Your browser does not support JavaScript!
Gangguan Mental Karena "zoom" Kerap Dialami Wanita
Gangguan Mental karena

Di tengah masa pandemi, banyak perusahaan maupun individu memanfaatkan beberapa aplikasi video conference sebagai media untuk mengadakan pertemuan (meeting), salah satunya Zoom. Namun, disadur dari laman Scary Mommy, menghabiskan waktu di depan kamera justru bisa mempengaruhi kesehatan mental kita.

Berdasarkan penelitian yang diunggah oleh International Journal of Women’s Dermatology, kejadian dari Body Dysmorphic Disorder (BDD) meningkat di tengah pandemi, dan video conference menjadi salah satu penyebab meningkatnya BDD.

Apa sih Body Dysmorphic Disorder?

Body Dysmorphic Disorder (BDD) atau juga dikenal dengan gangguan dismorfik tubuh merupakan sebuah gangguan mental yang ditandai dengan adanya gejala rasa kecemasan yang berlebih terhadap kekurangan serta kelemahan pada penampilan diri sendiri secara fisik.

"Peningkatan waktu yang dihabiskan untuk melakukan video conference, menggunakan media sosial, serta menggunakan filter pada aplikasi tersebut selama pandemi telah memperburuk persepsi diri sendiri dan kesehatan mental, terutama pada perempuan muda," ungkap penelitian tersebut.

Dismorfik Zoom secara tak resmi merupakan kondisi gangguan mental di saat orang melihat keterbalikan gambar dari diri mereka yang menyebabkan adanya respon yang buruk. Dilansir dari laman Psychology Today, Dismorfik Zoom merupakan salah satu tipe dari BDD yang juga dikenal dengan Dismorfik Wajah.

Para pengidap Dismorfik Zoom akan memperhatikan hidung, kulit, gigi, telinga, dan aspek lain yang ada pada wajah mereka dan mencoba untuk mengubah apa yang terlihat tidak sempurna serta menghindari adanya interaksi sosial. Kenyataannya, para pengidap Dismorfik Zoom ini akan melihat diri mereka di layar komputer mereka seolah-olah wajah mereka terlihat berbanding terbalik dengan kenyataannya.

Meski nyata, namun Dismorfik Zoom tidak masuk ke dalam Diagnostic and Statistical Manual (DSM) atau juga dikenal sebagai buku yang digunakan oleh para profesional kesehatan untuk membantu mengidentifikasikan serta mendiagnosis penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan.

Tanda dari Dismorfik Zoom:

  • Cemas untuk menghidupkan kamera saat menghadiri video conference.
  • Memfokuskan diri pada layar kamera sendiri dan mencari ketidaksempurnaan pada penampilan.
  • Mencoba untuk terlihat sempurna sebelum video call dimulai.
  • Merasa yakin bahwa orang lain akan fokus pada ketidaksempurnaan pada diri kamu.

Kamu mengalami masalah seksual atau relationship? Konsultasikan dengan expert kami melalui layanan Telekonsultasi sekarang!

Digital Dokterid
Oct 22  -  3 min read