Your browser does not support JavaScript!
Pasangan Depresi, Jangan Sebutkan Ini
Pasangan Depresi, Jangan Sebutkan Ini

Ketika orang yang anda kasihi mengalami depresi, secara otomatis anda akan ingin membantu dan memberi nasehat dengan niat baik. Namun kata-kata yang anda gunakan terkadang belum tentu menyampaikan niat baik tersebut- terutama jika anda tidak mengerti seluk beluk depresi dan gangguan kesehatan mental. Adanya malah lebih menyakiti daripada membantu.

Perlu diingat bahwa depresi adalah gangguan kesehatan mental yang membutuhkan pengobatan, baik melalui pengobatan secara terapi maupun konsumsi obat-obat psikoterapi. Ketika anda bicara dengan seseorang yang mengalami depresi, penting adanya untuk mengerti apa yang mereka alami sehinga anda tidak dianggap menolak atau tidak memvalidasikan perasaan mereka.

Ketika anda mengutarakan maksud anda untuk membantu, orang yang mengalami depresi bisa saja merasa tertolak, merasa diserang atau merasa tidak dimengerti dan dilukai.

Jangan katakan "Yang penting kamu berusaha lebih keras lagi" Hindari komentar seperti:

• "Jangan dipikirkan lagi…" atau

• "Kamu harus berusaha lebih keras lagi…"

Ketika mendengar seseorang berkata berusaha lebih keras lagi, terkadang apa yang di dengar oleh si penderita adalah "saya tidak mampu" atau "saya hopeless" dan orang yang depresi merasa usaha yang mereka kerjakan untuk sembuh tidak berarti apa-apa dan tidak memberikan mereka harapan.

Orang yang menderita depresi tidak memiliki kemampuan untuk langsung menghapus perasaan depresi nya dan langsung baik-baik saja dengan satu atau dua kali hiburan.

 

 

Jangan menyepelekan

Hindari komentar

• "ah cuman begitu aja masa tidak bisa"

• "yang penting senyum aja"

• "hidup jangan terlalu dipersulit"

Penderita depresi tidak dapat memaksakan otak mereka untuk memproduksi serotonin, yakni zat yang diproduksi tubuh kita untuk merangsang rasa bahagia. Dan penderita depresi tidak bisa begitu saja memutuskan untuk menjadi bahagia. Memang ada bukti konkrit dan penelitian yang mengatakan bahwa pikiran yang positif membantu tubuh kita untuk hidup sehat, namun pikiran yang positif tidak cukup untuk mengobati depresi.

 

Jangan menyangkal masalah

Hindari komentar

• "depresi itu hanya bayangan aja, hal itu tidak riil"

• "ah itu hanya dipikiran kamu saja"

• "oh kamu tidak terlihat sedih"

• "oh padahal kamu selalu terlihat bahagia"

Sangat wajar untuk penderita depresi mencoba untuk terlihat bahagia dan tampak baik-baik saja dan terkadang menutupi depresi yang diderita. Terkadang orang yang butuh bantuan adalah orang yang kelihatan paling tidak butuh bantuan. Begitulah kira-kira dilema penderita depresi.

Beberapa orang memilih untuk menutupi depresi yang dialami karena:

1. Merasa malu, bingung, merasa bersalah dan takut mengakui depresi yang dialami karena takut dibicarakan orang.

2. Mereka kuatir kalau mereka akan dianggap tidak kompeten bekerja.

3. Mereka takut kalau pasangan, teman dan keluarga akan menghakimi dan memberikan stigma tersendiri.

 

 

Jangan membandingkan kesulitan mereka

Hindari komentar

• "Oh kan tidak sesulit si A, si B, si C…"

• "Kondisi kehidupan si A lebih parah tapi dia tidak depresi kok"

• "Gitu aja kok depresi?"

Ketika anda sedang berbicara dengan penderita depresi, jangan membanding-bandingkan kesulitan yang mereka alami dengan diri anda maupun orang lain. Setiap orang mempunyai coping mechanism yang berbeda-beda. Depresi merupakan sakit yang personal dan terkadang pengalaman depresi seseorang bisa berbeda dengan penderita lainnya.

Hindari juga membandingkan kesembuhan seseorang dengan penderita lainnya. Kesembuhan dari depresi bukanlah kompetisi maupun memiliki tingkat kesembuhan yang sama antar penderita.

 

Jangan menyalahkan

Hindari komentar

• "Itu salah kamu sendiri"

• "Siapa suruh kamu tertutup"

• "Kamu tidak minta bantuan sih"

Depresi bukan hal yang muncul dengan jelas seperti influenza, terkadang penderita tidak merasakan gejala yang cukup jelas untuk waktu yang lama. Depresi juga bukan merupakan pilihan, atau penyakit menular. Berteman dengan orang yang depresi bukan berarti anda dapat tertular oleh sebab itu hindari menyalahkan penderita akibat depresi yang dia alami.

 

 

Jangan mengabaikan mereka.

Hindari komentar

• "Udah jangan dipeduliin" atau

• "ayo move on"

• "jangan kelamaan depresi"

Ketika orang yang anda sayangi mengalami depresi, meminimalkan perasaan mereka bukanlah solusi kesembuhan. Hal tersebut malah lebih menyakiti daripada mengobati.

Ketika anda frustasi dan ingin menolong penderita, anda sendiri butuh memvalidasi perasaan lelah anda. Oleh sebab itu validasikan kesulitan dari penderita dan validasikan kesulitan anda untuk menolong. Jangan menyerah dan mengabaikan penderita. Lebih baik berkata "saya tidak tau harus bantu seperti apa" atau "bagaimana saya bisa membantu" daripada mengabaikan.

Semoga penjelasan diatas membantu. Apabila anda mengetahui teman atau orang terdekat anda yang butuh pertolongan dalam kesehatan mental. Jangan berikan stigma dan berilah mereka semangat untuk mencari bantuan professional atau psikiater.

 

Jun 17  -  6 min read