Your browser does not support JavaScript!
Waspada Love-bombing, Salah Satu Aksi Manipulasi
Waspada Love-Bombing, Salah Satu Aksi Manipulasi

Love-bombing atau kerap diartikan sebagai kekerasan psikolog berkedok cinta merupakan sebuah situasi yang bisa membuat kamu akan mendapatkan segalanya dari calon atau pasangan kamu. Hal ini bisa ditandai dengan perlakuan yang baik, pemberian hadiah yang melimpah, hingga hal lain yang membuat kamu terkesan dan nyaman.

Pada umumnya, Love-Bombing terjadi di awal hubungan yang kamu jalani. Tindakan Love-Bombing ini juga kerap disebut sebagai salah satu bentuk dari manipulasi yang dilakukan oleh calon pasangan untuk membuatmu jatuh ke pelukannya. 

Tanda Love-Bombing

 

  • Memberikan janji manis
    Dalam masa pendekatan, kamu mungkin akan mendapatkan janji-janji manis yang akan membuat kamu luluh. Biasanya, janji ini meliputi tentang gambaran dari kehidupanmu dengannya dari sisi positif.

  • Memberikan pujian berlimpah
    Pada awal tahap Love-Bombing, kamu akan mendapatkan pujian yang melimpah dari pasangan kamu. Kamu akan merasa superior dan merasa didewakan oleh pasangan kamu. 

  • Mengatakan bahwa kamu adalah soulmate
    Orang yang melakukan Love-Bombing akan mengatakan hal-hal yang meyakinkan kamu. Mereka akan mengatakan bahwa kamu adalah orang yang tepat untuknya. Mereka akan menyebutmu sebagai belahan jiwa mereka sebagai salah satu proses manipulasi. 

  • Minta komitmen dengan cepat
    Kamu akan diminta untuk berkomitmen dengan para pelaku Love-Bombing dengan kurun waktu yang terbilang singkat. Mereka dapat menyatakan cinta mereka kepada kamu dengan begitu mudah. 

  • Tak ingin ada batasan
    Para pelaku Love-Bombing cenderung meminta kamu untuk terbuka kepada mereka. Keterbukaan memang merupakan hal yang perlu di dalam hubungan, namun mereka akan meminta keterbukaan tersebut secara memaksa.

    Jika kamu mengalami beberapa hal di atas, ada baiknya kamu konsultasikan kepada ahli seperti psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat!
Edwin Suryana
Sep 22  -  2 min read