Your browser does not support JavaScript!
Efek Samping Dari Pengobatan Kanker Jangka Panjang Pada Anak
Efek Samping dari Pengobatan Kanker Jangka Panjang Pada Anak

Setelah anak Anda selesai melakukan rangkaian pengobatan kanker, baik kemoterapi maupun radioterapi, sangatlah penting untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan anak dan apakah anak Anda mengalami efek samping tertentu akibat pengobatan kanker jangka panjang.

Di bawah ini terdapat beberapa efek samping yang dapat timbul setelah seorang anak melakukan pengobatan kemoterapi dalam jangka panjang, yang tentu saja dapat mempengaruhi masa depan anak Anda.

 

  1. 1.      Pengaruh Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Radioterapi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, terutama pada pertumbuhan tulang anak. Jika radioterapi dilakukan pada tulang belakang anak, maka anak tersebut mungkin tidak dapat bertumbuh setinggi anak-anak lainnya seumurannya atau bila radioterapi dilakukan pada salah satu kakinya, maka kaki tersebut mungkin akan lebih pendek dibandingkan dengan kakinya yang lain.

Kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak berfungsi untuk menghasilkan hormon yang membantu mengatur pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Radioterapi ke otak dapat mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari. Jika anak Anda tidak memiliki cukup banyak hormon ini, maka pertumbuhan normal anak pun akan terganggu dan membuat anak tersebut mungkin membutuhkan terapi hormon tambahan.

 

  1. 2.      Pengaruh Terhadap Fungsi Jantung dan Paru

Beberapa jenis pengobatan kanker tertentu juga dapat mempengaruhi fungsi jantung dan paru-paru. Beberapa jenis pengobatan tersebut adalah kemoterapi dan radioterapi. Efek ini mungkin tidak akan terlihat langsung setelah pengobatan selesai. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan secara teratur untuk memantau kesehatan jantung dan paru anak paska pengobatan kanker.

 

  1. 3.      Gangguan Pendengaran

Walaupun jarang, gangguan pendengaran dapat terjadi setelah pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan tertentu dan setelah proses radioterapi ke daerah kepala, terutama bila dilakukan di dekat daerah telinga.

Cisplatin merupakan obat kemoterapi yang paling sering menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran (tuli sebagian), yang menyebabkan anak mengalami kesulitan untuk mendengar suara bernada tinggi. Kelainan ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan pendengaran dan biasanya tidak terlalu parah hingga seringkali tidak disadari, baik oleh anak maupun orang tua serta teman-temannya. Hal ini dikarenakan suara bernada rendah yang lebih banyak digunakan saat berbicara biasanya tidak terkena.

 

  1. 4.      Gangguan Ginjal

Gangguan ginjal dapat terjadi setelah anak menerima pengobatan kanker tertentu, akan tetapi biasanya tidak berat. Pengangkatan salah satu ginjal untuk mengatasi gangguan ginjal yang terjadi biasanya juga tidak menimbulkan komplikasi apapun karena ginjal yang tersisa biasanya masih dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Beberapa jenis obat kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya gangguan ginjal. Jadi, bila anak Anda menggunakan obat-obatan tertentu seperti GFR, dianjurkan agar Anda memeriksakan kesehatan ginjal anak Anda secara teratur.

 

  1. 5.      Pengaruh Terhadap Kemampuan Intelektual dan Pendidikan

Setelah pengobatan kanker selesai, sebagian besar anak dapat melanjutkan pendidikannya dan pengobatan kanker biasanya tidak mempengaruhi kemampuan berpikir dan intelektual anak. Akan tetapi, beberapa orang anak, terutama yang menderita tumor otak, mungkin dapat mengalami kesulitan belajar dan membutuhkan bantuan khusus di sekolah. Seberapa parah kesulitan belajar yang terjadi tergantung pada usia anak saat memulai pengobatan dan pengobatan apa yang mereka terima.

 

  1. 6.      Kanker Kedua

Sejumlah kecil anak yang telah berhasil sembuh dari kanker yang dideritanya mungkin menderita jenis kanker lainnya di masa yang akan datang. Hal ini mungkin dikarenakan oleh 2 hal. Yang pertama adalah karena beberapa ada beberapa anggota keluarga yang menderita kanker (keturunan), walaupun hal ini sangat jarang. Penyebab kedua adalah beberapa jenis pengobatan kanker dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker jenis lain.

 

 

Sumber: macmillan

Editor Dokter.id
Jan 09  -  4 min read