Your browser does not support JavaScript!
Apa Sebenarnya Manfaat Antioksidan Di Dalam Tubuh Manusia?
Apa Sebenarnya Manfaat Antioksidan di Dalam Tubuh Manusia?

Apel berubah menjadi coklat, ikan menjadi amis, luka menjadi meradang. Semua hal ini merupakan akibat dari suatu proses alami yang disebut dengan oksidasi. Proses oksidasi ini dapat terjadi pada semua sel alamiah, termasuk sel-sel tubuh Anda.

Akan tetapi, untuk membantu melindungi tubuh Anda dari proses oksidasi, alam pun menyediakan berbagai macam antioksidan yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis buah, sayuran, gandum, dan kacang-kacangan. Antioksidan ini dapat membantu melindungi tubuh Anda dari efek oksidasi ini.

 

Bagaimana Antioksidan Membantu Mencegah Terjadinya Proses Oksidasi?

Saat oksigen berinteraksi dengan berbagai jenis sel, seperti apel atau sel tubuh, maka proses oksidasi pun terjadi. Proses oksidasi ini akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada berbagai sel tersebut. Sel-sel tersebut kemudian dapat mati seperti yang dapat Anda temukan pada buah yang membusuk. Pada sel-sel tubuh manusia, misalnya pada kulit yang luka, maka sel-sel yang telah mati akan digantikan oleh sel baru, yang menyebabkan luka menjadi sembuh.

Kelahiran dan kematian sel-sel tubuh ini terus berlangsung di dalam tubuh. Proses ini merupakan suatu proses penting yang diperlukan untuk menjaga tubuh tetap sehat. Oksidasi merupakan suatu proses alamiah yang terjadi sebagian bagian dari fungsi normal sel-sel tubuh.

Akan tetapi, walaupun tubuh telah memetabolisme oksigen dengan sangat efisien, sekitar 1-2% sel-sel tubuh ini akan tetap rusak dan berubah menjadi radikal bebas. Radikal bebas sebenarnya merupakan suatu sebutan untuk sel-sel tubuh yang telah rusak dan yang akan menimbulkan suatu masalah.

Sel mati ini disebut dengan radikal bebas karena sel ini kehilangan salah satu komponen penting yang diperlukannya yang membuatnya menjadi “bebas” untuk berikatan dengan berbagai komponen lain di dalam tubuh, yang akan menyebabkan timbulnya suatu masalah.

 

Bahaya Radikal Bebas di Dalam Tubuh

Saat radikal bebas “mengambil” komponen yang diperlukannya dari sel-sel tubuh lainnya, mereka tidak hanya menyebabkan sel tubuh lainnya mengalami kematian, tetapi seringkali mereka justru hanya membuat sel tubuh lain tersebut “cedera” dan merusak DNA di dalamnya. Hal inilah yang akan memicu terjadinya suatu penyakit. Saat DNA di dalam suatu sel berubah, maka sel pun bermutasi. Keadaan ini akan membuat sel tumbuh dan berkembang secara abnormal dan dengan sangat cepat.

Secara keseluruhan, radikal bebas tetap akan terbentuk di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme tubuh, akan tetapi radikal bebas yang dihasilkan biasanya tidak terlalu banyak sehingga tubuh masih mampu mengatasinya dengan berbagai antioksidan yang ada di dalam tubuh.

Akan tetapi, bila produksi radikal bebas terus meningkat, maka tubuh pun tidak lagi mampu “menahan” serangan radikal bebas dengan berbagai antioksidan yang terdapat di dalam tubuhnya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan di dalam sel-sel tubuh yang dapat berujung pada terjadinya suatu penyakit kronik seperti kanker, penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan produksi radikal bebas di dalam tubuh adalah asap rokok, makanan dan minuman yang mengandung pestisida, mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol, dan berbagai jenis racun lainnya.

Karena asap rokok merupakan salah satu generator utama dari radikal bebas, maka berhenti merokok merupakan salah satu cara terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

 

 

Sumber: webmd

Editor Dokter.id
Feb 02  -  3 min read