Your browser does not support JavaScript!
Otot Vagina Kencang, Hati-hati Vaginismus
Otot Vagina Kencang, Hati-hati Vaginismus

Apakah selama ini Anda mengalami masalah penetrasi yang sulit saat berhubungan seksual? Jika iya, kemungkinan Anda menderita vaginismus, yaitu suatu kondisi dimana seorang wanita mengalami pengencangan otot-otot di sekitar vagina yang tidak disadari setiap ada upaya untuk mempenetrasikan (menyusupkan) sesuatu ke dalam vagina. Penetrasi dapat berupa jari, tampon dan penis.

Berikut adalah gejala dari vaginismus:
•  Pengencangan vagina
•  Rasa tersengat atau terbakar di sekitar vagina
•  Rasa ketidaknyamanan saat berhubungan seksual
•  Takut akan rasa sakit
•  Menghindari penetrasi seksual atau penetrasi terhadap hal apapun
•  Penurunan nafsu seksual
•  Kontraksi otot tubuh, terutama pada otot tungkai bawah dan punggung
•  Stress

Jika Anda mengenali salah satu atau beberapa gejala diatas sebagai masalah yang Anda juga alami, maka Anda harus segera menghubungi dokter kandungan Anda secepatnya. Hal ini penting karena vaginismus dapat mempengaruhi Anda baik secara fisik, emosi dan juga kehidupan seksual Anda.

Tindakan Anda menghindari seks atau perasaan tidak nyaman karena situasi fisik tertentu akan sangat menyulitkan diri Anda sendiri, karena Anda tidak menciptakan kondisi tersebut dengan sengaja. Penelitian mengungkapkan bahwa beberapa wanita melakukan sesuatu diluar kehendak mereka dan menahan rasa sakit yang mereka alami untuk memuaskan pasangannya. Tetapi semakin lama situasi menjadi semakin rumit sehingga dapat merusak kehidupan seksual mereka selamanya.

Satu hal yang perlu Anda ketahui saat Anda menderita vaginismu bukanlah akhir dunia, karena vaginismus dapat diobati. Kebanyakan wanita yang mengalami vaginismus primer ternyata lebih banyak disebabkan oleh masalah kejiwaan, bukan masalah fisik. Jika itu penyebabnya maka dapat diatasi dengan konseling dan terapi seks.

Vaginismus tidak hanya mempengaruhi kehidupan seksual wanita tetapi juga merusak kepercayan dirinya dan hubungannya dengan pasangan. Vaginismus juga dapat menyebabkan depresi. Tetapi selalu ada jalan keluar. Peneliti mengatakan kebanyakan wanita yang menderita vaginismus tetap akan memiliki gairah akan seks dan mereka dapat menemukan kepuasan melalui oral seks, masturbasi dan foreplay karena mereka tidak dapat mengalami penetrasi. Jadi kuncinya adalah menemukan metode alternatif.

Baca juga: Apakah Mungkin Penis Terlalu Besar untuk Vagina Anda?

Sumber: magforwomen

Dec 24  -  2 min read