Your browser does not support JavaScript!
Nggak Perlu Bingung Bila Bayi Anda Sering Menangis, Bisa Jadi Ada 10 Hal Ini Yang Mau Mereka “ungkapkan”
Nggak Perlu Bingung Bila Bayi Anda Sering Menangis, Bisa Jadi Ada 10 Hal Ini Yang Mau Mereka “Ungkapkan”

Bayi menangis adalah hal yang wajar, sebenarnya saat bayi menangis adalah karena mereka ingin memberitahu kepada Anda apa yang sedang mereka alami. Sehingga sebagai orang tua terutama para ibu harus mengerti alasan mengapa bayi menangis.
Untuk Anda para orang tua baru, mungkin masih belum ada pengalaman sehingga merasa bingung mengapa bisa menangis.
Berikut Adalah Alasan Mengapa Bayi Menangis:

1.      Bayi lapar
Salah satu kebutuhan dasar bayi adalah makan. Sehingga bila bayi merasa kelaparan dan kebutuhan ini tidak dipenuhi, bayi Anda akan menangis.
Kelaparan adalah alasan pertama yang harus Anda pikirkan ketika bayi Anda menangis. Masalahnya adalah lebih sering terjadi pada bayi muda yang belum mulai makan makanan padat. Perut kecil bayi Anda tidak bisa menahan banyak makanan untuk waktu yang lama. Inilah sebabnya mengapa bayi menjadi lebih sering lapar.
Coba perhatikan bayi Anda, jika Anda melihat peregangan atau menggeliat, suara mengisap atau ada gerakan mulut, mengisap jari, semua itu adalah tanda lapar. Jika bayi Anda lapar, tangisan akan berhenti segera setelah diberikan makan.
2.      Popok kotor
Popok basah dapat mengiritasi kulit bayi yang lembut yang menyebabkan mereka menangis karena terasa tidak nyaman, bahkan bayi bisa menangis saat tidur. Setelah Anda mengganti popoknya biasanya bayi akan tenang dan bisa tidur. Jadi bila Anda melihat bayi Anda menangis coba perhatikan popok bayi Anda.
Bahkan, cobalah untuk mengganti popoknya secara teratur setiap 2-3 jam. Ini akan membantu mengurangi risiko ruam popok.
3.      Ruam Popok
Mirip dengan popok kotor, ruam di daerah popok, yang meliputi paha atas, pantat dan area alat kelamin bisa menjadi alasan di balik bayi Anda menangis.
Kulit yang meradang di daerah popok dapat menyakitkan dan, jika tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan lecet.
Jika Anda melihat kulit merah atau meradang maka Anda bisa menggunakan krim ruam popok dan oleskan sesering mungkin. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk saran lebih lanjut.
Untuk mencegah ruam popok berkembang, selalu gunakan krim. Jika memungkinkan, Anda bisa sesekali tidak menggunakan popok agar kulit sensitif dan lembut bisa bernapas.
4.      Tumbuh gigi
Jika bayi Anda berusia antara 6 dan 8 bulan dan tiba-tiba sering menangis, itu bisa karena tumbuh gigi. Tumbuh gigi dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit.
Dengan jari bersih Anda bisa merasakan gusi bayi Anda. Bengkak serta kecenderungan bayi sering menggigit pada adalah tanda-tanda yang jelas dari gigi yang sedang tumbuh
Berikan bayi Anda sepotong wortel dingin untuk memberi kenyamanan. Anda juga dapat memijat lembut gusi yang sakit untuk meringankan ketidaknyamanan. Tekanan lembut membantu menenangkan bayi rewel dan menangis. Begitu gigi sudah tumbuh, bayi Anda akan kembali ke rutinitas normal nya.
5.      Lelah
Ketika bayi lelah, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dan akhirnya menangis. Karena kelelahan, bayi perlu tidur dan karena mereka tidak bisa pergi tidur sendiri, sarana komunikasi mereka adalah menangis. Bayi lelah mungkin merasa sulit untuk tidur dan mereka cenderung merengek dan menangis pada hal sekecil apapun.
Pelukan dan mengayun bayi secara pelan, dapat menenangkan bayi dan membantu dia untuk tidur. Ikuti rutinitas bayi Anda dan pastikan ia tidak lelah. Sebuah perubahan dalam rutinitas bisa mengganggu waktu tidur siang dan tidur malam bayi Anda
6.      Masalah Perut
Masalah gas atau kolik juga dapat menyebabkan bayi kecil Anda menangis. Dalam kasus kolik, bayi mungkin menangis selama berjam-jam. Jika bayi Anda masih menangis setelah diberi makan, kemungkinan sebagai tanda masalah pada perut. Penyebab utama dari kolik adalah udara yang terjebak di dalam rongga perut yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.
Berikan bayi Anda mandi air hangat yang menenangkan. Ini akan mengalihkan perhatian bayi Anda dari ketidaknyamanan perut dan membuatnya mengantuk. Anda juga bisa menempatkan kain lap sedikit hangat di perut bayi dapat memberi rasa nyaman dan menghentikan tangisan bayi.
Jika bayi Anda rentan terhadap masalah terkait gas, taruh di kasur, pegang kakinya dan gerakkan kakinya dalam gerakan seperti mengayuh sepeda dengan lembut. Latihan ini membantu menghilangkan gas bila dilakukan 2 atau 3 kali sehari.
7.      Minta Perhatian
Bayi tidak diciptakan untuk menyendiri, dan mereka senang keramaian. Kebanyakan bayi berharap untuk berada di sekitar orang banyak. Inilah sebabnya mengapa bayi sering menangis ketika mereka ingin bermain.
Bahkan, beberapa bayi lebih sensitif dan perlu lebih banyak pelukan. Ketika mereka tidak mendapatkan perhatian yang sangat dibutuhkan, mereka mulai menangis. bayi akan berhenti menangis setelah mendapatkan stimulasi sensorik yang seperti sentuhan, ajakan berbicara dan pelukan.
Dekap bayi Anda dan biarkan dekat dengan jantung Anda akan membantu menghentikan tangisan. Irama detak jantung Anda, kehangatan tubuh Anda dan bau tubuh Anda adalah apa yang dibutuhkan bayi.
8.      Kebutuhan untuk Bersendawa
Jika bayi Anda rewel dan menangis setelah makan, maka mungkin dia memerlukan bersendawa yang baik.
Bayi kecil Anda memiliki kecenderungan untuk menelan udara saat menyusui atau mengisap dari botol. Ketika udara yang tertelan ini tidak dikeluarkan melalui sendawa, dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Setelah makan atau menyusui, tepuk atau menggosok punggung bayi Anda selama satu menit untuk membuatnya bersendawa.
Anda bahkan dapat mencoba posisi menyusui yang berbeda untuk mengurangi kemungkinan bayi Anda menelan udara.
9.      Terlalu dingin atau terlalu panas
Ketika bayi Anda merasa terlalu panas atau terlalu dingin, ia mungkin membiarkan Anda tahu dengan menangis. Bayi yang baru lahir ingin terus hangat tapi tidak terlalu panas. Paparan dingin juga bisa membuat bayi tidak nyaman.
Selain itu juga jangan gunakan pakaian terlalu tebal. Saat tidur, tidak perlu menggunakan selimut terlalu tebal karena dapat membuat bayi terlalu panas. Untuk memeriksa apakah bayi Anda merasa terlalu panas atau terlalu dingin, maka peganglah perutnya. Jika perut terasa terlalu panas, maka lepaskan selimutnya, dan jika terasa dingin, tambahkan satu selimut lagi. Selalu menjaga suhu ruangan bayi Anda sekitar 18 derajat Celcius
10.  Bayi sakit
Bayi biasanya banyak menangis ketika mereka sakit atau demam. Bayi Anda tidak dapat memberitahu Anda bahwa dia sedang tidak enak badan, sehingga Anda perlu mengambil petunjuk dari tangisan mereka.
Ketika bayi merasa tidak baik, maka tangisannya akan memiliki nada yang berbeda yang bisa menjadi perhatian Anda. Mungkin lebih lemah, lebih mendesak, terus menerus atau bernada tinggi.
Penyakit mungkin dalam bentuk hidung tersumbat atau meler, demam ringan, batuk kering dan sebagainya. Dalam kasus flu biasa atau demam, maka mandikan bayi Anda dengan menggunakan spons 2 atau 3 kali sehari. Namun, ketika bayi sakit, konsultasi dengan dokter adalah suatu keharusan. Jangan memberikan obat apapun untuk bayi Anda tanpa konsultasi dokter.
Selalu perhatikan setiap reaksi yang bayi Anda lakukan karena itu merupakan cara bayi untuk berkomunikasi dengan Anda.


Baca juga: Jika Bayi Tersedak
Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang
Sumber: top10homeremedies

Dipo Hartono
Aug 03  -  6 min read