Your browser does not support JavaScript!
5 Alasan Pria Sulit Membuka Diri
5 Alasan Pria Sulit Membuka Diri

Pernahkah kamu bertemu dengan seorang pria yang sulit membuka diri mereka? Ya, hal tersebut merupakan hal yang normal untuk ditemui di dalam individu pria. Kamu mungkin bertanya-tanya alasan di balik dari ketertutupannya diri mereka terhadap kamu. 

Kebanyakan pria cenderung sulit untuk menyatakan perasaan mereka. Nyatanya, ketertutupan diri pada pria memiliki alasan-alasan tertentu. 

Apa sih alasan pria sulit untuk membuka diri?

 

  • Kebiasaan budaya
    Budaya kita menganut kebiasaan patriarki yang terlalu kental. Pria biasanya jauh lebih tak dimanja dan diminta untuk tidak menangis sejak mereka kecil. Hal ini membentuk diri mereka yang sulit untuk menyatakan perasaan yang mereka rasakan. Mereka cenderung berpikir bahwa ketika mereka membuka diri, menjadi sebuah bentuk kelemahan diri mereka.

  • Masa lalu
    Kejadian di masa lalu juga dapat membuat trauma para pria dalam membuka diri mereka kepada orang lain, sekalipun kepada pasangan mereka. Masa lalu seperti diremehkan ketika pria membuka diri kepada individu lain pun dapat menjadi faktor sulitnya pria dalam membuka diri. 

  • Rasa takut ditolak
    Alasan lain mengapa pria sulit untuk membuka diri adalah karena adanya rasa takut di dalam diri mereka. Rasa takut ini lebih condong ke takut akan penolakan. Pasalnya, membuka diri secara emosional merupakan hal yang terasa riskan. Takut akan reaksi yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasinya, para pria cenderung menutup diri.

  • Rasa takut dihakimi
    Rasa takut dihakimi menjadi alasan lain dari sulitnya pria membuka diri. Sebenarnya, pria cukup mudah untuk membuka diri mereka, asalkan mereka mendapatkan rasa nyaman dan percaya kepada orang lain tersebut.

    Mereka takut akan dihakimi ketika membuka diri mereka kepada orang yang mereka kurang percaya. 

  • Tak ingin terlihat lemah
    Banyak dari pria yang menolak keras untuk terlihat lemah di depan orang lain, baik di depan sesama pria maupun lawan jenis. Pada umumnya, pria tak suka terlihat lemah, terlebih di dalam budaya timur seperti di Indonesia.

    Pria lebih suka memendam perasaan mereka ketimbang memperlihatkannya. "action speak louder than words" merupakan salah satu prinsip yang dipegang oleh kebanyakan pria. Hal tersebut jelas membuat para pria cenderung mengutarakan perasaannya melalui aksi ketimbang kata-kata.
Edwin Suryana
Oct 07  -  2 min read