Your browser does not support JavaScript!
Serba-serbi Air
Serba-serbi Air

Air dalam tubuh kita mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan manusia. Kandungan air pada tubuh manusia jumlahnya jauh lebih besar dibanding dengan kandungan zat-zat yang lain.

Kandungan air pada manusia dewasa sekitar 55-65 persen. Struktur kimia dari air adalah H2O. Hidrogen dan oksigen memiliki peran yang penting dalam sistem kehidupan manusia.

 

Beberapa fakta tentang air meliputi:

• Kadar air dalam tubuh lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita.

• Pada pria sekitar 60-65 persen.

• Pada wanita sekitar 55-60 persen.

• Persentase air pada orang tua akan berkurang yaitu sekitar 50 persen.

• Kandungan air pada tubuh bayi sekitar 75 persen.

• Kebanyakan orang dewasa kehilangan sekitar 2,5 sampai 3 liter air per hari. Kehilangan air akan meningkat dalam cuaca panas dan melakukan olahraga yang berat dan terus menerus.

• Orang tua kehilangan cairan sekitar dua liter per hari.

• Sebuah perjalanan melalui udara dapat menyebabkan kehilangan cairan sekitar 1,5 liter air selama tiga jam.

• Saat kehilangan cairan harus diganti.

• Kehilangan air perlu diganti.

 

Air diperlukan untuk sebagian besar proses fungsi tubuh, seperti:

• Menjaga kesehatan dan integritas setiap sel dalam tubuh.

• Menjaga volume darah yang cukup untuk mengalir melalui pembuluh darah.

• Membantu mengeluarkan produk dari metabolisme tubuh, elektrolit berlebih (misalnya, natrium dan kalium), dan urea, yang merupakan produk limbah yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh.

• Mengatur suhu tubuh melalui keringat.

• Melembabkan selaput lendir seperti paru-paru dan mulut.

• Melumasi dan bantal sendi.

• Membantu menghindari terjadinya infeksi saluran kemih.

• Membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah sembelit.

• Melembabkan kulit untuk menjaga tekstur kulit dan penampilan.

• Membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh.

• Berfungsi sebagai shock absorber di dalam mata, saraf tulang belakang dan di kantung ketuban yang mengelilingi janin pada kehamilan.

 

 

Sumber: betterhealth

Eko Siswanto
May 17  -  2 min read