Your browser does not support JavaScript!
Apa Sebenarnya Fungsi Usus Buntu?
Apa Sebenarnya Fungsi Usus Buntu?

Para peneliti di Amerika menduga bahwa usus buntu mungkin merupakan tempat di mana bakteri baik dapat hidup dengan aman. Walaupun penelitian ini tidak dapat dilakukan dalam waktu lama karena kekurangan bukti langsung mengenai fungsi usus buntu ini, para ahli tetap berkeyakinan kuat bahwa usus buntu memang merupakan suatu tempat di mana bakteri baik usus dapat hidup dengan aman berdasarkan pada bagaimana bakteri baik turut berperan dalam menjaga kesehatan usus Anda.

Walaupun para peneliti tidak dapat memberikan bukti kuat mengenai manfaat usus buntu ini, akan tetapi para peneliti telah berhasil menemukan sangat banyak bukti tidak langsung mengenai fungsi usus buntu ini, yaitu sebagai gudang pembentukan dan penyimpanan bakteri baik usus, tanpa gangguan apapun.

Usus buntu merupakan suatu bagian kecil dari usus, yaitu hanya sepanjang 5-10 cm, yang berlokasi di dekat pertemuan antara usus halus dengan usus besar. Para ahli di seluruh dunia telah banyak berdebat mengenai apa sebenarnya fungsi usus buntu karena proses pengangkatan usus buntu tampaknya tidak menimbulkan gangguan apapun.

Kesulitan para ahli menemukan apa sebenarnya fungsi dari usus buntu juga diakibatkan oleh sangat sedikitnya hewan yang juga memiliki usus buntu. Selain itu, usus buntu yang terdapat pada hewan juga sangat berbeda dengan usus buntu yang terdapat pada manusia. Para ahli menduga bahwa usus buntu mungkin merupakan suatu tempat yang memang dibentuk secara khusus untuk melindungi bakteri baik di dalam usus. Bakteri baik sangat diperlukan di dalam saluran pencernaan karena dapat membantu mengurangi jumlah bakteri jahat di dalam usus dan mencegah serta mengatasi berbagai gangguan pada saluran cerna termasuk diare.

Akan tetapi, pada zaman modern ini, kebutuhan akan bakteri baik telah mulai berkurang karena semakin baiknya pengetahuan masyarakat akan pentingnya higienitas, yang membuat usus buntu tampak seperti organ yang tidak memiliki fungsi apapun. Selain itu, karena semakin baiknya tingkat higienitas, maka jumlah bakteri jahat di dalam usus pun menjadi semakin sedikit. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap bakteri baik dan menyerang bakteri baik yang terdapat di dalam usus buntu dan menyebabkan terjadinya peradangan usus buntu (apendisitis) yang dapat menimbulkan penyumbatan pada usus dan menyebabkan radang usus buntu akut (akut apendisitis).

Sumber: webmd

 

Dipo Hartono
Jan 22  -  2 min read