Your browser does not support JavaScript!
Anak-anak Sekolah Yang Menggunakan Hand Sanitizer Di Sekolah Masih Tetap Sakit
Anak-anak Sekolah Yang Menggunakan Hand Sanitizer Di Sekolah Masih Tetap Sakit

Sekolah merupakan tempat penyakit berkembang biak seperti pilek, penyakit pencernaan, flu dan

lain-lain.

Para peniliti ingin mengetahui hubungan antara seorang anak disekolah yang mencuci tangan

apakah berpengaruh dengan kejadian penyakit. Namun berdasarkan penelitian mereka yang

dilakukan di 68 sekolah dasar di Selandia baru. Di beberapa sekolah tesebut ditempatkan hand

sanitizer.

Setengah sekolah secara acak mendapatkan pembersih tersebut. Di sekolah-sekolah, anak-
anak diajarkan selama 30 menit untuk menjaga kebersihan tangan dengan cara mengajarkan

cara mencuci tangan yang baik dan juga diberitahu untuk menggunakan pembersih tangan

hand sanitizer setelah batuk atau bersin dan saat mereka meninggalkan kelas untuk istirahat

atau makan siang. (Bahan aktif dalam hand sanitizer tersebut hanya alkohol bukan antibakteri

triclosan, yang kontroversial dikatakan berpotensi menyebabkan bakteri resisten terhadap

antibiotik). Sedangkan anak-anak di sekolah-sekolah lain hanya mendapat pelajaran tentang

menjaga kebersihan tangan.

Selama 20 minggu penelitian tersebut dilakukan, para peneliti menidaklanjuti penelitian

tersebut. Diambil sampel secara acak dari 2443 siswa. Tingkat ketidakhadiran karena sakit

dalam kelompok yang mendapatkan hand sanitizer dan kelompok yang tidak mendapatkan hand

sanitizer adalah sama. Namun anak-anak yang berasal dari keluarga yang rajin mencuci tangan

tidak sering sakit.

Penelitian dilakukan pada tahun 2009 dan dimulai tepat sebelum terjadi pandemi flu H1N1 . Jadi

para peneliti memperingatkan agar anak-anak mungkin lebih berhati-hati tentang kebersihan

tangan pada umumnya, yang bertujuan untuk membatasi penyebaran flu. Mereka menyimpulkan

bahwa penggunaan pembersih tangan untuk kebersihan tangan yang ada tidak menghasilkan

manfaat yang penting

Tapi Dr Aaron Glatt, wakil presiden eksekutif di Mercy Medical Center di Rockville Centre,

NY, dan juru bicara Infectious Diseases Society of America, menekankan bahwa tidak ada

salahnya apabila setiap sekolah tetap diberikan hand sanitizer . Karena seperti diketahui sekolah

juga merupakan tempat penularan penyakit sehingga diperlukan upaya untuk menjaga kebersihan

tangan.

Sumber: npr

Henny Hassan
Aug 28  -  2 min read