Your browser does not support JavaScript!
Cek Sakit Anda
Dengan menekan button Cek Sekarang maka Anda menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi.
 
Dokter Indonesia
Selamat malam dok, sya ingin bertanya ibu sya mengeluhkan sakit perut di bagian kanan bawah, katanya saat kentut bagian anus sakit dan katanya kayak ambeien, tapi sya juga blm tau pasti karena ibu sya blm berobat. Terimakasih
anak usia 3 tahun suka bermain android, apakah merupakan suatu gangguan mental?
Punggung sebelah kiri saya sering sakit, kenapa ya dok? Apa karena penyempitan pembuluh darah?
Tenggorokan saya sakit gara -gara makan singkong terus nyankut di tenggorokan
Tangan saya kenapa ya dok? Tiba-tiba nyeri dan ada kayak bekas sengatan serangga..
Padahal saya nggak ngapa ngapain loh..
18 Aug 2019 08:00 WIB
Tumit kaki pecah-pecah merupakan masalah yang sering terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Hal ini biasanya terjadi bila Anda terlalu lama berdiri, menggunakan sepatu tanpa tanpa penutup belakang untuk melindungi tumir, atau karena kulit kaki Anda terlalu kering. Gesekan yang terlalu sering pada kulit yang kering ini, dapat membuat kulit menjadi pecah-pecah. Keadaan ini akan semakin memburuk seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda karena menghilangnya lapisan lemak pada bagian bawah kaki. Keluhan ini tidak akan membaik bila Anda membiarkannya. Keadaan kulit justru akan semakin memburuk karena pecahan akan menjadi semakin dalam. Selain itu, tumit yang pecah-pecah ini juga cukup berbahaya karena mereka mudah mengalami infeksi, baik akibat bakteri, jamur, atau virus. Hal ini dapat sangat berbahaya bila Anda menderita diabetes atau ganggua aliran darah. Salah satu cara terbaik untuk mencegah tumit pecah-pecah adalah dengan mengoleskan pelembab secara teratur setiap harinya. Jika pecah-pecah yang terjadi sudah sangat dalam, berdarah, dan tampaknya juga terinfeksi, tumit Anda akan menjadi merah dan membengkak, teraba hangat, dan mungkin nyeri. Bila demikian, dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan. Jika keadaan Anda belum parah, maka ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi tumit yang pecah-pecah tersebut seperti di bawah ini.   Eksfoliasi Dengan Benar Melakukan eksfoliasi yang salah dapat semakin memperburuk keadaan kulit kaki Anda, apalagi bila Anda menggosok kaki Anda dengan cukup keras. Untuk mengatasi tumit yang pecah-pecah dianjurkan agar Anda hanya melakukan eksfoliasi yang lembut, hanya pada satu arah, dan hanya pada saat kaki masih basah dan lembab setelah mandi atau direndam. Jangan menggosoknya bolak balik dan jangan terlalu dalam. Tujuannya adalah untuk mengangkat sel kulit mati pada lapisan kulit terluar dan tidak menyebabkan robekan baru pada kulit. Eksfoliasilah tumir Anda setidaknya 1 kali seminggu atau setiap beberapa hari sekali.   Oleskan Pelembab Setiap Hari Setiap selesai mandi, pastikan Anda selalu mengoleskan pelembab pada tumit kaki Anda, pastikan Anda menggunakan krim, bukan lotion. Pilihlah krim yang mengandung asam laktat, asam salisilat, atau asam urat; yang dapat membantu mengangkat kulit mati dan mencegah kulit kering kembali dengan cepat. Gunakan krim 2 kali sehari.   Baca juga: 7 Jenis Sepatu yang Berbahaya Bagi Kaki Anda!   Gunakan Kaos Kaki Untuk memaksimalkan manfaat krim dan mempercepat proses penyembuhan, gunakanlah kaos kaki segera setelah Anda mengoleskan krim pada tumit kaki Anda.   Pilih Sepatu yang Tepat Untuk mencegah tumit Anda kembali pecah-pecah, gunakan sepatu atau sandal yang memiliki penutup belakang, hindari sandal jepit. Jika Anda harus menggunakan sandal jepit, pilihlah sandal yang cukup tebal, dapat menyerap tekanan, dan memiliki penyanggah lengkung kaki. Pilihlah sepatu atau sandal yang membuat kaki Anda tidak terlalu berdekatan dengan tanah sehingga tanah atau kotoran tidak dapat masuk ke dalam celah-celah kulit yang pecah.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention
17 Aug 2019 18:00 WIB
Perlemakkan hati atau fatty liver atau steatosis hepatik merupakan suatu keadaan di mana terjadi akumulasi lemak di dalam hati. Bila terjadi bukan karena konsumsi alkohol yang berlebihan, maka gangguan ini disebut dengan perlemakkan hati non alkoholik. Obesitas dan beberapa gangguan medis lain seperti tekanan darah tinggi, hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan diabetes dapat meningkatkan resiko terjadinya perlemakkan hati non alkoholik. Pada beberapa kasus, penumpukkan lemak di dalam hati ini akan menyebabkan hati menjadi meradang atau yang disebut dengan steatohepatitis atau steatohepatitis non alkoholik. Steatohepatitis non alkoholik pada akhirnya dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) pada hati, yang akan menyebabkan terjadinya sirosis hati.   Bagaimana Mengetahui Apakah Anda Menderita Perlemakkan Hati? Fatty liver atau perlemakkan hati biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, pada pemeriksaan fungsi hati dapat ditemukan peningkatan enzim hati, yaitu peningkatan SGOT dan SGPT, yang menandakan adanya peradangan pada hati.   Baca juga: Diet Bagi Penderita Perlemakkan Hati (Fatty Liver)   Obesitas dan Perlemakkan Hati Perlemakkan hati non alkoholik sangat berhubungan dengan obesitas. Lemak berlebih pada tubuh menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan menyebabkan peradangan di dalam tubuh. Resistensi insulin berarti pankreas harus memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan keadaan ini merupakan langkah awal terjadinya diabetes. Orang yang menderita tekanan darah tinggi, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas, dan yang menderita diabetes atau resistensi insulin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami perlemakkan hati. Menurunkan berat badan merupakan salah satu cara untuk mengurangi peradangan hati dan menurunkan kadar enzim hati yang meningkat.   Berapa Banyak Berat Badan yang Harus Diturunkan? Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menurunkan 10% berat badan dapat membantu mengurangi peradangan hati, yang diketahui dengan menurunnya kadar enzim hati.   Apakah Menderita Perlemakkan Hati Akan Membuat Berat Badan Lebih Sulit Turun? Menderita perlemakkan hati tidak akan membuat Anda kesulitan menurunkan berat badan. Akan tetapi, Anda mungkin harus lebih disiplin dalam menjaga makan dan berolahraga.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine
17 Aug 2019 16:00 WIB
Tahukah Anda bahwa sakit kepala ternyata dapat merupakan suatu gejala dari penyakit serius, seperti stroke, infeksi, atau tekanan darah tinggi? Jadi, bagaimana cara membedakan keluhan sakit kepala biasa dan sakit kepala akibat suatu penyakit lain? Di bawah ini Anda dapat melihat kapan Anda harus merasa khawatir dan segera memeriksakan diri ke seorang dokter saat mengalami sakit kepala.   Baca juga: Tanda Awal Stroke   Kapan Anda harus segera memeriksakan diri ke seorang dokter saat mengalami sakit kepala? Menurut the American Headache Society, seseorang dianjurkan untuk segera memeriksakan dirinya ke seorang dokter bila sakit kepalanya disertai oleh beberapa hal di bawah ini. Gejala Sistemik Jika Anda mengalami sakit kepala dan juga keluhan di bagian tubuh lainnya, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Keluhan yang dimaksud adalah demam, tidak nafsu makan, atau penurunan berat badan. Selain itu, bila Anda menderita HIV atau kanker dan menderita sakit kepala, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter. Gejala Neurologis Yang dimaksu dengan gejala neurologis adalah tampak bingung, penglihatan kabur, perubahan kepribadian, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, mati rasa, atau nyeri tajam pada wajah. Terjadi Secara Tiba-tiba Bila sakit kepala anda terjadi secara tiba-tiba, maka Anda mungkin mengalami sakit kepala "thunderclap". Sakit kepala jenis ini biasanya disebabkan oleh adanya perdarahan di dalam otak. Usia Tua Jika Anda berusia lebih dari 50 tahun dan mengalami serangan sakit kepala baru atau sakit kepala yang Anda alami semakin memburuk, maka segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin mengalami arteritis sel giant atau tumor otak. Keluhan Semakin Memburuk Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila sakit kepala yang Anda alami terasa sangat berbeda dengan sakit kepala yang biasa Anda alami, sakit kepala semakin sering terjadi, atau sakit kepala yang terjadi merupakan sakit kepala terparah yang pernah Anda alami. Selain itu, jika terjadinya nyeri kepala disertai oleh kaku kuduk, demam, dan timbulnya bercak kemerahan pada kulit; maka hal ini dapat merupakan gejala dari meningitis atau infeksi lainnya. Jadi, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: everydayhealth
17 Aug 2019 11:00 WIB
Tidak semua kista yang timbul pada tubuh Anda dapat terlihat secara langsung. Kista yang biasanya dapat dilihat secara langsung adalah kista pada kulit dan pergelangan tangan. Saat Anda memeriksakan diri, dokter Anda biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti: Sejak kapan Anda menyadari adanya benjolan tersebut Seberapa cepat benjolan tersebut bertumbuh atau membesar Apakah ukuran benjolan berubah Apakah benjolan terasa nyeri Tergantung pada jenis kista, dokter Anda mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan lainnya selain pemeriksaan fisik.   Kista Pada Lutut Kista Baker seringkali dapat diketahui hanya dengan melihatnya secara langsung. Oleh karena itu, jarang diperlukan pemeriksaan lainnya seperti foto rontgen dan USG. Pada foto rontgen, yang terlihat biasanya hanya peradangan sendi yang disebabkan oleh adanya kista dan bukan kista itu sendiri. Pemeriksaan USG biasanya dilakukan bila pembengkakan telah mengenai betis. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk memastikan apakah pembengkakan ini memang benar disebabkan oleh kista dan bukannya karena ada bekuan darah atau penyebab lainnya. Pemeriksaan MRI biasanya tidak diperlukan.   Kista Pada Indung Telur (Ovarium) Pemeriksaan USG perut dapat membantu menemukan lokasi kista dan apakah kista berisi cairan atau bukan. Tergantung pada jenis kista dan usia penderita, mungkin diperlukan pemeriksaan USG perut ulangan dalam waktu beberapa bulan untuk melihat apakah ukuran kista telah berkurang atau bahkan menghilang.   Kista Pada Payudara Benjolan yang terdapat pada payudara dapat merupakan suatu kista atau jaringan padat. Tergantung pada usia Anda, riwayat kesehatan Anda, dan riwayat kesehatan keluarga Anda; dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan payudara ulangan setelah menstruasi Anda selesai.  Selain itu, dapat dilakukan pemeriksaan USG payudara untuk memastikan apakah suatu benjolan merupakan kista yang berisi cairan atau jaringan padat.  Pemeriksaan mamografi mungkin perlu dilakukan bila dokter mencurigai adanya suatu keabnormalan pada benjolan tersebut. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebelum pemeriksaan biopsi.   Kista Pada Vagina Untuk menentukan apakah benjolan yang terdapat pada vagina Anda merupakan suatu kista atau bukan, maka dokter akan melakukan pemeriksaan ginekologi (pemeriksaan fisik pada vagina). Kista kelenjar Bartholin biasanya terasa seperti sebuah benjolan lembut di dekat lubang vagina. Bila dokter menemukan adanya pembengkakan atau kulit yang kemerahan atau nanah pada benjolan, maka hal ini menandakan telah terjadinya infeksi pada kista.   Kista Pada Leher Rahim (Serviks) Kista pada leher rahim dapat ditemukan pada saat dokter melakukan pemeriksaan ginekologi. Kista Nabothian atau kista leher rahim biasanya tampak seperti sebuah kantong yang berisi cairan yang terdapat pada leher rahim.   Kista Pada Ginjal Kista pada ginjal dapat ditemukan melalui pemeriksaan USG perut atau CT scan perut.   Sumber: prevention
17 Aug 2019 08:00 WIB
Lebih dari 90% orang yang mengalami gangguan ginjal bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami gangguan tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui apakah Anda menderita gangguan ginjal atau tidak adalah dengan melakukan berbagai pemeriksaan. Beberapa faktor resiko utama dari gangguan ginjal adalah tekanan darah tinggi, diabetes, memiliki keluarga yang menderita gagal ginjal, dan berusia 60 tahun atau lebih. Walaupun satu-satunya cara untuk memastikan ada tidaknya gangguan ginjal adalah melalui pemeriksaan darah, akan tetapi terdapat beberapa tanda fisik yang dapat membantu Anda mengetahui adanya gangguan pada ginjal Anda.   1.      Merasa Lebih Lelah Apakah Anda merasa lebih lelah, lebih tidak bertenaga, atau sulit memusatkan konsentrasi Anda akhir-akhir ini? Penurunan fungsi ginjal berat dapat menyebabkan terjadinya penumpukkan racun dan kotoran di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasa lelah, lemah, dan sulit berkonsentrasi. Komplikasi lain dari gangguan ginjal adalah anemia, yang juga membuat tubuh terasa lemah dan lelah.   2.      Sulit Tidur Saat ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka racun akan tetap tinggal di dalam darah dan tidak dapat keluar dari dalam tubuh. Hal ini akan membuat penderita sulit tidur. Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan gagal ginjal kronik. Sementara itu, gangguan tidur apnea juga lebih sering ditemukan pada orang yang menderita gagal ginjal kronik.   3.      Kulit Terasa Kering dan Gatal Ginjal memiliki banyak fungsi penting. Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dan cairan berlebih dari dalam tubuh Anda, membantu proses pembentukan sel darah merah, membuat tulang tetap kuat, dan mengatur kadar berbagai jenis mineral di dalam darah Anda. Kulit yang kering dan gatal dapat merupakan pertanda dari adanya gangguan pada mineral dan tulang yang sering terjadi bersamaan dengan gangguan ginjal, yang terjadi saat ginjal tidak lagi dapat menjaga keseimbangan kadar mineral dan nutrien di dalam darah.   4.      Lebih Sering Buang Air Kecil Jika Anda merasa lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari, maka hal ini dapat merupakan pertanda adanya gangguan pada fungsi ginjal Anda. Saat fungsi filtrasi ginjal rusak, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan frekuensi buang air kecil. Akan tetapi, peningkatan frekuensi buang air kecil juga dapat merupakan pertanda adanya infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.   5.      Adanya Darah Pada Air Kemih Ginjal yang sehat biasanya akan menjaga agar sel-sel darah tetap berada di dalam tubuh saat memfilter kotoran dari dalam darah dan menghasilkan air kemih. Akan tetapi, saat ginjal mengalami kerusakkan, maka sel-sel darah juga dapat ikut keluar di dalam air kemih Anda. Selain dapat merupakan pertanda adanya gangguan ginjal, adanya darah di dalam air kemih juga dapat merupakan pertanda adanya tumor, batu ginjal, atau infeksi.   Baca juga: Berbagai Gejala Gangguan Saluran Kemih yang Perlu Diwaspadai   6.      Air Kemih Tampak Berbusa Adanya buih atau busa pada air kemih, terutama bila Anda harus menyiramnya beberapa kali untuk menghilangkannya, dapat merupakan pertanda adanya protein di dalam air kemih. Busa ini terlihat hampir sama dengan busa yang timbul saat Anda mengocok telur.   7.      Mata Bengkak Adanya protein di dalam air kemih merupakan tanda awal yang menunjukkan bahwa fungsi filtrasi ginjal telah mengalami gangguan sehingga protein dapat ditemukan di dalam air kemih. Pembengkakan di daerah sekitar mata merupakan efek dari kehilangan protein dalam jumlah banyak di dalam air kemih.   8.      Kaki BengkakPenurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan retensi (penahanan) natrium di dalam tubuh, yang menyebabkan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki Anda. Pembengkakan pada daerah kaki juga dapat merupakan pertanda adanya gangguan jantung, gangguan hati, dan gangguan pembuluh darah vena di kaki. 9.      Nafsu Makan MenurunPenurunan nafsu makan merupakan gejala yang sangat umum, yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, termasuk gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan penumpukkan racun di dalam tubuh. 10.  Kram OtotGangguan keseimbangan elektrolit dank ram otot dapat disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal. Rendahnya kadar kalsium dan tidak terkendalinya kadar fosfor di dalam tubuh dapat memicu terjadinya kram otot. Sumber: huffingtonpost
16 Aug 2019 18:00 WIB
Vaksin Hepatitis A Seperti halnya obat, vaksin juga memiliki efek samping, termasuk reaksi alergi berat. Walaupun demikian, kemungkinan vaksin hepatitis A untuk menimbulkan suatu bahaya atau kematian amat sangat kecil. Beberapa efek samping ringan yang dapat Anda alami setelah menerima vaksin hepatitis A adalah: Nyeri pada daerah bekas suntikan Nyeri kepala Hilangnya nafsu makan Merasa lelah Berbagai gejala ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari. Selain efek samping ringan di atas, vaksin hepatitis A juga memiliki efek samping berat yaitu reaksi alergi berat, yang biasanya terjadi dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah menerima vaksin. Reaksi alergi berat ini sangat jarang terjadi.   Vaksin Hepatitis B Vaksin hepatitis B merupakan vaksin yang sangat aman. Sebagian besar orang yang menerima vaksin ini tidak mengalami gejala atau gangguan apapun. Vaksin hepatitis B tidak mengandung kuman berbahaya dan tidak dapat menyebabkan terjadinya infeksi hepatitis B. Beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi setelah menerima vaksin hepatitis B adalah: Nyeri pada daerah bekas suntikan Demam ringan (37.7°C) Reaksi alergi berat amat sangat jarang terjadi, yaitu sekitar 1 di antara 1.1 juta orang.  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: cdc