk. Berhenti merokok merupakan salah satu hal yang dapat membantu proses penyembuhan.   Baca juga: Penyakit Paru Akibat Gangguan Jalan Napas   Sumber: differencebetween
 14 Mar 2015    11:00 WIB
Mengenal Bronkitis Asmatika
Bernapas merupakan suatu proses yang dimulai dari menghirup udara melalui hidung dan mulut yang kemudian akan mengalir melalui saluran napas yaitu bronkus yang kemudian akan membuka dan membuat udara dapat masuk ke dalam paru-paru anda, di mana terjadi pertukaran antara oksigen dan karbondioksida di dalam darah sebelum kembali diedarkan ke seluruh tubuh melalui jantung. Bila terjadi peradangan pada saluran napas ini, maka akan membuat udara sulit mencapai ke dalam paru-paru anda. Hal ini mengakibatkan berkurangnya volume udara yang masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan timbulnya sesak napas. Selain itu, anda juga akan mengalami batuk dan mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) yang diakibatkan oleh usaha tubuh untuk memperoleh lebih banyak oksigen melalui saluran udara yang menyempit. Bronkitis dan asma diakibatkan oleh peradangan pada saluran napas. Bronkitis merupakan peradangan pada saluran napas yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bronkitis kronik dapat dipicu oleh paparan jangka panjang oleh iritan lingkungan seperti asap rokok, debu, atau berbagai bahan kimia. Asma merupakan peradangan pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas akibat kontraksi otot di sekitar saluran napas dan pembengkakan saluran napas yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Jika bronkitis dan asma terjadi secara bersamaan, maka disebut dengan bronkitis asmatika.   Penyebab Terdapat banyak pemicu yang dapat menyebabkan pelepasan zat-zat inflamasi. Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya bronkitis asmatika adalah: Asap rokok Polusi udara Alergen seperti serbuk sari, lumut, debu, bulu binatang, atau makanan termasuk pengawet makanan seperti MSG Bahan-bahan kimia Obat-obatan tertentu seperti aspirin dan beta blocker Olahraga Perubahan cuaca, seperti cuaca dingin Infeksi virus atau bakteri Emosi seperti tertawa atau menangis   Gejala Gejala bronkitis asmatika merupakan kombinasi gejala bronkitis dan asma berupa: Sesak napas Mengi Batuk Dada terasa berat Produksi lendir berlebihan Bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat menular, akan tetapi bronkitis asmatika biasanya tidak menular.   Apakah Saya Menderita Bronkitis Asmatika ? Bila anda mengalami beberapa gejala di atas, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat penyakit anda dan keluarga anda, serta melakukan beberapa pemeriksaan di bawah ini, yaitu: Spirometri, yang merupakan suatu pemeriksaan fungsi paru di mana anda akan diminta untuk menghirup dan menghembuskan napas melalui suatu saluran yang tersambung pada spirometer Pemeriksaan untuk memeriksa volume udara maksimal yang dapat anda hembuskan dalam satu kali tarikan napas Pemeriksaan foto rontgern dada untuk mengetahui adanya gangguan pada paru-paru yang menyebabkan batuk dan gangguan pernapasan lainnya   Pengobatan Pengobatan bronkitis asmatika sebagian besar sama dengan pengobatan untuk asma dan bronkitis yang berupa: Bronkodilator kerja cepat seperti albuterol yang berfungsi untuk membuka saluran napas dan meredakan gejala dalam waktu singkat Kombinasi kortikosteroid inhalasi dan bronkodilator kerja panjang Leukotrien Kromolin atau teofilin Antibiotika bila disebabkan oleh infeksi bakteri Selain itu, pengobatan juga dapat dilakukan dengan menghindari pemicu serangan asma, seperti: Cucilah seprai dan selimut anda dengan air hangat Bersihkan lantai, karpet, dan langit-langit rumah anda dari debu secara teratur Jangan biarkan binatang peliharaan anda masuk ke dalam kamar anda Jangan merokok dan jauhilah orang yang merokok   Sumber: webmd    
 07 Mar 2015    11:00 WIB
Pengobatan Pada Bronkitis Akut dan Kronik
Bronkitis akut dapat menular melalui batuk, bersin, atau air liur penderitanya. Air liur ini mengandung virus atau bakteri yang kemudian akan terlepas ke udara dan menempel pada berbagai benda. Anda tertular bila anda menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri atau menyentuh benda yang telah disentuh oleh penderita kemudian memegang mata atau hidung atau mulut anda tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.   Bronkitis Akut Pengobatan yang dapat dilakukan bagi penderita bronkitis akut adalah: Banyak istirahat Minum banyak air putih Hindari merokok dan pajanan asap rokok atau asap lainnya Pemberian obat bronkodilator inhalasi atau sirup batuk Pada penderita bronkitis yang memiliki fungsi paru normal dan tidak memiliki penyakit kronik lainnya, maka pemberian antibiotika tidak diperlukan karena sebagian besar kasus bronkitis disebabkan oleh infeksi virus. Bila infeksi berlanjut menjadi bronkitis kronik, maka anda memerlukan tambahan obat golongan steroid untuk mengurangi peradangan saluran napas dan atau pemberian oksigen bila diperlukan.   Bronkitis Kronik Jika anda menderita bronkitis kronik, maka paru-paru anda sangat rentah terhadap infeksi. Dianjurkan agar anda memperoleh vaksinasi pneumonia kecuali bila dokter anda mengatakan sebaliknya. Vaksinasi pneumonia dapat melindungi anda terhadap pneumonia hingga anda berumur 65 tahun, kecuali bila anda memiliki gangguan kesehatan lainnya. Setelah 65 tahun, maka anda perlu melakukan vaksinasi ulangan (booster). Konsultasikan dengan dokter anda terlebih dahulu mengenai obat apa yang sebaiknya anda konsumsi, termasuk obat batuk mana yang tepat bagi keadaan anda. Bila produksi atau kekentalan dahak meningkat, maka mungkin anda telah mengalami infeksi bakteri, segera beritahu dokter anda. Dokter anda dapat memberikan antibiotika untuk melawan infeksi bakteri tersebut. Rehabilitasi pulmonal kadang diperlukan bagi penderita bronkitis kronik. Pada rehabilitasi pulmonal anda diajarkan bagaimana cara berolahraga dan cara bernapas yang dapat membantu mengurangi gejala yang anda alami.   Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Jika anda menderita PPOK, maka dokter anda dapat menambahkan obat bronkodilator anti kolinergik, suatu obat yang sementara dapat membuka saluran napas yang menyempit atau obat golongan steroid untuk mengurangi peradangan pada saluran napas. Berhenti merokok merupakan salah satu pengobatan terbaik untuk mengatasi bronkitis kronik dan PPOK. Pada kasus bronkitis kronik berat dengan PPOK, kemampuan tubuh anda untuk menghantarkan oksigen dari paru-paru ke dalam aliran darah menjadi berkurang. Anda mungkin memerlukan terapi oksigen. Berhenti merokok dapat mengurangi beratnya gejala yang anda alami bahkan pada bronkitis kronik berat dan PPOK.   Apa yang Harus Dilakukan di Rumah ? Bronkitis Akut Saat anda mengalami bronkitis akut yang disertai dengan demam, sesak napas, atau mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik), istirahatlah di rumah dan konsumsi banyak air putih. Beristirahat bukan berarti anda harus terus berada di atas ranjang. Menghirup uap panas juga dapat membantu. Bronkitis Kronik Hindari paparan terhadap cat, asap, debu, dan penderita flu serta berhentilah merokok. Menghirup uap panas juga dapat membantu.   Kapan Hubungi Dokter ? Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Batuk menetap atau berat yang mengganggu tidur atau aktivitas anda sehari-hari Demam tinggi Gejala yang anda alami memburuk Terdapat darah di dalam dahak atau dahak berwarna kecoklatan Batuk lebih dari 1 minggu Warna dahak bertambah gelap dan dahak semakin kental serta bertambah banyak Anda mengalami gejala bronkitis akut dan memiliki gangguan jantung, paru, atau gangguan kesehatan kronik lainnya atau terinfeksi oleh HIV   Sumber: webmd
 28 Feb 2015    15:00 WIB
Mengenal Apa Itu Bronkitis ?
Bronkitis merupakan suatu penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh peradangan dinding bronkus di dalam paru-paru. Iritasi pada dinding bronkus ini akan berkembang menjadi pembengkakan dan mengakibatkan penyempitan atau bahkan tertutupnya saluran pernapasan yang sangat kecil di dalam paru-paru. Hal ini menyebabkan timbulnya gejala batuk berdahak dan sesak napas. Penderita asma juga dapat mengalami bronkitis bersamaan dengan asma yang disebut dengan bronkitis asmatika. Terdapat dua macam bronkitis, yaitu bronkitis akut, di mana infeksi berlangsung selama 1-3 minggu dan bronkitis kronik, di mana infeksi berlangsung selama setidaknya 3 bulan dalam setahun selama 2 tahun berturut-turut.   Bronkitis Akut Bronkitis akut seringkali menimbulkan batuk berdahak yang kadang juga disertai oleh infeksi saluran pernapasan atas. Pada sebagian besar kasus, infeksi ini disebabkan oleh virus dan terkadang oleh bakteri. Bronkitis akut merupakan suatu gangguan yang sering terjadi. Keadaan ini dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan dini. Bila anda memiliki kesehatan yang baik, maka peradangan bronkus akan mereda dan bronkus kembali normal dalam waktu beberapa hari kemudian. Akan tetapi, bila anda merupakan seorang perokok, maka kesembuhan akan lebih lama tercapai. Rokok merusak suatu sel kecil yang berbentuk seperti rambut (silia) di dalam paru-paru yang berfungsi untuk membuang kotoran, iritan, dan produksi lendir yang berlebihan. Jika anda terus merokok, maka kerusakan silia ini dapat mengganggu fungsi silia yang dapat meningkatkan resiko terjadinya bronkitis kronik. Pada beberapa perokok berat, dinding bronkus tetap meradang dan silia pun berhenti berfungsi. Akibatnya terbentuk suatu endapan lendir yang membuat paru-paru lebih mudah terkena infeksi oleh virus maupun bakteri, yang bila terus berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan permanen pada saluran pernapasan anda yang disebut dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Bila anda mengalami gejala yang berat atau menetap, demam tinggi, atau batuk darah maka segera hubungi dokter anda. Selain itu, segera cari pertolognan medis bila anda mengalami kesulitan bernapas atau nyeri dada.   Bronkitis Kronik Bronkitis kronik merupakan suatu gangguan berat yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan memerlukan pengobatan teratur. Bronkitis kronik merupakan salah satu jenis PPOK. Jenis PPOK lainnya adalah emfisema. Kedua jenis PPOK ini menyebabkan kesulitan bernapas pada penderitanya. Bronkitis kronik meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan berbagai penyakit serta infeksi paru berat. Oleh karena itu, anda sebaiknya memeriksakan diri anda secara teratur pada dokter anda.   Penyebab Bronkitis Akut Secara umum, bronkitis akut disebabkan oleh infeksi paru. Sekitar 90% di antaranya merupakan akibat infeksi virus. Serangan berulang dari bronkitis akut dapat membuat bronkus melemah dan teriritasi dalam waktu lama yang dapat menyebabkan terjadinya bronkitis kronik. Bronkitis Kronik Bronkitis kronik paling sering ditemukan pada penambang batu bara, petani, tukang besi, dan orang lainnya yang pekerjaannya berhubungan dengan paparan debu dan asap. Polusi udara juga dapat menyebabkan terjadinya bronkitis kronik. Akan tetapi, penyebab utama dari bronkitis kronik adalah merokok yang mengiritasi bronkus dan mengakibatkan produksi lendir berlebihan. Gejala bronkitis kronik juga dapat diperburuk oleh tingginya kadar sulfur dioksida dan polutan lainnya di udara.   Gejala Bronkitis Akut Gejala bronkitis akut yang dapat ditemukan adalah: Batuk berdahak yang menetap selama 5 hari atau lebih Dahak berwarna jernih, kuning, putih, atau hijau Tanpa demam, akan tetapi demam yang tidak terlalu tinggi dapat kadang terjadi Rasa nyeri di dada Bila disertai demam (suhu mencapai 38°C) dan adanya gejala gangguan umum, seperti hilangnya nafsu makan, nyeri otot di seluruh tubuh, maka hal ini dapat disebabkan oleh pneumonia. Pada pneumonia diperlukan pemberian antibiotika. Bronkitis Kronik Gejala yang dapat ditemukan pada bronkitis kronik adalah: Batuk menetap yang disertai dengan dahak berwarna jernih, kuning, putih, atau hijau yang berlangsung selama setidaknya 3 bulan dalam satu tahun selama 2 tahun berturut-turut Mengi (suara napas berbunyi ngik-ngik) dan sesak napas (kadang) Merasa sangat lelah   Apakah Saya Mengalami Bronkitis ? Pada bronkitis akut, dokter dapat segera menentukan diagnosa setelah menanyakan keluhan anda dan pemeriksaan fisik paru-paru anda. Akan tetapi, pada bronkitis kronik dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosanya, seperti foto rontgen dada dan pemeriksaan fungsi paru.   Sumber: webmd
 28 Mar 2014    10:00 WIB
Apa itu Bronkitis?
DefinisiBronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis dapat menjadi berat. Apa penyebab dari bronkitis?Penyebab bronkitis infeksiosa adalah virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Serangan bronkitis berulang dapat terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang juga dapat merupakan akibat dari:•  Sinusitis kronis•  Bronkiektasis•  Alergi•  Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak Apa saja gejala-gejala yang ditimbulkan oleh bronkitis?Gejala bronkitis dapat berupa:•  Batuk berdahak (dahaknya dapat berwarna kemerahan)•  Sesak napas ketika melakukan olahraga atau aktivitas ringan•  Sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)•  Bengek•  Lelah•  Pembengkakan pergelangan kaki dan kaki, kiri dan kanan•  Wajah, telapak tangan, atau selaput lendir berwarna kemerahan•  Pipi tampak kemerahan•  Nyeri kepala•  Gangguan penglihatan Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan terdapat dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau. Apakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan bronkitis?Pengobatan bronkitis bertujuan untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan. Pada penderita dewasa, dapat diberikan aspirin atau asetaminofen. Pada anak-anak, sebaiknya hanya diberikan asetaminofen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.•  Anti Mikroba•  Antitusiv dan Ekspektoran•  Bronkodilator•  Kortikosteroid Sistemik•  Kortikosteroid Inhalasi•  Anti Virus•  Analgesik antipiretik Ingin mengetahui lebih lanjut tentang bronkitis? Lihat disiniSumber: Cek Gejala Penyakit