Your browser does not support JavaScript!
Keintiman Dengan Pasangan Dapat Membantu Anda Melewati Berbagai Cobaan Di Hari Tua
Keintiman Dengan Pasangan Dapat Membantu Anda Melewati Berbagai Cobaan di Hari Tua

Berbagai gangguan kesehatan dapat menimbulkan suatu tekanan dalam kehidupan pernikahan anda, berapa pun usia anda. Akan tetapi, seiring dengan semakin bertambahnya usia anda, berbagai penyakit kronik yang anda alami dapat membuat percikan-percikan cinta di antara anda dan pasangan semakin berkurang.

 

Beberapa orang ahli di Amerika telah berhasil menemukan suatu cara untuk membuat anda dan pasangan anda mengatasi berbagai tekanan akibat berbagai penyakit dan penuaan, yaitu jagalah keintiman anda dengan pasangan anda, baik fisik maupun mental.

 

Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa pasangan yang tetap memiliki kehidupan seksual yang aktif setelah bertahun-tahun menikah memiliki kadar kepuasan yang lebih tinggi dalam pernikahan mereka.
Untuk itu, anda hanya perlu kembali aktif dalam kehidupan seksual anda. Dari tidak pernah berhubungan seks selama setahun menjadi berhubungan seks satu kali sebulan atau lebih telah ditemukan berhubungan dengan peningkatan kualitas pernikahan anda, bahkan walaupun berbagai penyakit yang anda alami membuat hubungan seks menjadi sulit dilakukan.  

 

Untuk membangun suatu keintiman dengan pasangan anda, berhubungan seks bukanlah satu-satunya cara. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, makna dari hubungan seks pun dapat berubah. Untuk menemukan adanya hubungan antara seks, kebahagiaan hidup pernikahan, dan kesehatan; para ahli mengamati sekitar 500 pasangan yang berusia di antara 58-85 tahun, di mana sebagian besar pasangan telah menikah selama setidaknya 40 tahun.

 

Para peneliti mengukur kualitas pernikahan masing-masing pasangan dengan cara menanyakan berbagai pertanyaan tentang seberapa dekat atau intim anda dengan pasangan anda. Pertanyaan yang diajukan dapat berupa seberapa sering anda menceritakan apa yang sebenarnya anda rasakan dan seberapa sering anda merasa pasangan anda terlalu bnayak menutut anda. Para peneliti juga memeriksa kesehatan fisik dan mental setiap orang, serta seberapa sering tiap-tiap pasangan melakukan aktivitas seksual, mulai dari sekadar belaian lembut hingga berhubungan seksual (penetrasi).

 

Walaupun telah ditemukan hubungan yang jelas antara kualitas pernikahan dan seberapa sering anda berhubungan intim atau melakukan berbagai aktivitas seksual lainnya dengan pasangan anda, akan tetapi para ahli masih tidak dapat menemukan seberapa besar efek aktivitas seksual ini terhadap kualitas pernikahan seseorang.

 

Walaupun banyak pasangan beranggapan bahwa seks bukanlah satu-satunya penentu keintiman atau kedekatan mereka dengan pasangannya, akan tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata orang yang sering berhubungan seks dengan pasangannya memiliki kualitas pernikahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan yang jarang melakukan aktivitas seksual.

Sumber: npr

Eko Siswanto
Jan 13  -  2 min read