Your browser does not support JavaScript!
Benarkah Mimpi Buruk Merupakan Pertanda Adanya Suatu Gangguan Kesehatan?
Benarkah Mimpi Buruk Merupakan Pertanda Adanya Suatu Gangguan Kesehatan?

Semua mimpi terjadi saat fase REM (rapid eye movement) pada waktu tidur, yang penting bagi kesehatan mental. Anda memerlukan fase REM ini untuk mengintegrasikan berbagai hal yang terjadi dan memasukkannya ke dalam memori jangka panjang. Hal ini berarti otak Anda menggunakan mimpi untuk membuat segala sesuatu yang Anda alami hari ini menjadi masuk akal.

Jika Anda mengalami gangguan tidur pada fase REM ini, baik yang disebabkan oleh gangguan pernapasan, perubahan kadar hormonal drastis atau stress; maka hal ini dapat mengganggu otak dan membuat Anda mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Pada umumnya, Anda tidak perlu merasa khawatir mengenai mimpi buruk Anda. Banyak orang mengalami mimpi yang aneh. Akan tetapi, bila Anda sering mengalami mimpi buruk, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Mimpi buruk dapat terjadi akibat stress, merasa cemas, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, riwayat keluarga, dan perubahan kadar hormonal. Selain itu, mimpi buruk juga dapat disebabkan oleh adanya gangguan kesehatan tertentu seperti di bawah ini.

    •    Penyakit Jantung
Sebuah penelitian di Swedia pada tahun 2003 menemukan bahwa mimpi buruk yang sering dialami oleh pria dan wanita lanjut usia diduga memiliki hubungan dengan peningkatan resiko terjadinya gangguan irama jantung dan nyeri dada spasmodik. Penelitian ini juga menemukan bahwa wanita yang berusia antara 40-64 tahun yang sering mengalami mimpi buruk sehingga memiliki kualitas tidur yang buruk lebih beresiko mengalami nyeri dada dan gangguan irama jantung. Gejala nyeri dada ini akan semakin sering terjadi saat menopause.

Sebagian besar serangan jantung terjadi pada dini hari yaitu pada fase REM karena fase ini menyebabkan stress pada tubuh. Saat Anda memasuki fase tidur REM, maka pernapasan Anda pun akan berubah menjadi lebih cepat, dangkal, dan tidak teratur. Mata Anda pun akan tampak bergerak-gerak ke berbagai arah dan otot-otot anggota gerak (tangan dan kaki) Anda pun akan mengalami kelumpuhan untuk sementara waktu.

Selain itu, pada fase REM juga terjadi peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan ereksi pada pria. Saat seseorang terbangun pada fase REM, maka mereka seringkali menceritakan suatu cerita aneh dan tidak masuk akal.  Fase REM saat tidur merupakan suatu pemicu stress karena fase ini dapat menstimulasi amigdala, yaitu suatu bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan emosi. Bila Anda memiliki kesehatan jantung yang buruk, maka Anda pun menjadi lebih rentan terhadap serangan jantung. Hal ini dikarenakan keadaan ini membuat sistem saraf autonom bereaksi secara berlebihan.
 
    •    Penyakit Parkinson dan Gangguan Saraf Lainnya
Tiga penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur REM yaitu orang yang mengalami mimpi buruk yang hebat, yang bermanifestasi secara fisik saat tidur seperti berteriak, menangis, memukul, atau menendang; beresiko mengalami penyakit Parkinson dan berbagai gangguan saraf lainnya. Orang yang sehat biasanya akan mengalami kelumpuhan saat memasuki fase tidur REM. Sedangkan, penderita Parkinson dan gangguan saraf lainnya, kehilangan kemampuan untuk tetap lumpuh pada fase REM dan membuat mereka bergerak-gerak sepanjang mimpi.

    •    Gangguan Psikosis
Sebuah penelitian baru di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang sering mengalami mimpi buruk atau teror malam mungkin memiliki resiko psikosis yang lebih tinggi saat memasuki masa remaja. Mimpi buruk ini biasanya terjadi secara teratur, setiap hari, selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Baik kekerasan atau pun mimpi buruk dapat menyebabkan perubahan respon tubuh terhadap stress dan meningkatkan resiko terjadinya berbagai gangguan mental.

    •    Gangguan Tidur Apnea
Jika frekuensi mimpi buruk Anda meningkat dan biasanya berkaitan dengan kesulitan bernapas, maka Anda mungkin sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah Anda menderita gangguan tidur apnea.
Gangguan tidur apnea merupakan suatu keadaan kronik di mana terjadi henti napas saat seseorang tidur. Gangguan tidur apnea akan mengganggu fase tidur REM Anda karena Anda kekurangan oksigen. Penderita biasanya mengalami mimpi buruk tentang tenggelam atau sesak napas, karena jalan napas mereka tersumbat saat tidur. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa sekitar 91% penderita gangguan tidur apnea tidak lagi mengalami mimpi buruk setelah menggunakan continuous positive airway pressure (CPAP).

Sumber: huffingtonpost

Dipo Hartono
Jul 12  -  4 min read