Your browser does not support JavaScript!
Cek Sakit Anda
Dengan menekan button Cek Sekarang maka Anda menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi.
 
Dokter Indonesia
Dok kenapa setiap jogging urat di kepala berdenyut kencang?
Dok bagimna caranya agar pada saat jogging tidak cepat sesak nafas? Apakah bisa menghirup oksigen dari mulut?
Dok jika saya sesak nafas terkadang mudah untuk batuk karena terasa gatal pada tenggorokan. Bagaimna cara mengobatinya dok?
Bagimana cra mengatasi hidung bagian dalam yang gatal terkait kuman/bakteri yang dapat masuk jika kita menggaruk menggunakan jari?
Menyambung pertannya'an saya yang tadi dok,berapa lama kah waktu yang dibutuhkan sebelum terjadi kematian jaringan pada kaki dok?jadi saya bisa mengingatkan diri saya untuk bergerak sebelum itu terjadi.dan juga apa tanda" bila terjadi kematian jaringan kaki dok?
terima kasih dok
24 Mar 2017 15:00 WIB
Pengobatan batuk tergantung dari tingkat keparahan batuk tersebut dan penyebab awalnya. Pengobatan batuk akutPengobatan batuk akut ditujukan langsung untuk menurunkan kuantitas batuk sebagai tambahan dari mengobati penyebab awalnya.•  Pengobatan simptomatik dari batuk dapat dilakukan melalui pemberian obat batuk, baik yang bisa dibeli bebas atau yang dengan resep dokter.•  Jika dicurigai adanya infeksi bakteri, maka dokter seringkali akan memberikan obat antibiotika. Jika dicurigai penyebabnya adalah virus, maka pasien tidak akan mendapatkan manfaat dari pemberian antibiotika tersebut dan akan diberikan pengobatan yang ditujukan untuk mengatasi gejalanya saja.•  Pada pasien lanjut usia, pasien dengan infeksi bakteri/virus yang parah, dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin membutuhkan rawat inap di rumah sakit untuk mengatasi penyebab masalahnya. Pengobatan batuk kronisPengobatan batuk kronis juga ditujukan untuk mengatasi kondisi dasarnya. Sangat penting untuk mengetahui bahwa pengobatan yang dijalani mungkin sulit untuk dilakukan dan dapat membutuhkan beberapa pendekatan yang berbeda, serta mungkin juga tidak dapat menghilangkan batuk secara keseluruhan.•  Jika pasien mengalami batuk yang disebabkan oleh asap rokok, alergi atau bahan iritan dari lingkungan, maka batuk dapat diatasi dengan menghilangkan hal-hal tersebut. Mungkin diperlukan waktu beberapa minggu bagi dokter untuk dapat menilai respon dari pendekatan tersebut karena dibutuhkan waktu tertentu untuk memperbaiki kerusakan paru-paru dan saluran pernafasan akibat terkena bahan iritan.•  Jika pasien memiliki penyakit paru-paru, maka ia akan membutuhkan terapi yang terus menerus untuk mengatasi kondisinya tersebut. Terapi yang diberikan tergantung dari jenis penyakitnya. Kepatuhan terhadap pengobatan yang dilakukan sangat penting untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit dan untuk mengurangi gejala penyakit tersebut. Pada kasus dimana pengobatan dirumah gagal dilakukan dan gejala semakin memburuk, maka pasien perlu untuk mendapatkan rawat inap supaya terapi tambahan atau terapi lain yang lebih intensif dapat dilakukan.•  Jika batuk dicurigai disebabkan oleh pemberian obat tertentu, maka pasien akan menunjukkan perbaikan bila obat tersebut dihentikan. Untuk itu, dibutuhkan waktu beberapa minggu sampai batuk benar-benar berhenti. Kemudian obat yang dihentikan tersebut dapat diganti dengan obat lainnya.•  Jika batuk dicurigai terjadi akibat reflux gastroesofageal, maka diperlukan terapi untuk menurunkan tingkat keasaman lambung. Hal ini biasanya dapat dilakukan dengan mengubah pola makan dan memberikan obat-obatan. Keberhasilan terapi mungkin membutuhkan waktu tertentu dan pemberian terapi yang berbeda.Sumber: merckmanual
24 Mar 2017 12:00 WIB
Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan nama TBC merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui kelenjar getah bening dan aliran darah. Akan tetapi, TBC paling sering mengenai paru-paru. Sebenarnya, sebagian besar orang yang terpapar oleh bakteri penyebab TBC tidak mengalami gejala apapun karena bakteri menjadi inaktif di dalam tubuh mereka. Akan tetapi, saat daya tahan tubuh seseorang melemah, misalnya karena menderita HIV atau berusia lanjut; maka bakteri TBC ini dapat menjadi aktif. Pada fase aktif, bakteri TBC dapat menyebabkan kematian jaringan pada organ yang mereka infeksi. Infeksi TBC aktif dapat berakibat fatal bila tidak segera diobati. Karena bakteri penyebab TBC dapat ditularkan melalui udara, maka penyakit ini sangat mudah menular. Seseorang dapat tertular bila mereka sering terpapar oleh seorang penderita TBC setiap harinya, misalnya keluarga atau rekan kerja penderita. Walaupun demikian, karena bakteri akan menjadi inaktif saat mereka masuk ke dalam tubuh, hanya sedikit orang yang terinfeksi oleh TBC akan mengalami gejala (TBC aktif). Sisanya hanya akan mengalami infeksi TBC laten, di mana mareka sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi dan tidak akan dapat menularkan penyakit ke orang lain, kecuali bila kuman TBC di dalam tubuh mereka menjadi aktif.   Baca juga: 9 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai   Karena infeksi TBC laten dapat berubah menjadi TBC aktif, maka bahkan bila mereka tidak menunjukkan gejala apapun, mereka tetap harus melakukan pengobatan. Pengobatan TBC dapat membantu membunuh kuman TBC yang inaktif sebelum mereka berubah menjadi aktif. Pada zaman dahulu, TBC merupakan penyakit menakutkan yang mewabah ke seluruh dunia. Akan tetapi, pada tahun 1950 TBC berhasil diatasi dengan bantuan antibiotika. Sayangnya, sekarang ini kuman TBC juga telah mengalami perubahan yang membuatnya resisten terhadap berbagai jenis obat dan antibiotika. Oleh karena itu, bila Anda terinfeksi oleh kuman TBC, baik aktif maupun laten, pastikan Anda segera mencari bantuan medis sehingga Anda dapat memperoleh pengobatan secepatnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
24 Mar 2017 11:00 WIB
Sebenarnya, walaupun tubuh Anda telah terinfeksi oleh bakteri penyebab TBC, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat mencegah Anda menjadi sakit. Oleh karena itu, para ahli membagi infeksi TBC menjadi 2 jenis yaitu TBC laten dan TBC aktif. Pada TBC laten, Anda sebenarnya telah terinfeksi oleh kuman TBC akan tetapi bakteri berada pada fase inaktif dan tidak menimbulkan gejala apapun. TBC laten atau TBC inaktif tidak dapat menular, akan tetapi dapat berubah menjadi TBC aktif. Oleh karena itu, pengobatan terhadap penderita TBC laten juga penting untuk dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan TBC. Pada TBC aktif, Anda telah terinfeksi oleh kuman TBC dan telah mengalami berbagai gejala penyakit. Pada fase ini, Anda dapat menularkan kuman TBC pada orang lain. TBC aktif dapat terjadi pada beberapa minggu pertama setelah terinfeksi oleh kuman TBC atau bertahun-tahun setelahnya.   Baca juga: 9 Pekerjaan Pengganggu Kesehatan Paru-Paru   Beberapa tanda dan gejala dari TBC aktif yang dapat ditemukan adalah: Batuk yang tidak kunjung sembuh selama 3 minggu atau lebih Batuk darah Nyeri dada Nyeri dada saat bernapas atau batuk Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas Merasa amat sangat lelah Demam Berkeringat di malam hari Menggigil Tidak nafsu makan Tuberkulosis juga dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang, atau otak. Jika TBC terjadi di luar paru-paru, maka gejalanya dapat berbeda-beda tergantung pada organ yang terkena. TBC yang menyerang tulang belakang biasanya akan menyebabkan penderita mengalami nyeri punggung, sedangkan TBC yang menyerang ginjal biasanya akan membuat penderita kencing berdarah (ada darah di dalam air kemih). Oleh karena itu, segera cari bantuan medis bila Anda mengalami demam, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas, berkeringat banyak di malam hari, atau batuk yang tidak kunjung sembuh. Semua hal ini seringkali merupakan gejala dari TBC, tetapi juga dapat merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain. Dokter dapat membantu Anda mencari tahu apa penyebab pasti dari gangguan yang Anda alami. Selain itu, bagi Anda yang memiliki resiko tinggi untuk menderita TBC, dianjurkan agar segera melakukan pemeriksaan. Orang-orang yang memiliki resiko tinggi terhadap TBC adalah: Penderita HIV/AIDS Pengguna obat-obatan terlarang, terutama bila melalui suntikan Orang yang sering berkontak dengan penderita TBC Pekerja kesehatan yang bertugas untuk mengobati penderita TBC   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mayoclinic
24 Mar 2017 08:00 WIB
Jika setelah melakukan pemeriksaan, dokter menemukan bahwa Anda positif menderita infeksi TBC laten, maka dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menerima pengobatan TBC untuk menurunkan resiko TBC yang Anda derita berubah menjadi aktif. Satu-satunya jenis TBC yang dapat menular adalah TBC aktif, yang menginfeksi paru-paru. Jadi bila Anda hanya menderita TBC laten, maka Anda tidak akan dapat menularkannya pada orang lain. Jika Anda menderita TBC aktif dan ingin melindungi keluarga Anda agar tidak tertular maka terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penularan kuman TBC seperti di bawah ini.   Jangan Pergi ke Luar Jangan pergi ke sekolah atau pergi bekerja atau tidur bersama dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan Anda.   Pastikan Kamar Tidur Anda Memiliki Ventilasi Udara yang Baik Karena kuman TBC dapat dengan mudah menular di dalam ruangan kecil yang tertutup (aliran udara kurang baik), maka pastikan Anda selalu membuka jendela kamar Anda dan nyalakanlah kipas angin agar udara dari dalam kamar Anda dapat mengalir ke luar.   Tutup Mulut Anda Selalu tutupi mulut Anda dengan tisu setiap kali Anda tertawa, bersin, atau batuk. Kemudian segera masukkan tisu kotor tersebut ke dalam tas Anda atau buang.   Gunakan Masker Selalu gunakan masker saat Anda berada di luar rumah, terutama pada 3 minggu pertama pengobatan Anda untuk mencegah orang lain tertular kuman TBC.   Baca juga: Apakah Anda Memiliki Gen Penyebab Kanker Paru?   Selesaikan Rangkaian Pengobatan TBC Anda Hal ini merupakan langkah terpenting untuk melindungi diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi dari kuman TBC. Saat Anda berhenti mengkonsumsi obat atau lupa mengkonsumsi obat Anda, maka kuman TBC memiliki kesempatan untuk bermutasi dan akhirnya menjadi resisten terhadap berbagai jenis obat TBC. Kuman TBC jenis ini jauh lebih mematikan dan lebih sulit untuk diobati.   Vaksinasi Pada Negara-negara di mana infeksi TBC masih sering ditemui, maka bayi seringkali harus menerima vaksin BCG (bacilli Calmette-Guerin) yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi TBC berat pada anak-anak. Vaksin BCG ini tidak dapat mencegah Anda agar tidak terinfeksi kuman TBC tetapi dapat mengurangi keparahan gejala dan komplikasi TBC yang mungkin terjadi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: mayoclinic
23 Mar 2017 18:00 WIB
Memang benar bahwa mendengar suara batuk anak Anda sangatlah menyiksa, akan tetapi minum obat batuk juga bukanlah pilihan yang tepat. Menurut the American Academy of Pediatrics (AAP), obat batuk yang banyak dijual bebas di pasaran tidak efektif bagi anak-anak yang masih berusia kurang dari 6 tahun. Obat-obatan tersebut bahkan dapat berbahaya. Menurut the National Institute of Health, dekstrometorfan (DMP), bahkan aktif di dalam berbagai jenis obat batuk dapat menyebabkan terajdinya berbagai efek samping serius atau bahkan kematian pada anak-anak kecil.   Baca juga: 8 Tips Mengatasi Batuk di Malam Hari   Untungnya, di bawah ini ada beberapa cara mudah untuk mengatasi batuk anak Anda secara alami.   Satu Sendok Makan Madu Menurut para peneliti di the University of North Carolina, mengkonsumsi sedikit madu sebelum tidur dapat membantu mengurangi insiden batuk di malam hari dan tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, pastikan Anda tidak memberikan madu pada anak Anda bila ia masih berusia kurang dari 1 tahun karena resiko terjadinya botulisme.   Humidifier Udara kering dapat membuat saluran udara Anda menjadi kering, yang akan membuat gejala batuk dan flu semakin memburuk.   Oleskan Balsem ke Dada Bila anak Anda telah berusia lebih dari 2 tahun, maka mengoleskan balsem ke dadanya dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan rasa sesak di dada, akan tetapi jangan oleskan balsem tepat di bawah hidungnya.   Jus Buah dan Cairan Lainnya Menjaga agar kebutuhan cairan anak Anda tetap terpenuhi merupakan hal yang sangat penting saat melawan flu dan batuk. Mengkonsumsi cukup cairan dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dan mengencerkan dahak. Pilihlah air putih dan jus buah tetapi hindari minuman berkafein.   Sup Panas Menurut sebuah penelitian, sup ayam merupakan makanan terbaik bila Anda sedang menderita flu. Hal ini dikarenakan kaldu ayam dapat membantu melawan radang yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan membantu meredakan gejala flu.   Obat Tetes Hidung Obat tetes hidung dapat membantu mengencerkan lendir dan melembabkan hidung. Bagi para bayi, Anda dapat meneteskan beberapa tetes obat pada kedua lubang hidung, kemudian hisap lendir dengan menggunakan suntikkan. Pada anak yang lebih tua, Anda dapat menggunakan obat semprot hidung.   Bantal Membuat posisi kepala anak Anda lebih tinggi daripada tubuhnya dapat membantu membuka saluran napas yang tersumbat akibat flu. Jadi, tambahkanlah sebuah bantal lagi pada tempat tidur anak Anda. Bila anak Anda masih bayi, letakkanlah bantal di bawah kasurnya (untuk mencegah bayi sesak napas karena bantal).   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: safebee
23 Mar 2017 15:00 WIB
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa menopause dini mungkin dapat meningkatkan resiko terjadinya gagal jantung pada seorang wanita di masa yang akan datang, terutama bila ia juga memiliki kebiasaan merokok.Gagal jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung tidak dapat memompa cukup banyak darah untuk memenuhi keperluan tubuh seseorang.Pada penelitian ini, para peneliti mengamati lebih dari 22.000 wanita di Swedia yang mengalami menopause dini, yaitu pada usia 40-45 tahun. Para peneliti menemukan bahwa para wanita ini memiliki resiko mengalami gagal jantung yang lebih tinggi daripada wanita yang mengalami menopause pada waktunya, yaitu hingga 40% lebih tinggi.Berdasarkan sebuah penelitian, untuk setiap tahun menopause terjadi lebih cepat, maka terjadi peningkatan resiko gagal jantung sebanyak 2%.Para peneliti menemukan bahwa resiko gagal jantung paling tinggi pada wanita yang merupakan seorang perokok atau orang yang pernah merokok yang mengalami menopause dini.Walaupun penelitian ini telah berhasil menemukan adanya suatu hubungan antara menopause dini dengan peningkatan resiko gagal jantung, para peneliti belum menemukan adanya hubungan sebab akibat di antara keduanya.Kurangilah resiko terjadinya penyakit jantung dengan cara berolahraga secara teratur, mengkonsumsi diet sehat, menurunkan berat badan (bila berat badan berlebih), dan berhenti merokok.Sumber: newsmaxhealth