Your browser does not support JavaScript!
Dari Mana Sih Asalnya Cairan Mani?
Dari Mana Sih Asalnya Cairan Mani?

Anda mungkin sudah sering mendengar mengenai orgasme dan bagaimana cara seorang pria dapat mencapainya. Akan tetapi, apa yang Anda ketahui mengenai cairan kental berbau khas yang keluar saat seorang pria mencapai orgasme? Di bawah ini Anda dapat melihat apa sebenarnya cairan misterius tersebut dan dari mana ia berasal.

 

Apa Perbedaan Ejakulasi dan Ejakulat?

Ejakulasi merupakan suatu keadaan di mana cairan mani dikeluarkan dari dalam penis. Ejakulat merupakan cairan mani yang dikeluarkan saat seorang pria mengalami ejakulasi. 90% cairan mani atau ejakulat terdiri dari air. Cairan mani biasanya memiliki warna putih seperti susu dan bersifat kental. Warna cairan mani akan semakin putih seiring dengan semakin banyaknya sperma di dalamnya.

 

Dari Mana Cairan Mani Berasal?

Sekitar 65% cairan mani berasal dari vesikula seminalis, 35% nya berasal dari kelenjar prostat (yang menyebabkan semen memiliki bau khasnya), dan 5% terdiri dari berbagai cairan lain.

Saat seorang pria mengalami orgasme, maka ia biasanya akan mengeluarkan sekitar 1-5 ml cairan mani, dengan rata-rata 2-3 ml (satu sendok teh). Saat dikeluarkan, cairan mani dapat "berpergian" hingga jarak 90 cm atau lebih, akan tetapi rata-rata hanya mencapai 17-25 cm.

 

Baca juga: Tips Mudah Untuk Menaklukkan Ejakulasi Dini

 

Sebelum cairan mani dikeluarkan, tubuh biasanya akan mengeluarkan sekitar 1-2 tetes cairan basa yang berasal dari kelenjar Cowper (2 kelenjar kecil yang terletak di bawah kelenjar prostat) untuk menetralisir keasaman di dalam uretra (saluran kencing).

 

Seberapa Sering Seorang Pria Dapat Berejakulasi?

Seberapa sering seorang pria dapat berejakulasi dapat berbeda-beda dan biasanya akan mulai berkurang segera setelah masa pubertas selesai. Dalam waktu 1-2 jam, sebagian besar pria dapat mengalami 1 kali ejakulasi. Sementara itu, sejumlah pria dapat mengalami 2-4 kali ejakulasi dalam kurun waktu tersebut.

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.

 

Sumber: menshealth

Aug 18  -  3 min read