Your browser does not support JavaScript!
Menjaga Kesehatan Seksual Berdasarkan Usia
Menjaga Kesehatan Seksual Berdasarkan Usia

Menjaga kesehatan seksual penting bagi perempuan, agar terhindari dari penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi, serta menghindari perilaku seksual yang tidak seharusnya.

Sejak usia berapa perempuan harus mulai menjaga kesehatan seksualnya? Sebaiknya sejak usia remaja yang ditandai dengan haid pertama. Usia remaja adalah masa transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan emosi, psikis, dan fisik dengan ciri khas yang unik.

Di bawah ini ada sejumlah cara menjaga kesehatan seksual yang dimulai dari usia 13 tahun atau masa remaja hingga dewasa.

Remaja 13-18 tahun

Di periode pubertas ini, remaja perlu menjaga kesehatan alat reproduksi sejak dini dengan cara:

  • Saat haid, ganti pembalut secara rutin sekitar 3-5 kali dalam sehari.
  • Apabila merasakan nyeri saat haid, kompres perut bagian bawah dengan air hangat, olahraga teratur dan istirahat yang cukup untuk meringankan rasa nyeri.
  • Pilih pembalut yang bahannya tidak berbahaya dan nyaman dipakai.
  • Membersihkan alat kelamin dengan handuk bersih, kering, lembut, tidak berbau atau lembab.
  • Menggunakan celana dalam dengan bahan yang menyerap keringat.
  • Setelah buang air kecil, perlu membersihkan alat kelaminnya dari arah depan ke belakang supaya kuman dari anus tidak berpindah ke vagina.

Dewasa usia 19-39 tahun

  • Di rentang usia ini, kondisi alat reproduksi sedang berada di masa prima karena puncak hormon seks seperti estrogen, progesteron dan testosteron sedang meningkat.
  • Pastikan kamu menjaga kesehatan organ reproduksi dengan melakukan hubungan seksual yang aman.
  • Tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom.
  • Lakukan vaksin HPV untuk mencegah terjangkitnya kanker serviks.
  • Cek kesehatan Pap Smear juga penting untuk dilakukan, setidaknya 3 - 5 tahun sekali.
  • Bagi perempuan yang memiliki riwayat kanker payudara, mamografi juga penting untuk dilakukan setidaknya setahun sekali

Perlu diketahui, pengetahuan dan persepsi yang salah tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi dapat menyebabkan remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksinya. Karena itu, peran orang tua dan guru menjadi penting dalam mendampingi remaja mencari dan menemukan informasi kesehatan seksual yang tepat.

Edwin Suryana
Sep 02  -  2 min read