Your browser does not support JavaScript!
Ovulasi Dan Kesuburan, Berbagai Hal Yang Perlu Diketahui Agar Cepat Hamil
Ovulasi dan Kesuburan, Berbagai Hal yang Perlu Diketahui Agar Cepat Hamil

Hal pertama yang perlu Anda ketahui bila Anda ingin segera hamil adalah bagaimana siklus menstruasi terjadi. Dengan mengetahui hal ini, maka Anda pun dapat mengetahui kapan sebenarnya masa subur Anda. Siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase, yaitu fase menstruasi, fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal.

 

Fase Menstruasi

Pada fase menstruasi, Anda akan mengalami menstruasi selama 3-7 hari dan tubuh Anda akan melepaskan sejumlah hormon yang berfungsi untuk menstimulasi pembentukan dan pematangan sel telur di dalam indung telur.

 

Fase Folikular

Pada hari ke 7-11, hormon yang sama juga akan membuat dinding rahim Anda menebal untuk mempersiapkan terjadinya implantasi oleh sel telur yang telah dibuahi.

 

Fase Ovulasi

Pada hari ke 14 (bila siklus menstruasi Anda adalah 28 hari) atau antara hari ke 10-16, maka sel telur yang telah matang akan dilepaskan dari dalam indung telur (ovulasi) dan masuk ke dalam saluran telur, menunggu datangnya sel sperma untuk membuahinya.

Pada saat yang sama akan terjadi perubahan pada cairan serviks Anda, di mana cairan serviks akan menjadi lebih licin dan bening seperti putih telur, untuk membantu melancarkan perjalanan sperma ke dalam rahim.

Sel telur yang sudah matang ini hanya dapat bertahan hidup selama 12-24 jam. Dan karena sperma dapat hidup hingga 7 hari di dalam organ reproduksi wanita, maka mengetahui kapan waktu ovulasi Anda sangat penting untuk menentukan kapan Anda dan pasangan harus berhubungan intim untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

Secara umum, waktu paling subur bagi seorang wanita adalah beberapa hari sebelum dan setelah terjadinya ovulasi. Jika siklus menstruasi Anda adalah 28 hari dan selalu teratur setiap bulannya, maka hitunglah kapan tepatnya hari ke 14 dalam siklus menstruasi Anda (14 hari sebelum jadwal menstruasi Anda yang berikutnya atau 14 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir Anda). Setelah itu, dianjurkan untuk berhubungan intim pada hari ke 12, 14, dan 16.

 

Fase Luteal

Setelah sel telur yang matang dilepaskan dari dalam indung telur, maka bagian yang tertinggal di dalam folikel (corpus luteum) akan melepaskan hormon progesteron untuk membantu menebalkan dinding rahim dan mempertahankan kehamilan.

Bila terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi ini akan berjalan menuju ke rahim sambil terus membelah diri untuk menempelkan dirinya pada dinding rahim dan menstruasi Anda pun akan terlambat datang.

Akan tetapi bila tidak terjadi pembuahan, maka sel telur matang ini akan hancur dan akan keluar dari dalam tubuh 12-16 hari kemudian bersamaan dengan darah dan jaringan dinding rahim yang menebal. Saat ini Anda akan mengalami menstruasi. Kemudian siklus menstruasi pun akan terulang kembali.

 

Bagaimana Cara Mengetahui Kapan Masa Subur Anda?

Pelepasan progesteron ini akan menyebabkan suhu tubuh Anda sedikit meningkat. Jadi, salah satu cara untuk mengetahui kapan tepatnya masa subur Anda adalah dengan mengukur suhu tubuh Anda setiap pagi dengan termometer digital sebelum bangun dari tempat tidur Anda.

Akan tetapi, pengukuran ini tidaklah seakurat alat pemeriksaan lain dan Anda harus mencatat suhu tubuh harian Anda selama beberapa bulan untuk mengetahui kapan tepatnya masa subur Anda.

Cara lain untuk mengetahui kapan masa subur Anda adalah dengan mengukur kadar hormon estrogen di dalam air kemih. Peningkatan kadar hormon estrogen yang memicu peningkatan kadar hormon LH adalah hal yang memicu terjadinya pelepasan sel telur dari dalam indung telur (ovulasi).

Dengan menggunakan alat pemeriksaan ovulasi, maka Anda dapat mengukur kadar hormon-hormon ini di dalam air kemih Anda. Alat ini memang lebih mahal daripada termometer digital tetapi biasanya sangat akurat.

 

Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Saat Ovulasi

Pilihlah makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal, protein nabati, dan tinggi serat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, gandum, sayuran, dan beberapa jenis buah-buahan.

Sebagian besar dokter juga akan menyarankan agar seorang wanita yang sedang berusaha untuk hamil untuk mengkonsumsi 400 mcg asam folat setiap harinya hingga usia kehamilan mencapai 12 minggu untuk mencegah terjadinya gangguan saraf tulang belakang pada bayi.

 

Baca juga: 6 Hal yang Dilakukan Oleh Pria yang Dapat Mengganggu Kesuburannya

 

Hal Apa Saja yang Dapat Mempengaruhi Kesuburan Seorang Wanita dan Pria?

Berat Badan

Sebuah penelitian menemukan bahwa berat badan tampaknya juga dapat mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Penelitian ini menemukan bahwa wanita yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas normal membutuhkan waktu 2 kali lebih lama untuk hamil dibandingkan dengan wanita yang memiliki BMI normal.

Pada pria, pria yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas biasanya memiliki kadar hormon testosteron yang lebih rendah.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa kenaikan berat badan sebanyak 9 kg dapat meningkatkan resiko ketidaksuburan sebanyak 10%.

Usia

Usia tampaknya juga turut mempengaruhi kesuburan seorang wanita dan pria. Kesuburan seorang wanita akan menurun saat ia berusia sekitar 30 tahun.

Pada pria, berbagai penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan motilitas (pergerakan) sperma biasanya akan menurun seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria. Hal ini akan membuat seorang pria yang berusia 45 tahun atau lebih lebih sulit membuahi pasangannya.

 

Bagaimana Cara Meningkatkan Kesuburan Pada Pria dan Wanita?

Mengatasi stress, menghindari minuman beralkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang, menjaga berat badan sehat, dan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung banyak seng (daging merah, gandum, seafood, dan telur), selenium (daging merah, seafood, jamur, sereal, dan kacang Brazil), dan vitamin E dapat membantu meningkatkan kesuburan seorang pria.

Selain itu, jangan sering berendam dalam air panas atau sauna karena suhu panas pada daerah buah zakar dapat menurunkan jumlah sperma yang dihasilkan.

Bagi wanita, karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan pada seorang wanita, maka dianjurkan agar segera memeriksakan diri Anda ke seorang dokter spesialis kandungan untuk menemukan penyebab pastinya.

 

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Saya Hamil?

Salah satu cara termudah untuk memastikan apakah Anda memang sedang hamil atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan test pack. Alat test pack ini akan mengukur kadar hormon kehamilan (HCG) di dalam air kemih Anda. HCG akan diproduksi oleh tubuh setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim Anda.

Alat test pack biasanya sudah dapat mengetahui apakah Anda hamil atau tidak 6 hari sebelum jadwal menstruasi Anda atau sekitar 7-10 hari paska hubungan intim.

Hasil pemeriksaan dapat menunjukkan negatif palsu bila Anda melakukan pemeriksaan terlalu dini. Jadi, ulangilah pemeriksaan kehamilan ini beberapa hari atau minggu kemudian.

Selain pemeriksaan test pack, ada beberapa gejala kehamilan yang juga perlu Anda perhatikan, yaitu:

  • Menstruasi terlambat
  • Lebih sering buang air kecil
  • Mudah lelah
  • Mual di pagi hari atau sepanjang hari
  • Payudara terasa nyeri dan membesar

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.

 

Sumber: webmd

Dipo Hartono
Jan 21  -  7 min read