Your browser does not support JavaScript!
Jika anda terinfeksi oleh HIV atau menderita AIDS, maka anda membutuhkan pertahanan lebih terhadap berbagai infeksi seperti flu akibat penurunan sistem kekebalan tubuh anda yang membuat anda sulit melawan berbagai infeksi. Vaksin atau imunisasi dapat membantu tubuh anda mempertahan dirinya dari berbagai infeksi. Akan tetapi, bila anda menderita HIV/AIDS, maka efek imunisasi yang anda alami dapat berbeda dengan efek imunisasi pada orang lain yang tidak menderita HIV/AIDS.Tidak semua vaksin aman diberikan pada penderita HIV/AIDS. Vaksin yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan dapat menyebabkan penderita HIV/AIDS mengalami infeksi ringan. Penderita HIV/AIDS hanya dapat menerima vaksin tertentu yang tidak lagi mengandung virus atau bakteri hidup di dalamnya.Efek Samping VaksinSiapapun dapat mengalami beberapa efek samping vaksin di bawah ini, baik anda menderita HIV/AIDS ataupun tidak. Beberapa efek samping tersebut adalah: •    Nyeri, kemerahan, atau pembengkakan pada bekas tempat suntikan vaksin•    Badan terasa lemah•    Merasa lelah•    Mual Bila anda menderita HIV/AIDS, maka terdapat beberapa efek samping tambahan saat anda menerima vaksin, yaitu: •    Vaksin dapat meningkatkan jumlah HIV di dalam tubuh anda•    Vaksin mungkin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya bila kadar CD4 (salah satu jenis sel darah putih) anda terlalu rendah. Mengkonsumsi obat antiretrovirus kuat sebelum pemberian vaksin mungkin dapat membantu bila kadar CD4 anda rendah•    Vaksin yang berisi virus hidup yang telah dilemahkan dapat membuat anda mengalami infeksi yang seharusnya dicegah melalui pemberian vaksin tersebut. Oleh karena itu, anda sebaiknya menghindari menerima vaksin berisi virus hidup seperti cacar air atau flu. Selain itu, hindarilah kontak dekat dengan seseorang yang baru saja menerima vaksin berisi virus hidup tersebut selama 2-3 minggu. Vaksin MMR (measles, mumps, dan rubella) merupakan satu-satunya vaksin berisi virus hidup yang kadangkala masih boleh diberikan pada penderita HIV/AIDS. Akan tetapi, hindari vaksin MMR bila kadar CD4 anda kurang dari 200, mengalami gejala HIV, mengalami gejala AIDSVaksin yang Diperlukan Oleh Penderita HIV Bagi Seluruh Orang Dewasa Dengan HIV Positif Hepatitis B (HBV)Vaksin hepatitis B diberikan dalam 3 kali suntikan dalam waktu 6 bulan. Vaksin tidak diberikan bila anda sedang menderita hepatitis atau bila anda masih memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B. Lakukanlah pemeriksaan darah untuk memeriksa kekebalan setelah anda menerima 3 kali suntikan vaksin hepatitis B. Jika kadar kekebalan anda terlalu rendah, maka anda mungkin membutuhkan pemeriksaan lainnya. Vaksin ini efektif selama sekitar 10 tahun. InfluenzaVaksin influenza hanya diberikan satu kali melalui suntikan. Ulangilah pemberian vaksin setiap tahunnya untuk memperoleh perlindungan terbaik. MMR (Measles, Mumps, Rubella)Vaksin MMR diberikan melalui 1 atau 2 kali suntikan. Anda tidak perlu menerima vaksin ini bila anda lahir sebelum tahun 1957. Vaksin MMR merupakan satu-satunya vaksin yang mengandung virus hidup yang boleh diberikan pada penderita HIV positif, akan tetapi hanya bila jumlah CD4 anda lebih dari 200. PneumoniaVaksin pneumonia ini dapat diberikan melalui 1 atau 2 kali suntikan. Lakukanlah vaksinasi ini segera setelah anda terdiagnosa HIV, kecuali bila anda telah menerima vaksin ini dalam waktu 5 tahun terakhir. Vaksin ini akan efektif dalam waktu 2-3 minggu setelah pemberian. Bila anda menerima vaksin saat jumlah CD4 anda kurang dari 200, maka ulangi pemberiannya setelah jumlah CD4 anda mencapai 200. Ulangi pemberian vaksin setiap 5 tahun. DPT (Difteria, Pertusis, Tetanus) atau DT (Difteria dan Tetanus)Vaksin DT atau DPT diberikan melalui satu suntikan dan diulang setiap 10 tahun. Pemberian vaksin dilakukan segera setelah anda mengalami luka seperti luka terbuka yang lebar yang harus dijahit. Hanya Bagi Beberapa Orang Dewasa Dengan HIV PositifHepatitis A (HAV)Vaksin hepatitis A diberikan dalam 2 suntikan dalam waktu 6 bulan. Pemberian vaksin ini dianjurkan pada:•    Pekerja di bidang kesehatan•    Pria yang berhubungan seksual dengan pria•    Pengguna obat yang diberikan melalui suntikan •    Penderita penyakit hati kronik•    Penderita hemophilia•    Orang yang berpergian ke negara tertentuVaksin ini efektif selama setidaknya 20 tahun. Kombinasi Hepatiti A dan BDiberikan melalui 3 suntikan dalam waktu 1 tahun. Vaksin ini diberikan pada orang yang memerlukan vaksin hepatitis A dan B. Meningitis Bakterial (Haemophilus influenza tipe B)Vaksin ini diberikan melalui 1 suntikan. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menerima vaksin ini. Meningitis Bakterial (Meningococcal)Vaksin ini diberikan melalui 1 suntikan. Direkomendasikan bagi mahasiswa, pelajar, anggota militer, dan orang yang berpergian ke negara tertentu. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.Sumber: webmd
HIV merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus ini melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan berbagai infeksi dan kanker. Penderita HIV dikatakan telah menderita AIDS bila virus ini telah membuat mereka sakit dan menyebabkan timbulnya berbagai infeksi atau kanker. Karena HIV melemahkan sistem pertahanan tubuh, penderita AIDS akan lebih mudah mengalami berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan kulit. Bahkan beberapa gangguan kulit dapat menjadi tanda pertama bahwa seseorang menderita HIV, terutama Kaposi sarkoma. Beberapa kelainan kulit di bawah ini juga dapat diderita oleh setiap orang yang bukan penderita HIV/AIDS.   Thrush Thrush merupakan infeksi pada mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur candida. Gejala thrush yang sering ditemukan adalah adanya lapisan berwarna putih, menyerupai krim yang biasanya terlihat pada lidah dan pipi bagian dalam, serta kadang ditemukan pada langit-langit mulut, gusi, amande, atau tenggorokan. Lesi ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan menimbulkan perdarahan bila anda mencoba untuk membersihkan atau mengangkatnya. Infeksi candida dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk paru-paru, hati, dan kulit. Keadaan ini lebih sering terjadi pada penderita kanker, HIV, atau berbagai gangguan kesehatan lainnya yang melemahkan sistem pertahanan tubuh anda. Gejala-gejala yang timbul dapat sangat berat dan sulit diobati pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan thrush adalah obat anti jamur yang diberikan selama 10-14 hari.   Kaposi Sarkoma Kaposi sarkoma merupakan suatu jenis kanker yang terjadi pada kulit dan membran mukosa. Keadaan ini biasanya terjadi pada penderita HIV/AIDS dan berhubungan dengan virus herpes. Kaposi sarkoma tampak sebagai suatu lesi berwarna keunguan atau kehitaman pada kulit. Akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh karena AIDS, maka Kaposi sarkoma dapat menyebar dengan cepat ke berbagai bagian tubuh, termasuk organ-organ dalam. Kaposi sarkoma dapat diatasi dengan tindakan pembedahan (mengangkat lesi dan kulit sekitarnya), kemoterapi, radiasi, atau terapi biologis (menggunakan sel tubuh sendiri untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh). Pengobatan HIV biasanya merupakan pengobatan terbaik bagi Kaposi sarkoma karena dapat meningkatkan sistem kekbalan tubuh sehingga dapat menyembuhkan Kaposi sarkoma ini.   Leukoplakia Pada Mulut Leukoplakia merupakan infeksi yang terjadi pada mulut, yang tampak sebagai suatu lesi berwarna putih pada bagian bawah atau samping lidah. Keadaan ini dapat merupakan salah satu tanda HIV/AIDS. Infeksi ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Leukoplakia mungkin tampak sebagai suatu lapisan datar dan halus atau lapisan menonjol dan berambut. Lesi ini tidak menimbulkan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman, oleh karena itu biasanya tidak memerlukan pengobatan. Kelainan ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dan kemudian kembali terjadi. Jika diperlukan, leukoplakia ini dapat diatasi dengan pemberian acyclovir, suatu obat anti virus.   Moluskum Kontagiosum Moluskum kontagiosum merupakan suatu infeksi yang ditandai oleh benjolan halus berwarna putih atau kemerahan pada kulit. Keadaan ini disebabkan oleh virus dan dapat menular. Keadaan ini bukan merupakan keadaan yang serius dan benjolan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, pada penderita HIV, infeksi dapat menjadi kronik dan progresif akibat sistem kekebalan tubuh yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bila diperlukan, dokter dapat mengangkat benjolan ini. Pengobatannya dapat berupa pemberian krim asam retinoid atau imiquimod. Bagaimanapun juga, pengobatan terbaik bagi keadaan ini adalah dengan mengobati HIV sehingga sistem kekebalan tubuh dapat kembali normal dan moluskum pun akan sembuh.   Herpes Simpleks Terdapat 2 jenis virus herpes, yaitu herpes simpleks 1 (HSV1), yang sering mengenai daerah mulut dan sekitarnya, serta herpes simpleks 2 (HSV2), yang paling sering mengenai orang reproduksi dan daerah sekitarnya. Virus herpes dapat ditularkan melalui kontak langsung, seperti saat berciuman atau berhubungan seksual. Tidak ada pengobatan untuk herpes, maka setelah seseorang terinfeksi oleh herpes, virus ini akan tetap ada di dalam tubuhnya. Virus akan tinggal diam di dalam sel saraf (laten) hingga sesuatu memicunya untuk aktif kembali. Pengobatan kekambuhan infeksi herpes ini adalah melalui pemberian obat antivirus.   Cacar Air Cacar air merupakan suatu keadaan akibat infeksi virus herpes zoster. Virus ini akan tetap tinggal di dalam sel-sel saraf penderitanya dan dapat kembali aktif di kemudian hari dan menimbulkan penyakit. Gejala awal cacar air adalah adanya perasaan geli, gatal, mati rasa, dan tertusuk-tusuk pada kulit. Berbagai gejala lainnya yang dapat timbul beberapa hari kemudian adalah adanya benjolan pada wajah atau badan (biasanya hanya pada satu sisi tubuh), kecil, berisi air, berwarna merah, dan nyeri yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Seperti halnya berbagai penyakit lain yang disebabkan oleh virus, tidak ada pengobatan untuk mengatasinya. Akan tetapi, penyakit ini biasanya akan sembuh sendiri dan pengobatan biasanya hanya diberikan untuk mengatasi gejala penyerta. Obat anti virus dapat diberikan  untuk mengendalikan infeksi dan mengurangi keparahan serta lama penyakit.   Psoriasis Psoriasis merupakan kelainan kulit yang sering ditemukan yang menyebabkan timbulnya suatu bercak bersisik berwarna kemerahan. Bercak ini biasanya terjadi pada kulit kepala, siku, lutut, dan punggung bawah serta hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh. Selain itu, psoriasis juga dapat mengenai kuku. Psoriasis tidak dapat disembuhkan, akan tetapi pengobatan dapat diberikan untuk mengurangi gejala dan keparahannya. Beberapa obat-obatan yang biasa diberikan adalah krim steroid, salep vitamin D dan retinoid. Terapi sinar dapat diberikan pada keadaan berat.   Dermatitis Seboroik Dermatitis seboroik merupakan suatu peradangan pada kulit di sekitar kelenjar minyak, terutama pada kepala, wajah, dada, punggung atas, dan kemaluan. Saat kelenjar minyak ini meradang, maka kelenjar akan memproduksi minyak secara berlebihan dan menyebabkan kulit menjadi merah dan mengelupas. Tidak ada pengobatan untuk dermatitis seboroik. Untuk mengatasinya anda dapat menggunakan shampo yang mengandung ter, seng, dan selenium sulfat. Pengobatan lainnya adalah dengan pemberian salep kortikosteroid. Pada penderita HIV, pengobatan HIV yang meningkatkan kembali sistem kekebalan tubuh dapat mengatasi dermatitis seboroik. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: webmd  
Saat seseorang mengalami infeksi HIV seringkali merasa bahwa kehidupannya telah berakhir. Padahal kehidupan ini harus terus berjalan. Jangan biarkan seolah-olah hidup ini telah berakhir. Karena menjaga kesehatan adalah hal yang sangat penting terutama untuk orang yang menderita HIV karena daya tahan tubuhnya biasanya akan sangat menurun dan jangan sampai menularkan HIV pada orang lain.   Untuk itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para penderita HIV-AIDS saat dirumah: Beberapa hal yang dapat  dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah:•  Cari tahu dan pelajarilah apa itu HIV untuk membantu anda mengambil keputusan dalam pengobatan anda•  Lakukanlah imunisasi dan konsumsilah obat-obatan yang diperlukan untuk mencegah berbagai infeksi seperti pneumonia atau kanker yang lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah•  Carilah dukungan dari teman, sahabat, atau anggota keluarga anda•  Jangan merokok karena penderita HIV lebih mudah mengalami serangan jantung atau kanker paru-paru. Merokok dapat meningkatkan resiko anda menderita keduanya•  Jangan menggunakan berbagai obat-obatan terlarang•  Batasi konsumsi alkohol anda•  Masaklah makanan anda dengan baik sehingga anda tidak menderita berbagai penyakit yang ditularkan melalui makanan•  Konsumsilah diet sehat dan seimbang untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh anda tetap kuat. Pelajarilah cara-cara mengatasi penurunan berat badan akibat HIV•  Berolahragalah secara teratur untuk mengurangi stress dan memperbaiki kualitas hidup anda serta mencegah timbulnya rasa sangat lelah akibat HIV Hal-hal yang Dapat Dilakukan Oleh Pasangan atau Anggota Keluarga PenderitaBeberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu pasangan atau anggota keluarga anda yang menderita HIV adalah:•  Berilah dukungan emosional pada pasangan atau anggota keluarga anda, anda dapat belajar menjadi pendengar yang baik dan terus semangati dan dukung pasangan atau anggota keluarga anda tersebut•  Lindungilah diri anda sendiri terhadap infeksi HIV atau infeksi lainnya dengan tidak menggunakan jarum suntik yang sama dengan penderita atau melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan apapun (kondom)•  Jagalah kebersihan diri anda, rumah anda, lingkungan sekitar rumah anda, dan penderita untuk mencegah terjadinya infeksi•  Rawat dan jagalah kesehatan diri anda sendiri. Bila anda merasa stress, anda dapat memberitahu masalah anda pada orang lain atau mencari bantuan ahli bila diperlukan•  Pelajarilah bagaimana cara memberikan obat-obatan pada penderita dan carilah bantuan saat keadaan gawat darurat Pemilihan PengobatanDokter anda harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti resistensi obat dan efek samping obat untuk menentukan pengobatan terbaik bagi infeksi HIV yang anda alami. Akan tetapi, pada beberapa orang, HIV akan berkembang menjadi AIDS yang sangat berbahaya bagi jiwa anda. Walaupun tidak dapat menyembuhkan, pengobatan HIV dapat membantu mereka yang menderita HIV hidup lebih lama dan lebih sehat. Dengan demikian mereka dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan dapat melakukan berbagai keputusan penting dalam hidupnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
Penyakit HIV-AIDS seringkali menjadi penyakit yang sangat menyeramkan bagi semua orang. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa takut untuk berhubungan secara langsung dengan para penderita HIV-AIDS. Rasa takut yang berlebihan terkadang memunculkan banyak mitos menyesatkan.   Padahal tidak semua mitos semua benar, mitos apa sajakah itu? Ayo disimak ulasan dibawah ini: HIV-AIDS memang dapat menular dengan berbagai cara, namun Agar informasi yang beredar tentang HIV/AIDS tidak menyesatkan dan tidak memunculkan prasangka serta stigma buruk terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS), kenali mitos dan fakta seputar virus dan penyakit mematikan berikut ini: HIV/AIDS Bisa Disembuhkan Lewat Pengobatan Alternatif Fakta: Tak sedikit orang mengklaim mampu menyembuhkannya secara alternatif, sehingga membuat orang banyak percaya untuk menggunakan pengobatan alternatif. Namun kenyataannya sampai sekarang ini belum ditemukan obat untuk mengalahkan HIV/AIDS. Usia di atas 50 Tidak akan Tertular HIV/AIDS Fakta: Tidak benar, ada banyak kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada usia di atas itu. Virus ini bisa menyerang segala usia. Pasangan yang sama-sama kena HIV/AIDS, tak perlu pakai ‘pengaman’ Fakta: Tidak benar. Para ahli menilai justru bila mereka tidak menggunakan kondom, bisa menyebabkan kondisi penyakit semakin parah dan proses pengobatan menjadi lebih sulit. HIV/AIDS hanya bisa menularkan kaum gay dan pengguna narkoba Fakta: HIV/AIDS dapat menginfeksi siapa saja. Bahkan, bayi, wanita, manula di atas 50 tahun, remaja, kulit hitam, putih dan hispanik. Orang-orang yang memiliki perilaku berisiko HIV/AIDS tetap dapat terinfeksi. HIV/AIDS tidak bisa tertular lewat seks oral Fakta: Sekali lagi, ini tidak benar dan ini mitos yang sangat berbahaya. Kondom harus tetap digunakan setiap kali melakukan hubungan seksual, anal, dan oral. Setelah Anda mengetahui tentang mitos diatas, jangan mudah percaya mitos-mitos yang berkembang. Jauh lebih baik tanyakan kepada dokter dan tenaga medis lain yang jauh lebih mengerti tentang hal ini.   Baca Juga: Mencegah HIV Dengan Pengobatan Truvada   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: About
Bila anda terinfeksi oleh HIV, melakukan pengobatan, dan tidak mengalami komplikasi apapun; maka diet anda adalah sama dengan diet orang pada umumnya. Walaupun tidak ada menu atau diet khusus bagi penderita HIV, diet sehat dan seimbang tetaplah penting. Diet sehat dapat membuat anda merasa lebih sehat, menghindari terjadinya berbagai komplikasi, dan menjaga kesehatan anda secara keseluruhan.   Tips Diet Sehat 9 ketentuan umum dalam diet sehat adalah: Konsumsilah banyak buah dan sayuran (5-6 porsi sehari) Pilihlah gandum karena memiliki lebih banyak nutrisi dan serat Pilihlah daging bebas lemak, seperti ikan dan ayam serta konsumsilah kacang-kacangan, polong-polongan, dan produk susu rendah lemak Konsumsilah lemak tidak jenuh dalam jumlah sedang, seperto pada minyak olive dan kacang-kacangan Batasi konsumsi gula, makanan manis, dan lemak jenuh Hindari lemak trans Jangan berdiet secara berlebihan karena membuang terlalu banyak kalori dapat berbahaya bagi kesehatan anda. Selain itu, mengkonsumsi berbagai vitamin dan suplemen dalam dosis tinggi juga dapat berbahaya. Berkonsultasilah dengan dokter anda terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi vitamin atau suplemen apapun Jangan hanya mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anda karena dapat membahayakan kesehatan anda. Makanlah juga untuk kesehatan anda secara keseluruhan. Penderita HIV memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung, kanker, osteoporosis, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Diet sehat dan seimbang dapat membantu mencegah timbulnya berbagai gangguan di atas Hubungi dokter anda bila anda mengalami gangguan makan seperti hilangnya nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Penuhilah setengah piring anda dengan sayur dan buah-buahan, dan setengahnya lagi dengan gandum dan protein. Penurunan berat badan yang tidak diinginkan merupakan hal yang sering terjadi pada penderita HIV. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan tinggi kalori dan protein. Penurunan berat badan akibat HIV ini sering terjadi, terutama pada penderita HIV berat atau yang tidak diobati. Akan tetapi, berat badan berlebih pun memiliki resiko pula. Penderita HIV dengan berat badan berlebih memiliki resiko mengalami penyakit jantung dan diabetes yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diet sehat dan menjaga berat badan anda merupakan langkah pengobatan yang penting bagi penderita HIV.   Sumber: webmd
Sebagian besar anak yang terinfeksi oleh HIV biasanya meninggal akibat menderita berbagai penyakit lainnya karena penurunan daya tahan tubuh akibat HIV. Kematian ini sendiri sebenarnya dapat dicegah melalui diagnosis dini dan pengobatan tepat serta pemberian imunisasi rutin serta mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang sehingga gizi pun tercukupi.   Gambaran klinis infeksi HIV pada anak sangat bervariasi. Beberapa orang anak dengan HIV positif mulai menunjukkan gejala pada tahun pertama kehidupannya, sementara beberapa orang anak lainnya mungkin tidak menunjukkan gejala apapun hingga beberapa tahun kemudian.   Baca juga: Berbagai Gejala Infeksi HIV Berdasarkan Stadiumnya   Seorang anak diduga telah terinfeksi oleh HIV bila menunjukkan beberapa gejala berikut, yaitu: Mengalami pembesaran kelenjar getah bening pada beberapa bagian tubuh (2 atau lebih kelenjar getah bening mengalami pembesaran) Demam terus-menerus dan atau berulang. Demam biasanya lebih dari 38°C dan berlangsung selama 7 hari atau terus berulang atau hilang timbul dalam waktu 7 hari Sering mengalami infeksi atau mengalami infeksi berat berulang, yaitu 3 kali atau lebih dalam waktu 1 tahun terakhir. Beberapa infeksi yang sering terjadi adalah radang paru-paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), sepsis, radang kulit (selulitis) Terbentuknya suatu lapisan putih pada langit-langit mulut, gusi, dan pipi bagian dalam (thrush) walaupun bayi atau anak tidak sedang menerima pengobatan antibiotik atau gangguan tetap tidak membaik setelah diobati selama 1 bulan atau kembali kambuh atau gangguan meluas ke hampir seluruh bagian lidah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: ciriaids