Your browser does not support JavaScript!
 13 Nov 2019    18:00 WIB
Cara Mendiagnosis dan Perawatan Batu Empedu
Bagaimana Cara Mendiagnosis Batu Empedu? Metode berikut ini digunakan oleh dokter, untuk mendiagnosis batu-batu empedu: USG - memvisualisasikan batu empedu, lokasi, dan jumlahnya. CT scan atau MRI digunakan untuk membantu menyingkirkan penyebab lain nyeri perut, dan dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit batu empedu yang rumit. Tes darah menentukan infeksi, obstruksi, pankreatitis, dan ikterus Endoskopi ultrasound (EUS) - menggunakan endoskopi yang dimasukkan ke dalam lambung dan duodenum (bagian pertama dari usus), alat ini dapat menemukan batu-batu di saluran empedu. Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) dapat digunakan untuk mengangkat batu di ductus biliaris. Perawatan apa yang bisa dilakukan? Perawatan batu empedu tergantung pada apa yang kita alami. Jika kita mengalami asimtomatik (yaitu suatu penyakit ketika pasien tidak menyadari gejala apapun). Dan batu empedu kita terdeteksi melalui USG, biasanya kita tidak memerlukan tindakan operasi apa pun. Namun, pengangkatan kandung empedu yang disebut kolesistektomi diperlukan untuk orang dengan anemia hemolitik (yaitu penurunan jumlah sel darah merah karena adanya penghancuran sel darah merah secara berlebihan), atau yang berisiko terkena kanker kandung empedu. Jika kita menderita gejala yang menyakitkan, kita sangat disarankan untuk menjalani kolesistektomi. Kita dapat hidup tanpa kandung empedu, karena fungsinya hanya untuk menyimpan empedu (yang memang bukan merupakan fungsi vital). Dan adalah tugas hati yang menghasilkan empedu, yang dimana akan mengalir langsung ke usus kecil kita. Kolesistektomi hampir selalu dilakukan sebagai prosedur laparoskopi (teknik bedah lubang kunci). Prosedur ini dapat diselesaikan dalam sehari atau menginap semalam di rumah sakit. Teknik bedah dengan sayatan panjang dapat digunakan untuk kasus-kasus batu emepedu yang rumit, dan ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk tinggal di rumah sakit. Batu empedu dengan komplikasi biasanya diperlakukan sebagai kasus darurat. Berikut ini adalah macam-macam komplikasinya: Obstruksi saluran empedu dan kolangitis - batu empedu kita telah menghalangi saluran empedu - saluran yang mengosongkan empedu ke duodenum. Ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terlepas dari sumbatan, saluran empedu kita bisa meradang, yang disebut kolangitis. Dan Dokter biasanya akan memberikan antibiotik intravena. Obstruksi (penyumbatan) biasanya hilang dengan endoskopi (ERCP). Ketika kondisi kita sudah stabil, kandung empedu kita kemudian diangkat. Pankreatitis batu empedu akut - pankreatitis akut dapat menyebabkan sakit perut yang mendadak. Ini juga berpotensi mengancam nyawa ketika itu adalah serangan yang berat. Ketika gejala pankreatitis telah mereda, pembersihan laparoskopi awal kandung empedu disarankan, untuk mencegah terulangnya pankreatitis. Kolesistitis akut - Infeksi di dalam kantong empedu dapat menyebabkan nyeri perut kanan dan demam. Pada pasien diabetes, gangren (yaitu kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tidak mendapat pasokan darah yang cukup atau akibat infeksi bakteri yang berat, ini adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan amputasi ataupun kematian), pada dinding kandung empedu akan mengambil ahli dengan cepat jika tidak ditangani. Pengangkatan kantong empedu lewat laparoskopi sangat disarankan untuk mengobati kondisi ini. Tidak ada obat yang dapat diandalkan, untuk dapat membantu melarutkan batu empedu kita. Namun banyak orang melakukan tindakan pengobatan alami (herbal). Tapi yang pasti untuk menghindari batu empedu adalah mengatur pola hidup sehat, mulai dari berolah raga secara teratur, pertahankan berat badan yang ideal (normal), konsumsi suplemen atau vitamin yang tepat sesuai rekomendasi dokter, seperti vitamin C, zat besi, dan lesitin, yang dipercaya dapat menurunkan resiko batu empedu.   Sumber : www.healthline.com
 26 Apr 2019    11:00 WIB
10 Bahan Alami Untuk Mengatasi Batu Empedu
Batu empedu merupakan batu yang terbentuk di dalam kandung empedu, suatu organ kecil yang terletak di belakang hati, di bagian kanan perut. Ukuran batu empedu dapat bervariasi mulai dari sebesar butiran pasir hingga lebih besar daripada sebuah bola golf. Menurut the American Medical Association, sekitar 80% batu empedu terbuat dari kolesterol yang mengeras, yang terbentuk saat kadar kolesterol terlalu tinggi di dalam kandung empedu.Penyebab lain dari terbentuknya batu empedu adalah tingginya kadar bilirubin dan banyaknya jumlah empedu di dalam kandung empedu. Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat meningkatkan resiko terjadinya batu empedu seperti kehamilan, menderita obesitas, diabetes, gangguan hati, gaya hidup tidak aktif, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, menderita anemia (beberapa jenis), berusia lebih dari 60 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan merupakan keturuan suku Indian atau Hispanik. Banyak orang menderita batu empedu dan tidak pernah mengetahuinya. Hal ini dikarenakan gejala biasanya baru mulai saat batu empedu menyumbat saluran empedu. Beberapa gejala yang dapat ditemukan adalah nyeri perut hebat yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada perut bagian kanan; nyeri pinggang, mual, muntah, perut kembung, gangguan pencernaan, menggigil, dan tinja berwarna keabuan. Nyeri perut yang disebabkan oleh batu empedu dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.Batu empedu dapat membuat penderita sangat kesakitan dan membutuhkan pengobatan segera. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami beberapa gejala di atas. Selain pengobatan medis, ada beberapa bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk mencegah dan mengatasi batu empedu. Di bawah ini Anda dapat melihat 10 bahan alami yang dapat digunakan untuk mengatasi batu empedu.  1.      Cuka ApelKeasaman alami dari cuka apel dapat memicu penghentian produksi kolesterol di dalam hati, yang merupakan salah satu penyebab terbentuknya batu empedu. Selain itu, cuka apel juga memiliki peranan penting dalam proses penghancuran batu empedu dan dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Cara mengkonsumsinya adalah campurkanlah 1 sendok makan cuka apel dengan segelas jus apel. Minum larutan ini setiap kali Anda mengalami serangan nyeri perut. Larutan ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dalam waktu 15 menit. Cara lainnya adalah Anda dapat menambahkan 2 sendok teh cuka apel dan 1 sendok teh sari buah lemon ke dalam segelas air hangat. Minumlah larutan ini sebelum makan di pagi hari. Dengan melakukan hal ini secara teratur selama beberapa minggu, batu empedu pun dapat dihancurkan dan nyeri perut pun dapat dicegah. 2.      Sari Buah LemonBahan alami lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi serangan batu empedu adalah sari buah lemon. Sari buah lemon dapat membantu menghentikan proses produksi kolesterol di dalam hati, yang tentu saja dapat membantu mempercepat proses penyembuhan batu empedu. Hal ini dikarenakan sari buah lemon mengandung pektin yang dipercaya dapat membantu mengatasi nyeri perut akibat batu empedu. Selain itu, kandungan vitamin C di dalam sari buah lemon juga akan membuat kolesterol lebih mudah larut di dalam air, yang berarti membuat kolesterol lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh. Cara mengkonsumsinya adalah minumlah sari buah lemon segar yang diperas dari 4 buah lemon setiap harinya saat perut kosong. Kemudian minumlah segelas air putih. Lanjutkan terapi ini selama 1 minggu. Cara lainnya adalah minumlah 4 sendok makan sari buah lemon yang dicampurkan dengan segelas air hangat setiap harinya saat perut kosong. Lanjutkan terapi ini selama beberapa minggu hingga batu empedu berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh.  3.      PeppermintPeppermint dapat membantu proses pencernaan dengan menstimulasi aliran empedu dan berbagi jenis enzim pencernaan lainnya. Selain itu, peppermint juga mengandung terpene yang terbukti cukup efektif untuk menghancurkan batu empedu. Peppermint juga dipercaya dapat membantu mengatasi kram perut dan nyeri perut akibat batu empedu. Cara mengkonsumsinya adalah didihkanlah 1 gelas air putih, kemudian tambahkan 1 sendok teh daun peppermint kering, matikan api dan biarkan selama 5 menit. Saring, kemudian tambahkan 1 sendok teh madu. Nikmatilah teh ini selagi hangat, 2 kali sehari selama 4-6 minggu. Minumlah teh ini di antara waktu makan untuk mendapatkan hasil maksimal. 4.      Jus SayuranBila Anda menderita batu empedu, maka sangat dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan berlemak. Selama 1-2 minggu, lakukanlah diet, di mana Anda hanya mengkonsumsi jus buah dan sayuran. Jus buah yang terdiri dari campuran bit, timun, dan wortel merupakan jus sayuran yang baik bagi batu empedu. Bit dapat membantu membersihkan hati dan menguatkan kandung empedu. Timun yang mengandung banyak air juga dapat membantu proses detoksifikasi hati dan kandung empedu. Wortel mengandung banyak vitamin C dan berbagai nutrisi lainnya yang baik bagi sistem kekebalan tubuh. Cara membuat jus sayuran ini adalah campurkanlah sari 1 buah bit, 1 buah timun, 4 buah wortel berukuran sedang. Minumlah jus ini 2 kali sehari selama 2 minggu.  5.      PsilliumPsillium merupakan sumber serat larut air yang sangat baik, yang dapat membantu mengatasi batu empedu. Hal ini dikarenakan kandungan serat di dalam psillium dapat mengikat kolesterol di dalam empedu dan membantu mencegah terbentuknya batu empedu. Selain itu, serat di dalam psillium juga akan membantu pergerakan usus, yang akan menurunkan resiko terjadinya penyumbatan di dalam sistem empedu. Psillium juga dapat mencegah terjadinya sembelit, yang dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu. Cara mengkonsumsinya adalah tambahkan 1 sendok makan bubuk psillium ke dalam 1 gelas air putih, aduk, minum larutan ini 2 kali sehari. Terus minum larutan ini hingga batu empedu Anda hilang.Perlu diingat bahwa karena psillium akan menyerap air, maka sebaiknya Anda mengkonsumsi banyak air putih saat mengkonsumsi psillium. Baca juga: Faktor Terjadinya Batu Empedu 6.      Bunga DandelionDandelion merupakan herbal lainnya yang sangat membantu dalam pengobatan batu empedu. Hal ini dikarenakan dandelion mengandung sebuah senyawa yang dikenal dengan nama taraxacin, yang dapat membantu mengeluarkan empedu dari dalam hati. Selain itu, taraxacin juga dapat membantu proses detoksifikasi dan metabolisme lemak yang terkumpul di dalam hati. Dan saat hati berfungsi dengan baik, maka fungsi kandung empedu pun akan menjadi lebih baik. Cara mengkonsumsinya adalah letakkan 1 sendok teh akar dandelion kering di dalam sebuah gelas, tuang air panas ke dalam gelas, tutup, dan biarkan selama 5 menit. Saring dan tambahkan madu ke dalamnya. Minumlah the ini 2 atau 3 kali sehari selama 1-2 minggu. 7.      Milk ThistleTanaman herbal yang satu ini mengandung suatu senyawa pahit yang dikenal dengan nama silimarin, yang akan menstimulasi produksi empedu. Peningkatan produksi empedu akan membuat empedu yang dihasilkan lebih "encer" dan akan membantu menghancurkan batu empedu. Milk thistle juga dapat membantu meningkatkan fungsi hati. Cara mengkonsumsinya adalah haluskan 1 sendok makan biji milk thistle, kemudian masukkan ke dalam 3 gelas air dan didihkan. Matikan api dan biarkan terendam selama 20 menit. Kemudian saring dan tambahkan madu. Minumlah teh ini 2-3 kali sehari selama 1 minggu. 8.      Minyak JarakMinyak jarak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan telah diketahui dapat membantu meminimalisir dan mengurangi jumlah batu empedu. Minyak jarak juga mengandung zat anti radang yang dapat menetralisir radang dan mengurangi nyeri perut akibat batu empedu. Selain itu, minyak jarak juga memiliki manfaat positif bagi sistem kekebalan tubuh dan kelenjar getah bening. Cara mengkonsumsinya adalah panaskan 1 gelas (1 cup) minyak jarak murni, kemudian masukkan kain (cheesecloth) ke dalam minyak hangat tersebut dan peras untuk mengeluarkan minyak berlebih. Tempelkan kain basah tersebut pada bagian kanan perut Anda, tutup dengan plastik, kemudian letakkan kompres hangat di atas pembungkus plastik selama 30-60 menit. Lakukan terapi ini selama setidaknya 3 kali dalam seminggu hingga Anda sembuh sempurna. 9.      Buah PirBuah pir ternyata juga dapat membantu mengatasi nyeri perut akibat batu empedu lho. Hal ini dikarenakan buah pir mengandung pektin yang dapat membantu melunakkan batu empedu yang terbuat dari kolesterol, sehingga dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Cara mengkonsumsinya adalah campurlah setengah gelas jus buah pir dengan setengah gelas air hanbat. Kemudian tambahkan 2 sendok makan madu. Minumlah jus ini 3 kali sehari selama 2 minggu. 10.  WinePara ahli dari the University of East Anglia menemukan bahwa wine ternyata dapat membantu mencegah terjadinya serangan batu empedu. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi setengah gelas wine saat mengalami serangan batu empedu dan nyeri perut pun akan membaik dalam 20 menit.Selain itu, mengkonsumsi setengah gelas wine setiap harinya juga dapat membantu mengurangi jumlah serangan batu empedu hingga 40%. Satu hal yang perlu diingat adalah sebelum mengkonsumsi obat herbal apapun, termasuk dandelion, peppermint, atau milk thistle; pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter Anda karena mungkin tidak sesuai dengan keadaan kesehatan Anda. Selain mengkonsumsi berbagai jenis obat herbal ini, Anda juga dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak air putih karena dapat membantu tubuh mencerna lemak. Konsumsilah setidaknya 8 gelas air putih setiap harinya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: top10homeremedies
 01 Jan 2019    08:00 WIB
Pengobatan Penyakit Batu Empedu
Bagaimana Cara Mendiagnosis Batu Empedu? Metode berikut ini digunakan oleh dokter, untuk mendiagnosis batu-batu empedu: USG - memvisualisasikan batu empedu, lokasi, dan jumlahnya. CT scan atau MRI digunakan untuk membantu menyingkirkan penyebab lain nyeri perut, dan dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit batu empedu yang rumit. Tes darah menentukan infeksi, obstruksi, pankreatitis, dan ikterus Endoskopi ultrasound (EUS) - menggunakan endoskopi yang dimasukkan ke dalam lambung dan duodenum (bagian pertama dari usus), alat ini dapat menemukan batu-batu di saluran empedu. Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) dapat digunakan untuk mengangkat batu di ductus biliaris. Perawatan apa yang bisa dilakukan? Perawatan batu empedu tergantung pada apa yang kita alami. Jika kita mengalami asimtomatik (yaitu suatu penyakit ketika pasien tidak menyadari gejala apapun). Dan batu empedu kita terdeteksi melalui USG, biasanya kita tidak memerlukan tindakan operasi apa pun. Namun, pengangkatan kandung empedu yang disebut kolesistektomi diperlukan untuk orang dengan anemia hemolitik (yaitu penurunan jumlah sel darah merah karena adanya penghancuran sel darah merah secara berlebihan), atau yang berisiko terkena kanker kandung empedu. Jika kita menderita gejala yang menyakitkan, kita sangat disarankan untuk menjalani kolesistektomi. Kita dapat hidup tanpa kandung empedu, karena fungsinya hanya untuk menyimpan empedu (yang memang bukan merupakan fungsi vital). Dan adalah tugas hati yang menghasilkan empedu, yang dimana akan mengalir langsung ke usus kecil kita. Kolesistektomi hampir selalu dilakukan sebagai prosedur laparoskopi (teknik bedah lubang kunci). Prosedur ini dapat diselesaikan dalam sehari atau menginap semalam di rumah sakit. Teknik bedah dengan sayatan panjang dapat digunakan untuk kasus-kasus batu emepedu yang rumit, dan ini akan membutuhkan waktu lebih lama untuk tinggal di rumah sakit. Batu empedu dengan komplikasi biasanya diperlakukan sebagai kasus darurat. Berikut ini adalah macam-macam komplikasinya: Obstruksi saluran empedu dan kolangitis - batu empedu kita telah menghalangi saluran empedu - saluran yang mengosongkan empedu ke duodenum. Ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Terlepas dari sumbatan, saluran empedu kita bisa meradang, yang disebut kolangitis. Dan Dokter biasanya akan memberikan antibiotik intravena. Obstruksi (penyumbatan) biasanya hilang dengan endoskopi (ERCP). Ketika kondisi kita sudah stabil, kandung empedu kita kemudian diangkat. Pankreatitis batu empedu akut - pankreatitis akut dapat menyebabkan sakit perut yang mendadak. Ini juga berpotensi mengancam nyawa ketika itu adalah serangan yang berat. Ketika gejala pankreatitis telah mereda, pembersihan laparoskopi awal kandung empedu disarankan, untuk mencegah terulangnya pankreatitis.   Kolesistitis akut - Infeksi di dalam kantong empedu dapat menyebabkan nyeri perut kanan dan demam. Pada pasien diabetes, gangren (yaitu kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tidak mendapat pasokan darah yang cukup atau akibat infeksi bakteri yang berat, ini adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan amputasi ataupun kematian), pada dinding kandung empedu akan mengambil ahli dengan cepat jika tidak ditangani. Pengangkatan kantong empedu lewat laparoskopi sangat disarankan untuk mengobati kondisi ini. Tidak ada obat yang dapat diandalkan, untuk dapat membantu melarutkan batu empedu kita. Namun banyak orang melakukan tindakan pengobatan alami (herbal). Tapi yang pasti untuk menghindari batu empedu adalah mengatur pola hidup sehat, mulai dari berolah raga secara teratur, pertahankan berat badan yang ideal (normal), konsumsi suplemen atau vitamin yang tepat sesuai rekomendasi dokter, seperti vitamin C, zat besi, dan lesitin, yang dipercaya dapat menurunkan resiko batu empedu.
 19 Dec 2018    08:00 WIB
Batu Empedu (Penyebab dan Jenisnya)
Hai Sobat, hari ini kita akan membahas tentang penyakit batu empedu, tapi ada baiknya sebelum kita bahas tentang penyakit ini, kita harus kenal jelas fungsi dari kantung empedu. Kantung empedu adalah sebuah organ kecil berbentuk seperti buah pir, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cairan empedu (cairan yang berperan penting dalam proses pencernaan). Pada manusia panjang dari organ ini adalah sekitar 7 – 10 cm, berwarna hijau gelap dan terhubung dengan hati serta usus dua belas jari (duodenum). Kantung empedu memproduksi sekitar 600 – 1200 ml cairan empedu per harinya. Dalam keadaan norma 97% dari cairan ini adalah air. Singkatnya, fungsi kantung empedu adalah untuk: Membantu proses pencernaan lemak. Membantu Proses Absorbsi lemak. Membantu pengeluaran limbah. Membantu Menghilangkan racun dari hati. Nah sekarang kita bahas penyakitnya. Batu empedu merupakan suatu bentuk endapan padat yang mengeras dan terbentuk di dalam kantung ataupun saluran empedu kita. Kandung empedu kita terletak tepat di bawah hati kita, di sisi kanan atas perut kita. Jika kita mengalami nyeri mendadak di bagian atas atau kanan perut kita, segera konsultasikan dengan dokter, karena kemungkinan kita menderita batu empedu (cholelithiasis). Batu empedu bisa sekecil butiran pasir atau sebesar bola golf. Kita dapat memiliki satu batu atau banyak batu. Bagaimana batu empedu bisa terbentuk? Tidak jelas bagaimana batu empedu terbentuk. Tetapi menurut pernyataan Para Ilmuwan, batu empedu dapat dibentuk melalui hal-hal berikut: Kadar kolesterol tinggi disekresikan oleh hati - Normalnya, kolesterol yang disekresi oleh hati dicerna oleh empedu, tetapi empedu tidak dapat mencerna banyak kolesterol, dan ketika terlalu banyak, kolesterol dibuang ke kantong empedu. Bentuk kolesterol yang berlebih ini menjadi batu empedu. Tingginya kadar bilirubin, (yaitu, sebuah komponen yang berasal dari darah merah, yang akan dikirim kedalam empedu sehingga dikeluarkan melalui urin, kadar yang terdapat dalam urin akan mengindikasikan beberapa jenis penyakit yang ada di dalam tubuh). Kadar Bilirubin ini akan tinggi, ketika sel darah merah kita mengalami kerusakan dengan cepat, seperti gangguan darah atau infeksi saluran empedu. Ketidakmampuan kantong empedu Anda untuk mengosongkan dengan benar dan empedu menjadi terkonsentrasi, kemudian mengeras menjadi batu.   Ada tiga jenis batu empedu. Batu yang paling umum di populasi Asia adalah batu pigmen berwarna gelap, yang bisa berwarna coklat atau hitam dan terbuat dari bilirubin. Kedua, batu pigmen berwarna kuning yang terbuat dari kolesterol, yang lebih umum pada populasi Barat. Ketiga, adalah campuran dari kedua jenis batu empedu ini, batu dengan kadar kolesterol dan batu dengan kadar bilirubin. Lalu apa Gejala Umum Batu Empedu? Kebanyakan orang dengan batu empedu tidak bergejala. Ada yang merasakan sakit yang tiba-tiba (dadakan), ada juga yang berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Rasa sakitnya memang menyakitkan, dan nyeri yang ditimbulkan berada di sekitar lambung, rasa sakitnya hampir mirip dengan sakit maag. Karena letak lambung dan kantung empedu berdekatan. Tetapi orang yang terkena batu empedu, rata-rata akan mengalami tanda-tanda di bawah ini: Perut kembung, yang biasanya lebih buruk setelah makan atau malam hari. Tiba-tiba rasa sakit di bagian kanan atas perut. Tiba-tiba nyeri di daerah epigastrium atau pusat perut kita, di bawah tulang dada kita. Nyeri dari perut ke belakang. Nyeri di bahu kanan. Mual dan muntah. Nyeri perut yang parah, demam, atau terkena penyakit kuning, juga menandakan komplikasi yang timbul dari batu empedu.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber : www.healthline.com
 01 Oct 2017    11:00 WIB
Pengobatan Alami Untuk Batu Empedu
Batu saluran empedu atau batu empedu terbentuk didalam kandung empedu. Batu ini terbentuk karena pengerasan dari kolesterol yang masuk ke kandung empedu. Ukuran batu empedu dapat bervariasi dari batu berukuran kecil sampai batu berukuran sebesar bola golf. Pertumbuhan batu ini dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa, terutama saat batu menghambat saluran empedu. Seiring dengan nyeri perut berat dan juga nyeri punggung, batu empedu juga dapat memicu gejala lain seperti muntah, perut kembung, kesulitan mencerna makanan dan perubahan terhadap warna tinja. Diperlukan pemeriksaan yang tepat untuk dapat mendiagnosis kondisi ini dan juga agar dapat memberikan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa pengobatan alami yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko munculnya batu empedu. Air perasan lemon Air perasan lemon mengadung pektin yang dapat meredakan nyeri dan juga sumber vitamin C yang dapat membuat kolesterol larut dalam air. Hal ini dapat membantu mengurangi pembentukan batu empedu. Anda dapat menggunakan air perasan lemon untuk pengobatan maupun pencegahan batu empedu. Yang perlu Anda lakukan hanyalah minum air perasan lemon saat perut kosong diikuti dengan segelas air putih. Konsumsi air perasan lemon secara teratur dapat membantu mengobati batu empedu Minyak jarak Minyak jarak memiliki zat antiinflamasi yang dapat mengurangi terjadinya inflamasi dan meredakan nyeri. Ambil satu cangkir minyak jarak murni yang beku dan hangatkan di wajan. Kemudian rendam kain tipis kedalam minyak hangat tersebut dan peras kelebihan minyak didalamnya. Letakkan kain tipis ini di sisi kanan perut Anda yang biasanya merupakan tempat timbulnya batu empedu. Tutupi kain ini dengan selembar plastik. Selanjutnya Anda letakkan air hangat ke lembaran plastik tersebut dan biarkan selama 30 menit sampai satu jam. Cobalah terapi ini beberapa kali setiap minggu sampai batu empedu hancur secara keseluruhan. Cuka apel Cuka apel mengandung zat asam alami yang dapat mengahancurkan pembentukan batu empedu dan mengurangi nyeri. Campurkan satu sendok makan cuka apel dengan jus apel dan minumlah. Anda juga bisa mencampurkan cuka apel dengan air perasan lemon dan ditambah air hangat. Minum campuran ini secara teratur untuk memecah batu empedu.   Sumber: healthmeup
 01 Oct 2017    08:00 WIB
Faktor Resiko Terjadinya Batu Empedu
Batu empedu seringkali tidak menimbulkan gejala atau masalah, namun batu empedu yang terdapat di saluran empedu dapat menyebabkan penyumbatan, infeksi, dan bahkan radang pada pankreas (pankreatitis). Di bawah ini adalah beberapa faktor resiko terjadinya batu empedu.   Berat Badan dan Kolesterol Batu empedu terbentuk dari kolesterol. Oleh karena itu, peningkatan berat badan dan kolesterol merupakan faktor resiko terbesar terbentuknya batu empedu. Olahraga dan mengurangi makanan berlemak dapat membuat anda lebih sehat dan menurunkan resiko terbentuknya batu empedu.   Perempuan Perempuan mempunyai resiko terkena batu empedu lebih tinggi daripada laki-laki. Hal ini disebabkan oleh kurangnya aktivitas yang seringkali menyebabkan peningkatan berat badan. Oleh karena itu, tingkatkan aktivitas anda dengan berolahraga sehingga anda dapat terhindarkan dari batu empedu.   Usia Orang yang berusia 55 tahun atau lebih mempunyai resiko menderita batu empedu lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsi system pencernaan seiring dengan  bertambahnya usia. Selain itu, juga terjadi penurunan aktivitas fisik dan olahraga pada orang lanjut usia.   Gangguan Pencernaan Penyakit Crohn merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan gangguan pencernaan, sehingga makanan tidak dapat dicerna dengan baik. Hal ini tentu akan meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu.   Riwayat Keluarga Terjadinya batu empedu juga dipengaruhi oleh faktor genetika. Bila salah satu atau kedua orang tua menderita batu empedu, maka dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu empedu pada anaknya. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan olahraga dengan teratur, diet sehat, dan menjaga berat badan.   Kehamilan dan Jumlah Persalinan Resiko terjadinya batu empedu terutama timbul pada kehamilan trimester ketiga. Selain itu, berapa kali anda telah melahirkan juga berpengaruh, semakin banyak anda melahirkan, maka semakin tinggi resiko anda menderita batu empedu, terutama pada wanita muda.   Penurunan Berat Badan Dengan Cepat Penurunan berat badan yang terlalu cepat juga merupakan salah satu faktor resiko terjadinya batu empedu. Hal ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya metabolisme lemak, yang menyebabkan peningkatan kadar kolesterol di dalam darah dan akhirnya hati.   Gaya Hidup Gaya hidup yang tidak sehat, seperti tidak atau jarang berolahraga, sering memakan makanan tinggi lemak, dan kurangnya aktivitas fisik akan meningkatkan resiko terkena batu empedu. Oleh karena itu, tingkatkan aktivitas fisik anda dan kurangi memakan makanan berlemak, sehingga berat badan anda lebih terjaga dan resiko terkena batu empedu juga menurun.    
 19 Apr 2014    14:30 WIB
Penyebab, Gejala dan Pengobatan Batu Empedu
Apakah batu empedu itu?Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Apakah penyebab dari batu empedu?Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah : •  usia lanjut•  kegemukan (obesitas) •  diet tinggi lemak•  faktor keturunan. Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu. Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu. Apa saja gejala dari batu empedu? Bergantung pada ukuran dan jumlah batu empedu yang terbentuk serta lokasinya, keparahan gejala dapat beragam. Gejala-gejala ini dapat mencakup:•  Nyeri berat di daerah perut atas•  Sakit kuning (terjadi ketika terjadi penyumbatan dalam waktu lama)•  Demam (jika timbul komplikasi)•  Muntah-muntah Apa saja pengobatan untuk batu empedu?Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak. Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi).Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi. Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Apakah tindakan pencegahan untuk batu empedu?Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani. Ingin mengetahui lebih dalam tentang batu empedu? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit