Your browser does not support JavaScript!
Hubungan Antara Skizofrenia Dengan Struktur Dan Zat Kimia Otak
Hubungan Antara Skizofrenia Dengan Struktur dan Zat Kimia Otak

Para peneliti menduga bahwa gangguan keseimbangan berbagai zat kimia di dalam otak yang saling berhubungan yang mengenai neurotransmiter dopamin dan glutamat, serta berbagai neurotransmiter lainnya mungkin juga turut berperanan dalam terjadinya skizofrenia. Neurotransmiter merupakan suatu zat yang membantu proses komunikasi di antara sel-sel otak.

Selain itu, walaupun hanya sedikit, otak para penderita skizofrenia tampak berbeda dengan otak orang sehat. Misalnya suatu ruangan di bagian tengah otak yang berisi cairan yaitu ventrikel, tampak lebih besar pada penderita skizofrenia. Otak penderita skizofrenia juga cenderung memiliki lebih sedikit area abu-abu (gray matter) dan beberapa bagian otak mungkin memiliki lebih sedikit atau lebih banyak aktivitas.

Berbagai penelitian pada jaringan otak penderita setelah mereka meninggal juga telah menunjukkan beberapa perbedaan antara otak seorang penderita skizofrenia dengan orang sehat.

Para peneliti menemukan adanya sebuah perubahan kecil pada distribusi atau karakteristik sel-sel otak yang kemungkinan besar terjadi sebelum lahir. Para ahli menduga bahwa gangguan perkembangan otak sebelum lahir inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan komunikasi di antara sel-sel otak. 

Gangguan perkembangan otak ini mungkin tidak akan menimbulkan gejala apapun hingga memasuki masa pubertas. Hal ini dikarenakan otak mengalami perubahan besar pada masa pubertas yang mungkin memicu timbulnya berbagai gejala gangguan jiwa (psikosis).

 

 

Sumber: webmd

Editor Dokter.id
Oct 24  -  2 min read