Your browser does not support JavaScript!
 08 Jul 2019    11:00 WIB
Cegah Anemia Dengan Mengkonsumsi 10 Makanan Ini
Anemia merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi, terutama pada wanita. Anemia terjadi saat jumlah sel darah merah di dalam tubuh terlalu rendah dan kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah daripada normal. Sel darah merah dan hemoglobin merupakan 2 hal yang dibutuhkan untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh anda. Berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya anemia adalah kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kehilangan banyak darah, infeksi cacing pada usus dan lambung, dan menyusui. Mengkonsumsi diet sehat dan seimbang dapat mencegah terjadinya anemia dan mencukupi kebutuhan nutrisi anda. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang dapat membantu mencegah terjadinya anemia.1.  KedelaiSemua jenis kacang-kacangan merupakan sumber zat besi (jenis non heme) yang dapat membantu meningkatkan kadar zat besi anda bila diolah dengan benar. Kacang-kacangan mengandung asam fitat yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Cara terbaik untuk mengurangi kandungan asam fitat di dalamnya adalah dengan merendam kacang di dalam air hangat selama semalam sebelum memasaknya.Kedelai merupakan jenis kacang yang mengandung zat besi paling tinggi. Selain itu, kedelai juga mengandung protein yang cukup tinggi dan rendah lemak yang dapat membantu mengatasi anemia. 2.  Roti GandumGandum juga mengandung zat besi yang dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi harian anda. Walaupun gandum juga mengandung asam fitat, akan tetapi proses fermentasi saat pembuatan roti membuat kandungan asam fitat di dalamnya berkurang. Satu potong roti gandum telah dapat memenuhi sekitar 6% kebutuhan zat besi harian anda.3.  OatmealOatmeal juga mengandung zat besi dan asam fitat. Belilah oatmeal yang telah diperkaya oleh zat besi. Menurut USDA Nutrient Database, segelas oatmeal yang telah diperkaya dengan zat besi dapat memenuhi sekitar 60% kebutuhan zat besi harian anda. Selain itu, oatmeal yang diperkaya oleh zat besi biasanya juga mengandung vitamin B12 dan vitamin B lainnya.4.  Daging MerahDaging merah seperti daging sapi dan daging babi juga mengandung zat besi (jenis heme) yang lebih mudah diserap oleh tubuh daripada zat besi yang terdapat pada tumbuhan (jenis non heme). Hati hewan merupakan salah satu sumber terbaik untuk meningkatkan kadar zat besi dan vitamin B di dalam tubuh anda. Menurut USDA, hati sapi dapat memenuhi lebih dari 600% kebutuhan zat besi dan vitamin B12 harian anda.5.  TelurBerbagai jenis makanan yang mengandung banyak antioksidan dan protein seperti telor dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin yang hilang akibat anemia. Satu butir telur besar mengandung sekitar 1 mg zat besi yang dapat memenuhi sekitar 7% kebutuhan zat besi harian pada wanita dan 11% kebutuhan zat besi harian pada pria.Penyerapan zat besi meningkat bila disertai dengan konsumsi asam askorbat (vitamin C), oleh karena itu konsumsilah telur anda bersama dengan segelas jus jeruk. Mengkonsumsi telur secara teratur juga baik bagi kesehatan tulang dan persendian anda.6.  Selai KacangDua sendok makan selai kacang mengandung 0.6 mg zat besi. Pria dewasa membutuhkan sekitar 8 mg zat besi setiap harinya dan wanita dewasa membutuhkan sekitar 18 mg zat besi setiap harinya. 7.  BayamSayuran berdaun hijau seperti bayam merupakan sumber zat besi dan vitamin C. Selain itu, bayam juga mengandung serat, vitamin A, vitamin B9, vitamin C, vitamin E, kalsium, dan beta karoten.Setengah gelas bayam rebus mengandung 3.2 mg zat besi. Berbagai sayuran berdaun hijau lainnya yang juga bermanfaat bagi penderita anemia adalah selada, seledri, brokoli, dan selada air.8.  TomatTomat mengandung vitamin C yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan. Konsumsilah segelas jus tomat segar setidaknya satu kali sehari. Hindari konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Selain itu, tomat juga mengandung beta karoten dan vitamin E yang dapat meningkatkan kesehatan kulit dan rambut anda.9.  Buah DelimaBuah delima mengandung vitamin C, zat besi, vitamin A, vitamin E, serat, dan kalium. Buah delima dapat membantu memperlancar aliran darah di dalam tubuh anda dan mengurangi berbagai gejala anemia.10.  BitKandungan nutrisi dan zat besi di dalam bit dapat membantu mengembalikan dan mengaktifkan kembali sel darah merah, sehingga dapat meningkatkan suplai oksigen bagi seluruh tubuh anda. Sumber: top10homeremedies
 07 Apr 2019    18:00 WIB
Perbedaan Antara Anemia Aplastik dan Anemia Hemolitik
Darah mengandung sel-sel darah merah, yang terdiri dari suatu protein kaya zat besi yang disebut dengan hemoglobin. Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan mengeluarkan karbondioksida dari sel-sel tubuh. Pada anemia, terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang menyebabkan penurunan jumlah hemoglobin. Sumsum tulang merupakan suatu jaringan yang terdapat di dalam tulang, yang berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.Apa Itu Anemia Aplastik dan Apa Itu Anemia Hemolitik?Anemia aplastik merupakan suatu keadaan di mana sumsum tulang mengalami kerusakan dan menyebabkan gangguan pembentukan sel-sel darah. Pada keadaan ini, sumsum tulang berhenti memproduksi sel-sel darah.Anemia hemolitik merupakan suatu keadaan di mana terjadi penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Penghancuran sel darah merah ini terjadi lebih cepat dari 120 hari (waktu hidup sel darah merah yang normal). Proses penghancuran sel darah merah ini disebut dengan hemolisis.Pada anemia aplastik terjadi penurunan jumlah seluruh sel-sel darah, baik sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit. Sedangkan pada anemia hemolitik, hanya terjadi penurunan jumlah sel darah merah.Apa Penyebabnya?Anemia aplastik dapat disebabkan oleh:     •    Paparan terhadap kemoterapi maupun radioterapi yang merupakan terapi kanker    •    Berbagai zat kimia seperti insektisida maupun benzene    •    Penggunaan obat-obatan tertentu seperti kloramfenikol atau antibiotika    •    Infeksi seperti hepatitis atau infeksi parvovirus Anemia hemolitik terjadi akibat adanya kelainan genetika pada membran sel-sel darah merah atau kelainan hemoglobin atau kelainan enzim yang berfungsi untuk mengatur sel darah merah. Anemia hemolitik dapat terjadi pada talasemia dan defisiensi enzim G6PD (glucose 6-phosphate dehydrogenase). Pada talasemia, terjadi kelainan pada hemoglobin dan sel darah merah. Sel darah merah ini lebih rapuh dan mudah pecah. Anemia hemolitik juga dapat disebabkan oleh autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh Anda yang sendiri yang menyerang sel-sel darah merah Anda sehingga sel darah merah ini pecah. Reaksi autoimun ini dipicu oleh paparan terhadap zat-zat kimia, penggunaan obat-obatan (penisilin atau quinin), dan limpa yang berfungsi secara berlebihan.GejalaBaik pada anemia aplastik maupun anemia hemolitik, penderita mengalami beberapa gejala anemia seperti badan terasa lemah, merasa sangat lelah, dan sesak napas. Pada anemia aplastic, penderita mudah mengalami infeksi, mudah memar, mudah mengalami perdarahan (mimisan atau gusi berdarah).Pada anemia hemolitik, penderita dapat mengalami jaundice, yaitu kulit atau bagian putih mata berwarna kekuningan, air kemih berwarna gelap, pembesaran hati dan limpa. Jaundice terjadi akibat adanya pigmen kuning (bilirubin) yang dikeluarkan akibat penghancuran sel darah merah. Baca juga: Gejala HemofiliaPengobatanPengobatan anemia aplastik terdiri dari transfusi darah, pemberian antibiotika untuk mengendalikan infeksi, dan obat imunosupresan untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang. Transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan bila penderita masih muda.Pengobatan anemia hemolitik tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh kelainan herediter, maka dilakukan transfusi darah dan pemberian suplemen asam folat. Jika disebabkan oleh gangguan autoimun, maka diberikan obat kortikosteroid. Pada keadaan berat, mungkin akan dilakukan pengangkatan limpa.Sumber: differencebetween
 27 Jan 2019    08:00 WIB
Mengenal Lebih Dalam Tentang Anemia
Apa itu anemia?Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh. Apa penyebab dari anemia?Penyebab umum dari anemia:1.  Perdarahan hebat: kecelakaan, pembedahan, persalinan, pecah pembuluh darah, perdarahan hidung, wasir (hemoroid), ulkus peptikum, kanker atau polip di saluran pencernaan, tumor ginjal atau kandung kemih, perdarahan menstruasi yang sangat banyak 2.  Berkurangnya pembentukan sel darah merah: kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin C, penyakit kronik 3.  Meningkatnya penghancuran sel darah merah: pembesaran limpa, kekurangan G6PD, penyakit sel sabit, penyakit hemoglobin C, thalasemia Apa saja gejala anemia?Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi.  Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.  Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Apa saja pengobatan untuk anemia?Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya:1.  Anemia kekurangan zat besi. Bentuk anemia ini diobati dengan suplemen zat besi, yang mungkin Anda harus minum selama beberapa bulan atau lebih. Jika penyebab kekurangan zat besi adalah kehilangan darah - selain dari haid - maka sumber perdarahan harus diketahui dan dihentikan. Hal ini mungkin melibatkan operasi. 2.  Anemia kekurangan vitamin. Anemia pernisiosa diobati dengan suntikan - yang seringkali suntikan seumur hidup - vitamin B-12. Anemia karena kekurangan asam folat diobati dengan suplemen asam folat. 3.  Anemia penyakit kronis. Tidak ada pengobatan khusus untuk anemia jenis ini. Dokter berfokus pada mengobati penyakit yang mendasari. Suplemen zat besi dan vitamin umumnya tidak membantu jenis anemia ini . Namun, jika gejala menjadi parah, transfusi darah atau suntikan eritropoietin sintetis, hormon yang biasanya dihasilkan oleh ginjal, dapat membantu merangsang produksi sel darah merah dan mengurangi kelelahan. 4.  Anemia aplastik. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup transfusi darah untuk meningkatkan kadar sel darah merah. Anda mungkin memerlukan transplantasi sumsum tulang jika sumsum tulang Anda berpenyakit dan tidak dapat membuat sel-sel darah sehat. Anda mungkin perlu obat penekan kekebalan tubuh untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh Anda dan memberikan kesempatan sumsum tulang ditransplantasikan berespon untuk mulai berfungsi lagi. 5.  Anemia terkait dengan penyakit sumsum tulang. Pengobatan berbagai penyakit dapat berkisar dari obat yang sederhana hingga kemoterapi untuk transplantasi sumsum tulang. 6.  Anemias hemolitik. Mengelola anemia hemolitik termasuk menghindari obat-obatan tertentu, mengobati infeksi terkait dan menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan Anda, yang dapat menyerang sel-sel darah merah. Pengobatan singkat dengan steroid, obat penekan kekebalan atau gamma globulin dapat membantu menekan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah merah. 7.  Sickle cell anemia. Pengobatan untuk anemia ini dapat mencakup pemberian oksigen, obat menghilangkan rasa sakit, baik oral dan cairan infus untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi. Dokter juga biasanya menggunakan transfusi darah, suplemen asam folat dan antibiotik. Transplantasi sumsum tulang mungkin merupakan pengobatan yang efektif pada beberapa keadaan. Sebuah obat kanker yang disebut hidroksiurea (Droxia, Hydrea) juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit pada orang dewasa. Ingin mengetahui lebih lagi mengenai anemia? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 04 Jan 2019    18:00 WIB
Anemia Karena Kekurangan Zat Besi
Apa itu anemia kerena kekurangan zat besi? Anemia Karena Kekurangan Zat Besi adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pengangkut oksigen) dalam sel darah berada dibawah normal, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Bagaimana anemia karena kekurangan zat besi terjadi? Tubuh mendaur ulang zat besi, yaitu ketika sel darah merah mati, zat besi di dalamnya dikembalikan ke sumsum tulang untuk digunakan kembali oleh sel darah merah yang baru. Tubuh kehilangan sejumlah besar zat besi hanya ketika sel darah merah hilang karena perdarahan dan menyebabkan kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab terbanyak dari anemia dan satu-satunya penyebab kekurangan zat besi pada dewasa adalah perdarahan. Makanan yang mengandung sedikit zat besi bisa menyebabkan kekurangan pada bayi dan anak kecil, yang memerlukan lebih banyak zat besi untuk pertumbuhannya. Pada pria dan wanita pasca menopause, kekurangan zat besi biasanya menunjukkan adanya perdarahan pada saluran pencernaan. Pada wanita pre-menopause, kekurangn zat besi bisa disebabkan oleh perdarahan menstruasi bulanan. Apa saja gejala dari anemia karena kekurangan zat besi? Anemia pada akhirnya menyebabkan kelelahan, sesak nafas, kurang tenaga dan gejala lainnya. Kekurangan zat besi memiliki gejala sendiri, yaitu: •  Pika : suatu keinginan memakan zat yang bukan makanan seperti es batu, kotoran atau kanji •  Glositis : iritasi lidah •  Keilosis : bibir pecah-pecah •  Koilonikia : kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok. Apa pengobatan untuk anemia karena kekurangan zat besi? Langkah pertama adalah menentukan sumber dan menghentikan perdarahan, karena perdarahan merupakan penyebab paling sering dari kekurangan zat besi. Mungkin diperlukan obat-obatan atau pembedahan untuk: •  mengendalikan perdarahan menstruasi yang sangat banyak •  memperbaiki tukak yang mengalami perdarahan •  mengangkat polip dari usus besar •  mengatasi perdarahan dari ginjal.   Biasanya juga diberikan tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat, besi glukonat atau suatu polisakarida. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari, kadang diperlukan 2 tablet. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas, karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam, dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya. Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai anemia karena kekurangan zat besi? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 15 May 2018    11:00 WIB
Tiga Jenis Anemia Pada Ibu Hamil dan Pencegahannya!
Anemia adalah penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya jumlah sel darah merah atau yang sering disebut dengan kandungan hemoglobin. Hemoglobin itu sendiri adalah suatu senyawa protein yang membawa oksigen di dalam sel darah merah menuju ke seluruh jaringan tubuh. Anemia sering dialami oleh ibu hamil karena selama masa kehamilannya produksi darah sang ibu berfungsi untuk menyangga pertumbuhan janin di dalam perut. Maka dari itu anemia pada ibu hamil sering terjadi dan harus dilakukan penanganan yang tepat agar tidak mengganggu kehamilan dan janinnya. Ketahui Tiga Jenis Anemia Pada ibu hamil: ANEMIA DEFISIENSI VITAMIN B12 Vitamin B12 berfungsi bagi tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Ketika sedang hamil, seorang wanita tidak mendapatkan asupan vitamin B12 yang cukup dari makanan dan tubuhnya tidak dapat memproduksi sel darah merah yang sehat dalam jumlah banyak. Ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi vitamin B12 harus mengkonsumsi daging, susu dan telur agar memperoleh vitamin B12. ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI Anemia ini disebabkan kurangnya kandungan zat besi dalam tubuh untuk menghasilkan hemoglobin dalam jumlah yang cukup, kemudian akan menyebabkan darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup ke seluruh jaringan tubuh. Baca Juga: Ketegaran Seorang Ibu Dalam Merawat Anaknya yang Menderita Kelainan Langka ANEMIA DEFISIENSI FOLAT Jenis anemia ini merupakan jenis anemia pada ibu hamil yang disebabkan kurangnya vitamin B dalam tubuh yang berfungsi untuk menghasilkan sel-sel baru termasuk sel daram merah yang sehat sehingga selama kehamilan sang ibu membutuhkan folat tambahan.     Sumber: Pregnanti Life
 13 May 2014    14:30 WIB
Apa Saja Gejala dan Tanda Dari Anemia?
Anemia adalah suatu kondisi medis dimana sel darah merah mengalami penurunan jumlah dan menyebabkan peredaran oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak efisien. Kekurangan oksigen ini membuat seseorang merasa kelelahan. Apakah Anda menduga Anda sendiri atau keluarga Anda menderita anemia? Untuk mengetahuinya Anda harus mengetahui beberapa gejala dari anemia. Jika Anda menjawab "ya" untuk beberapa gejala dibawah ini, maka Anda membutuhkan bantuan medis segera. Gejala-gejalanya adalah:1.  Pusing2.  Badan pegal-pegal3.  Kulit pucat4.  Irama jantung tidak teratur5.  Nyeri dada6.  Sakit kepala7.  Telapak tangan dan kaki dingin8.  Kekurangan energi9.  Nafas pendek-pendek10.  Kram, khususnya di kaki11.  Kesulitan berkonsentrasi12.  Insomnia13.  Demensia Bentuk spesifik dari anemia dapat berbeda satu orang dengan yang lain. Sebagai contoh, seseorang yang menderita anemia karena kekurangan zat besi cenderung akan merasa lapar akan rasa yang aneh seperti pasir, kertas atau es. Sebaliknya pada orang dengan orang yang menderita kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan halusinasi, skizofrenia dan kesulitan berjalan. Anemia dapat mempengaruhi jenis kelamin dengan cara yang berbeda. Pada beberapa wanita yang menderita anemia cenderung akan mengalami kesulitan saat menjelang masa menstruasi atau PMS. Saat PMS penderita anemia akan merasakan aliran darah yang lebih cepat dan banyak dan terus menerus merasa kelelahan. Wanita yang merencanakan untuk hamil harus berhati-hati karena anemia sering menyerang pada masa kehamilan. Anemia juga dapat memengaruhi janin.Sumber: magforwomen