Your browser does not support JavaScript!
Lakukan 6 Hal Ini Saat Menjadi Korban Kekerasan Emosional
Lakukan 6 Hal Ini saat Menjadi Korban Kekerasan Emosional

Penyintas kekerasan emosional kerap tidak menyadari bahwa dirinya adalah korban dari perilaku tersebut. Bila kekerasan emosional terus dibiarkan, ini akan dapat membuat permasalahan jiwa yang cukup serius, salah satunya adalah depresi. 

Ada sejumlah perilaku yang masuk kategori sebagai kekerasan emosional. Ini di antaranya:

  • Gaslighting, aksi manipulasi tanpa memperdulikan perasaan kamu.

  • Silent treatment, sikap di mana pelaku menghindari konflik yang terjadi dengan cara berdiam diri.

  • Control and isolate, tidak mengizinkan kamu memiliki banyak teman, seolah-olah dirinya menjadi salah satu orang yang pantas untuk dirimu. 

  • Cemburu sebagai bentuk dari aksi manipulasi.

  • Menggunakan candaan yang membuat diri insecure.

  • Pelaku menyalahkan diri kamu atas hal minor.

  • Mempermalukan kamu di depan publik.

  • Emotional blackmail, bentuk manipulasi dengan menggunakan rasa takut untuk dapat hidup tanpa diri seorang pelaku. 

Ketika salah satu perilaku kekerasan emosional yang disebutkan di atas terdapat dalam diri kamu, berikut 6 hal yang perlu dilakukan:

  • Prioritaskan diri sendiri
    Memprioritaskan diri sendiri bukanlah sebuah bentuk dari sikap egois, melainkan sebagai salah satu bentuk untuk menyelamatkan diri kamu sendiri dalam segi kesehatan mental dan fisik. Korban pelaku kekerasan emosional kerap kali memprioritaskan pasangan mereka dibandingkan diri mereka sendiri. 

  • Bentuk batasan
    Dalam hubungan memang baik untuk bersikap terbuka dengan satu sama lain, namun hal tersebut perlu menggunakan batasan dalam bersikap terbuka. Kamu harus konsisten terhadap diri sendiri dan meminta pasanganmu agar tidak melakukan hal yang melewati batasan kamu di kemudian hari.

  • Jangan menyalahkan diri
    Menyalahkan diri sendiri merupakan sebuah hasil dari adanya perilaku kekerasan emosional yang berkepanjangan. Kamu akan sering menganggap bahwa ada hal yang salah di dalam diri kamu, meskipun kenyataannya tidak. Kamu harus bisa berhenti menyalahkan diri sendiri dan berpikir realistis ketika kesalahan-kesalahan tersebut muncul di luar kontrol kamu. 

  • Jangan coba untuk mengubah orang lain
    Hal yang paling sering dilakukan oleh para penyintas kekerasan emosional adalah berharap bahwa mereka dapat mengubah sifat pelaku. Kamu tidak akan bisa mengubah sifat seseorang dengan kemampuan mu. Kamu hanya dapat memiliki tanggung jawab atas diri kamu sendiri. 

  • Hindari terlibat dengan pelaku
    Jika kamu sudah merasakan adanya kekerasan emosional dalam hubungan kamu, ada baiknya kamu untuk menarik diri dari pelaku. Kamu bisa langsung memutuskan hubungan dengan pelaku dengan adanya penyebab yang jelas. 

  • Membuat jalan keluar
    Cinta itu buta merupakan istilah yang kerap dirasakan oleh sejumlah pasangan. Jika pasangan kamu melakukan kekerasan emosional, ada baiknya untuk mencari jalan keluar bersama. Hal ini tergantung pada seberapa besar masalah tersebut dapat ditoleransi. Jika sudah terlalu toxic, kamu bisa mengakhiri hubungan tersebut.

    Let’s Speak Up for Yourself!

Edwin Suryana
Oct 04  -  4 min read