Your browser does not support JavaScript!
Aku Perlu Diakui...!!!
Aku Perlu Diakui...!!!

Tulisan ini mungkin bakal sangat personal sekali.

Kemarin gue post tentang kebersamaan gue dan temen-temen gue dan pastinya tiap gue post sesuatu ada aja DM yang masuk. Entah mereka bertanya, memuji, atau sekedar mampir untuk bilang "Pada gendut semua ya"

 

Iya cuma buat ngomong gitu doang, dan pas scroll ke atas, isi DM-nya berfokus pada ukuran tubuh aja. And that’s disgusting. Ada perasaan dimana gue mau bales.

Tapi apa? Apa gue akan marah-marah?

Ada perasaan butuh diakui, butuh divalidasi, butuh untuk dijawabin balik, dibaku hantam.

But I stay silent.

I feel the rage inside me.

But I chose me.

I will always choose me. Again and again.

Perjalanan gue sudah sejauh ini untuk merasa percaya diri, dan apa iya omongan negatif dari satu orang bikin gue harus jatuh? Enggak.

This got me thinking, we often NEED to seek validation from others. But do you know whose opinion matters most? YOU.

 

Cuma validasi dari diri sendiri yang butuh kita denger.

Seeking validation from others can sometimes be a recipe to heartbreak, disappointment, depression and exhaustion, and no thank you, gue tidak butuh itu.

 

Gue selalu percaya pada satu hal, orang lain hanya memproyeksikan apa yang mereka rasakan terhadap dirinya kepada orang lain.

Kalo orang lain gapernah bisa memberikan omongan baik kepada kita, itu tandanya dia memang gapernah menerima omongan baik terhadap dirinya. Makanya dia butuh untuk kembali menjatuhkan orang lain supaya dia merasa valid dan didengar. Bakal lebih seneng lagi kalo omongan dia diladenin—that’s how you make them... happier?

I guess. Some people feed themselves with negativity tho.

Don’t get me wrong, I’m not a saint either.

 Mulut gue kadang bisa pedes banget kalo ngatain orang. Tanya aja temen-temen gue, tapi gue gak akan nge-shaming dia secara personal atau di depan umum. I keep it to myself. Kita gak pernah tau apa yang udah orang lain lalui dalam hidupnya. Diam itu gratis, jadi baik itu gratis. Kebodohan, arogansi, kebencian dan sifat dengki juga gratis sih, tapi ngapain lu borong semua?

- SISIL -

Nov 25  -  3 min read