Your browser does not support JavaScript!
4 Pengganggu Tidur Yang Membuat Berat Badan Meningkat
4 Pengganggu Tidur yang Membuat Berat Badan Meningkat

Jika Anda tidur kurang dari 7-8 jam setiap malamnya, maka usaha Anda untuk menurunkan berat badan mungkin tidak akan berhasil. Kurang tidur membuat seseorang makan lebih banyak, terutama makanan yang terbuat dari karbohidrat olahan, yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan.

Perubahan gaya hidup dan lama tidur yang semakin berkurang telah menyebabkan peningkatan resiko terjadinya obesitas. Di bawah ini terdapat 4 hal yang dapat mengganggu tidur nyenyak Anda di malam hari selain daripada gangguan kesehatan atau mental tertentu.

 

1.      Suara Bising

Apakah tempat tinggal Anda berdekatan dengan rel kereta api atau tempat pemadam kebakaran atau tetangga yang senang mendengarkan lagu keras-keras? Bila ya, maka suara bising yang ditimbulkannya mungkin dapat mengganggu tidur nyenyak Anda.

 

2.      Stress

Berbagai hal dalam kehidupan mulai dari masalah keuangan, kesehatan, hingga masalah keluarga dapat menyebabkan terjadinya stress. Sebuah penelitian di tahun 2014 menemukan bahwa ketidakmampuan menghadapi berbagai kejadian yang menimbulkan stress berhubungan dengan terjadinya insomnia (sulit tidur).

 

3.      Kurangnya Aktivitas Fisik

Penelitian menunjukkan bahwa duduk di sepanjang hari dapat mengganggu insting alami tubuh untuk tidur nyenyak di malam hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, segala kebutuhan manusia pun menjadi lebih mudah dan praktis, yang membuat manusia lebih jarang bergerak. Hal ini dapat membuat seseorang sulit tidur di malam hari. Berolahraga selama 10 menit setiap harinya dapat membantu meningkatkan lama dan kualitas tidur seseorang.

 

4.      Berbagai Alat Elektronik

Kemajuan teknologi seperti ditemukannya komputer, laptop, telepon genggam, dan tablet juga turut berperan dalam terjadinya gangguan tidur. Hal ini dikarenakan sebagian besar orang masih sibuk dengan berbagai alat elektronik tersebut pada waktu tidur.

Sebuah penelitian menemukan bahwa paparan sinar biru dari berbagai alat elektronik tersebutlah yang merupakan penyebab masalah. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa para mahasiswa yang menggunakan tablet selama 2 jam setiap malamnya memiliki kadar hormon tidur, melatonin, yang lebih rendah (23% lebih rendah). Oleh karena itu, pastikan Anda tidak menggunakan berbagai elektronik di atas 2 jam sebelum tidur.

 

Sumber: fitbie

Editor Dokter.id
Mar 06  -  2 min read