Your browser does not support JavaScript!
Kebotakkan Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?
Kebotakkan Tingkatkan Resiko Terjadinya Kanker Prostat, Benarkah?

Sebuah penelitian baru di sebuah lembaga kanker di Amerika menemukan bahwa kebotakkan dengan pola tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat.

Pada penelitian ini, para pria yang mengalami kebotakkan pada bagian depan dan puncak kepalanya saat berusia 45 tahun memiliki resiko menderita kanker prostat agresif yang lebih tinggi yaitu hingga 39% beberapa tahun kemudian dibandingkan dengan pria lain yang tidak mengalami kebotakkan.

Pada penelitian ini, hanya sekitar 10% peserta penelitian yang mengalami kebotakkan dengan pola demikian. Para peneliti juga menemukan bahwa pola kebotakkan lainnya tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker prostat.

Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya hubungan antara kebotakkan dengan peningkatan resiko terjadinya kanker prostat, akan tetapi para peneliti menduga hal ini berhubungan dengan hormon testosteron dan dihidrotestosteron, yang tampaknya turut berperanan dalam terjadinya kebotakkan dan kanker prostat pada pria.

Para peneliti juga tidak mengetahui apa yang mempengaruhi seorang pria memiliki pola kebotakkan yang berbeda-beda. Mereka menduga hal ini mungkin berhubungan dengan jenis hormon dan perbedaan kadarnya di dalam tubuh pada berbagai usia.

Akan tetapi, para peneliti juga menyebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penelitian ini sebelum mereka dapat menyimpulkan adanya hubungan pasti di antara keduanya.

 

 

Sumber: menshealth

Editor Dokter.id
Nov 03  -  2 min read