Your browser does not support JavaScript!
Cek Sakit Anda
Dengan menekan button Cek Sekarang maka Anda menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi.
 
Dokter Indonesia
Permisi, Dok mau tanya, saya mau tau cara untuk mengatasi minyak berlebih di wajah. Tolong dijawab dok. Terima kasih
dok, saya sering gelisah tanpa sebab disertai sedikit sesak.. itu kenapa ya?
terima kasih
dok, saya mau tanya manfaat minyak biawak itu apa ya?
kemaren saya dikasih minyak biawak sama temen, katanya bisa un tuk menghilangkan jerawat dan bekas nya ya dok ? apa benar ? jika benar, butuh waktu berapa lama menggunakan minyak biawak di wajah saya? cara pemakaiannya juga tolong di jelaskan dok
terimakasih
Dok saya mau tanyak akhir" ini saya sering sakit kepala, rasanya itu didahi, setiap pagi sampai siank masih sakit kepala juga dok.
Itu kenpa ya dok. Jawaba ya dok?
Dok, saya wanita berusia 19th, sejak kemarin tengah malam ketika tiba2 terbangun dr tidur, lengan kiri bagian bawah terasa nyeri/sakit. sampai ketika bangun pagi juga masih terasa sakit di daerah yang sama. apakah ini ciri2 penyakit jantun? saya suda mencoba google gejala2 sakit di lengan bawah dan semua berhubungan dgn jantung, saya juga sudah melihat gejala2nya,tapi tidak ada gejala yang sama tapi,salah satu gejalanya adalah perut kembung. akhir2 ini, saya sering sekali bersendawa yang sebelumnya saya jarang dan hampir tidak bersendawa
30 May 2017 08:00 WIB
Sering mendengar berbagai mitos untuk mengatasi atau mencegah mabuk di pagi hari setelah terlalu banyak minum alkohol semalam? Di bawah ini Anda dapat melihat 8 mitos pereda mabuk yang telah terbukti salah dan apa yang sebenarnya harus Anda lakukan.   Mitos: Minum Lagi di Pagi Hari Akan Langsung Membuat Anda Sadar Walaupun tampaknya hal ini dapat membantu pada awalnya, akan tetapi mengkonsumsi minuman beralkohol di pagi hari setelah Anda banyak mengkonsumsinya semalam hanya menunda rasa tidak enak akibat mabuk yang memang tidak terhindarkan. Lagipula, hal ini justru dapat semakin memperburuk sakit kepala Anda nantinya.   Mitos: Minum 2 Butir Pil Anti Nyeri Sebelum Tidur dan Anda pun Akan Baik-baik Saja Memang benar bahwa obat anti nyeri dapat membantu mengatasi nyeri kepala hebat yang Anda rasakan akibat terlalu banyak minum semalam. Akan tetapi, bukan berarti kedua obat tersebut dapat mencegah terjadinya nyeri kepala. Selain itu, obat-obat anti nyeri dapat memperburuk keadaan hati Anda yang memang sudah "kelelahan" akibat terlalu banyak alkohol yang harus diprosesnya.   Mitos: Makanlah Roti Sebelum Minum Untuk Menyerap Alkohol Perlu diketahui bahwa roti tidak akan berfungsi sebagai spons, yang dapat menyerap alkohol. Akan tetapi, akan lebih baik bila Anda makan sebelum mengkonsumsi minuman beralkohol karena dapat memperlambat penyerapan alkohol ke dalam aliran darah Anda. Hal ini mungkin dapat membantu bila Anda hanya mengkonsumsi 3-4 gelas minuman beralkohol. Selain itu, mengkonsumsi makanan berlemak sebelum mengkonsumsi alkohol juga dapat membantu memperlambat penyerapan alkohol ke dalam aliran darah.   Mitos: Tidur Akan Membuat Anda Merasa Lebih Baik Berjalan kaki setelah mengkonsumsi banyak minuman beralkohol mungkin bukanlah pilihan pertama Anda, akan tetapi hal ini justru harus Anda lakukan. Alkohol hanya dapat keluar dari dalam tubuh melalui 2 cara, yaitu melalui air kemih dan melalui napas Anda. Jadi, bila Anda ingin lebih cepat sadar, maka Anda perlu melakukan suatu aktivitas fisik, seperti berjalan atau berlari. Dengan bernapas lebih cepat dan minum banyak air putih, maka alkohol pun akan lebih cepat dikeluarkan dari dalam tubuh Anda.   Baca juga: Awas! Jangan Minum Ini Saat Anda Mabuk…   Mitos: Sarapan Penuh Lemak Merupakan Obat Terbaik Memang benar bahwa makanan berlemak baik dikonsumsi sebelum Anda mulai minum, akan tetapi tidak setelahnya. Saat perut Anda sudah terasa tidak enak karena terlalu banyak minum alkohol, maka menambahkan sosis, telur, dan kentang goreng tentu tidak akan membantu. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang mudah dicerna, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat seperti biskuit atau roti. Mengapa demikian? Pada keadaan normal, hati Anda akan secara otomatis mengeluarkan cadangan gula ke dalam aliran darah saat kadar gula darah Anda menurun. Akan tetapi, saat Anda mengkonsumsi banyak minuman beralkohol, maka hati Anda akan sibuk memetabolisme alkohol dan tidak dapat mengatur kadar gula darah Anda. Hal ini akan membuat Anda merasa tidak enak badan dan tidak bertenaga.   Mitos: Minumlah Segelas Kopi Hitam Untuk Mempercepat Penyembuhan Meminum secangkir kopi dapat membuat rasa mual Anda semakin buruk. Memang benar bahwa kafein dapat membuat Anda merasa lebih segar, akan tetapi tidak dapat membuat tubuh Anda mencerna alkohol lebih cepat.   Mitos: Minumlah Minuman Keras Sebelum Bir, Maka Anda Akan Baik-baik Saja Mitos yang satu ini benar-benar hanya sebuah mitos karena bila Anda memang ingin minum alkohol secara berlebihan, maka urutan Anda mengkonsumsinya tidak akan membuat perbedaan. Intinya semakin cepat alkohol diserap ke dalam aliran darah Anda, maka semakin cepat alkohol sampai ke otak Anda. Dan semakin cepat hal ini terjadi, maka semakin berat sakit kepala dan mual yang Anda rasakan keesokkan harinya. Jadi, bila Anda mengkonsumsi gin dan tonik, kemudian melanjutkannya dengan bir, hal ini justru akan membuat gejala Anda semakin buruk daripada bila Anda hanya minum bir.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
29 May 2017 18:00 WIB
Tahukah Anda bahwa menderita amnesia bukan berarti Anda tidak dapat mengingat siapa diri Anda seperti yang banyak terjadi pada film yang Anda tonton di televisi? Hal ini justru sangat jarang terjadi. Yang lebih sering terjadi adalah penderita amnesia kehilangan ingatan akan sesuatu atau mengalami kesulitan saat harus mempelajari suatu informasi baru. Amnesia dapat berlangsung secara permanen, walaupun tidak selalu.   Apa Penyebabnya? Amnesia dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti stroke, peradangan otak, penyalahgunaan alkohol, tumor otak, kejang, dan suatu peristiwa traumatis. Salah satu penyebab tersering dari terjadinya amnesia adalah trauma kepala, yang seringkali menyebabkan penderita merasa kebingungan akan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya dan adanya gangguan daya ingat. Akan tetapi, cedera kepala jarang menyebabkan terjadinya amnesia berat. Amnesia juga dapat disebabkan oleh gangguan neurologis atau psikologis. Amnesia akibat gangguan neurologis terjadi akibat adanya kerusakan pada otak akibat stroke atau cedera kepala. Amnesia akibat gangguan psikologis terjadi akibat adanya trauma psikologis.   Jenis dan Gejala Amnesia Secara umum, terdapat dua kategori utama dari amnesia, yaitu amnesia anterograd yang menyebabkan penderitanya tidak mampu atau sulit mempelajari sesuatu hal baru dan amnesia retrograd yang menyebabkan penderitanya tidak mampu atau sulit mengingat sesuatu hal yang pernah dipelajari sebelumnya. Selain itu, amnesia juga dapat membuat penderita mengalami kebingungan, gangguan koordinasi pergerakkan, dan ketidakmampuan untuk mengenali wajah-wajah orang yang dikenalnya.   Jenis Amnesia Lainnya Selain dua jenis amnesia di atas, masih terdapat banyak jenis amnesia lainnya. Amnesia histerikal merupakan jenis amnesia yang sangat jarang, yang biasanya banyak ditemukan di dalam film. Amnesia jenis ini membuat penderitanya melupakan masa lalunya dan siapa diri mereka sendiri.  Amnesia global transien merupakan jenis amnesia lainnya yang juga jarang terjadi. Amnesia ini biasanya terjadi akibat adanya penyakit pembuluh darah, yang menyebabkan terjadinya hilangnya ingatan untuk sementara waktu. Jenis amnesia lainnya adalah psikosis Wernicke-Korsakoff yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dalam waktu lama dan progresif.    Pengobatan Penderita amnesia biasanya diobati dengan terapi okupasi di mana mereka diajarkan untuk kembali mempelajari berbagai hal atau informasi yang telah mereka lupakan.   Sumber: allwomenstalk
29 May 2017 15:00 WIB
Selain mengalami berbagai gejala kehamilan alias morning sickness, wanita hamil juga lebih rentan terhadap beberapa jenis infeksi seperti pilek atau flu. Wanita hamil cenderung mengalami sakit parah saat ia terkena pilek atau flu. Walaupun demikian, sebagian besar keadaan ini tidak akan mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan Anda. Beberapa jenis penyakit yang sering mengenai wanita hamil adalah pilek, flu, rhinitis (alergi), dan gangguan lambung. Saat hamil, dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai pengobatan apa yang aman bagi Anda selama hamil. Mengkonsumsi diet sehat, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan sering mencuci tangan juga dapat membantu menjaga kesehatan Anda selama hamil. Menerima vaksin flu saat hamil juga dapat menjadi salah satu cara mencegah tertular flu saat musim flu berlangsung. Pemberian vaksin flu terutama dianjurkan pada wanita hamil yang telah memasuki trimester kedua atau ketiga. Hal ini dikarenakan wanita hamil lebih beresiko mengalami berbagai komplikasi akibat infeksi flu. Bila Anda pernah menderita infeksi herpes pada kemaluan, maka terdapat kemungkinan bahwa Anda akan mengalami kekambuhan saat memasuki trimester ketiga kehamilan atau saat mendekati proses persalinan. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai berbagai langkah pencegahan dan pengobatan yang dapat dilakukan. Bagi wanita yang memiliki riwayat asma, maka gejala asma biasanya akan memburuk selama kehamilan berlangsung. Hal ini sebagian dikarenakan peningkatan jumlah hormon di dalam tubuh dan pembesaran rahim yang akan menyebabkan penekanan pada jaringan paru dan menghambat pengeluaran aliran udara. Selain itu, karena wanita hamil yang memiliki riwayat asma memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami preeklampsia, maka dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengendalikan berbagai gejala asma selama kehamilan. Preeklampsia dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur atau adanya kelainan bawaan pada bayi.   Sumber: healthline
29 May 2017 12:00 WIB
• Aktivitas Dapat Meningkatkan Kekuatan Sendi Anda Kurang aktif sebenarnya merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya radang sendi (osteoartritis). Sebuah penelitian di Amerika baru-baru ini menemukan bahwa olahraga seperti berlari atau berjalan merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya gangguan pada lutut. Hal inilah yang menyebabkan mengapa seorang pelari memiliki resiko menderita osteoartritis yang lebih rendah.   Berlari Membantu Melumasi Lutut Anda Saat Anda berolahraga, terutama berlari, maka sendi-sendi Anda pun akan turut terlumasi seperti halnya oli yang melumasi mesin kendaraan bermotor Anda. Pernahkah Anda merasa bahwa saat baru mulai berlari kaki Anda terasa kaku, tetapi setelah berlari beberapa lama, kaki Anda pun tidak lagi terasa kaku?   Seorang Pelari Biasanya Memiliki Berat Badan yang Lebih Ringan Karena berlari merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat membakar banyak kalori, maka seorang pelari biasanya memiliki berat badan yang lebih ringan. Memiliki berat badan yang ideal juga turut menurunkan resiko terjadinya osteoartritis. Para ahli bahkan menyatakan setiap 500 gram yang berkurang dari berat badan Anda, maka tekanan pada lutut Anda pun akan berkurang hingga 1-1.5 kg.   Pelari Biasanya Mengkonsumsi Makanan Sehat Walaupun tidak semua pelari melakukannya, akan tetapi sebagian besar pelari mengkonsumsi makanan sehat. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur cenderung lebih bijak dalam memilih makanan.    Kontak Dengan Permukaan Tanah Lebih Jarang Bila Anda Berlari Melalui sebuah penelitian di Kanada yang mengamati sekitar 75.000 pelari, para peneliti menemukan bahwa karena pelari lebih jarang berkontak dengan permukaan tanah maka mereka pun memiliki resiko osteoartritis yang lebih rendah dibandingkan dengan orang lainnya, berapa pun usia mereka. Kuncinya adalah Anda tidak boleh memiliki berat badan berlebih, yaitu lebih dari 10 kg karena tekanan pada sendi lutut Anda pun akan semakin meningkat.   Pelari Seringkali Melakukan Peregangan Pelari seringkali melakukan berbagai jenis peregangan saat berlari. Berbagai jenis peregangan ini dapat membantu melumasi sendi-sendi tubuh Anda dan membuatnya semakin kuat.       Sumber: fitene
29 May 2017 11:00 WIB
Jangan makan saat sudah larut karena dapat menyebabkan kegemukan. Kata-kata ini tentu sudah sering Anda dengar bukan? Tetapi ini adalah suatu kesalahpahaman yang sudah umum terjadi. Faktanya adalah berat badan Anda dapat naik atau turun tergantung dari seberapa banyak kalori yang masuk ke tubuh Anda, dan seberapa banyak kalori yang Anda bakar dalam sehari. Cara makan yang salah memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Duduk di meja makan yang penuh dengan makanan berkalori tiggi dan Anda menghabiskannya tetapi Anda tidak melakukan aktivitas apapun dapan memperlambat proses metabolisme Anda. Anda dapat makan malam dengan makanan yang berisi kombinasi protein dan sayuran yang tidak hanya akan membuat Anda kenyang, tetapi juga Anda hanya memasukkan kalori yang sangat rendah ke dalam tubuh dan hal ini dapat mempercepat proses metabolisme tubuh Anda. Berikut adalah tips yang bisa Anda ikuti jika Anda merasa kelaparan saat sudah larut malam:Makan makanan berseratSayuran kaya akan serat, misalnya brokoli, bayam yang dapat membuat Anda dapat membuat Anda kenyang tanpa menambah banyak kalori ke dalam tubuh.Rencanakan pola makan AndaRencanakan pola makan Anda dalam 1 hari dan barengi dengan aktivitas Anda agar dapat membakar kalori yang Anda makan saat itu. Ada pepatah yang mengatakan Sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran dan makan malam seperti pengemis. Kudapan sebelum makan malamMakan kudapan ringan yang mengandung protein dan serat si sore hari akan mengurangi keinginan Anda makan malam dengan rakus. Kudapan yang sehat misalnya biskuit dari gandum utuh, keju rendah lemah, yoghurt, dan sepotong apel atau pear yang diolesi selai kacang. Makan di meja makanMakan di depan televisi dapat memecah konsentrasi Anda saat makan. Duduklah di meja makan Anda dan makan sesuai porsi yang normal, dan sembunyikan kudapan-kudapan lainnya ke dalam lemari. Minum Sebelum mengambil kudapan, minumlah segelas air dingin atau segelas teh herbal. Tunggu beberapa menit dan lihatlah apakah Anda masih lapar atau tidak. Terkadang dehidrasi dapat menimbulkan gejala seperti kelaparan. Langsung tidurSegeralah pergi ke kamar tidur dan jangan tergoda untuk pergi ke dapur. Suatu penelitian mengatakan tidur yang tidak nyenyak dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormonal menimbulkan rasa lapar saat siang hari.Sumber: foxnews
29 May 2017 08:00 WIB
Saat anda merasa stress, anda mungkin merasa lebih sulit untuk melakukan diet sehat, terutama saat anda sedang merasa stress berat, anda mungkin akan menggunakan makanan sebagai salah satu cara pelampiasan anda. Selain itu, saat stress anda mungkin akan lebih memilih untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan tinggi kalori, bahkan di saat anda tidak merasa lapar. Untuk mencegah peningkatan berat badan akibat stress dan menurunkan resiko terjadinya obesitas, maka mengatasi stress anda merupakan salah satu cara terbaik. Saat rasa stress anda berkurang, maka anda pun akan merasa lebih mudah untuk melakukan diet sehat dan berolahraga secara teratur. Oleh karena itu, atasilah stress anda untuk mencegah terjadinya peningkatan berat badan akibat stress. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi stress, yaitu:•    Kenali tanda awal stress seperti merasa cemas, mudah marah, dan nyeri atau ketegangan otot•    Tanyakanlah pada diri anda, apakah anda benar-benar merasa lapar atau merasa stress dan cemas sehingga anda makan•    Alihkanlah perhatian anda bila anda merasa tergoda untuk makan atau mengemil di saat anda tidak merasa lapar•    Jangan melewatkan waktu makan, terutama sarapan•    Cari tahu mengenai jenis makanan apa yang biasanya dapat membuat anda merasa lebih baik saat stress dan jangan menyimpan makanan tersebut di rumah atau kantor anda•    Catatlah perilaku dan kebiasaan makan anda sehingga anda dapat menemukan pola dan hubungan di antara keduanya sehingga dapat mencari jalan keluar untuk mengatasinya•    Lakukanlah berbagai kegiatan relaksasi seperti yoga, pijat, atau meditasi untuk mengurangi rasa stress anda•    Berolahragalah secara teratur•    Pastikan anda memiliki waktu tidur yang cukup•    Mintalah keluarga dan sahabat anda untuk mendukung anda Jika berbagai hal di atas tidak dapat membantu mengatasi rasa stress anda, maka segera hubungi dokter anda. Melakukan konseling juga dapat membantu mengatasi rasa stress anda.Sumber: webmd