Your browser does not support JavaScript!
5 Tips Menjadi Menantu Idaman
5 Tips Menjadi Menantu Idaman

Pernikahan kerap dijadikan sebagai ujung dari kehidupan, namun tampaknya hal tersebut justru menjadi awal dari kehidupan yang sesungguhnya. Pernikahan tidak hanya menyatukan satu individu dengan individu lainnya, melainkan juga menyatukan dua buah keluarga yang berbeda menjadi satu.

Menyatukan dua buah keluarga bukanlah hal yang mudah, terlebih bila kamu belum memiliki hubungan yang dekat dengan menantumu. Untuk menjalani itu semua, tentu diperlukan usaha dalam membangun hubungan antar menantu dan mertua.

5 tips menjadi menantu idaman

  • Luangkan waktu untuk quality time
    Kehidupan pernikahan tidak hanya menyangkut sang mempelai perempuan ataupun laki, namun tak lepas dari hubungan dengan mertua. Kamu bisa luangkan waktu bersama di akhir pekan bersama pasangan sekaligus dengan mertua.

    Berikan skala prioritas untuk menjalin hubungan yang kuat antar mertua dan menantu. Hindari kunjungi mertua hanya di hari-hari spesial tertentu seperti lebaran atau natalan.

  • Tentukan ekspektasi dan batasan yang jelas
    Tiap orang memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap orang lain, begitu pula dengan mertua kamu. Mereka memiliki ekspektasi tertentu terhadap dirimu.

    Kamu bisa komunikasikan terkait dengan ekspektasi serta batasan yang bisa kamu lakukan terhadap mertua kamu. Dengan adanya komunikasi yang jelas, tentu akan memberikan rasa nyaman kepada kedua belah pihak.

  • Hindari bersikap pasif-agresif
    Kebiasaan yang kerap dilakukan oleh pasangan baru adalah dengan bersikap pasif-agresif. Pasif-agresif merupakan suatu sikap seperti menyindir secara halus, hingga menghindari masalah.

    Penyesuaian merupakan hal yang wajar dialami oleh pasangan yang baru saja menikah. Namun dengan menjadi pasif-agresif hanya akan memperburuk situasi.

  • Lakukan observasi
    Ketika baru menikah, kamu perlu mengasah skill kamu terhadap kepekaan. Kepekaan ini digunakan untuk mempelajari sinyal non-verbal yang pada umumnya ada di dalam hubungan mertua dan menantu.

    Melakukan observasi merupakan hal yang biasa dilakukan ketika memiliki mertua yang suka menggurui yang dapat disebabkan oleh kemampuan verbal yang tak baik. Untuk itu, kamu bisa mempelajari kebiasaan beliau seperti apa yang ia inginkan dan sebaliknya.

  • Selalu bersikap hormat
    Meski bukan orang tua kandung, namun kamu harus menjunjung tinggi rasa hormat kepada mertua selayaknya memperlakukan mereka sebagai orang tua kandung sendiri.

    Berikan mereka rasa hormat dan sifat positif guna memberikan sang mertua perasaan yang aman dan nyaman ketika di dekat kamu. Memberikan perhatian merupakan salah satu hal yang harus dilakukan ketika kamu sedang bersama mertua kamu. Meski terkadang tak dapat diungkapkan secara verbal, namun rasa hormat tetap menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh tiap mertua. 

Kamu punya masalah lain tentang relationship? Konsultasikan dengan expert kami melalui layanan Telekonsultasi sekarang!

Digital Dokterid
Oct 21  -  3 min read