Your browser does not support JavaScript!
7 Hal Yang Harus Diperhatikan Ibu Saat Hamil
7 Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Saat Hamil

Bagaimana rupa seorang bayi dan bagaimana perilakunya nanti, hingga titik tertentu, ditentukan oleh gen yang diperolehnya dari kedua orang tuanya. Akan tetapi, selain gen, lingkungan tempat seorang anak tumbuh juga memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk diri anak tersebut. Dan lingkungan yang dimaksud di sini bukan hanya lingkungan luar, tetapi juga rahim sang ibu.
Sebagian besar wanita hamil mungkin sudah mengetahui bahwa mereka tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok, dan bahkan mengkonsumsi beberapa jenis keju yang tidak dipasteurisasi karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungannya.
Akan tetapi, selain makanan masih ada banyak hal lain yang dilakukan oleh para wanita hamil ini yang dapat mempengaruhi kesehatan sang anak, bahkan setelah anaknya tersebut lahir. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 hal yang dilakukan oleh ibu yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi di dalam kandungannya.
 

1.      Berat Badan Sebelum Hamil
Memiliki berat badan berlebih atau menderita obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes gestasional saat hamil atau terjadinya kelahiran prematur, serta dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas dan diabetes pada anak yang dikandungnya.
Selain itu, sebuah penelitian baru juga menemukan adanya hubungan antara berat badan ibu sebelum hamil dengan peningkatan resiko terjadinya asma pada anak. Penelitian ini menemukan bahwa sekitar 12% dari 1.100 orang anak yang dilahirkan oleh ibu yang menderita obesitas menderita asma saat usianya mencapai 14 bulan dan hanya kurang dari 4% anak yang dilahirkan dari ibu yang memiliki berat badan normal yang menderita asma.
Untuk membantu menjaga berat badan ibu, dianjurkan agar para calon ibu berolahraga secara teratur, yaitu berjalan kaki selama sekitar 20 menit 4 kali seminggu.
 
2.      Berapa Jumlah Kopi yang Dikonsumsi
Para ahli telah mengetahui bahwa mengkonsumsi kafein dosis tinggi selama hamil dapat membahayakan janin di dalam kandungan ibu. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara pasti berapa dosis tinggi kafein yang berbahaya ini.
The American College of Obstetricians and Gynecologists menganjurkan para wanita hamil untuk membatasi konsumsi kafein mereka, yaitu hanya 200 mg atau kurang setiap harinya (setara dengan 2 gelas kopi).
Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa kafein dengan jumlah yang sedikit dari yang disebutkan di atas telah dapat meningkatkan resiko terjadinya berat badan lahir rendah. Jadi bila Anda tetap ingin mengkonsumsi kopi setiap harinya, pastikan jumlahnya tidak lebih dari 180 ml setiap harinya (setara dengan setengah gelas tall Starbuck).
 
3.      Asap Rokok
Hidup di daerah yang penuh dengan asap memang telah banyak dihubungan dengan terjadinya asma dan gangguan pernapasan lain pada anak-anak. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa paparan asap rokok (perokok pasif) juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan pada anak.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Cina menemukan bahwa anak yang dilahirkan dari ibu yang merupakan seorang perokok pasif saat hamil memiliki resiko 2 kali lebih besar untuk mengalami gangguan konsentrasi dan perilaku agresif saat mereka berusia 5 tahun dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang tidak terpapar oleh asap rokok.
 
4.      Bolehkah Minum Obat
Saat ini, banyak ibu hamil yang juga mengkonsumsi obat anti depresi. Sayangnya, hal ini ternyata dapat mempengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungannya. Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) saat hamil mungkin berhubungan dengan peningkatan resiko keguguran, kelainan bawaan, kelahiran prematur, dan gangguan perilaku seperti autisme.
Cara terbaik untuk mengatasi gangguan depresi yang terjadi pada wanita usia produktif adalah dengan terapi kognitif. Akan tetapi, pada beberapa keadaan (terutama bila disertai gangguan kejiwaan lain), mengkonsumsi obat anti depresi akan berdampak lebih baik bagi ibu. Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai obat-obatan apa saja yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi sebelum Anda hamil.
 
5.      Berapa Kadar Vitamin D di Dalam Tubuh
Bagi Anda yang sedang berencana untuk hamil, mungkin tidak ada salahnya bila Anda memeriksa kadar vitamin D di dalam tubuh Anda. Hal ini dikarenakan rendahnya kadar vitamin D saat Anda hamil dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada Anda dan bayi di dalam kandungan Anda. Berbagai penelitian telah menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes gestasional, preeclampsia, dan berat badan lahir rendah.
 
Baca juga: 5 Perubahan Pada Tubuh Anda Setelah Melahirkan
 
6.      Berapa Banyak Daging Olahan yang Dikonsumsi
Menurut the Centers for Disease Control and Prevention sekitar 1 dari 6 kasus listeriosis terjadi pada ibu hamil. Listeriosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Listeria, yang biasanya ditularkan melalui makanan yang telah terkontaminasi.
Walaupun hanya sedikit ibu hamil yang terinfeksi, akan tetapi dampaknya sangatlah besar. Infeksi listeria saat hamil dapat menyebabkan terjadinya kelahiran premature, infeksi pada bayi, dan bahkan menyebabkan bayi mati saat dilahirkan.
Berbagai jenis daging olahan seperti sosis, ham, dan daging asap dapat terkontaminasi oleh listeria sebelum dikemas. Oleh karena itu, selalu cuci bersih buah dan sayuran yang akan Anda konsumsi dan masaklah berbagai jenis daging hingga 65.5 derajat celcius sebelum dimakan.
 
7.      Polusi Udara
Menurut sebuah penelitian, menghirup udara yang terpolusi oleh berbagai asap kendaraan bermotor, industri, dan bahkan debu saat hamil dapat meningkatkan resiko (walaupun sedikit) bayi lahir dengan berat badan lahir rendah.
Menghindari waktu bubar kerja di mana banyak kendaraan bermotor yang ikut serta dalam kemacetan mungkin dapat membantu mengurangi paparan polusi udara. Selain itu, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran saat hamil juga dapat membantu melindungi ibu dan bayi dari dampak polusi udara ini.
 
Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 
Sumber: livescience

Editor Dokter.id
Jan 18  -  6 min read