Your browser does not support JavaScript!
Berbagai Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Saat Hamil
Berbagai Jenis Makanan yang HARUS Dihindari Saat Hamil

Saat hamil, bukan hanya tubuh Anda yang akan mengalami perubahan, cara Anda berpikir dan melihat diri Anda pun akan berubah, begitu juga dengan prioritas, sikap, dan gaya hidup Anda. Intinya semua aspek dalam kehidupan Anda akan mengalami perubahan.

Untuk menjaga agar bayi di dalam kandungan Anda dan diri Anda sendiri tetap sehat, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, termasuk apa yang Anda makan dan minum.

Walaupun Anda boleh mengkonsumsi berbagai jenis makanan, terutama bila sedang ngidam, namun ada beberapa jenis makanan yang mau tidak mau harus Anda hindari selama hamil. Di bawah ini Anda dapat melihat makanan apa saja yang harus Anda hindari saat hamil.

 

Seafood dan Ikan Tertentu

Selama hamil Anda bukannya tidak boleh mengkonsumsi ikan sama sekali. Anda hanya perlu menghindari beberapa jenis ikan tertentu, terutama ikan yang mengandung merkuri. Mengkonsumsi merkuri selama hamil dapat menyebabkan terjadinya kerusakan otak dan gangguan perkembangan pada bayi Anda. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis ikan yang mengandung banyak merkuri selama hamil. Beberapa jenis ikan yang dimaksud adalah mackerel, ikan todak, hiu, dan tilefish. Ikan tuna yang mengandung sedikit merkuri, boleh dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Selain itu, ibu hamil juga harus menghindari seafood asap atau mentah karena keduanya dapat mengandung bakteri listeria. Ibu hamil juga harus menghindari konsumsi ikan yang telah tercemar oleh polutan seperti ikan salmon, striped bass, bluefish, walleye, dan trout.

Bila Anda sangat ingin mengkonsumsi ikan, konsumsilah ikan air tawar yang tidak mengandung merkuri atau polutan.

 

Telur Mentah Atau Setengah Matang

Saat hamil, sangat tidak dianjurkan mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang karena telur ini mungki mengandung bakteri salmonella yang dapat menyebabkan muntah dan diare. Cara terbaik untuk mengkonsumsi telur adalah telur matang.

 

Daging Merah dan Daging Unggas Setengah Matang

Bila Anda sangat menyukai daging saat sedang hamil, tidak dianjurkan mengkonsumsi daging setengah matang karena daging mungkin mengandung bakteri listeria. Semua daging harus dimasak hingga mencapai 73 derajat celcius. Begitu pula halnya dengan daging unggas.

Selain listeria, parasit toxoplasma gondii juga dapat ditemukan pada daging merah dan daging unggas mentah, yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan, keguguran, dan kelainan bawaan.

Jadi, pastikan Anda selalu mencuci bersih daging yang akan dimasak dan pastikan Anda memasaknya hingga matang.

 

Susu dan Produknya yang Tidak Dipasteurisasi

Anda mungkin akan dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak susu saat hamil karena susu mengandung kalsium, protein, dan mineral yang Anda butuhkan selama hamil. Akan tetapi, pastikan Anda selalu mengkonsumsi susu yang telah dipasteurisasi. Susu yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri listeria yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

 

Keju Lunak yang Tidak Dipasteurisasi

Keju lunak yang tidak dipasteurisasi seperti brie, feta, camembert, queso fresco, dan sebagainya tidak boleh dikonsumsi saat hamil karena mungkin mengandung bakteri listeria yang dapat menyebabkan terjadinya listeriosis, keguguran, kelahiran premature, dan kelainan bawaan.

Bila Anda tetap ingin mengkonsumsi keju, pilihlah keju keras seperti cheddar dan swiss yang dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi.

 

Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci Bersih

Selain mengandung pestisida yang berbahaya, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih dapat mengandung parasit toxoplasma gondii dan bakteri listeria, yang dapat sangat berbahaya bagi janin. Hindari konsumsi kecambah mentah, selada, dan kol yang tidak dicuci.

Untuk tetap sehat, pastikan Anda sudah mencuci bersih sayuran yang akan Anda konsumsi dan usahakanlah untuk tidak mengkonsumsi buah dan sayuran yang sudah lama disimpan di kulkas. Pastikan Anda selalu memasak sayuran yang akan Anda makan, terutama sayuran berdaun hijau.

 

Kecambah Mentah

Anda mungkin sudah mendengar bahwa kecambah merupakan sumber protein dan mineral yang baik. Akan tetapi, ada baiknya bila Anda menghindari konsumsi kecambah mentah saat hamil karena mungkin mengandung bakteri dan virus berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jika Anda tetap ingin mengkonsumsi kecambah, pastikan Anda sudah memasaknya hingga matang.

 

Kacang (Bila Alergi)

Kacang memang merupakan makanan yang baik dikonsumsi selama hamil. Namun, bila Anda memiliki alergi kacang, dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis kacang tertentu selama hamil. Beberapa jenis kacang yang dimaksud adalah kacang tanah, kacang mede, chesnut, hazelnut, macademia, pecan, pistachio, dan walnut.

 

Salad

Apakah Anda merupakan penggemar salad?  Bila ya, maka sebaiknya Anda membuat salad Anda sendiri di rumah daripada membelinya. Hal ini dikarenakan salad yang Anda beli mungkin terbuat dari buah, sayuran, daging, dan telur yang kurang baik, yang mungkin mengandung bakteri listeria.

 

Jus Buah yang Tidak Dipasteurisasi

Ternyata saat Anda hamil, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi jus buah segar karena mungkin mengandung bakteri E.coli dan salmonella yang berbahaya. Dianjurkan untuk mengkonsumsi jus buah yang telah dipasteurisasi.

 

Baca juga: Apakah Aman Berdiet Saat Hamil???

 

Konsumsi Kafein Berlebihan

Mengkonsumsi terlalu banyak kafein selama hamil dapat menyebabkan terjadinya berat badan lahir rendah, lahir mati, kematian janin, aborsi spontan, dan membuat Anda terus saja BAK. Selain kopi, teh, dan cokelat; kafein juga dapat ditemukan dalam minuman energi dan beberapa jenis obat flu dan batuk.

 

Teh Herbal dan Suplemen

Walaupun Anda mungkin dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai jenis teh dan suplemen herbal, akan tetapi sebenarnya mengkonsumsi keduanya saat hamil mungkin justru lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya bagi kesehatan Anda.

 

Makanan Kaleng

Makanan kaleng yang dapat disimpan dalam waktu lama sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama hamil. Hal ini dikarenakan makanan kaleng seringkali mengandung Bisphenol A (BPA) yang dapat mempengaruhi aktivitas endokrin janin dan makanan kaleng mungkin juga mengandung bakteri berbahaya karena telah disimpan cukup lama.

 

Makanan Tinggi Nitrat

Bacon, sosis, soda diet, dan pemanis buatan (saccharin) merupakan beberapa jenis makanan yang diketahui mengandung banyak nitrat. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung banyak nitrat dapat menyebabkan terjadinya kelainan dan gangguan perkembangan pada bayi.

 

Makanan Tinggi Gula

Walaupun saat hamil banyak wanita akan mengalami ngidam dan memiliki porsi makan yang cukup banyak, namun tetap dianjurkan untuk membatasi konsumsi es krim dan cokelat. Mengkonsumsi terlalu banyak gula dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

 

Jajanan Pinggir Jalan

Bila memungkinkan, dianjurkan untuk menghindari berbagai jenis jajanan pinggir jalan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan, keracunan makanan, dan gangguan kesehatan lain karena kurang terjaminnya kebersihan.

 

Makanan Penuh Lemak

Mengkonsumsi terlalu banyak makanan berlemak saat hamil dapat menyebabkan kadar kolesterol Anda meningkat tajam. Selain itu, berat badan Anda mungkin tidak turun sebanyak yang Anda duga paska melahirkan, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan obesitas. Kuncinya adalah mengkonsumsi segala sesuatu dalam jumlah sedang, jangan berlebihan.

 

Pemanis Buatan

Pemanis buatan seperti saccharin tidak dapat difiltrasi oleh plasenta yang berarti pemanis buatan ini dapat langsung masuk ke dalam tubuh bayi Anda. Akan lebih baik bila Anda mengkonsumsi pemanis alami daripada pemanis buatan selama hamil.

 

Konsumsi Vitamin Berlebihan

Berlebihan selalu tidak baik, termasuk mengkonsumsi vitamin berlebihan saat hamil. Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat membahayakan kesehatan Anda dan bayi Anda. Mengkonsumsi vitamin secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan perkembangan dan bahkan memicu terjadinya kelahiran prematur.

 

Karbohidrat Sederhana

Karbohidrat sederhana seperti roti dan muffin memang tidak berbahaya bagi bayi Anda, tetapi dapat membuat sembelit Anda semakin parah. Semua jenis makanan yang terbuat dari tepung dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Jadi, perbanyaklah konsumsi serat dan kurangi konsumsi karbohidrat sederhana.

 

Adonan Kue Atau Biskuit

Bila Anda suka memanggang biskuit dan kue, pastikan Anda tidak mencoba adonan kue dan biskuit yang masih mentah karena mungkin mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan.

 

Licorice

Licorice atau mulethi merupakan rempah yang biasa ditemukan pada berbagai jenis makanan, namun mengkonsumsi rempah yang satu ini saat hamil dapat memicu terjadinya kontraksi rahim, yang dapat memicu terjadinya keguguran atau kelahiran prematur. Jadi, sebaiknya menghindari konsumsi licorice selama hamil.

 

Makanan Sisa

Saat Anda hamil, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan sisa, bahkan bila makanan sudah disimpan dengan baik di dalam kulkas karena mungkin mengandung bakteri.

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.

 

Sumber: momjunction

Eko Siswanto
Mar 26  -  8 min read