Your browser does not support JavaScript!
Depresi Merupakan Pertanda Awal Penyakit Alzheimer, Benarkah?
Depresi Merupakan Pertanda Awal Penyakit Alzheimer, Benarkah?

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa gangguan depresi, gangguan tidur, dan perubahan perilaku dapat muncul terlebih dahulu sebelum terjadinya gangguan daya ingat pada orang yang mengalami penyakit Alzheimer.

Akan tetapi, bukan berarti bila Anda mengalami gangguan cemas, depresi, atau merasa sangat lelah maka Anda pasti sedang mengalami gejala awal dari penyakit Alzheimer karena pada sebagian besar kasus, berbagai gangguan tersebut tidak berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 2.400 orang paruh baya selama sekitar 7 tahun. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menderita demensia (pikun) memiliki resiko yang lebih tinggi untuk juga menderita gangguan depresi dibandingkan dengan orang yang tidak menderita demensia.

Pada penelitian ini, para peneliti bertujuan untuk menemukan seperti apa keadaan orang-orang yang menderita penyakit Alzheimer, bahkan sebelum didiagnosa menderita penyakit tersebut.

Selain itu, berbagai perubahan perilaku dan mood, seperti perilaku acuh tak acuh, selalu merasa cemas atau khawatir, perubahan nafsu makan, dan menjadi lebih mudah marah juga terjadi lebih cepat pada para peserta yang menderita demensia.

Penyakit Alzheimer merupakan suatu penyakit progresif dan fatal yang tidak hanya mempengaruhi daya ingat penderitanya tetapi juga menyebabkan berbagai perubahan pada kepribadian penderita dan kemampuan penderita untuk menganalisis dan menilai sesuatu hal.

Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa data dari para peserta penelitian yang berusia 50 tahun atau lebih yang tidak memiliki gangguan daya ingat atau gangguan dalam proses berpikir pada awal penelitian dimulai.

Setelah diamati selama 7 tahun, sekitar setengah dari para peserta penelitian masih tetap memiliki fungsi kognitif yang normal, sementara setengah lainnya mulai mengalami gangguan daya ingat atau gangguan berpikir yang menunjukkan telah terjadinya demensia.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 30% dari para peserta yang mengalami demensia juga mengalami gangguan depresi dalam waktu 4 tahun setelah penelitian dimulai.

Hingga akhir penelitian, para peneliti masih tidak dapat memastikan mengenai apakah gangguan depresi atau gangguan mood dan perilaku lainnya terjadi akibat adanya perubahan yang sama di dalam otak seperti yang terjadi pada penderita penyakit Alzheimer atau disebabkan oleh suatu respon psikologis untuk menghadapi berbagai kesulitan yang sedang terjadi.

Walaupun penelitian ini berhasil menemukan adanya suatu hubungan antara perubahan perilaku dengan peningkatan resiko terjadinya penyakit Alzheimer, akan tetapi penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.

Satu hal yang perlu diketahui mengenai penyakit Alzheimer adalah bahwa penyakit ini bukan hanya menyebabkan terjadinya gangguan pada proses berpikir dan daya ingat, tetapi merupakan suatu penyakit pada otak yang menyebabkan hilangnya sel-sel otak seiring dengan berlalunya waktu dan dapat menimbulkan berbagai gejala yang berbeda, termasuk gangguan depresi, gangguan cemas, atau gangguan tidur.

 

Sumber: newsmaxhealth

Editor Dokter.id
Mar 04  -  3 min read