Your browser does not support JavaScript!
Anoreksia, Apa Penyebab Dan Gejalanya?
Anoreksia, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Anoreksia adalah kelainan makan yang ditandai dengan berat badan rendah yang tidak normal, rasa takut yang intens akan kehilangan berat badan, dan persepsi berat yang terdistorsi. Orang dengan anoreksia menjunjung tinggi pengendalian berat dan tubuh mereka, sehingga dapat menggunakan upaya ekstrim yang cenderung mengganggu kehidupan.

Penderita anoreksia biasanya sangat membatasi jumlah makanan yang mereka makan. Mereka dapat mengontrol asupan kalori dengan muntah setelah makan atau dengan menyalahgunakan obat pencahar. Tidak peduli berapa banyak berat badan yang sudah hilang, penderita anoreksia tetap takut akan kenaikan berat badan.

Gejala fisik anoreksia

- Penurunan berat badan yang ekstrim atau tidak membuat kenaikan berat badan sesuai perkembangan yang diharapkan

- Sering merasa kelelahan, susah tidur dan pusing

- Sembelit, sakit perut, hingga tidak adanya menstruasi

Tanda dan gejala mungkin agak sulit diketahui karena standarisasi berat badan rendah berbeda-beda setiap orangnya.

Penyebab anoreksia

Penyebab pasti dari anoresksia belum diketahui. Namun seperti banyak penyakit, anoreksia bisa karena faktor biologis, psikologis dan lingkungan.

Beberapa penderita anoreksia memiliki ciri-ciri kepribadian obsesif-kompulsif sehingga membuatnya lebih mudah untuk tetap berpegang pada diet ketat dan melupakan makanan meski sedang lapar. Mereka memiliki dorongan ekstrim untuk menjadi sempurna menurut pikirannya dalam hal ini adalah persoalan berat badan.

Perlukah berobat ke dokter?

Sayangnya, banyak penderita anoreksia tidak menginginkan pengobatan, setidaknya pada awalnya. Keinginan mereka untuk tetap kurus mengalahkan kekhawatiran tentang kesehatan. Jika Anda memiliki orang tercinta yang Anda khawatirkan, dorong dia untuk berbicara pada dokter.

Sumber: mayoclinic

Nov 03  -  2 min read