Your browser does not support JavaScript!
Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho!
Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan Lho!

Pada umumnya orang kalau lagi stress justru tidak ada nafsu makan. Tetapi guys, ternyata ada sebagian orang yang justru kalau lagi stress, nafsu makan semakin bertambah atau dengan kata lain makanan menjadi pelampiasannya. Saat bosan, kripik berbungkus-bungkus bisa habis dimakan sendiri. Kalau lagi kesal makanan atau kue yang ada bisa dihabiskan.

Tentu hal ini bukanlah jalan untuk menenangkan emosi kita yang baik. Sebaliknya kebiasaan seperti ini justru akan berpengaruh negatif kepada kesehatan dan tentu berat badan kita.

Stress bukanlah satu-satunya yang menyebabkan emosi kita untuk makan, namun ada pemicu lainnya seperti:

  • Kebosanan: ini adalah pemicu umum kita melampiaskan emosi atau kebosanan dengan makan terutama mereka yang biasa aktif dan bersemangat dalam aktifitas.
  • Kebiasaan: ini didasari atau didorong dari kebiasaan masa kecil. Misalnya makan es krim setelah nilai di raport sekolah baik atau membuat kue bersama nenek.
  • Kelelahan: ini terjadi kapankala kelelahan terjadi karena melakukan sesuatu atau tugas yang tidak menyenangkan.
  • Pengaruh sosial: entah sedang atau setelah mengalami keadaan sulit atau merayakan hari bahagia, teman-teman mengajak kita untuk keluar makan. Biasanya kalau rame-rame makan kita bisa banyak betul tidak?

Srategi mengatasinya

Langkah pertama tentu sobat harus mengenali atau mengidentifikas apa yang menjadi pemicu emosi yang kita membuat kita ingin makan tapi bukan karena lapar. Sobat bisa mencatatnya di buku harian, journal atau gadget yang sobat punya.

Langkah berikutnya sobat coba cari ide-ide baru sebagai pelampiasan emosi yang dirasakan selain ke makanan. Bisa saja sobat temukan atau membangun hobi yang baru dan menyenangkan bahkan menantang. Sobat bisa menenangkan diri dengan membaca buku, kegiatan out door, ataupun olah raga.

Mereka yang makan karena emosi bisa jadi bukan hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka namun juga ada faktor lainnya, yaitu:

Perkembangan pada masa kanak-kanak

Untuk sebagian orang, makan yang disebabkan emosi bisa jadi karena kebiasaan yang dipelajari dari kecil. Orang tua untuk menghibur atau menenangkan anak seringkali menggunakan media makanan. Selain itu juga makanan bisa menjadi hadiah atau reward karena berlaku baik.

Ketika dewasa akhirnya tertanam di dalam setelah melewati hari yang berat atau melelahkan maka untuk melapaskan hal itu atau sebagai rewardnya lari kepada makanan.

Dampak fisik dari stress

Stres dan emosi yang kuat dapat menyebabkan seseorang untuk makan berlebihan juga bisa disebabkan oleh faktor fisik berikut ini:

  • Tingkat kortisol yang tinggi:  Awalnya, stres menyebabkan nafsu makan menurun sehingga tubuh dapat menghadapi situasi yang dihadapi. Namun jika stressnya tidak berhenti, hormon lain yang disebut kortisol dilepaskan. Kortisol meningkatkan nafsu makan dan dapat menyebabkan seseorang ingin makan berlebihan.
  • Mengidam: kadar kortisol yang tinggi dari stres dapat meningkatkan keinginan makanan untuk makanan manis atau berlemak. Stres juga dikaitkan dengan peningkatan hormon kelaparan, yang juga dapat berkontribusi untuk mengidam makanan yang tidak sehat.
  • Jenis Kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih cenderung menggunakan makanan untuk mengatasi stres dibandingkan pria, sementara pria lebih cenderung merokok atau minum minuman alkohol dibandingkan wanita.

Perbedaan ingin makan karena lapar atau karena emosi:

  • Waktu terjadinya: rasa lapar karena emosi munculnya tiba-tiba dan terasa mendesak sedangkan lapar fisik munculnya perlahan kecuali memang sudah lama belum makan.
  • Jenis makanan: lapar emosi biasanya ingin makan junk food atau sesuatu yang tidak sehat dan makanan yang diinginkan spesifik misal kentang goreng atau pizza. Sedangkan kalau lapar fisik makanan apa saja yang ada dimakan.
  • Sumbernya: lapar emosi dari kepala alias terpikir ingin sesuatu yang ingin di makan. Kalau lapar fisik dari perut seperti perat berasa keroncongan.

Jadi sobat sehat kalau mengalami hal ini semoga bisa mengendalikan nafsu makan yang berlebih karena emosi. Kalau makanan yang kita makan secara berlebihan tersebut tidak sehat tentu akan menambah masalah  kesehatan yang kita hadapi, sehingga bukannya tambah tenang yang ada malah tambah stress di kemudian hari. Jika sobat sehat merasa kesulitan untuk mengendalikan emosi atau makanan yang dimakan, ada baiknya sobat segera temui dokter yang berkompeten. Stay cool, stay healthy

Sumber : www.medicalnewstoday.com

Oct 26  -  4 min read