Your browser does not support JavaScript!
Bahaya Untuk Para Perokok Pasif
Bahaya Untuk Para Perokok Pasif

Merokok sangat merugikan, bukan hanya untuk para perokok, namun juga untuk semua orang di sekitar mereka, yaitu, anggota keluarga, rekan kerja, dan lain-lain yang menghirup asap rokok dari para perokok. Orang tersebut disebut dengan perokok pasif.
Ada banyak efek samping yang bisa terjadi pada seorang perokok pasif yaitu:
    •    Bayi yang memiliki orang tua perokok rentan terkena masalah telinga tengah, batuk dan mengi. Selain itu dapat memperburuk asma, dan risiko sindrom kematian bayi mendadak.
    •    Perokok pasif memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit yang berhubungan dengan merokok daripada perokok aktif. Anak-anak, yang orang tuanya merokok, lebih mungkin untuk menderita asma atau bronkitis. Bayi di bawah usia dua tahun lebih mungkin untuk menderita alergi, infeksi pernapasan yang parah bahkan kematian.
    •    Merokok juga berbahaya bagi janin yang belum lahir. Apabila seorang wanita hamil tetap merokok maka akan timbul risiko keguguran, persalinan dini (prematur), bayi lahir meninggal, berat bayi lahir yang lebih rendah.  
    •    Paparan pada perokok pasif juga dapat menyebabkan kanker, dan menambah risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung. Seorang remaja lebih mempunyai kemungkinan untuk merokok jika kedua orang tuanya merokok bila dibandingkan dengan mereka para remaja yang orang tuanya bukan perokok.
    •    Risiko terjadinya kemandulan lebih meningkat pada wanita yang perokok pasif atau aktif, dan waktu yang dibutuhkan bagi mereka untuk hamil menjadi lebih lama, bila dibandingkan dengan non-perokok. Merokok berbahaya bagi indung telur seorang wanita, karena mempercepat hilangnya sel telur dan memburuk fungsi alat reproduksi. Dapat mempercepat terjadinya menopause. Komponen dalam asap rokok sering mengganggu kemampuan sel telur dalam memproduksi estrogen, dan menyebabkan telur wanita (oosit) menjadi lebih rentan terhadap kelainan genetik.

Sumber: medindia

Editor Dokter.id
Jan 15  -  2 min read