Your browser does not support JavaScript!
Belajar Mencintai Diri Sendiri
Belajar Mencintai Diri Sendiri

Kita cenderung lebih sering memberikan rasa sayang yang berlimpah kepada pasangan, anak-anak, keluarga, bahkan sahabat. Tapi justru orang yang paling penting, yaitu diri kita sendiri, luput dari perhatian.

Saat ditanya mengenai prioritas hidup, kebanyakan kita menjawab: keluarga, kesuksesan, kesehatan, pendidikan, perjalanan, tapi kita lupa untuk memasukkan diri kita sendiri dalam daftar tersebut. Tanpa hadir di prioritas hidup, maka kita tidak akan belajar dan berusaha memberikan rasa cinta pada diri sendiri.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa membantu kita belajar mencintai diri:

Terima diri sendiri

Menerima diri sendiri dengan apa adanya dan berhenti mengkritik atau membandingkan diri dengan orang lain. Diri kita sempurna adanya, sayangi dan cintai seperti apa adanya.

Jaga diri

Menjadikan diri kita prioritas pertama dalam hidup dan juga berarti memberikan waktu yang lebih banyak untuk menjaga tiga hal utama dalam diri kita:

- Tubuh (lakukan yoga, olahraga, makanan sehat, dan perawatan tubuh)

- Pikiran (membaca, belajar hal baru, dan selalu berpikir positif)

- Jiwa (berdoa, meditasi, liburan demi memperkaya dan menenangkan jiwa serta dekatkan diri dengan alam)

Buat batasan

Berani untuk berkata "tidak" dan menolak hal-hal yang tidak diinginkan, menyakitkan, melewati batas, serta melanggar nilai-nilai hidup yang kita pegang. Hal ini menunjukkan bahwa kita menghargai diri sendiri, sehingga mampu membuat orang lain lebih menghargai diri kita.

Sembuhkan luka

Dibutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa diri kita pernah terluka sekecil apapun itu. Rasa takut, trauma dan luka dalam hati adalah emosi negatif yang harus diproses dan dilepaskan dari pikiran dan hati agar dapat diisi kembali dengan rasa cinta.

Meditasi dapat membantu kita memproses emosi negatif ini dengan lebih cepat, sehingga kita dapat memaafkan diri kita sendiri maupun orang lain, dan kembali memberikan rasa cinta dan bahagia. Penyembuhan luka yang tak terlihat ini sangat penting untuk mengembalikan rasa bahagia, respek, dan percaya pada diri sendiri.

Baca juga: Bahagiakan Dirimu Sendiri Sebelum Membahagiakan Orang Lain

Dipo Hartono
Jan 18  -  2 min read