Your browser does not support JavaScript!
Sulit Hamil Sepenuhnya Kesalahan Istri? Belum Tentu, Ajak Suami Anda Untuk Periksa Kesuburan Dengan Cara Ini
Sulit Hamil Sepenuhnya Kesalahan Istri? Belum Tentu, Ajak Suami Anda Untuk Periksa Kesuburan Dengan Cara Ini

Saat pasangan yang sudah menikah, kemudian sulit mendapatkan momongan. Terkadang kesalahan ini selalu ditimpahkan kepada wanita. Padahal untuk mendapatkan momongan maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu kesuburan sang wanita yang berarti sel telurnya subur dan untuk kesuburan pria yaitu sel sperma yang subur dan mampu membuahi.

Saat tidak bisa memiliki momongan berarti ada salah satu pasangan yang mengalami kemandulan atau infertilitas.

Definisi infertilitas menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) adalah adanya gangguan pada sistem reproduksi. Dimana tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun.

Sehingga Anda dan pasangan harus mengetahui apakah kondisi Anda berdua subur atau tidak. Sel sperma pria yang subur adalah memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan dan membuahi sel telur setelah terjadinya ejakulasi di dalam alat kelamin wanita. Kemudian pemeriksaan apa saja yang diperlukan untuk mengetahui Anda sebagai pria atau suami Anda subur atau tidak?

Berikut adalah pemeriksaan yang berguna untuk mengetahui kesuburan seorang pria:

1.      Analisis sperma.

Analisa sperma merupakan pemeriksaan untuk mengevaluasi jumlah, kualitas gerakan, dan bentuk sperma.

Pemeriksaan yang dilakukan adalah memeriksa air mani, biasanya sebelum pemeriksaan disarankan untuk tidak boleh melakukan aktivitas seksual, mastubasi selama 2-7 hari agar kualitas dan kuantitas sperma tidak terganggu.

Pada hari pemeriksaan, pasien akan diberikan ruangan khusus untuk mengeluarkan air mani dan sperma. 

2.      USG transrectal and scrotal

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya sumbatan atau gangguan pada proses ejakulasi. Seperti untuk mengetahui ukuran testis, mendeteksi adanya tumor, kista, aliran darah tidak normal dan penyebab gangguan masalah kesuburan lainnya.

  1. 3.      Pemeriksaan hormon

Hormon testosteron adalah salah satu jenis hormon seks untuk pria yang sangat vital karena berkaitan dengan proses reproduksi dan seksualitas. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan terjadinya impotensi.

Pemeriksaan hormon ini berguna untuk menilai kadar hormon testosteron dan hormon pria lainnya.

4.      Biopsi testis

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis, untuk mengetahui penyebab ketidaksuburan pada pria. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan apabila di dalam semen tidak ditemukan adanya sel sperma sama sekali (azoospermia).

5.      Pemeriksaan genetik

Kemungkinan dilakukannya tes ini untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik yang dapat menyebabkan ketidaksuburan.

6.      Pemeriksaan darah

Untuk mengetahui kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan kadar hormon testoteron. FSH berperan dalam proses pembentukan sperma sedangkan hormon testoteron berperan dalam proses pembentukan sperma dan memicu terjadinya libido.

Memang tidak mudah memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan yang mungkin membuat suami Anda takut atau mungkin akan tersinggung. Namun semua ini dilakukan demi mendapatkan momongan. Maka itu diperlukan kesabaran Anda untuk mendukung suami.

Baca juga: Penurunan Kesuburan Pada Pria Karena Penuaan

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang

Sumber: webmd

Dipo Hartono
Nov 20  -  4 min read