Your browser does not support JavaScript!
Cek Sakit Anda
Dengan menekan button Cek Sekarang maka Anda menyetujui Syarat & Ketentuan serta Kebijakan Privasi.
 
Dokter Indonesia
halo dok, saya sering merasa lemes , pusing, badan saya seakan akan tidak sanggup bergerak. kebawaanya sering tidur, terus perut terasa tidak enak. badan saya selalu sejuk gitu. ada bintik bintik berair di badan kayak gatal gitu.
Bagaimanakah cara mengobati penyakit prostat secara alami? makanan apakah yg baik dan tidak baik untuk orang yang menderita prostat? Terimakasih
dok, tunangan saya kok dah hampir 6 bulan belum datang bulan ya dok
padahal semnjak kenal nggk pernah ngapa"in
saya kemaren baru periksa Gamma GT tinggi diatas normal
saya harus gimana
hai doctor..saya pesakit Spinal Cord Injury..kenapa zakar saya keluar nanah?dan saya masih memakai catheter kerana saya tidak boleh membuang air seperti biasa..adakah ia berbahaya. dan cara mengubati nya..
22 Sep 2020 21:00 WIB
Anda tentunya telah sering mendengar bahwa para pria sering melakukan masturbasi, akan tetapi tahukah Anda bahwa seorang wanita ternyata juga dapat melakukan masturbasi? Akan tetapi, berbeda dengan para pria, para wanita biasanya tidak melakukannya terlalu sering dan tidak memerlukan "pendukung" seperti gambar atau foto lawan jenis dalam pose seksi agar sukses melakukan aksinya tersebut. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 fakta menarik mengenai masturbasi wanita dan caranya mencapai orgasme tanpa bantuan lawan jenisnya.   1.      Orgasme Lebih Cepat Dicapai Saat berhubungan intim dengan pasangannya, sebagian besar wanita biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai orgasme dibandingkan para pria. Hal ini dikarenakan ujung saraf pada kemaluan wanita membutuhkan stimulasi yang lebih lama dan aliran darah pun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kemaluan seorang wanita. Jadi, seorang wanita biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit pemanasan untuk merasa bergairah dan mencapai orgasme. Akan tetapi, berbeda halnya bila seorang wanita melakukan masturbasi. Ia biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mencapai orgasme. Hal ini mungkin dikarenakan ia dapat memfokuskan seluruh perhatiannya pada kesenangannya sendiri atau karena ia tahu persis apa yang ia inginkan. Menurut seorang ahli seks yang juga merupakan penulis buku, seorang wanita dapat mencapai orgasme hanya dalam waktu 2-3 menit saat melakukan masturbasi.   Baca juga: 5 Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan   2.      Wanita Tidak Terlalu Sering Melakukannya Menurut sebuah penelitian, sekitar 25% orang pria akan melakukan masturbasi setidaknya 3 kali seminggu dan 55% orang pria akan melakukan masturbasi setidaknya 1 kali sebulan. Akan tetapi, pada wanita frekuensi masturbasi biasanya jauh lebih rendah. Hanya sekitar 10% orang wanita yang melakukan masturbasi sebanyak 3 kali seminggu, dan hanya sekitar 38% orang wanita yang melakukan masturbasi 1 kali sebulan.   3.      Persiapannya Berbeda Dengan Pria Berbeda dengan pria yang dapat melakukan masturbasi kapan pun dan di mana pun, para wanita membutuhkan suasana yang berbeda. Para wanita biasanya membutuhkan lingkungan yang mendukung. Seorang wanita biasanya membutuhkan pelumas khusus, suasana romantis, dan lingkungan yang bersih serta nyaman sebelum memulai masturbasinya. Bahkan, sejumlah wanita membutuhkan konsentrasi penuh saat melakukan masturbasinya.   4.      Wanita Melakukannya Dengan Lebih Lembut Saat seorang pria melakukan masturbasi, biasanya mereka akan melakukannya dengan gerakan yang cepat dan agak "kasar". Akan tetapi, wanita justru sebaliknya, mereka biasanya melakukan masturbasi dengan gerakan yang lebih lambat, lebih lembut, dan "halus". Karena klitoris wanita memiliki jumlah saraf 2 kali lebih banyak daripada kepala penis, maka klitoris merupakan daerah yang sangat sensitif, yang akan merasakan sentuhan paling lembut sekalipun. Walaupun demikian, beberapa orang wanita justru suka gerakan yang agak "kasar", akan tetapi sebagian besar wanita biasanya lebih menyukai gerakan yang lembut dan halus.   5.      Wanita Juga Menyentuh Bagian Tubuhnya yang Lain Saat pria biasanya hanya memfokuskan gerakan dan perhatiannya pada satu bagian tubuhnya (penis), para wanita justru akan melakukan stimulasi pada berbagai bagian tubuhnya yang lain seperti leher, payudara, lengan, dan kemaluannya.   6.      Wanita Tidak Selalu Ingin Mencapai Orgasme Salah satu perbedaan terbesar antara masturbasi pada seorang pria dan wanita adalah bahwa seorang wanita biasanya tidak selalu bertujuan untuk mencapai orgasme saat melakukan masturbasi. Beberapa orang wanita dapat merasa cukup puas dengan berbagai stimulasi yang telah ia lakukan pada dirinya sendiri, baik ia mencapai orgasme atau pun tidak.   7.      Wanita Mungkin Mencapai Orgasme Lebih dari Satu Kali Tahukah Anda bahwa ejakulasi ternyata membutuhkan energi yang cukup besar? Hal inilah yang menyebabkan seorang pria biasanya akan merasa sangat lelah setelah berhasil mencapai orgasme dan langsung berkeinginan untuk tidur. Akan tetapi, walaupun masturbasi pada wanita juga membutuhkan cukup banyak energi, mereka tidak memerlukan energi sebanyak para pria, hal inilah yang membuat seorang wanita dapat mencapai orgasme beberapa kali.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealtmag
22 Sep 2020 17:00 WIB
Berhubungan seks secara rutin merupakan cara yang baik untuk tetap sehat, bahagia, dan intim dengan pasangan. Meski berhubungan seksual merupakan aktivitas alamiah yang dibutuhkan oleh setiap orang, namun seringkali hasrat seksual yang rendah menjadi penghalang untuk melakukannya. Disadari atau tidak, hal-hal yang kita lakukan sehari-hari ini dapat memusnahkan hasrat seksual lho. Apa sajakah itu? KAFEIN Kafein merupakan stimulan yang dapat menurunkan hasrat seksual. Konsumsi kafein dalam takaran yang cukup memang baik untuk kesehatan, namun bila berlebihan, kafein akan menyebabkan stimulasi berlebihan pada kelenjar adrenalin, sehingga tubuh akan merasa stres dan hasrat seksual menurun. KEDELAI, KARBOHIDRAT & DAGING MERAH Beberapa makanan memiliki dampak buruk pada libido. Produk keledai misalnya tahu, tempe, atau susu kedelai dapat menurunkan hasrat seksual pria. Karbohidrat dapat mengurangi produksi testosteron. Demikian juga dengan daging merah yang dapat membunuh libido. Baca Juga: Awas! Makanan Manis Lenyapkan Gairah Seks Pria KONSUMSI ALKOHOL Bila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, alkohol mungkin dapat meningkatkan hasrat seksual dan memompa rasa percaya diri, namun jika di konsumsi secara berlebihan akan berdampak pada libido. Pasalnya konsumsi alkohol berlebih tingkatkan resiko disfungsi ereksi dan kesulitan orgasme. KURANG OLAHRAGA Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan endorfin yang merangsang hormon seksual. Olahraga juga memperbaiki fleksibilitas dan kekuatan otot performa. Olahraga memperbaiki sirkulasi darah, termasuk ke organ genital. OLAHRAGA TERLALU KERAS Sementara terlalu sedikit berolahraga dapat menurunkan hasrat seksual, terlalu banyak berolahragapun punya efek yang sama. Hal ini berhubungan dengan sistem hormon yang dipengaruhi oleh kelelahan akibat berolahraga.   Sumber: Berbagai Sumber
22 Sep 2020 13:00 WIB
Kram otot merupakan suatu keadaan di mana otot terasa keras, menonjol, dan menimbulkan nyeri. Terjadinya kram otot pun dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini. Para ahli menyarankan agar anda melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga, yang juga disertai dengan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga untuk mencegah kram otot akibat aktivitas fisik berat. Mengkonsumsi cairan dengan cukup sebelum, selama, dan setelah beraktivitas juga sangat penting, terutama bila aktivitas atau olahraga berlangsung lebih dari 1 jam dan menggantikan elektrolit yang kurang juga dapat membantu. Rasa lelah yang berlebihan terutama saat cuaca panas sebaiknya dihindari. Seberapa banyak cairan yang harus anda minum berbeda-beda pada setiap orang. Tujuan hidrasi adalah untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan berlebihan (>2% berat badan). Timbanglah berat badan anda sebelum dan setelah berolahraga untuk melihat seberapa banyak cairan tubuh anda yang hilang melalui keringat. Satu liter air memiliki berat 1.125 kg. Tergantung pada lama dan beratnya olahraga, suhu dan kelembaban, berat badan dan berbagai faktor lainnya; kehilangan cairan yang anda alami dapat berkisar antara 0.4-1.8 liter setiap jamnya.   Hidrasi Sebelum Beraktivitas (Bila Diperlukan) Sebelum beraktivitas atau berolahraga, bila diperlukan, anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Konsumsilah air sebanyak 0.5 liter setiap jamnya selama beberapa jam (3-4 jam) sebelum beraktivitas atau berolahraga (pada orang dengan berat badan 90 kg) Konsumsilah minuman yang mengandung natrium dan atau cemilan asin atau makanan lainnya yang mengandung natrium untuk membantu menimbulkan rasa haus dan menahan cairan yang telah dikonsumsi tetap berada di dalam tubuh   Hidrasi Selama Beraktivitas Selama beraktivitas atau berolahraga, langkah hidrasi yang dapat anda lakukan adalah: Konsumsilah 0.4-0.8 liter air setiap jamnya, akan tetapi hal ini tergantung pada penurunan berat badan yang terjadi Hindarilah minuman manis atau yang mengandung karbohidrat lebih dari 10%. Konsumsi karbohidrat hanya direkomendasikan 1 jam setelah beraktivitas atau berolahraga Mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit (natrium dan kalium) dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit terutama pada saat anda belum makan, aktivitas fisik berlangsung selama lebih dari 4 jam, cuaca panas. Pada keadaan ini, mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit dapat menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat dan mencegah berbagai gangguan medis yang mungkin timbul, seperti kram otot dan hiponatremia   Hidrasi Setelah Beraktivitas Setelah beraktivitas, lakukanlah beberapa hal di bawah ini untuk mencegah terjadinya kram otot, yaitu: Minumlah 0.5 liter air untuk menggantikan setiap penurunan berat badan sebanyak 0.5 kg Mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung sodium dapat membantu menstimulasi rasa haus dan membuat tubuh menahan cairan lebih lama   Selama Kehamilan Mengkonsumsi suplemen kalsium dan magnesium telah terbukti dapat mencegah terjadinya kram saat kehamilan.   Kram Distonik Kram distonik merupakan kram yang terjadi akibat penggunaan bagian tubuh secara berulang-ulang, misalnya menulis. Kram ini dapat dicegah atau diminimalisasi dengan memperhatikan faktor ergonomis, seperti penggunaan peyangga pergelangan tangan, menghindari penggunaan sandal atau sepatu hak tinggi, mengubah posisi kursi, beristirahat sejenak dari aktivitas, membuat posisi senyaman mungkin, dan menggunakan peralatan yang nyaman saat beraktivitas. Mempelajari cara untuk mengurangi ketegangan otot yang berlebihan saat beraktivitas dapat membantu mencegah terjadinya kram. Akan tetapi, terjadinya kram kadang sulit dihindari saat melakukan kegiatan yang sulit dimodifikasi seperti saat memainkan alat music.   Kram Saat Beristirahat Kram di malam hari atau kram lainnya yang terjadi saat beristirahat dapat dicegah dengan melakukan peregangan saat berolahraga, terutama sebelum tidur. Peregangan sederhana pada otot betis selama 10-15 detik dan diulang sebanyak 2-3 kali dapat sebelum tidur dapat membantu mencegah terjadinya kram di malam hari (kram nokturnal). Gerakan ini dapat diulang setiap kali anda terbangun untuk pergi ke kamar mandi dan 1-2 kali di siang hari. Jika kram nokturnal yang anda alami cukup berat dan sering berulang, penggunaan alas kaki yang berbentuk seperti papan saat tidur dapat membantu agar kaki tidak berposisi aneh saat tidur yang seringkali menyebabkan terjadinya kram. Hal penting lainnya untuk mencegah kram nokturnal adalah mengkonsumsi cukup kalsium dan magnesium. Konsumsilah kalsium setidaknya 1 gram setiap harinya dan 1.5 gram bila diperlukan, terutama pada wanita dengan atau tanpa resiko osteoporosis. Mengkonsumsi kalsium tambahan sebelum tidur juga dapat mencegah terjadinya kram. Suplemen kalsium dapat sangat bermanfaat, terutama pada orang yang memang mengalami kekurangan magnesium. Akan tetapi, pemberian suplemen magnesium ini dapat sangat berbahaya pada orang yang mengalami kesulitan pengeluaran magnesium, seperti pada penderita gagal ginjal. Penggunaan obat diuretika dosis tinggi dapat meningkatkan pengeluaran magnesium. Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak kalsium juga dapat meningkatkan pengeluaran magnesium. Berbagai jenis makanan yang mengandung magnesium adalah sayuran, gandum, daging, ikan, pisang, apricot, kacang-kacangan, dan kedelai. Selain itu, magnesium juga dapat ditemukan pada beberapa obat pencahar dan antasida. Kebutuhan magnesium harian adalah antara 50-100 mg. Bagilah dosis suplemen kalsium yang anda gunakan menjadi beberapa kali sehari untuk mencegah terjadinya efek samping magnesium, yaitu diare. Vitamin E juga diduga dapat membantu mengurangi terjadinya kram otot, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.   Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Pada Lansia Orang lanjut usia yang menggunakan suplemen magnesium harus mengukur kadar magnesium secara teratur karena penurunan fungsi ginjal pada lansia dapat menyebabkan timbulnya toksisitas akibat tingginya kadar magnesium di dalam darah, walaupun dengan penggunaan suplemen magnesium dosis kecil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa para lansia seringkali mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan penyerapan kalsium di dalam makanan. Oleh karena itu, dibutuhkan tambahan suplemen vitamin D sebanyak 400 unit setiap harinya. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan karena dapat menyebabkan terjadinya toksisitas. Walaupun banyak obat diuretika yang menyebabkan pengeluaran kalsium dan magnesium, obat diuretika golongan hidroklorotiazid justru dapat menahan kalsium dan magnesium tetap berada di dalam tubuh. Oleh karena itu, obat ini banyak digunakan untuk mencegah terjadinya kram pada para pasien lansia yang juga menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) dan memerlukan penggunaan obat diuretika. Efek samping diuretika lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah penurunan kadar natrium dan kalium di dalam darah. Lansia seringkali tidak mengkonsumsi cukup cairan setiap harinya, hal ini diduga berhubungan dengan penurunan rasa haus akibat proses penuaan. Perhatikanlah konsumsi cairan, terutama bila anda juga mengkonsumsi obat diuretika. Konsumsilah setidaknya 6-8 gelas air putih setiap harinya untuk mencegah terjadinya kram akibat dehidrasi. Hindari konsumsi kopi karena kafein yang terdapat di dalam kopi dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh. Penyebab pasti kram nokturnal pada lansia masih tidak diketahui. Pencegahan terbaik adalah dengan melakukan peregangan secara teratur, konsumsi cairan dengan cukup, konsumsi vitamin D, kalsium, dan vitamin E secukupnya. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen magnesium.   Obat Untuk Mencegah Kram Otot Satu-satunya obat yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kram otot adalah isquinine. Quinine bekerja dengan cara menurunkan eksitabilitas otot-otot tubuh. Akan tetapi, quinine tidak dapat digunakan pada wanita hamil karena dapat menimbulkan kelainan kongenital pada bayi dan keguguran. Efek samping lainnya adalah timbulnya reaksi alergi, penurunan trombosit, gangguan penglihatan, dan denyut jantung tidak teratur. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat ini.   Sumber: medicinenet
22 Sep 2020 09:00 WIB
Ada beberapa penyebab umumnya terjadi refluks asam lambung/ refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD).  Salah satunya adalah merokok, bagaimana cara rokok bisa menyebabkan hal ini terjadi: Merusak selaput lendir  Mempengaruhi refleks otot di tenggorokan  Meningkatkan produksi asam lambung Mengurangi fungsi otot diafragma Mengurangi air liur, yang dapat menetralkan efek asam  Apabila seorang perokok berat dan juga merupakan pengkonsumsi alkohol, maka kedua hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker kerongkongan.  Selain merokok ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat mempengaruhi terjadinya kenaikan asam lambung ke kerongkongan, yaitu: Alkohol  Minuman bersoda Coklat Buah yang asam seperti jeruk atau lemon  Kopi atau teh  Lemak atau makanan yang digoreng  Bawang putih dan jenis bawang lainnya Mint  Makanan pedas, seperti yang mengandung cabai atau kari  Makanan yang terlalu banyak mengandung tomat seperti spageti atau pizza Sehingga Anda yang pernah mengalami refluks asam lambung ada baiknya Anda berhenti merokok dan mengatur pola makanan Anda dengan baik mulai sekarang.  Reaksi refluks asam ini bervariasi di antara setiap individu. Namun menghindari makan makanan yang asam merupakan strategi yang tepat untuk Anda.   Sumber: webmd
21 Sep 2020 21:00 WIB
Vaginismus adalah suatu kontraksi yang tidak disadari dari otot vagina. Hal ini menyebabkan lubang vagina menjepit dengan kuat dan sulit untuk dilakukannya penetrasi. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita yang secara fisik dan psikis menolak untuk melakukan hubungan seksual. Apabila hal ini terjadi bisa menjadi penghambat rutinitas dalam bercinta. Apa sih penyebab Vaginismus? Vaginismus adalah keinginan bawah sadar seorang wanita untuk mencegah masuknya penis ke dalam vagina. Penyebab vaginismus: Fisik: Adanya infeksi yang menimbulkan luka disekitar bibir vagina bagian dalam dan lubang vagina. Gangguan selaput dara, termasuk apabila adanya tarikan saat penetrasi berlangsung. Adanya bekas robekan pada saat melahirkan yang tidak sembuh secara sempurna Psikis: Pernah mengalami traumatik secara seksual, seperti pemerkosaan, dimana jika trauma itu masih dirasakan hingga masa menikah, maka hal itu merupakan vaginismus sekunder. Momen bercinta yang kerap menimbulkan rasa nyeri bisa jadi menyebabkan trauma psikis, sehingga rasa trauma itu bisa menyebabkan vaginismus. Perasaan takut yang berlebihan apabila bercinta bisa membuat hamil Serta perasaan takut tertular penyakit kelamin dari pasangannya Cara mengatasi vaginismus: Bicarakan dengan pasangan Salah satu hal terbaik untuk menangani vaginismus adalah berkomunikasi dengan suami dan beritahukan kondisi yang dialami. Jangan biarkan suami bertanya-tanya mengapa Anda selalu menolak untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini dapat memperburuk hubungan Anda dengan pasangan. Konsultasi dengan dokter Terapi ini bertujuan untuk mengatasi permasalah psikologi yang dialami, mengatasi apabila ada infeksi atau masalah lain divagina. Selain itu dokter akan mengajarkan terapi latihan untuk membuat vagina menjadi lebih rileks. Dilator Dilator adalah suatu alat yang terbuat dari bahan semacam plastik yang berbentuk silinder, yang fungsinya untuk merelaksasi otot vagina yang mengalami kekejangan tidak normal. Sebelum menggunakan dilator, biasanya terlebih dahulu pihak wanita akan diminta untuk melakukan latihan kontraksi dan relaksasi otot panggulnya. Apabila sudah mampu melakukan relaksasi otot, barulah dilator bisa digunakan. Dimulai dari ukuran terkecil (nomor 1). Dilator akan dibiarkan didalam vagina sekitar 10-15 menit, dan dapat diulang 3-4 kali di siang hari dan sekali lagi menjelang malam. Pada umumnya, wanita dengan vaginismus bisa menggunakan dilator nomor 3 dan 4 dalam kurun waktu satu minggu. Apabila dengan penggunaan dilator nomor 3 atau 4, pihak wanita sudah merasakan kenyamanan, maka cobalah untuk bercinta dengan posisi wanita di atas. Latihan kegel Latihan untuk memperkuat otot panggul (latihan Kegel) bisa dilakukan pada saat alat pelebar berada di dalam vagina. Otot di sekitar vagina dikerutkan kuat-kuat dan kemudian dikendorkan, sehingga memungkinkan terbentuknya suatu perasaan bahwa penderita bisa mengendalikan otot-otot tersebut. Relaksasi dengan pasangan Untuk membuat Anda menjadi lebih santai dalam melakukan hubungan seksual. Anda dapat melakukan hal-hal yang merelaksasi tubuh dan eksplorasi tubuh seperti mandi bersama pasangan, pijatan sensual, menggunakan musik, teknik pernapasan, latihan yoga untuk merelaksasi seluruh tubuh termasuk bagian intim Anda. Hubungan seksual adalah bentuk cinta kasih antar pasangan. Jangan sampai rasa sakit mengganggu kualitas dalam berhubungan. Apabila Anda atau pasangan mengalami vaginismus maka segera atasi dan mendapatkan kembali hubungan intim yang berkualitas.
21 Sep 2020 17:00 WIB
Sebuah penelitian mengungkap bahwa manusia membutuhkan 4 pelukan dalam sehari untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk perawatan diri, dan 12 pelukan sehari untuk bisa tumbuh. Meski ungkapan tersebut belum didukung oleh fakta-fakta rinci yang jelas, namun tak perlu diragukan bahwa pelukan memang diperlukan manusia. Pelukan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara ilmiah. Menurut penelitian, berpelukan dapat meningkatkan system imunitas tubuh, menyembuhkan depresi, mengurangi stress. Berikut adalah beberapa manfaat pelukan: Merangsang oxytocin Oxytocin adalah senyawa penghubung pada otak yang bekerja dalam sistem limbik, pusat emosi pada otak yang berkaitan dengan perasaan manusia. Oxytocin bertugas untuk meredakan rasa cemas, stres, dan bahkan bisa membuat mamalia menjadi setiap pada pasangannya. Oxytocin sangat ampuh dalam mempengaruhi emosi wanita. Senyawa ini juga yang membuat wanita tak lagi merasakan sakit pada tubuh mereka ketika melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Penelitian terbaru dari University of California mengungkap bahwa senyawa ini juga yang mempengaruhi pria agar lebih menyayangi dan terikat pada pasangannya. Oxytocin juga diketahui bisa meningkatkan libido serta gairah seksual. Ketika berpelukan, otak akan melepaskan oxytocin dan menurunkan stres, tekanan darah, sekaligus mencegah penyakit jantung. Membuat lebih tenang dan sabar Hubungan dan koneksi antar manusia membuat mereka menghargai satu sama lain. Pelukan adalah salah satu cara manusia untuk menunjukkan betapa mereka menghargai orang lain. Di era yang segalanya serba instan, cepat, dan sibuk, orang secara konstan terburu-buru untuk melakukan banyak tugas. Pelukan akan membuat seseorang lebih tenang dan tak lagi diburu-buru waktu sepanjang hari. Mereka akan lebih sabar dan menghargai hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Mencegah penyakit Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine mengungkap bahwa sentuhan dan pelukan memiliki efek yang besar terhadap kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah mencegah penyakit, membuat bayi prematur lebih cepat tumbuh, meredakan rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker. Merangsang kelenjar timus Pelukan tak hanya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun juga merangsang kelenjar timus yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan manusia. Kelenjar timus bagi remaja penting dalam mengatur pertumbuhan dan pubertas. Sementara pada orang dewasa, kelenjar timus berkaitan dengan produksi sel darah putih yang akan memperkuat kekebalan tubuh dan menangkal segala jenis penyakit. Produksi dopamine Semua hal yang dilakukan manusia bisa berpengaruh terhadap aliran dopamin pada tubuh. Dopamin yang rendah akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti penyakit Parkinson atau depresi. Dopamin berfungsi memberikan perasaan bahagia pada seseorang, sekaligus memberikan motivasi. Pelukan bisa memicu aliran dopamin dalam tubuh sehingga membuat seseorang lebih bahagia, termotivasi, dan jauh dari depresi. Merangsang serotonin Tak hanya dopamin, pelukan juga merangsang pelepasan endorphin dan serotonin pada pembuluh darah ke seluruh tubuh. Kedua hal ini akan memicu perasaan senang, meredakan rasa sakit mencegah perasaan sedih, serta menjaga kesehatan jantung. Selain itu, serotonin dan endoprhin juga membantu menghilangkan kelebihan lemak dan menambah harapan hidup. Uniknya, hal ini juga berlaku ketika seseorang memeluk hewan peliharaan mereka. Berpelukan meningkatkan jumlah serotonin dalam tubuh, menaikkan mood, menghilangkan stres, dan membuat bahagia. Keseimbangan sistem saraf Pelukan juga berfungsi untuk menyeimbangkan sistem saraf. Kulit mengandung jaringan yang bisa merasakan sentuhan dan berkaitan langsung dengan otak melalui saraf vagus. Respon yang terjadi pada tubuh ketika seseorang mendapatkan pelukan ini membuat sistem saraf parasimpatik menjadi semakin seimbang dan berfungsi dengan baik. Meningkatkan kepercayaan diri Berpelukan dapat meningkatkan ras percaya diri seseorang. Rangsang taktil sangat penting untuk perkembangan bayi karena bayi pertama kali mengenal orangtuanya melalui sentuhan. Sejak pertama kali, keluarga memberikan kita pelukan untuk menunjukkan bahwa kita special dan dicintai. Pelukan yang kita dapatkan dari orangtua bahkan tertanam sampai tingkat sel kita dan berhubungan denga kemampuan kita untuk mencintai diri sendiri Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan seseorang dengan berpelukan. Bayangkan, hal sederhana seperti berpelukan dengan orang yang Anda sayangi, bahkan dengan hewan peliharaan, bisa memberikan banyak keuntungan untuk tubuh. Jadi, sudahkah Anda memeluk seseorang hari ini?