Your browser does not support JavaScript!
Olahraga Yang Harus Dihindari Oleh Wanita Berusia 50 Tahun
Olahraga yang Harus Dihindari Oleh Wanita Berusia 50 Tahun

Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita, sangatlah penting untuk tetap aktif secara fisik. Berbagai aktivitas fisik tersebut dapat mencegah terjadinya osteoporosis, diabetes, penyakit Alzheimer, penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Selain itu, aktivitas fisik juga dapat membantu memperbaiki kualitas tidur, keseimbangan tubuh, kadar gula darah, dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Walaupun sebagian besar olahraga aman dan dapat dilakukan oleh wanita berusia 50 tahun atau lebih, akan tetapi beberapa jenis olahraga harus dihindari untuk mencegah terjadinya cedera.

Bila Anda telah memasuki usia 50 tahun, maka fokuskanlah pilihan olahraga Anda pada gerakan fungsional yang dapat Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti berjalan, melangkah, dan mengangkat barang. Olahraga pilihan Anda harus berfokus pada berbagai gerakan alami yang berfungsi untuk mengembangkan otot yang digunakan untuk menjalani aktivitas harian Anda.

Hindarilah berbagai jenis olahraga yang tidak melatih otot fungsional Anda, misalnya berbaring tengkurap dan meletakkan tumit Anda pada bokong untuk melatih otot paha. Anda dapat mengganti gerakan ini dengan melakukan squats, yang melatih otot yang sama tetapi memiliki gerakan yang menyerupai gerakan yang akan Anda lakukan setiap harinya.

Selain itu, Anda juga harus menghindari olahraga yang membatasi pergerakan Anda, karena hal ini juga berarti Anda akan membatasi pergerakan otot Anda. Karena banyak mesin olahraga membatasi pergerakkan Anda, misalnya hanya melatih tangan atau kaki Anda, maka jangan terlalu banyak menggunakan mesin.

Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, Anda harus menjaga dan menguatkan persendian Anda. Oleh karena itu, Anda harus menghindari berbagai jenis olahraga yang dapat menyebabkan sendi Anda tertarik.

Saat akan mulai berolahraga, Anda juga harus mempertimbangkan berbagai cedera yang baru saja Anda alami atau pernah Anda alami dulu. Olahraga yang tampaknya dapat dilakukan dengan mudah oleh orang lain belum tentu aman bagi Anda, terutama bila Anda pernah mengalami cedera pada bagian otot yang dilatih.

Jika Anda memiliki lutut yang lemah, maka pilihlah sepeda stationer dan jangan memilih treadmill. Jika Anda pernah mengalami suatu cedera otot, maka pilihlah jenis olahraga yang menguatkan otot di sekitar daerah otot yang cedera sehingga Anda dapat menguatkan otot yang mengalami cedera tersebut.

Berhentilah berolahraga saat Anda mengalami nyeri, pusing, atau merasa ingin pingsan. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk mengetahui jenis olahraga apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan.

 

 

Sumber: ehow

Editor Dokter.id
Dec 31  -  2 min read